Showing posts with label wawancara. Show all posts
Showing posts with label wawancara. Show all posts

Monday, April 22, 2013

MEYCHAN: JADI DEWASA DENGAN DOA



MEYCHAN:
JADI DEWASA DENGAN DOA
Kalo selama ini kita cuman kenal Meychan sebagai seorang penyanyi sekuler, siap-siap aja kaget. Ternyata Meychan juga adalah anak Tuhan yang taat. Ini dia petikan wawancara GF! sama Meychan di Kantor Management Duo Maia di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Tuhan buat Meychan
"Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Kukan terbang tinggi bagai Rajawali
Melakukan perbuatan yang besar…"

Lagu Bagai Rajawali ini sering keluar dari mulut mungil seorang Meychan waktu dia sedang dalam masalah. Personil kelompok Duo Maia ini jelasin kalo dia selalu jadiin Yesus sebagai tempat pengaduannya.

"Tuhan itu kekuatanku," kata perempuan bernama asli Dita Anggraeni ini. "Se-down-down-nya kamu, kamu tuh masih punya Tuhan," tambahnya meyakinkan. Meychan gak malu cerita kalo dirinya sering nyanyiin lagu itu sambil nangis ngadu ke Tuhan. Hasilnya, dada Meychan yang sesak rasanya jadi lega kembali.

"Jangan menghadapi masalah hidupmu sendiri, kalo sendiri bisa stres, tapi kita bisa menghadapinya dengan Tuhan," kata Meychan penuh semangat. Meychan kasih contoh, kita sering minta tolong sama pacar kalo diganggu orang, sama kita juga bisa minta tolong Tuhan kalo kita alami masalah dalam hidup.

Lahir di Malang, 14 Mei 1986, Meychan tumbuh jadi remaja yang tomboi. Waktu remaja hobinya memelihara anjing herder  yang dikasih nama Jordan. Meychan yang sangat dekat dengan keluarga akhirnya harus jauh dari orang tua sejak umur 18 tahun untuk bekerja. Nah, pengalaman hidup inilah yang bikin Meychan makin dekat dengan Tuhan. Meski tiap hari sang mama di Malang selalu mengubunginya en doain dia, tapi Meychan kadang susah ungkapin isi hatinya ke orang yang sangat dicintainya itu. Meychan gak pengen dirinya terlalu dikhawatirin sama sang mama. Kalo gak ada tempat mengadu itulah Meychan rasain kehadiran Yesus yang selalu memberikan kedamaian di hatinya.

“…Kukan terbang tinggi bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalan kemuliaanNya
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa
kukan terbang tinggi bersama Dia…”

Mujizat
"Aku dulu bukan apa-apa, kalo tiba-tiba sekarang aku dapat kerjaan yang secara finansial sangat naik, kalo bukan tangan Tuhan yang bekerja, siapa lagi?,"

Tentang hal ini Meychan punya sebuah kisah menarik.  Suatu hari abis kerja sambil duduk di mobil dia menengadah ke langit lalu tanya sama Tuhan apa dirinya akan bernyanyi dari kafe ke kafe terus. Pada saat itu juga Meychan berpikir positif dan rasain Tuhan berkata kalo dirinya akan jadi seseorang. Sekarang apa yang dulu pernah dia yakini, terbukti udah. Meychan sangat yakin dalam situasi apapun en apapun yang dia lakukan, Yesus selalu ada en hadir. Cerita Meychan boleh jadi contoh yang membuat kita yakin kalau Tuhan pasti akan menjawab doa kita.

"Aku merasa beruntung en bersyukur bahwa aku dilahirkan di keluarga kristen, kalopun ada agama lain di lingkungan kita, kita harus menghargai itu, tapi mengenal Yesus adalah energi positif buat aku."

 Meychan jelasin banyak energi positif yang dia dapat dari cerita-cerita Alkitab yang selalu bikin dirinya berpikir positif bahwa selalu ada jalan keluar dari Yesus.

Toleransi
Biar sekarang dia udah sibuk sama segudang aktivitas, Meychan yang sering kebaktian di GKI Pondok Indah ini masih berusaha loh aktif di persekutuan yang diadakan sama teman-temannya. Siapa sangka, management Meychan yang sebagian besar berasal dari agama lain justru sering kasih jadwal persekutuan doa, kenalin sama pendeta di Jakarta, ngajak aktif di kegiatan-kegiatan sosial. Meychan sangat bersyukur dirinya dikelilingi orang-orang yang punya toleransi tinggi. Toleransi ini ajarin Meychan menghargai umat beragama lain. Hal ini juga yang bikin dia aktif dalam kegiatan sosial lintas agama. Sekarang Meychan sama Maia, rekannya di Duo Maia, jadi Duta Anti Narkoba.

Meychan ngaku dia senang dengan hal-hal yang berhubungan dengan sosial. Mulai dari kasih sedekah pada pengemis di pinggir jalan sampe dengarin curhatan pasien rehabilitasi narkoba. (Wow...rupanya di tengah-tengah kesibukannya Meychan masih sempat mengunjungi pusat rehabilitasi narkoba hanya untuk sekedar mendengarkan curhat!) Situasi-situasi menyedihkan yang dia liat selalu bikin Meychan yang lagi sibuk nyiapin album barunya, mengucap syukur dengan keadaannya sekarang.

Pesan-pesan
"Jangan lupa doa. Doa sangat penting karena dengan doa kita memperoleh kedamaian dan doa akan mendewasakan kita," tegas Meychan yang mengaku selalu berdoa setiap malam. Biarpun baru 22 tahun en ngaku selalu pulang ke Malang kalo dapat hari libur, Meychan itu terliat cukup dewasa. Rupanya itu rahasia Meychan keliatan dewasa. Doa. Patut ditiru juga tuh. (Erika Mariana Tambunan)




Tuesday, July 13, 2010

Wawan Yap

Hidup masa kecilnya yang keras bikin dia mandiri, ia mengaku sangat mengagumi Mamanya yang membuat keluarga besar mereka bisa bertahan hidup. Wawan Yap kini banyak sibuk memproduseri temen-temennya bikin album selain menyanyi solo, bersama U|X dan pelayanan keliling Indonesia (dan luar negeri). Hmmm.. yuk kita ngobrol bareng!

Wan, kegiatannya sekarang ngapain aja?
Produksi album, MC di Jakarta, pelayanan, lagi banyak project buat U|X ataupun temen yang lain.

Denger-denger baru pulang dari Aussie yach?
Yup. Habis dari Aussie, diundang pelayanan di Brisbane ama Melbourne. Kalo di Brisbane diundang untuk isi acara ulang tahun gereja, di Melbourne bikin concert. 2 minggu kurang. Nggak puas sih ya, soalnya biasanya ke Sidney tapi ini nggak. Soalnya jadwalnya padat banget!

Kebanyakan sekarang manggungnya di daerah yah?
Iya. Kebanyakan di Jakarta, di daerah ama sempet keluar negeri juga. Di Bandung sendiri jarang banget.

Enak mana di dalam atau di luar negeri?
Ehm... masing-masing punya pengalaman yang menarik ya. Kalo diluar bisa sambil maen. Kalo secara spiritual, kita lebih banyak belajar di daerah. Artinya kita lebih menghargai hidup dan lebih banyak belajar banyak hal kalo pelayanan di pedalaman.

Ceritain album terbaru kamu donk!
Forever Worship. Live. Kebetulan Joseph S. Djafar udah gabung ama produser U|X jadi yang ngerjainnya dia, Hans ama anak-anak UX. Yang lama itu bikin lagunya. Album soloku ama album U|X next itu kita belajar untuk menghasilkan karya sendiri. Mudah-mudahan lebih diterima oleh masyarakat. Kalo albumku lebih ke praise en worship, kalo UX ada performe panggungnya.

Tertarik nggak jadi artis yang nggak cuman artis rohani aja?
Doakan aja. Ada beberapa tawaran tapi masih digodok soalnya nggak gampang kan nembus pasar sekuler. Kita juga sering ngobrolin soal ini. Pengen lebih maju supaya lebih dikenal sehingga apa yang kita omongin itu didenger orang. Jadi garam di market place. Anak-anak Tuhan harus hebat karena Tuhannya juga hebat. Artinya kalo kita nobody, waktu kita bicara, nggak ada yang denger. Tapi kalo orang dikenal, kasih sesuatu yang positif pasti impactnya lebih gede.

Musisi favorit?
Banyak banget. Harvey Malaiholo, Uthe, Sidney Mohede, Oom Ade Manuhutu, Bang Welyar, banyaklah saya belajar.

Hero dalam hidup kamu selain Tuhan siapa sih?
Mama saya dan kakak pertama saya. Beliau teguh banget. Soalnya saya keluarga besar, istilahnya kalo beliau nggak ada, saya juga nggak ada.

Nasehat terbaik apa yang pernah kamu kasih ke orang lain?
Karena dulu saya minderan, makanya sekarang saya suka ngedorong orang lain terutama anak-anak U|X buat nggak minder. Saya sering dukung ke temen-temen supaya bisa lebih maju. Soalnya saya juga jadi seperti ini juga karena disupport.

Hobi kamu selain nyanyi?
Baca buku, terakhir baca bukunya Phillip Yansen, Mencari Tuhan Yang Tidak Terlihat. Walaupun berat tapi saya suka baca buku-bukunya dia. Banyak pertanyaan-pertanyaan saya dari kecil tentang kekristenan, dijawab di buku-bukunya dia. Apalagi sekarang-sekarang ini kalo lagi manggung, banyak juga yang minta kita untuk sharing. Selain baca saya senang travelling. Dan makan!

Harapan di tahun 2007
Saya pengen lebih maksimal lagi. Pengen impactnya lebih luas.


INTEROGASI KRU
Abis nimbrung difoto bareng, kali ini kru GF! ngeberondong Wawan dengan pertanyaan-pertanyaan anehnya.

Andriet: kenapa masih jomblo?
Nggak juga (sambil tersenyum simpul pramuka). Ada temen, tapi masih belum serius, lagi fokus ke pekerjaan dan pelayanan. Doakanlah ya. Saya kan masih muda hahaha... targetnya mungkin umur 35 tahun. Tipe cewek idamanku standar aja. Yang pasti orangnya bisa diajak kerjasama dan baik. Bisa saling bantulah.

Esther: Inisialnya N bukan?
N siapa ya? Haha... bukan... bukan... (N maksudnya No name, hehe, -red)

Betty: Punya pengalaman memalukan nggak? Ceritain donk!
Wah banyak yach. Ehm... lupa lagu udah sering. Trus pernah waktu itu lagi pelayanan di Malang pas saya lagi diare. Saya buru-buru ke kamar mandi. Saya pikir pasti ada air dan tissue. Eh ternyata setelah saya selesai (sori...) buang hajat, saya baru nyadar kalo nggak ada air dan tissue. Akhirnya saya keluar sebentar dan ambil air dari wastafel yang ada di sebelah kamar mandi. Memalukan sekali... (Oh my God!)

Ninik: kalo kamu bisa jadi benda, kamu mau jadi apa?
Wawan: wah susah yach... tapi yang pasti pengen jadi benda yang berguna. Pisau kali ya. Tapi pisau juga bisa jadi positif dan negatif. Tapi saya berharap nggak jadi benda, jadi manusia aja, haha...

Valen: lebih suka nyanyi atau difoto kayak tadi?
Wawan: Wah, lebih suka nyanyi dong! Kalo difoto harus ekspresi dan capek harus senyum terus. Nyanyi lebih simple dan hobi juga sih ya... hehe.

Fery: Cari 3 kata yang menggambarkan Wawan!
simple, suka yang serba cepet, easy going, pendiam (itu sih empat!, -red)