Showing posts with label kesaksian. Show all posts
Showing posts with label kesaksian. Show all posts

Monday, May 6, 2013

JIM YOST 17 tahun menyatu dengan Suku Sawi



Tujuh belas tahun menyatu dengan suku Sawi di pedalaman Irian Jaya yang belum pernah terjamah orang luar, Jim Yost dan istrinya, Joan Yost, melayani dengan sepenuh hati. Segala tantangan bahkan sampe yang terberat pernah mereka alami. Kini ia pengen bagiin hatinya buat kita semua. (erl)


JIM YOST
17 tahun menyatu dengan Suku Sawi

Lahir dalam keluarga Kristen en menjalani masa kecil di lingkungan gereja nggak bikin Jim jadi anak yang baik. Sewaktu Papanya yang adalah majelis gereja meninggal gara-gara stroke, Jim yang baru berumur 13 tahun marah sama Tuhan en kepaitan. “Saya tinggalkan gereja, tinggalkan iman dari orang tua dan berontak beberapa taun. Tapi dalam pemberontakan itu, Tuhan melindungi hidup saya dari kejahatan yang saya buat. Seharusnya saya mungkin mati dalam kejahatan itu Tuhan lindungi hidup saya.”

Selama di SMA, Jim malah terlibat narkoba en jadi bandar. Ujung-ujungnya dia masuk penjara. “Tuhan ijinkan hidup saya jatuh sedalam-dalamnya supaya saya tahu saya perlu Tuhan. Dan waktu keluar dari situ ada kaum muda di kota yang sudah lama mendoakan saya tapi saya tidak tahu. Mereka undang saya ke camping retreat pemuda di atas gunung”. Dengan motivasi pengen nyari cewek, Jim malah ‘ditangkap’ Tuhan di sana, padahal selama 4 hari Jim mengeraskan hatinya. “Hari kelima Roh Kudus nembus hati saya dan semua isi hati saya terekspos dan saya berlutut mengakui semua dan menangis dan serahkan hidup ini kepada Tuhan. Itu waktu umur saya 18 tahun”.

Pulang dari sana, Jim nerusin kuliah karena dapet beasiswa dari University of California Los Angles. Tapi baru minggu ketiga kuliah Jim keluar. “Saya menyadari hidup saya perlu dimuridkan dan dibentuk, jadi saya cari sekolah dimana saya bisa belajar Firman dan ada pembentukan karakter saya”. Jim mendaftar ke sekolah Alkitab, tapi dua kali dia ditolak gara-gara penampilannya yang masih kayak preman. “Rambutku memang agak panjang jadi mereka pikir saya tidak serius. Tapi ada satu sekolah di California bagian utara, mereka terima banyak anak yang bertobat pada waktu itu. Di Amerika pada waktu itu ada suatu gerakan namanya Jesus People Movement. Yang banyak dari gerakan hippies seperti saya diselamatkan dan dari jalan dan dari hidup yang kacau. Banyak datang ke sekolah ini dan masuk hanya untuk setahun buat belajar. Saya begitu senang, saya tambah satu tahun lagi tambah satu tahun lagi.”. Di situlah benih misi ditanam dalam hati Jim. Benih itu berkembang, bertunas dan berbuah dalam hatinya.

Jim lalu pergi misi ke Korea dan Jepang selama tiga bulan. Di Korea nggak jadi masalah, tapi tiba di Jepang ia merasa resah. Jim nggak suka Jepang yang banyak penyembah berhalanya dan sulit berkomunikasi, “Saya bilang: ‘Tuhan, saya tidak bisa jadi misionari’ dan Tuhan jawab: ‘Betul Jim, kamu tidak bisa jadi misionari... tapi Aku bisa jadikan kamu misionari yang sukses!’”. Dari situ Jim mulai belajar bahwa panggilan misi nggak ada hubungan dengan kemauan or kemampuan saya, tapi semua tentang ketaatan. “Hari itu saya tahu saya akan tinggalkan Amerika dan tidak akan kembali lagi”.

Beberapa bulan kemudian Jim ketemu sama calon istrinya, Joan. Ternyata dia juga disiapkan Tuhan untuk menjadi misionaris. “Kami ketemu waktu mision trip di Meksiko. Kami lalu melakukan misi bersama-sama ke berbagai negara. Tapi di antara semua ada satu yang Tuhan simpan betul dalam hati kami, yakni suku-suku terasing. Suku-suku yang tidak punya kesempatan mendengar Injil sama sekali.” Jim dan istrinya lalu melakukan riset dan menemukan kalo di Irian Jaya ada 250 suku di tengah hutan yang belum ‘terjamah’ dunia luar. Mereka memilih tempat yang belum dijangkau misionaris lainnya, bahkan yang misionaris lain enggan masuk ke dalamnya.

Di bagian selatan Merauke, di tengah hutan, di daerah rawa penuh nyamuk malaria, ada suku Sawi yang belum pernah dimasuki orang luar. Dengan naik pesawat ampibi kami turun disambut warga kampung dengan terheran-heran. “Istri saya diliat dari ujung kepala sampe kaki oleh para ibu-ibu yang hanya memakai rok dari rumput kering, diraba-raba, lalu mereka menari berkeliling dan membawa istri saya. Para lelakipun berbuat sama terhadap saya.”  Jim dan istrinya belajar dari nol, mereka sama sekali nggak ngerti bahasa mereka. Hari pertama di sana mereka disambut dengan pesta, disuguhi makanan penghormatan: ulat sagu yang masih hidup. “Kami tutup mata dan bayangkan es krim waktu kami masukkan dalam mulut.”

Selesai makan, tiba-tiba semua berteriak. Ternyata ada perang suku! Sekitar seribu orang bertikai, mereka mulai lempar anak panah, “Kami tidak tahu ternyata ada dua kelompok bermusuhan di dalam suku ini dan hari itu mereka sepakat akan berperang. Di sekolah alkitab di Amerika tidak ada mata pelajaran tentang perang suku. Apa kami bisa buat. Di sekitar kami ada orang yang mati dibunuh dan saya harus jujur bahwa saya takut. Tapi pada waktu itu sepertinya Tuhan membungkusi hati kami supaya roh ketakutan tidak bisa masuk.”

Jim dan istrinya harus merawat orang-orang yang terluka saat itu, padahal nggak ada satupun dari mereka yang tau medis. “Kami hanya bisa berdoa. Aro, si pemimpin perang, kepanya dipukul oleh kapak batu dan kulitnya mengelupas. Kami kira dia sudah mati. Lalu kami coba pasang lagi kulitnya dan kami  doakan. Beberapa hari kemudian dia membaik, tapi bukannya bersyukur, malah dia kembali berperang.” Roh peperangan ada pada suku ini, tiap minggu selalu terjadi perang pada tahun-tahun awal pelayanan Jim.


Tantangan terus berlanjut, dua tahun pertama 12 kali Jim jatuh sakit gara-gara malaria. Malaria di sana adalah yang paling ganas di dunia. Tiap 2 bulan Jim  sakit malaria dan setiap 2 bulan keluar dengan pesawat. Tapi itu nggak menyurutkan semangatnya untuk melayani. “Kami pakai pola pelayanan inkarnasi. Tuhan aja mau meninggalkan kemuliaan di Surga dan menjadi manusia agar bisa berkomunikasi dengan manusia dengan semua keterbatasan manusia. Kamipun mau jadi seperti itu, kami mau menjadi seperti orang Sawi dan kami minta Tuhan tolong dengan kasih karunia supaya kami bisa menyesuaikan.” So, tiap hari mereka bergaul dengan orang Sawi, mendayung mencari makan, berburu di hutan. Setelah satu tahun mereka dipanggil oleh kepala suku dan dia bilang meskipun warna kulitnya berbeda, tapi Jim dan istrinya udah hawak maidap, artinya satu perut dengan mereka, sudah diterima. “Itu yang kami mau karena penginjil harus diterima sebelum Injil dapat diterima. Tapi itu tidak berarti bahwa mereka dengan mudah mau terima Injil. Masuk tahun kedua, bahasa lebih lancar, kami mulai terjemahkan Alkitab. Khotbah dimana-mana tapi mereka tetap tidak mau terima. Masuk tahun ketiga, mereka mulai mengerti tapi tidak ada yang mau mempercayai dan apalagi ada ancaman-ancaman dari dukun-dukun yang ada disitu. Mereka buat ancaman kalo ada satu orangpun yang terima Injil dari luar kami akan bunuh dengan sihir. Dan itu membuat semua orang takuti.”

Suatu hari Jim merasa menyerah, tapi ternyata Tuhan buka jalan. Seorang anak kecil umur satu tahun meninggal di kampung itu karena tenggelam. “Ada 1200 orang berkumpul, ibu-ibu mulai potong diri dengan alat tajam, yang lain lompat ke dalam lumpur dan ke dalam api, itu adalah cara mereka berduka kalo ada orang yang meninggal”.  Segala usaha pertolongan pertama dilakukan Jim dan istrinya, tapi anak itu udah nggak bernapas lagi, “Saya berdiri dan saya mulai suarakan satu doa spontan. Saya tidak berpikir, saya hanya mulai berdoa. Satu doa yang dalam hidup saya belum pernah saya doakan. Tiba-tiba ada karunia iman yang Tuhan berikan. Saya mulai berdoa: ‘Tuhan, walaupun masyarakat ini belum mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Allah mereka, sebagai tanda kasihMu bangkitkanlah anak ini dari kematian!”. Tiba-tiba dari mulut anak itu mulai mengalir air keluar dan dia mulai bernapas!

Dari situlah Jim menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka, ini semua Tuhan yang buat sebagai tanda kasihNya. Satu minggu dari hari itu mereka diundang ke satu kampung untuk ajar mereka tentang jalan keselamatan, lalu setiap hari, siang maupun malam. “Sesudah satu minggu baru mulai ada orang percaya Yesus. Bukan satu dua tiga orang tapi sepuluh dua puluh tiga puluh sekeluarga mereka datang kepada Tuhan. Tiap minggu menjadi gelombang-gelombang sampai akhirnya hari ini 80% suku Sawi percaya Tuhan Yesus.”

Sudah 17 tahun mereka melayani di sana. Mereka mengadakan katesasi bimbingan, mendidik penatua-penatua dari kaum mereka sendiri, menerjemahkan Alkitab, membuat peternakan, membuka poliklinik dan berbagai fasilitas agar mereka bisa mandiri. “Kami tahu sesudah 17 tahun itu sudah cukup, kami harus buka pelayanan baru. Tuhan bilang suku baru yang harus kami layani adalah generasi muda. Mereka satu suku dengan bahasa dan budaya sendiri yang harus dijangkau. Jadi kami pindah ke kota Sentani, dekat Jayapura dan mulai pelayanan gereja anak muda. Dengan banyak anak muda yang tidak merasa gereja relevan lagi. Kami coba buat pelayanan yang lebih terfokus dengan keperluan mereka.” Kini mereka melayani di Pondok Kemuliaan Sentani Papua.

Guys, apakah kamu Jim Yost berikutnya? Masih banyak ladang misi yang butuh orang-orang yang mau memenuhi panggilannya. Jim Yost membagikan sesuatu yang perlu kita ingat kalo kita terbeban dalam pelayanan misi. “Dengarlah suara Tuhan waktu masih muda, mulai melangkah dan cobalah melayani Tuhan dengan apa yang ada padamu. Jangan takut gagal, Tuhan bisa pakai kegagalan itu sebagai pelatihan buat kita. Anak muda sangat fleksibel, bisa pergi kemana-mana, berbuat apapun, makan apapun, belajar bahasa manapun”.

Satu lagi pesan Jim adalah jangan takut untuk belajar budaya baru di tempat kita melayani, Tuhan akan mencukupi semua apa yang kita perlu. “Yang penting kita mulai taat dan melangkah dengan Tuhan. Dia akan memberi kemampuan. Misi ada di tangan anak muda sekarang. Seperti di pertandingan lari. Sekarang kami memberi tongkat pada anak muda dan anak muda akan melebihi kami. Ini sesuatu yang baru untuk generasi sekarang. Setiap generasi pasti ada yang baru tidak bisa meneruskan dari generasi yang lama.” (**)

Sunday, April 28, 2013

LEBIH DARI MEDALI EMAS



LEBIH DARI MEDALI EMAS


(Kesaksian Josh Davis, pemenang 3 medali emas renang dari Amerika di Olimpiade 2006. Disadur dari bukunya The Goal and The Glory)

Buat seorang atlit seperti saya, bisa bertanding di ajang olimpiade itu luar biasa sekali. Apalagi bisa memenangkan medali emas. Itu sangat luar biasa. Saya masih ingat bagaimana saya berdiri di landasan untuk meluncur. Wasit menembakkan pistol. Saya meluncur, berenang sekuat tenaga en dinyatakan menang.

Bahagia, haru, senang, semua jadi satu, waktu saya berjalan ke podium. Sambil mengenakan jaket warna biru, merah, putih, saya menaiki podium, dikalungi medali emas. Bangga. Tapi di saat yang sama juga haru saat saya mendengar lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikan. Setelah upacara pengalungan medali, giliran teman-teman en keluarga saya yang member selamat kepada saya. Senang sekali saya hari itu, malah malam itu saya tidur sambil memakai medali emas di leher saya.

Tapi besok paginya waktu saya bangun, semua kegembiraan, keharuan itu hilang begitu aja. Nggak ada lagi kesenangan, nggak ada kebanggan,  nggak ada lagi keharuan. Yang ada cuma jadwal latihan en pertandingan yang masih harus saya ikuti, makanan bergizi yang disediakan panitia, penginapan atlit yang disediakan panitia. Semua tampak beda dengan kemaren waktu saya menang.

Di situ saya sadar kalo sebaik-baiknya yang bisa dunia kasih sama saya itu semua cuma bertahan sebentar. Bayangin, buat saya, seorang atlit bisa meraih medali emas di olimpiade itu luar biasa en merupakan puncak dari semua prestasi saya. Itu yang terbaik yang bisa dunia kasih sama saya. Tapi ternyata itu cuma bertahan sehari doang.

Saya buka Alkitab saya en baca, kemurnian imanmu—(yang) jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana (1 Petrus 1:7). Saya sadar kalo medali emas yang saya dapat itu gak ada apa-apanya dibanding iman saya.

Sekarang medali emas saya itu udah banyak goresan. Bukan karena saya nggak menjaganya dengan baik, tapi tiap kali saya keliling untuk kasih seminar ato motivasi, saya selalu bawa medali itu. Banyak orang yang mengagumi, sekaligus tanpa sengaja menjatuhkannya, jadilah banyak goresan di medali emas itu. Tapi itu justru itu mengingatkan saya, kalo apa yang saya peroleh di dunia ini gak akan bertahan, dibanding apa yang saya dapat nanti di surga.  So, jangan bangga dengan apa yang bisa kita dapat sekarang. Sebagus apapun itu, sekeren apapun itu. Semuanya akan hilang suatu saat nanti. Banggalah pada apa yang akan kita dapat nanti dalam Tuhan.(dp)

Yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2 Korintus 4:18)

Tuesday, April 23, 2013

ELI FANGIDAE: BERTOBAT KARENA ALKITAB



ELI FANGIDAE: BERTOBAT KARENA ALKITAB
Tuhan bisa bekerja dengan berbagai cara. Termasuk cara yang kayaknya simpel banget. Salah satu cara Tuhan bekerja bisa kita liat dalam kesaksian Eli Fangidae. Begini ceritanya:

Nama saya Eli Fangidae, seorang gembala sidang di salah satu gereja di Kupang. Saya pengen ceritain kisah pertobatan saya. Dulu saya bukan orang percaya, walaupun istri saya waktu itu udah jadi orang percaya. Dulu saya punya usaha jualan sapi. Usaha saya sangat maju sampe saya bisa eksport ke Hongkong. Tapi jeleknya, saya suka judi. Suatu hari semua uang hasil jualan yang jumlahnya ratusan juta saya bawa ke Macau. Di sana saya judi, lalu kalah, uang saya ludes. Gimana saya bisa pulang ke Indonesia? Tapi mau gak mau saya mesti pulang juga.

Ternyata begitu pulang, apa yang saya takutin terjadi. Orang-orang yang kasih pinjaman modal sama saya, datang menagih. Saya benar-benar gak tau harus ngapain waktu itu. Saya benar-benar gak punya uang sama sekali. Saya stress, putus asa, malu sampe pengen bunuh diri. Tapi emang rupanya Tuhan masih sayang sama saya. Waktu mau gantung diri, kakak ipar saya tau, langsung semua keluarga tau. Mereka langsung adain rapat keluarga. Akhirnya atas kesepakatan keluarga, saya diamankan di kantor polisi.

Waktu di kantor polisi, saya minta ijin ke kamar mandi. Di sana saya ketemu pisau cukur bekas. Saya ambil, saya simpan dalam saku celana. Buat jaga-jaga kalo saya udah gak kuat lagi, saya bisa langsung ketemu Tuhan dengan cara pintas. Malam itu saya stress berat, utang saya gede banget. Mau kerja berapa taun juga gak akan bisa lunas. Saya mau minta tolong sama siapa? Gak ada yang bisa tolongin saya. Akhirnya saya ingat pisau cukur yang saya simpan. Saya berniat bunuh diri aja. Tapi sebelum saya sempat bunuh diri, saya sempat liat sebuah buku biru kecil diatas meja, yang baru saya tau kemudian kalo itu Alkitab Gideon. Tiba-tiba aja saya tergerak buat baca isi buku itu. Waktu saya buka, mata saya langsung tertuju sama tulisantidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait ALLAH… (I Korintus 3:16-17).  Saya langsung nangis en berlutut minta ampun sama Tuhan. Gara-gara tangisan saya itu polisi berdatangan en mencegah saya bunuh diri. Akhirnya berkat pertolongan Tuhan, masalah saya beres. Setelah semua beres saya putusin masuk sekolah teologia. Sekarang saya udah lulus en jadi gembala sidang. (ef)

Saturday, January 28, 2012

KAREN IDOL: PERNAH DIKELUARKAN SEKOLAH

Key, begitu ia biasa dipanggil, datang bareng adiknya ke studio pemotretan. Kayaknya Key akrab banget deh sama adiknya ini. ”Saya deket amat ama adik. Apa-apa dia suka cerita ama aku, temen sharing. Saling menguatkan satu dan lainnya” ujar pemilik nama lengkap Karen Theresia Pooroe ini. Key yang jebolan Indonesian Idol 2004 ini mengaku mencicipi masa remaja cuman sebentar, soalnya banyak kerjanya! Nah lho, mau lebih tau lagi tentang pribadinya? (est, foto gembira)
.
KAREN IDOL
PERNAH DIKELUARKAN SEKOLAH

Sekarang lagi ngapain aja nih?
Lagi sibuk nyanyi dan buat album, diproduksi sama Ruth Sahanaya Production.

Wah asik dong, album apa?
Kebanyakan lagunya pake bahasa Inggris. Karena memang ada rencana mau dilempar ke pasar Asia. Ada beberapa musisi juga yang terlibat, selain Sai (Oom-nya Key, -red) sebagai vocal director, dan salah satu lagu ciptaannya Keith Martin. Doain aja karena album agak sulit keluar.

Ceritain dong sedikit aja tentang keluargamu?
Keluarga saya orang biasa-biasa saja, Papaku guru di Internasional School, Mama ibu rumah tangga. Sekarang saya merasakan bagaimana hidup di keluarga saya, betapa indahnya keluarga saya. Komunikasi di antara kami bagus, dan saya menyadari betapa indahnya hidup di keluargaku.

Ceritain dong masa remajamu
Waktu SMP hidupku terbawa dengan kehidupan yang ngaco. Saya suka pelayanan dimana-mana tapi hidupnya masih ngaco. Nyanyi di gereja, hanya nyanyi aja, saya tidak merasakan hadirat Tuhan. Saya tau itu dosa, itu menajiskan hadirat Tuhan. Saya juga melakukan banyak kesalahan, membuat orang sakit hati, mengecewakan Papa Mamaku, di sekolah juga sering bolos, masih suka main-main.

Tapi saya merasakan masa remaja hanya sebentar aja. Apalagi setelah Tuhan kasih saya kepercayaan di Indonesian Idol. Masa remaja saya jarang main. Hanya sebentar. Saya mengutamakan cita-cita saya dulu. Hidup saya jadinya hanya kerja dan kerja.

Kalo perjalanan karier kamu?
Aku dari kecil ikut paduan suara-paduan suara di gereja. Dan saya menjadi peserta paling kecil, SMP. Terus aku ikut paduan suara ke Australia, Olimpic Choir. Disitu saingannya berat banget, tapi kita dapet juara dapet  mendali emas, kita bawa nama Indonesia. Ikut pemilihan model salah satu produk lotion. Itu pemilihannya dari anak-anak SMP seBandung. Aku jadi juara 3. pokoknya lucu banget deh! Aku nga biasa  jalan di  catwalk, tiba-tiba jadi jaura 3. trus pernah ikut lomba nyanyi di TVRI. Setelah itu baru ikut Idol deh.., rekaman dan nyanyi-nyanyi offair…

Bagian mana dalam hidupmu yang menurutmu paling berat?
Karena kenakalan saya, saya pernah dikeluarkan dari sekolah. Membuat Mama jadi sakit, keluarga jadi kecewa sama aku, dan dari situ saya mulai mau hidup baik. Dan saya membuat fondasi yang kuat supaya saya tidak goyang. Saya mencari itu sendiri. Aku diajak temen ke komsel, share, banyak dapet kekuatan baru. Dari situ saya dapet kekuatan baru, untuk bangkit.

Ada pengalaman spiritual menarik yang bisa dibagiin?
Saya itu kurang peka, saya hanya melihat, karya Tuhan nyata dalam hidup saya. saya melihat karya Tuhan itu natural terjadi dalam diri saya. saat kita buka hati, dan belajar peka pada apa yang tuhan kasih buat kita. Menurut saya kehidupan kita semua ini saja adalah mujizat Tuhan, dan merupakan pengalaman yang berharga untuk kita menjalani hidup kit ake depan.

Saya lebih melihat karya Tuhan itu nyata dalam hidupku. Saya hidup dalam keluarga yang cinta Tuhan, keluarga yang utuh. Sekarang saya melihat karya Tuhan nyata dalam hidup saya. Tuhan berkata ini baru sedikit yang kamu lihat, Aku sudah menyediakan banyak buat kamu. Yang saya jalanin itu masih sedikit, di depan ada yang  lebih besar lagi.

Punya pegalaman doa yang langsung dikabulin?
Pengen punya mobil, saya udah lama pengen punya mobil. Dalam beberapa bulan masuk di idol, aku bisa beli mobil Honda Jazz baru. Padahal cita-cita saya dulu ah hanya jip kecil kayak Katana, tapi Tuhan kasih saya lebih. Aku sering gitu, aku mintanya apa, Tapi Tuhan kasih saya lebih dari yang aku bayangin. Prinsip aku, apa yang kita jalani, kita harus berpegang sama Tuhan aja. Nga ada yang lain kita pegang selain Tuhan.

Prinsip yang kamu pegang?
Saya mau menjadi apa adanya diri saya. Saya nggak mau jadi orang munafik. Saya bangga dengan diri saya.

Punya cita-cita/ambisi kamu yang belum tercapai gak?
Pengen punya album sendiri (sedang dalam proses) aku lebih megembangkan talenta saya dibidang nyanyi, untuk jadi profesional. Saya nga mau main-main dalam hidup aku. Aku mau mencapai goal saya.

Sebutkan 3 sifat yang mengambarkan kamu
Tengil, bagi orang yang baru liat aku, pelupa berat, ampe nyusahin orang, terutama barang, nggak bisa diem. Itu udha bawaan dari kecil

Bagaimana cara kamu membagi waktu?
Kebetulan keluarga aku kompak banget, saat aku nyanyi, mereka sempetin waktu untuk nonton aku. Untuk sekarang aku belum merasa kesulitan dalam mebagi waktu untuk keluarga. Mungkin yang saya nggak bisa bagi waktu itu untuk istirahat. Dan bagi waktu dengan kerja. Belakangan ini badan saya lagi kecapeaan. Sering sakit and kurus banget.. makan banyak, tapi aku curiga kalo aku cacingan hahaha…

Banyak remaja yang minder dengan keberadaan mereka, apa pesan-pesan kamu buat mereka?
Tuhan menciptakan kita itu berbeda, sekalipun kembar , talenta itu berbeda. Cari talenta kamu dimana. Tanamkan dalam hati kalo Tuhan itu menciptakan kalian itu indah, serupa dengan gambarannya, berbarti kalian itu luar biasa.

Bisa kasih tips nga buat pembaca GFresh!, kalau mereka mau merintis nyanyi seperti kamu, harus punya apa sebagai modal?
Lebih banyak belajar, jadi saat waktu Tuhan sudah dateng, kita bisa kasih yang terbaik. Harus banyak berlatih, harus rendah hati, punya visi dan misi kamu kedepan mau jadi apa. Itu harus didoain, dan dikerjakan sungguh-sungguh. Mungkin banyak orang nyangka, kalau jadi artis itu harus cantik, bla-bla, tapi kita harus ingat Tuhan ciptain kita itu unik, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Percaya diri, dan yakin, dan nggak lupa berdoa.

Apa yang paling kamu syukuri dalam hidup?
Saya besyukur aku jadi aku sekarang ini. Aku bersyukur Tuhan menciptakan sebagai Karen,aku bersyukur atas karya Tuhan dalam pekerjaanku, atas semua orang-orang yang menyayangi aku, keluarga aku, temen aku.

Pesan-pesan buat pembaca GFresh?
Jalanin hidup dengan sebaik-baiknya, jangan sia-siakan waktu, arkena waktu tidak kerasa jalannya, cepat. Dengan kalian tidak melakuakan apa-apa itu sayang banget. Buatlah dir kalian itu se produktif mungkin selagi kalian muda.

DATA DIRI   
Nama keren    :”Key”.
Birth        : 12 November 1987
Anak ke        : 1 dari 2.
Ayah        : Robert Pieter Pooroe
Ibu         : Liesye Hermina Pooroe.
Gereja        : JPCC
Prestasi        : Olimpic Choir  di Linz Austria thn 2000, Testimonial Marina hand & Body Lotion 2004, Indonesian Idol 2004, dll

FAVORITE
Hobby        : Jalan-jalan, nonton, hang out.
Makanan    : Orak arik buncis, spaghetti, semur ayam.
Minuman    : jus Melon.
Tokoh         : “Patrick”.
Warna        : Merah
Film        : The Sound Music, Dream Girl, Fithing temptation.
Musik        : Jazz, pop, blues, R & B, Clasic Rock…
Buku        : Your Best Life now…
Musisi         : Sade, Marry J Blide, Take 6.

Friday, January 27, 2012

BERSAKSI, DUH SUSAH BANGET SIH!

Ambil hp kamu. Liat phone book di hp kamu sekarang. Ya, sekarang!
Liat lagi satu-satu nama-nama temen kamu yang tersimpan disitu. Berapa banyak dari mereka yang belum pernah mendengar tentang kebenaran Yesus Kristus?

Liat tetangga kita. Atau teman les kita. Atau temen sebangku kita di sekolah. Atau mungkin saudara kita. Atau temen-temen di friendster kita. Apa ada di antara mereka yang belum mengenal or bahkan nggak tau sama sekali tentang Tuhan Yesus? (dp/erl/F!)

BERSAKSI, DUH SUSAH BANGET SIH!

MENJADI TERANG ADALAH ‘BERSAKSI’
 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)

GF! pernah mikir, apakah yang dimaksud dengan ‘terang’ dalam ayat diatas? Ada yang bilang, jadi ‘terang’ adalah ‘berbuat baik dan berpola hidup yang baik’. Apakah kalo kita bertingkah laku baik dan melakukan perbuatan baik itu berarti kita udah jadi ‘terang’? No! Ternyata tidak! Nah lho! Kalo kita liat di ayat tersebut, ‘terang’ bukanlah perbuatan baik, tapi berfungsi agar perbuatan baik yang kita lakukan bisa dilihat orang dan kemudian orang-orang itu bisa memuliakan Bapa/Yesus.

Jadi, ‘terang’ adalah: ‘bersaksi tentang Yesus’ atau ‘berbicara/memberikan informasi tentang Yesus’. Lho kok bisa? Gini, kalo kita berbuat baik (atau berpola hidup baik), Tuhan bilang kita nggak bisa berhenti disitu aja, tapi orang lain harus tau peruatan baik kita dan kemudian memuliakan Yesus karenanya. Nah gimana caranya orang lain tau dan kemudian memuliakan Yesus kalo kita nggak kasih tau (bersaksi/berbicara/memberikan informasi) tentang Yesus? Tul nggak?

Ayat diatas sering dijadiin dalih/alasan buat kita nggak bersaksi/menginjili. Kita biasanya berdalih kalo bersaksi itu nggak perlu lewat perkataan, cukup dengan perbuatan (ngaku deh, hehe). Ternyata, sebaliknya bo! Ayat ini justru adalah alasan buat kita wajib bersaksi (dengan perkataan/informasi).

Misalnya, kita ngelakuin kegiatan sosial dengan kasih makan gratis ke gelandangan. Apa kita udah jadi ‘terang’? Belum, kita baru ‘ngelakuin perbuatan baik’, si gelandangan itu hanya akan berterimakasih dan memuji kebaikan kita (bukan memuji kebaikan Tuhan Yesus!). Kita baru jadi ‘terang’ kalo kita juga bersaksi/kasih tahu gelandangan itu alasan kenapa kita ngelakuin perbuatan itu (misalnya kasih tahu kalo kita ngelakuinnya karena Tuhan Yesus yang nyuruh kita), maka gelandangan itu akan ‘ngelihat perbuatan baik kita lalu memuliakan Bapa/Yesus’ sesuai dengan ayat di atas. Nah sekarang ngerti kan? Orang-orang nggak bakalan pernah memuliakan Yesus buat segala sesuatu yang kita kerjakan atau yang kita punya dalam hidup kita kecuali kalo kita mengarahkan perhatian mereka pada Yesus! Satu-satunya cara mengarahkannya adalah dengan cara bersaksi tentang Yesus.

Tapi bukan berarti kita berhenti berbuat baik (karena kalo kita berbuat baik pada orang artinya kita berbuat baik pada Yesus juga lho, baca Matius 25:44-45), tapi ternyata berbuat baik aja nggak cukup buat kita bisa jadi ‘terang’.

“TERNYATA KALO KITA HANYA BERBUAT BAIK (MISALNYA DENGAN MEMBERI MAKAN GELANDANGAN), KITA BELUM JADI TERANG!”

KABAR BAIK
Kata Ray Comfort (pemimpin pelayanan Way of Master bareng Kirk Cameron) penginjilan atau bersaksi itu artinya membagikan iman kita ama orang lain. Ato kalo sederhananya, penginjilan itu sering didefinisikan sebagai memberitakan kabar baik. Kabar baik apaan? Ya kabar baik kalo Yesus udah datang ke dunia buat mati menebus dosa kita en kita yang mo percaya ama Dia bisa masuk Surga en menikmati karunia hidup kekal. Satu hal yang nggak boleh kita lupa waktu bersaksi, yaitu Yesus-nya. Soalnya tujuan kita PI itu ‘kan mengenalkan Yesus ama orang-orang yang emang belum kenal Yesus. Gimana caranya? Jangan kuatir, GF! bakalan kasih cara-caranya deh!

BERSAKSI NGGAK SAMA DENGAN MEMENANGKAN JIWA!
Ini yang banyak jadi ‘stress’ buat orang Kristen. Ada yang bilang kalo kita harus memenangkan jiwa. Ternyata, Tuhan nggak pernah kok bilang secara langsung kalo kita harus memenangkan jiwa! Tuhan hanya menyuruh kita buat bersaksi! Beda lho antara bersaksi dengan memenangkan jiwa!

“Sebab Kristus mengutus aku (Paulus) bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil…” (1 Korintus 1:17)

“…dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8b)

Analoginya ama dengan situasi dalam pengadilan. Ada saksi dan ada pembela. Tugas saksi adalah menerangkan apa yang dia ketahui, bukan buat memenangkan perkara. Sedangkan seorang pembela bertugas untuk berusaha menyelesaikan suatu perkara dengan berhasil. Emang suatu sukacita kalo kita bisa memenangkan jiwa, kalo kita emang bisa. Tapi Tuhan hanya mewajibkan kita buat bersaksi.

BERSAKSI ITU WAJIB!!!
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15).

Semua orang percaya itu wajib bersaksi. Tapi sekarang ada anggapan kalo yang harus menginjili atau bersaksi itu hanya orang yang udah punya gelar Ev (evangelis), Pdt (pendeta), ato yang emang punya panggilan (jawatan) sebagai penginjil ato cuma mereka-mereka yang punya sebutan hamba Tuhan.

Oke, wait a second, who says so? Alkitab nggak pernah mengajar kita cuman sebagian orang aja yang harus penginjilan, yang lain cuma jadi penonton. Nggak lagi. Kalo dibilang tugas penginjilan buat orang yang punya sebutan hamba Tuhan, itu benar karena semua orang percaya itu adalah hamba Tuhan. Coba kita liat di 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Menjadi saksi Kristus nggak cuman lewat tingkah laku dan pola hidup sehari-hari, tapi juga harus lewat kesaksian iman secara verbal!

MOTIVASI UNTUK BERSAKSI
Apa yang mendorong kita buat bersaksi? Saat kita nggak punya keberanian, atau sibuk atau malas, harus ada motivasi yang bisa bikin kita bangkit dan ngelakuin tugas kita. Tapi motivasi ini harus tulus dan murni. Apa aja sih?

1. Kasih Yesus
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1 Yohanes 3:16)
“Sebab kasih Kristus yang menguasai kami..” (2 Korintus 5:14)

Paulus sangat terbeban buat memberitakan Injil karena kasih Kristus yang memotivasinya. Paulus telah diberi kasih karunia keselamatan olehNya, diapun rindu ngebagiin ke orang lain.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

2. Keinginan Tuhan sendiri
“…karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13).

Tuhan sendirilah yang ingin atau berkehendak agar semua manusia bisa mendengar kabar baikNya. Dan Tuhan akan memperlengkapi dan memimpin kita dengan Roh KudusNya biar kita bisa melaksanakan keinginan Tuhan ini. Kita hanya perlu taat pada pimpinan Roh Kudus. (baca 3 Langkah Mudah Menghilangkan Kesukaran Bersaksi).

3. Amanat Agung
Bersaksi adalah respon murid-murid Yesus (termasuk kita juga) terhadap perintah Yesus sebelum Dia naik ke surga. Yang kita kenal dengan nama Amanat Agung.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).

Disini ada yang bisa memotivasi kita yakni bahwa Yesus akan menyertai kita (melaksanakan Amanat Agusng) senantiasa sampai akhir jaman! So, jangan takut!

4. Kita punya utang!
“Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.” (Roma 1:14)

Paulus ngerasa punya utang pada Tuhan karena Tuhan telah menyelamatkannya, ia ngerasa harus bayar utang itu dengan cara memberitakan Injil pada orang lain. Pernah nonton film Pay It Forward? Seorang anak kecil punya misi buat berbuat baik pada tiga orang, dan tiga orang itu ‘berhutang kebaikan’, tapi harus dibayar dengan cara melakukan kebaikan ke tiga orang lainnya.

“Kita telah diselamatkan oleh Tuhan, bayarlah ‘utang’ keselamatan itu dengan cara memberitakan kabar baik keselamatan itu ke orang lain.”

5. Tuhan segera datang!
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)

Umat yang cinta Tuhan pasti pengen Tuhan cepetan datang kan? Kalo Tuhan datang berarti udah tiba kesudahannya. Dan Tuhan bilang ‘kesudahannya’ tiba itu kalo injil sudah diberitakan di semua bangsa! Ini bisa memotivasi kita! So, ayo beritakan Injil Kerajaan Tuhan!

APA SYARAT BERSAKSI?
Ada 3 macam sikap tentang mengabarkan Injil: (1) orang yang bersemangat tapi nggak punya pengetahuan yang cukup tentang injil, biasanya sih bisa jalan tapi tanpa arah atau malah salah. (2) yang punya pengetahuan yang cukup tapi nggak punya hati buat bersaksi, jadinya dia nggak ngelakuin apa-apa en nggak ada dalam rencana Allah. (3) punya hati buat bersaksi dan juga punya pengetahuan yang cukup tentang Injil. Semoga kita semua termasuk yang ketiga.

Terus, gimana supaya kita bisa sampein kabar baik itu? Well, GF! nggak mau kasih metode-metode tertentu karena yang penting bukan metodenya, tapi pimpinan Roh Kudus waktu kita mau bersaksi tentang Yesus. GF! percaya kalo kita berani ambil langkah pertama buat bersaksi, Tuhan juga bakal bantu kita buat langkah-langkah selanjutnya. Tapi kalo kita sendiri nggak pernah berani melangkah, kita juga nggak akan ngalamin gimana Tuhan ngelatih kita dan nolong kita buat jadi saksi-Nya itu. So, sebelumnya GF! mau ingetin lagi kalo buat bersaksi, kita perlu:

1. Mengalami dulu keselamatan itu. Ya iya lah! Apanya yang mau disaksiin kalo kita sendiri belum terima keselamatan itu sendiri! Dan jangan sampe deh: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus  9:27)

2. Bersedia alias mau (poinnya bukan bisa nggak bisa, tapi mau dulu atau nggak. Kalo mau, Tuhan akan mampukan dan ngelatih kita, percaya deh!). “…kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.” (Efesus 6:15).

3. Berani melangkah. nggak takut; lawan ketakutan dan minta keberanian. Para rasul juga berdoa minta keberanian, baca Kisah 4:29-31 dan Paulus juga bilang dia pernah gentar tapi dia nggak dihentikan olehnya, baca 1 Korintus 2:3.

4. Bergerak dengan hati yang penuh belas kasihan. minta supaya Tuhan kasih hal itu pada kita. Kesaksian sejati seharusnya bukan karena di-program-kan, tapi karena hati kita emang dipenuhi belas kasihan. Kalo hati kita penuh belas kasihan, mau di gereja dicanangin program penginjilan atau nggak, kita akan tetap gerak sesuai pimpinan Roh Kudus.

5. Percaya dan bergantung sepenuhnya pada Roh Kudus, termasuk waktu kita membuka mulut dan mulai nyampein pesannya. Kalo kita menginjili secara langsung, nggak usah terlalu dipusingin ama fasih nggaknya lidah kita. Kita emang perlu belajar supaya bisa berkomunikasi dengan baik, tapi jangan gara-gara ngerasa kita nggak pandai bicara jadi ngehalangin kita beritain Injil. Soalnya, Injil disampaikan bukan dengan kekuatan hikmat dan perkataan manusia, tapi Roh-Nya. Jadi, percaya aja! (Liat deh pengakuan Paulus waktu ngejangkau jemaat di 1 Korintus 2:1-5).

“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” (2 Timotius 1:8)

APA YANG HARUS DIBAGIKAN?
Beritain kabar baik/Injil itu bisa dengan berbagai cara, tapi yang paling penting pesannya bisa sampai. Nah, kalo kita punya kesempatan buat memberitakan Injil secara langsung (verbal), ada beberapa hal yang bisa kita sampein ke orang itu.

1.    Manusia udah berdosa sehingga kehilangan kemuliaan Tuhan dan pasti binasa.
Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, manusia punya kecenderungan dan pasti pernah bikin dosa. Dosa yang misahin manusia dengan Allah. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23a). Dan upah dosa adalah maut! (Roma 6:23).

2.    Manusia nggak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Manusia berusaha menghampiri Allah, tapi nggak ada satupun cara bisa berhasil. Amal perbuatan nggak bakalan bisa menebusnya dari dosa, agama pun demikian. Kita nggak bisa nyamperin Tuhan karena dosa kita. Yang bisa bikin hubungan kita kembali baik dengan Tuhan adalah kalo Tuhan yang nyamperin kita! “…pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,” (Titus 3:5)

3.    Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Tuhan.
Bisakah Tuhan menghampiri kita? Tentu bisa! Dan udah dibuktiin dengan menjelma jadi manusia 2000 taon yang lalu, lalu menebus kita dari dosa dengan darahNya, darah Yesus.“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:12)

Gimana bisa Yesus jadi Juruselamat kita? Karena Dia udah berkorban dan menebus kita dari dosa, seperti yang Paulus bilang:

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.” (1 Kor 15:3-4)

Jadi liat kan sebetulnya intinya kabar baik yang harus kita bagiin ke orang-orang itu nggak lain adalah:
1.    Kristus mati karena dosa-dosa kita
2.    Kristus dikuburkan
3.    Kristus bangkit (ending-nya bukan di kematian, tapi Kristus juga bangkit dan hidup)

Berikut ini beberapa hal dasar yang bisa kita bagiin. Walau ini bisa jadi semacam panduan, tapi jangan kaku ya. Bebasin Roh Kudus buat tuntun kita. Bisa jadi kita nggak punya kesempatan bicara banyak atau buka Alkitab segala. Jadi, sambil ngertiin poin-poin ini, tetaplah bergantung sepenuhnya ama Roh Kudus. (poin-poin ini bisa kamu gunting dan lipat biar bisa dibawa-bawa)

DIKOTAKIN DI PINGGIR BIAR BISA DIGUNTING:
1.    Sudut pandang Tuhan tentang manusia
 Sampein kalo Tuhan mengasihi kita semua (termasuk dia) dan menciptakan kita supaya kita kenal Tuhan secara pribadi. Tuhan punya rencana yang indah buat kita.
 Referensi ayatnya, misalnya: Yohanes 3:16 dan Yohanes 17:3
Nah, tapi ternyata ada yang ngehalangin kita buat kenal Dia/bersekutu secara pribadi denganNya. Apa itu?

2.    Kondisi kita sebagai manusia yang berdosa
 Keadaan kita sebagai manusia adalah berdosa dan gara-gara dosa itu, kita terpisah dari Tuhan. Akibatnya, kita nggak bisa ngalamin Dia secara pribadi dan juga kasih dan rencanaNya. Dalam hal ini, kita bisa bagiin kalo nggak ada satu manusia juga yang nggak pernah bikin dosa. Semua orang udah berbuat dosa dan upah dosa itu maut.
 Dosa secara sederhana adalah semua bentuk pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4), sedangkan maut itu artinya perpisahan dengan Tuhan yang bikin hidup nggak bersemangat, tanpa tujuan, hampa, dan ujungnya adalah hukuman di neraka yang berarti juga kematian kekal.
 Referensi ayat: Roma 3:23, Roma 6:23
Terus, gimana supaya dosa kita bisa diampuni dan kita bisa berhubungan lagi dengan Tuhan?

3.    Kasih Karunia Tuhan
 Dosa kita nggak bisa dihapus dengan perbuatan baik, amal, kegiatan-kegiatan agama sekalipun, apalagi harta (baca Yesaya 64:6, Yesaya 1:11-20, dan Matius 16:26 untuk kita tau pandangan Tuhan terhadap usaha manusia buat ‘nyuciin’ diri dari dosanya). Tapi Yesus Kristus-lah satu-satunya jalan yang bisa ngehapus/nebus dosa kita dan bisa bawa kita kembali ngalamin Tuhan en berhubungan denganNya, yaitu dengan mati disalib dan kemudian bangkit lagi.
 Referensi ayat: Yohanes 3:16, Yohanes 14:6, 1 Timotius 1:15
Sebenernya sampai disini udah cukup. Tapi dengan bantuan Roh Kudus, kita bisa berlanjut ke tahap berikutnya:

4.    Meresponi Kasih Karunia Tuhan
 Tantang orang itu buat terima Yesus Kristus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya karena cuman dengan begitulah kita bisa kenal Tuhan secara pribadi dan ngalamin lagi kasihNya sesudah ngalamin pengampunan. Nah, kalo orang itu mau datang pada Yesus kita bisa pimpin orang itu buat berdoa. Tuntun orang itu dengan cara kita berdoa dan minta dia ngulangin doa kita. (Inget ya, tugas kita beritain kabar baik, sedangkan yang bikin orang mau bertobat dan lahir baru adalah Roh Kudus). Setelah berdoa, teguhin dia kalo dosanya udah diampuni dan namanya udah tercatat di Sorga, bukan karena perbuatan baik dia, dsb, tapi karena dia percaya pada Yesus. Trus, dorong dia deh buat terus bertumbuh dalam Yesus.
 Referensi ayat: Roma 10:9–10,  Efesus 2:8-9

DUH SAYA NGGAK BISA!!!
4 LANGKAH MENGHAPUS KESUKARAN BERSAKSI
Ada banyak alasan dan kesukaran buat kita memulai bersaksi, biasanya ada 4 hal yang bikin kita nggak melangkah. Mari kita hapus satu persatu kesukaran itu!

1. KESUKARAN PERTAMA: “Gue nggak bisa bikin dia bertobat!”. Kalo ini jadi penghalang kita bersaksi, baca lagi dari awal deh! Bersaksi nggak sama dengan memenangkan atau mempertobatkan jiwa!

2. KESUKARAN KEDUA: “Gue nggak bisa ngomong! Gue nggak berani!”. Taukah kamu kalo dalam penginjilan, Roh Kudus sangat berdaulat disini? “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” (1 Korintus 2:4). Paulus juga banyak ngalamin pertolongan Tuhan waktu nginjilin, baca di 2 Korintus 2:12.

3. KESUKARAN KETIGA: “Gue nggak tau harus melakukan apa!”. Nah, kalo hal ini… kamu harus belajar, caranya? Baca terus deh, GF! bakalan kasih tau kamu apa yang harus dilakuin!.

4. KESUKARAN KEEMPAT: “Gue takut ditolak!” atau “Gue takut diejek!” atau “Gue malu!”. Selain kita harus tau kalo Roh Kudus bakal bekerja waktu kita bersaksi, GF! punya tips-tips khusus biar kita nggak lagi takut ditolak atau diejek atau merasa malu, baca deh: ‘TIPS MUDAH BERSAKSI’.

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Timotius  4:5)

1001 CARA BERSAKSI
1. Langsung (dari manusia ke manusia)
Ngobrol ama temen/orang yang dikenal. Survey membuktikan kalo kebanyakan orang bertobat gara-gara kesaksian teman dekatnya. Artinya salah satu metode penginjilan yang paling efektif itu adalah kesaksian. Makanya nggak heran kalo Yesus nyuruh kita jadi saksiNya. Ada juga yang pake Phone evangelism (kita buka buku telepon, pilih satu nama secara acak, terus telepon en langsung bersaksi). Ada juga yang disebut Door to door evangelism (Caranya kita jadi kayak salesman. Kalo salesman nawarin barang dari rumah ke rumah, kita nawarin Injil dari rumah ke rumah. Resiko dimarahin, ditolak pasti ada). Atau Man to man evangelism (biasanya dilakuinnya di tempat umum, kayak di mall, angkot, tempat main, dll. Caranya kita liat sekeliling kita, pilih orang, terus dekatin orang itu en langsung bersaksi).

2. Lewat media
Menyampaikan kabar baik tapi dengan media perantara (baik benda maupun cara), misalnya traktat, buku, selebaran, majalah, film, televisi, musik, sulap, drama, radio, konser, game, internet, T-shirt (pakaian), stiker, dan lain-lain.

TIPS MUDAH BERSAKSI
1. Kayak yang dibilang tadi, kalo kita mau bersaksi, halangan yang paling sering muncul adalah: ‘takut diejek’, ‘takut ditolak’, atau ‘takut didebat’ atau ‘malu’. Nah, ini karena kita berhadapan dengan manusia lain, betul? So… kalo emang itu yang jadi masalah, kita bisa pakai media, yaitu traktat (atau majalah). Taon 80-90an sempat ngetrend yang namanya traktat. Traktat itu sebutan buat ‘komik’ kecil yang ukurannya kira-kira 15x8 cm. Isinya juga paling banyak 10 lembar. Sama kayak komik, traktat juga ada gambar, dialog en cerita, yang biasanya diambil dari Alkitab. Dulu sempat jadi trend penginjilan traktat. Maksudnya orang Kristen sibuk bagiin traktat ama semua orang. Tapi sekarang traktat udah jarang keliatan lagi. Tinggalkan traktat di meja pas kita pulang dari kantin, dari bioskop, atau di manapun. Atau poskan lewat surat. Atau langsung kasih ke orang lain. Dan kalo emang Roh Kudus menghendaki kita bisa tinggalkan traktat itu di tempat sampah sekalipun! Setelah itu, Roh Kudus akan bekerja. Mungkin nggak langsung, bahkan mungkin bisa bertaon-taon baru ada dampaknya. Banyak kesaksian udah terjadi lewat traktat. Traktat bisa kamu dapatkan di toko buku Kristen (biasanya di TB Kalam Hidup), atau kirim surat ke PO BOX 1419 Surabaya 60014, atau Kotak Pos 1147 Bandung, atau Kotak Pos 1290 Surabaya 60012.

2. Kalo kita takut ditolak, maka bikin strategi biar orang lain yang ngehampirin atau bertanya duluan ke kita. Misalnya pake simbol, lencana, bawa atau pake sesuatu yang bikin orang bertanya, dan buat ngejelasinnya kita bisa kasih traktat ke dia atau ngomong langsung. Misalnya kita bisa pake t-shirt bertema Kristen yang mengundang orang lain bertanya.

3. Ikutin persekutuan doa, atau gabung dengan komsel (baca edisi lalu tentang komsel), di sana kamu bisa berlatih buat bersaksi. Kalo ada kesempatan buat bersaksi, berdirilah dan ucapkan kesaksian kamu, pengalaman kamu bersama Tuhan dsb. Itu akan melatih dan bikin kita terbiasa bersaksi. Nggak bakalan ada yang menolak atau mengejek kalo disitu kan?

4. Punya temen yang juga punya hati buat bersaksi, biar tambah semangat. Kita bisa melakukannya bersama-sama, atau bercerita pengalaman bersaksi, atau saling bertukar pikiran, atau saling mendoakan dan mendukung.

5. Biasakan diri kita berbicara atau nunjukkin kalo kita anak Tuhan atau orang Kristen atau memuliakan Tuhan. Misalnya dengan sengaja selalu bilang: “Puji Tuhan!”, “Kalau Tuhan Yesus menghendaki”, “Terimakasih Yesus” dsb pas kita lagi ngobrol. Selain kita jadi terbiasa, dan menarik perhatian orang lain dan memudahkan kita buat bersaksi.

6. Jadilah papan iklan Yesus. Jangan malu pake atribut Kristiani, asalkan hati kita sesuai dengan apa yang kita pake. Pakelah kaos rohani, pamerkan Alkitab, pakelah kalung salib, nyanyi atau nyalain musik rohani, apapun yang bisa menarik perhatian orang tentang hal rohani. Melatih kita buat berani menyandang ‘jabatan’ anak Tuhan.

“Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.” (2 Timotius  2:9)

KALO ADA YANG MAU BERTOBAT... GIMANA?
Ada satu pertanyaan yang sering ditanyain sama teman-teman GF!. Kalo kita udah PI-in satu orang en orang itu bertobat, terus apa yang mesti kita lakuin selanjutnya? Jawabannya bisa banyak. Tapi secara garis besar ada dua pilihan yang bisa kita pilih:

•    Jadi orang tua rohani buat orang itu
Orang yang baru bertobat itu kayak bayi (secara rohani ya). Namanya juga bayi belum tau apa-apa, nah sebagai orang yang udah lebih lama kenal Tuhan, yuk kita bantu ‘bayi rohani’ kita. Kasih dia ‘susu rohani’ (maksudnya ajaran dasar kekristenan) en bantu dia bertumbuh supaya jadi dewasa secara rohani.
  
•    Cariin ‘orang tua rohani asuh’
Kalo kita rasanya nggak sanggup jadi orang tua rohani, ada baiknya kita bawa ke gereja ato persekutuan en cariin orang tua rohani yang kira-kira cocok buat orang itu. Jangan terus mentang-mentang nggak sanggup terus dibiarin, tanggung jawab dong.

Nah ada satu hal penting yang mesti kita inget, apapun pilihan kita, kita harus pastiin kalo orang yang baru bertobat itu tertanam di sebuah gereja lokal. Jangan dibiarin sendiri. Ini penting banget, soalnya gereja adalah wujud nyata Yesus di bumi ini. Jadi pastikan kita cariin gereja lokal (bukan gereja setan, bukan gereja sesat) buat orang yang baru bertobat tadi.

KALO DITOLAK?
Di atas udah dibilangin kalo bersaksi nggak sama dengan memenangkan jiwa. Memang salah satu kebingungan yang suka dialami ama orang Kristen waktu bersaksi yaitu apa orang yang kita PI-in itu harus bertobat ato nggak. Daripada pusing-pusing, yuk kita liat aja apa yang Alkitab bilang soal hal ini.

“Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat” (Markus 6:10-12)

Dari ayat di atas kita bisa liat kalo tiap orang itu punya hak buat nggak mendengarkan pemberitaan Injil kita en kita nggak bisa maksa. Itu udah termasuk hak asasi manusia. Nah kalo ada orang yang nggak mo dengerin pemberitaan Injil kita, apa dong yang mesti kita lakuin? Ada dua jawabannya:

•    Tetap beritakan Injil
Tanya ama Roh Kudus, apa kita mesti terus injili orang itu. Inget kita nggak bisa maksa orang buat bertobat. Tapi kita bisa bagiin apa yang kita tau tentang kabar keselamatan. Makanya penting banget buat peka ama suara Roh Kudus dalam saat-saat kayak gini. Apa Roh Kudus menggerakkan kita buat terus injili orang itu? Kalo ya, taati, jangan sampe ada satu orang masuk neraka gara-gara salah kita yang nggak tanggap sama suara Roh Kudus.

•    Tinggalin aja
Di sini yang penting itu kepekaan kita ama suara Roh Kudus. Tuhan sayang semua manusia en Dia nggak pengen ada satu pun manusia yang mesti mati gara-gara dosa. Tapi kalo Roh Kudus nggak menggerakkan kita buat terus bersaksi ya udah. Siapa tau orang itu emang bakal bertobat nantinya, tapi bukan ama kita.  

“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12).

PARA PENGINJIL DARI MASA KE MASA
Kalo GF! nulis tentang penginjil dari zaman dulu sampe sekarang, bukan artinya cuman mereka doang yang bisa disebut pengijil. Kita semua itu penginjil. Cuman sekarang, GF! mo kasih liat beberapa nama penginjil terkenal yang dicatat sejarah, mulai dari zaman para rasul sampe zaman modern.

•    12 Rasul Yesus
Yang jadi pionir dalam hal PI adalah 12 rasul Yesus. Mereka itu yang mula-mula PI mulai dari Yerusalem, ke Asia, Eropa sampe Afrika.

•    Stefanus
Stefanus itu nama salah satu diaken gereja mula-mula en juga nama martir pertama di Perjanjian Baru. Tapi selain itu Stefanus juga sebenarnya penginjil loh. Dia itu PI ama orang-orang Yahudi yang waktu itu menyalibkan Yesus.

•    Filipus
Filipus juga nama salah satu diaken gereja mula-mula yang aktif PI ke orang-orang Samaria en termasuk orang pertama yang PI ama orang non Israel (inget cerita Filipus PI ke sida-sida Etiopia?). Filipus juga nama orang di Perjanjian Baru yang disebut sebagai pemberita Injil.

•    Timotius
Anak rohani Paulus ini PI ke orang-orang Efesus. Timotius juga dipercaya jadi gembala jemaat Efesus.

•    Ignatius
Penerus Petrus sebagai pemimpin gereja di Antiokhia ini PI di daerah Asia.

•    Dionysius
Orang Yunani yang sempat belajar ke Mesir en hadir waktu Yesus disalib ini jadi penginjil buat orang Yunani en akhirnya jadi pemimpin gereja di Athena.

•    Berengarius, Henry of Toulouse
Dua-duanya orang Perancis yang PI ama orang-orang Perancis juga.

•    Martin Luther
Orang kenal Martin Luther sebagai reformator gereja, tapi pesan yang dia sampein tentang keselamatan oleh iman itu juga sebenarnya PI juga. Makanya banyak orang yang bertobat gara-gara pesan dia yang satu itu.

SEKARANG SAATNYA!
GF!ers tadi kita udah baca tentang gimana bersaksi, mulai dari sejarah sampe apa yang mesti kita lakuin buat follow up. Nah, langkah selanjutnya yang mesti kita lakuin adalah mulai bersaksi sekarang. Jangan tunggu lagi. Ada sebuah lagu dari Melissa Champlion, judulnya Don’t Wait (Jangan Tunggu). Lagu ini jadi pesan buat kita buat jangan tunggu besok buat PI, tapi sekarang saatnya. Ini lagunya:

Another soul is lost, a mother's heart is broken
(satu jiwa lagi hilang, hati ibu ikut hancur)   
Another day is passing, another chance is gone
(satu hari lagi berlalu, satu lagi kesempatan hilang)
Another eye cries a tear, Another ear yearns to hear
(satu lagi air mata tumpah, satu lagi telinga rindu mendengar)
 that voice which was unspoken, that word which was unheard.
(suara yang tak terkatakan, kata-kata yang tak terdengar itu)

Don't wait another day to tell someone about the Lord
(jangan tunggu besok untuk menceritakan tentang Tuhan)
Dont wait another day to tell someone about Jesus
(jangan tunggu besok untuk menceritakan tentang Yesus)
Can you see their faces In the world today?
(tidakkah kau lihat muka mereka di dunia saat ini?)
Their lost souls and broken dreams they search for a way
(jiwa mereka yang terhilang dan mimpi mereka yang hancur mencari jawaban)
Another laugh will be unheard another song for God unsung
(satu lagi tawa akan hilang, satu lagi pujian kepada Allah tak terdengar)
another smile gone forever, another dream of God's lost
(satu lagi senyum akan hilang, satu lagi impian Tuhan akan hilang) (dp)


PETER YOUNGREN: PENGINJIL MUJIZAT
Mungkin nama yang satu ini udah nggak asing lagi di telinga GF!ers. Peter Youngren. Penginjil asal Canada ini emang sempat datang ke Indonesia taon 2003 kemaren en bikin Festival (sebutan buat KKR penginjilan Peter Youngren) di beberapa kota besar di Indonesia.

Yang uniknya Peter Youngren di tiap kali Festival yang diadainnya selalu bikin acaranya di tempat terbuka, yang bisa muat banyak banget orang. KKR-nya juga selalu penuh ama orang dari agama lain. Yang jadi ciri khas pelayanan Peter Youngren itu demonstrasi mujizat kesembuhan. Jadi di setiap Festival-nya, Tuhan selalu bikin mujizat kesembuhan, terus baru abis itu di-PI-in.

Peter Youngren emang berasal dari keluarga misionaris, makanya nggak heran bebannya buat jiwa-jiwa itu gede banget. Sejak masih muda, Peter emang udah dididik ama ortunya buat taat ama Firman Tuhan, makanya nggak heran begitu udah dewasa salah satu visinya menggenapi Amanat Agung.

Buat menggenapi visinya itu, beliau bikin banyak pelayanan yang emang berhubungan sama penginjilan. Ada Celebrate Jesus International (yang tujuannya melatih orang percaya buat PI, minimal satu jam seminggu), Celebration Bible College (sekolah Alkitab yang emang menekankan dan memperlengkapi orang percaya buat misi), Way Of Peace (pelayanan PI buat orang Arab en Timur Tengah). Selain itu beliau juga banyak nulis buku tentang PI. (dp)

DOA DAN KESAKSIAN
Kalo kita rindu buat beritain Injil, kita jangan pernah juga lupain yang satu ini yah, yaitu doa. Dalam hal ini Dick Eastman pernah bilang, “Saya yakin bahwa bila kita berdiri di depan Allah… kita akan mendapatkan bahwa setiap jiwa yang pernah dibawa kepada pengenalan akan Kristus tentu ada kaitannya dengan doa syafaat yang dinaikkan”. Mungkin kita pernah denger orang bilang gini, “Kalo cuman doa tapi nggak bertindak juga buat apa?” Hhhm… buat GF!, doa pun udah termasuk dalam bertindak. Justru doa adalah tindakan pertama yang harus kita lakuin sebelum ngambil langkah-langkah selanjutnya, termasuk waktu kita mau bersaksi. Dan sebenarnya dengan kita berdoa, kita juga akan jadi peka buat tahu kapan kita harus ambil langkah-langkah selanjutnya.

David Shibley bahkan bilang begini, “Saya sendiri juga percaya bahwa terlepas dari semua faktor lain, doa yang berhasil guna merupakan kunci yang paling kuat bagi penginjilan dunia. Doa memungkinkan segala sesuatu yang kita lakukan dalam misi. Kuasa misi yang terkemuka telah menyatakan bahwa segala kemajuan yang dicapai dalam misi berhubungan langsung dengan doa. Doa telah menyiapkan jalan menuju kemenangan dan telah menjadi kunci dari semua kesuksesan.”

GF! percaya nggak ada kegerakan tanpa doa. Paulus sendiri pun menekankan pentingnya doa dalam kaitan dengan penginjilan kepada Timotius:

“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kira dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juru Selamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1 Timotius 2:1-4)

Nah, untuk soal berdoa ini, ada beberapa hal yang harus kita inget sama-sama:
•    Berdoalah dengan komitmen, artinya sediain waktu buat doa kayak Petrus dan Yohanes (Kisah 3:1)
•    Berdoalah dengan sungguh-sungguh karena doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16)
•    Berdoalah secara khusus, artinya kita harus minta bagi jiwa yang kita rindukan buat datang pada Yesus dalam iman. Inget juga, Tuhan kasih kita kunci Kerajaan Sorga (Matius 16:19)
•    Berdoalah dengan kesatuan, artinya doa yang sepakat. Ini adalah salah satu kunci nyata dari keberhasilan jemaat mula-mula lho (Kisah 4:24)
•    Berdoalah dengan tekun. Yesus ngajar kalo ketekunan dalam doa itu membuahkan hasil (Lukas 11:9)
•    Berdoalah dengan berani. Kalo kita mendoakan sesuatu yang ada di hatinya Tuhan, kita akan berdoa dengan berani, tanpa ragu (Ibrani 4:16). Dan kita tahu bahwa kehendak-Nya adalah menyelamatkan mereka yang hilang.
•    Berdoalah dengan penuh harap (1 Yohanes 5:14-15).

So, tetaplah berdoa dan dapetin tuntunan Tuhan juga buat melangkah ke step-step berikutnya ya!  

“Doa merupakan satu-satunya misi bagi dunia yang dapat dilakukan oleh semua umat Kristen. Melalui doa, setiap kita secara langsung mampu mengasihi orang-orang yang belum terjangkau dengan Injil, bahkan hingga ke ujung bumi sekalipun. Sejauh Allah mampu menjangkau, demikian pula doa itu.” (David Bryant).


Majalah GFRESH! adalah juga sarana misi dan kesaksian. Kamu bisa ikut andil dengan memberikan majalah GFRESH! kepada orang lain yang kamu kenal ataupun gak kamu kenal. Caranya:
•    Buat kamu di Bandung, kamu bisa dapetin majalah GFRESH! untuk tujuan misi dan kesaksian hanya dengan membayar seribu rupiah pereksemplar (murah amat bo!, kapan lagi!), datang dan ambil sendiri ke kantor GFRESH! tiap jam kerja.
•    Buat kamu-kamu di luar kota Bandung, kamu bisa mendapatkan majalah GFRESH! secara GRATIS untuk tujuan misi dan kesaksian ini (ongkos kirim ditanggung sendiri), sebutkan nama dan alamat kirim kamu lewat email friend@getmedia-online.com atau telepon 022-70791360 untuk menanyakan biaya ongkos kirim.
•    Atau kamu bisa menjadi donatur dengan mentransfer sejumlah uang (bebas) ke rekening BCA 1371240069 an Fery Ferdiansyah (pemred). Dana ini akan dipakai oleh GFRESH! sebagai biaya ongkos kirim majalah GFRESH! kepada lembaga/sekolah/gereja/orang di pelosok terpencil yang membutuhkan tetapi kesulitan mendapatkan majalah ini. Kalo udah transfer, harap konfirm lewat sms ke 081809296729 atau email friend@getmedia-online.com atau fax ke 022-4236282.