Sunday, January 8, 2012

PARADIGMA KASIH


PARADIGMA KASIH

Suatu hari orang-orang Farisi mau mencobai Yesus, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. … Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:36-40).

Paulus lebih-lebih lagi negesin kalo sekalipun manusia punya semua kemampuan dan segala macam karunia, tapi kalo dia nggak punya kasih maka semuanya bakalan jadi sia-sia (baca deh 1 Korintus 13:1-3). Jelaslah disini bahwa keutamaan kasih menjadi nggak bisa dibantah. Bahkan hukum kasih telah meringkas en ngerangkum seluruh hukum Allah yang ada.
“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu… namun demikian Aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan”. (Wahyu 2:2-5). Dalam ayat yang ditulis oleh Yohanes ini, ketiadaan kasih bahkan dianggap sebagai kejatuhan rohani!

Tapi kenapa ya, sekalipun udah jelas kalo kasih itu merupakan parameter seluruh segi kehidupan dan kerohanian, dorongan untuk mengasihi kian hari kok kayaknya makin lemah? Kenapa sulit, bahkan gagal, untuk mengasihi?

Roma 12:2 bilang “...berubahlah kamu oleh pembaharuan budimu…”, yang berarti persoalan kita yang sebenarnya untuk berubah dari kebencian ke mengasihi adalah pikiran kita. Perubahan dimulai dari akal budi! Sudut pandang atau paradigma kita tentang kasih dan mengasihi perlu dievaluasi dan mengalami “truth encounter” atau perjumpaan dengan kebenaran. Ada 3 paradigma atau kebenaran tentang kasih terhadap yang lain, yaitu:

1.   Melepaskan Kasih.
Bayangin betapa bodohnya kalo ada orang yang bersusah payah bikin api dengan cara menggesek-gesekkan kayu ala jaman batu padahal dia punya banyak sekali korek api di kantongnya! Nah seironis itu jugalah kebanyakan dari kita kalo berjuang buat memiliki kasih tanpa menyadari bahwa sebenarnya kita memilikinya di dalam diri kita.  Sebenarnya kita sanggup mengasihi, tapi sudut pandang yang salah tentang kasih membuat kasih nggak teraktivasi. Roma 5:5 bilang tentang kasih yang udah dicurahin Allah dalam hati kita oleh Roh Kudus yang udah dikaruniain (Bhs Inggris = pour out) pada kita. Dalam teks yang lain disebutkan “…dicurahkan sampai habis”. Nggak peduli gimana perasaan kita pada orang yang melukai kita maka kasih udah ada dalam hati kita. Kasih bukan diminta tapi tinggal disalurkan. Kita nggak mempunyainya tapi Yesus di dalam kita mempunyainya, “…oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”, dan kasih agape (kasih Tuhan) nggak pernah gagal.  Semakin dahsyat masalah kita, maka seharusnya semakin banyak jumlah liter kasih yang kita harus salurkan.

Seperti listrik akan mengalir kalau saklarnya ditekan, dan dalam hal ini saklar tersebut adalah keputusan kita! Sekali lagi, kenapa listrik nggak mengalir buat menyalakan sang lampu? Bukannya kabelnya nggak ditinggali listrik tapi soalnya saklarnya belum ditekan.  Jadi, putuskan untuk mengalirkannya sekalipun perasaan berkata lain, maka perasaan pada akhirnya akan mengikuti keputusan.
Di Alkitab kasih itu bentuknya selalu perintah, itu artinya kasih adalah keputusan bukan perasaan. Kasih yang berdasarkan perasaan akan kehilangan kekuatannya waktu perasaan itu sedang terluka, tapi kasih yang berdasarkan keputusan memiliki kekuatan yang berasal dari kasih karunia Allah. Ada tiga hal yang bisa membuat aliran kasih sulit dilepaskan/dialirkan, yaitu:
a) Nggak ada hati yang suci = kepahitan.
Kepahitan adalah ketidakmampuan buat mengampuni. Kepahitan adalah dosa karena Firman Tuhan berkata: “...jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:15).  Dan celakanya kepahitan merupakan dosa yang paling nggak disadari ama pelakunya soalnya orang yang pahit (marah, kecewa, jengkel, dan sebagainya) biasanya merasa benar.

b)    Hati nurani yang nggak murni.
Semua dosa yang kita perbuat terhadap sesama harus kita pertanggungjawabkan demi kemurnian nurani kita. Bacalah kisah tentang pengampunan dalam Matius 18:21-35.  Kisah ini berbicara mengenai restitusi dimana pemberesan tuntas akan membuat hati kita kembali murni dan siap melepaskan kasih.
c)    Ketiadaan iman.
Iman seringkali berlawanan dengan perasaan jadi sikap kita kalo perasaan yang menghalangi keputusan kita buat melepaskan kasih itu muncul, udah jelas banget: Hiraukan aja!, dan tetap pada keputusan mengasihi!

2.    Menyerahkan Kuasa.
Mengasihi seperti Yesus mengasihi itu perlu penyerahan kuasa, sebab kasih dan kuasa nggak dapat diekspresikan secara serempak. Allah Maha Kuasa udah mendemonstrasikan kuasaNya dengan menciptakan jagad raya, penghancuran kekuatan musuh-musuhNya, dan membelah laut merah pada masa lampau. Tapi 2000 taon yang lalu, waktu Dia ingin mendemonstrasikan kasihNya, Dia menyerahkan kuasaNya. Yesus mengesampingkan kemuliaan yang akan mempesona dan menyilaukan manusia, merendahkan diri dan datang pada kita dalam kemanusiaan.  Dia sangat merendahkan diriNya, menderita dan mati di kayu salib.  Orang-orang mengejek dan meludahi Dia. Mereka berteriak pada Yesus supaya mendemonstrasikan kuasaNya untuk menyelamatkan diriNya sendiri tapi Dia menolaknya. Dia menolak sebab salib bukan tempat untuk mendemontrasikan kuasa, itu tempat untuk mendemonstrasikan kasihNya. Nggak bisa serempak.  Bagi dunia Yesus terlihat bodoh. Mereka percaya cuman kuasa yang dapat membawa perubahan sejati. Mereka pikir nggak punya kuasa berarti nggak ada apa-apanya. Padahal love’s never fail. Penderitaan dan pengorbananNya bagi dunia udah memukau banyak orang untuk akhirnya menyerah dalam pelukanNya. Untuk mengasihi seperti Yesus berarti menyerahkan kuasa. Itu bisa berkaitan dengan reputasi, kendali, kedudukan, status, atau kekuatan yang dikosongkan! Semakin kita menyerahkan kuasa maka semakin kita sanggup mengasihi meskipun berarti juga lebih mudah diserang. Semakin rendah hati maka semakin sanggup mengasihi. Orang sombong nggak akan pernah bisa mengasihi.
Mengasihi seperti Yesus memerlukan penyerahan kuasa dan mau melayani seperti yang Yesus udah lakukan. Ibu Theresa tahu kebenaran ini dan mencontoh gaya hidup Yesus. Dia mengosongkan dirinya sendiri dari kemakmuran, kekuasaan dan martabat lalu menjadi hamba bagi masyarakat miskin di India. Dia memberikan dirinya sendiri sampai nggak meninggalkan apa-apa lagi untuk diberikan. Orang-orang diseluruh dunia mendengarkan dia bukan karena dia mengomandoi sebuah laskar tapi karena dia berkehendak untuk meneladani Yesus. Bunda Theresa berkata: Kasih yang sejati harus menimbulkan rasa yang sakit; dan tanpa berani menderita, kita hanya akan melakukan pekerjaan sosial saja, bukan tindakan cinta. (Bidadari dari Kalkuta-by Wahyudin-2004, halaman 169)

3.       Prinsip “Melakukan seperti untuk Tuhan”
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23). Kalo kita memandang orangnya pasti kita nggak sanggup buat mengasihi sehubungan dengan kesalahannya yang begitu besar dimata kita.  Tapi kekuatan kita buat mengasihi datang dari Tuhan yang berfirman: Perbuatlah seperti untuk Tuhan! Jangan memandang orangnya karena pasti kita akan gagal dalam mengasihi dan nggak bisa ngelakuin yang terbaik buat orang tersebut. Tapi coba bertindak seperti sedang memperlakukan Tuhan sendiri maka pasti sikap kita berubah.  Firman Tuhan menegaskan: “Karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1 Yohanes 4:20).  Mengasihi orang lain juga merupakan petunjuk bahwa kita mengasihi Allah! (**)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
 Disunting atas seijin pengarang Cornelius Wing www.corneliuswing.com

Saturday, January 7, 2012

Anak Panah di Tangan Pahlawan


Bangun pagi, sarapan, berangkat sekolah, ketemu teman, ngerjain PR, pulang, makan, nonton TV, jalan-jalan sedikit bolehlah, namanya juga anak muda. Gaul dong! Itulah kata sebagian orang tentang kehidupan anak muda. Ya, lakukan aja aktivitas seperti biasa, pergi ke mana pun sesuka hati, gosip sana gosip sini, dan keadaan akan seperti biasanya. Yeakkh!, membosankan sekali kalo emang begitu kehidupan anak muda. (sw)

Anak Panah di Tangan Pahlawan

Pernahkah kepikiran kalo anak muda itu beda banget dari orang-orang pada umumnya? Firman Tuhan bilang kalo kita ini anak panah di tanganNya lho. Itu artinya, bersama Tuhan kita bisa lakukan hal-hal yang besar. Kita beda dari dunia ini. Kenapa? Karena kita punya Tuhan yang besar, dan Ia melakukan hal-hal yang besar, dan kita adalah anakNya.

“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” (Mazmur 127:4 )

Nah, permasalahannya, sering kali kita nggak bisa jadi seperti apa yang Allah inginkan, yaitu menjadi anak panah-Nya yang melesat pergi dan menuju sasaran tembak dengan tepat. Bener nggak? Kenapa? Karena iblis nggak pengen kita menerima janji Allah buat jadi umat pemenang. Iblis adalah bapa dari segala dusta. Dia membohongi kita dengan pikiran-pikiran yang dia taruh dalam hati kita. Setiap hari, mulai dari bangun pagi, iblis menaruhkan pikiran negatif ke dalam pikiran kita, sehingga kita berpikir: aduh, aku pasti nggak bisa deh ntar waktu ngerjain soal ujian, aku emang bodoh nggak bakalan deh bisa jawab pertanyaan guru di kelas, semua teman membenciku, mereka mau berteman ama aku kalo aku punya banyak uang, mukaku nggak keren, perlu pake make up baru keliatan cantik. Dan itulah yang terjadi. Amsal 23:7a bilang seperti apa yang kamu pikirin tentang dirimu, itulah yang terjadi. Kalo kita berpikir hal-hal buruk tentang diri kita, terjadilah demikian. Kalo kita berpikir hal-hal baik tentang diri kita, maka terjadi jugalah seperti yang kita pikirkan.

Coba deh, bayangin sekarang, pikirin kalo dirikita adalah anak-anak Allah, yang diciptakan buat melakukan perbuatan baik, apapun yang kita lakukan berhasil. Kita menjadi berkat ke mana pun kita pergi. Kemudian kita nggak perlu kuatir akan teman hidup karena Tuhanlah yang menyediakannya bagi kita. Badan kita sehat karena bilur-bilur Yesus menyembuhkannya. Kalo kita pergi ke tempat sodara, mereka menantikan kedatangankita karena mereka pengen denger kabar baik darikita. Nah, kalo kita udah berpikir kayak gitu, dan kita akan tergerak untuk melakukannya, maka itulah yang akan terjadi pada kita. Betapa luar biasa kan? People do what people think.

Hai anak muda, ayo dong, bangun, dan ubah carakita berpikir, jangan kayak apa kata diri kita atau apa kata keadaan tentang diri kita, tapi seperti apa kata firman Tuhan tentang kita! (baca deh Roma 12:1-2). Jangan puas jadi anak muda yang biasa-biasa aja. Ayo, ubahlah dunia ini menjadi lebih baik bersama-sama dengan Tuhan. Mungkin kita ragu, masa sih kita-kita ini bisa mengubah dunia ini? Ya, kita bisa!, dimulai dengan mengubah pola pikir kita, maka hidupkita bakalan berubah, orang-orang yang ada di sekitar kita pun berubah karena mereka melihat perubahan kita menjadi lebih baik. John Maxwell pernah bilang, ‘People do what people see.’ Mau buktinya? Indonesia merdeka karena ada orang muda yang bernama Bung Karno dkk yang nggak mau puas dengan keadaan yang tertindas. Sumpah Pemuda yang membawa kegerakan kesatuan di negara ini, dipelopori oleh anak muda yang bosan dengan keadaan yang kacau karena perang yang tak berkesudahan. Edison dengan penemuannya yang hebat itu adalah seorang anak muda yang nggak mau menyerah meski dia gagal berkali-kali. Guys, kalou mereka anak-anak muda yang notabene belum mengenal Tuhan aja bisa melakukan perubahan, apalagi kita yang punya Tuhan yang luar biasa besar yang selalu melakukan hal-hal yang besar. Bersama Dia, kita mampu lakukan yang besar, jauh lebih besar bahkan dari yang pernah Tuhan Yesus kerjakan di muka bumi ini.

Ayo kita buktikan pada dunia bahwa emang benar kita ini adalah kepala dan bukan ekor. Kita bisa jadi juara kelas, ato bahkan juara olimpiade. Kita memberi pinjam dan bukan mengutang. Atau bahkan, kalau ada orang yang sakit, entah itu teman, keluarga, atau siapapun orangnya, kita tumpangkan tangan atas mereka dan mereka menjadi sembuh, sehingga mereka pada akhirnya mengenal Allah, memuliakan Allah karena kita. Bukankah itu luar biasa? Mulailah dengan mengubah pola pikir. Nggak ada yang mustahil bagi Allah. Jangan batasi dirikita, jangan batasi iman kita untuk mempercayai dan mengalaminya.

Guys, aku dulu adalah seorang yang sulit buat bisa ngobrol ama teman-teman yang lain karena nggak pede dan nggak tau juga mau ngomong apa kalo ada di depan orang lain, aku adalah orang yang paling malas bercermin soalnya aku menganggap wajahku nggak secantik adikku... tapi sekarang nggak. Aku ubah caraku berpikir. Aku perkatakan firman tiap hari di kamar bahwa aku adalah biji mata Allah, aku berharga dan mulia, aku adalah kepala dan bukan ekor, melalui hidupku orang lain harus diberkati, aku memberi pinjam dan bukan meminta pinjam, aku lebih dari pemenang. Maka itulah yang terjadi pada diriku sekarang. Nggak ada lagi temenku yang percaya kalo dulu aku ini pemalu dan pendiam. Kita bisa menjadi seperti apa kata firman Tuhan tentang kita. Kita adalah anak panah di tanganNya. (**)

Siska Widjaya
Lahir dan dibesarkan di Cilacap. Lulus S1 Farmasi ITB tahun 2006. Melayani di Pelayanan Mahasiswa Sion ITB GKKD BP dan bekerja di salah satu perusahaan farmasi di Bandung. Anak muda biasa yang dijadikan luar biasa oleh karena darah Yesus. Siska rindu lebih banyak lagi anak muda yang hidupnya dipulihkan dan menjadi luar biasa karena Yesus, dan bersama dengan rekan-rekan di Sion, mereka terus memenuhi tabung panahnya Tuhan dengan anak-anak panah sehingga ketika anak-anak panah ini dilesatkan Tuhan, mereka dapat menjadi berkat bagi mahasiswa di ITB, kampus-kampus, Indonesia, bahkan bangsa-bangsa.


Friday, January 6, 2012

TIKET

TIKET
Suatu ketika di stasiun. Kereta jurusan surga udah siap berangkat. Semua penumpang yang punya tiket udah baris di peron. Malaikat-malaikat berdiri di dekat peron, memeriksa setiap orang yang bakal naik, apa mereka puna tiket apa gak. Tiba-tiba ada seorang cowok yang ngamuk-ngamuk. Dia merasa udah beli tiket tapi kenapa gak boleh naik.

Malaikat tersenyum en bertanya, ‘Anda beli tiket buat ke surga?’   
‘Iya.’ Jawab cowok itu. ‘Saya bayar mahal buat tiket itu.’
Malaikat tersenyum en menunjuk ke loket. Di sana ada Yesus, di balik loket. Di kaca loket ada tulisan: ‘Tiket kereta api jurusan surga: GRATIS.’

Cowok itu mendekati loket en tanya apa benar tiket kereta jurusan surga gratis? Yesus menjawab ‘Ya. Tapi Anda harus menjawab satu pertanyaan dulu. Maukan Anda membiarkan Saya membersihkan diri Anda dari dosa?’

Guys, buat masuk surga itu kita emang gak usah keluar biaya apa-apa. Yang perlu kita lakuin cuma biarin Yesus membersihkan diri kita dari dosa-dosa kita. Itu aja. Tapi berapa sering kita kaya cowok tadi? Berusaha ‘beli’ tiket ke surga. Dengan cara apa? Dengan berbuat baik, banyak amal (dengan tujuan biar masuk surga).

Guys, kalo kita termasuk orang yang berusaha ‘beli’ tiket ke surga, belum terlambat buat bertobat. Kita masih bisa datang sama Yesus en minta tiketnya sama Dia, tapi jawab dulu pertanyaanNya. Apa kita akan biarkan Dia membersihkan dosa kita?

Tuhan, maafkan kesalahanku. Aku berpikir bisa masuk surga dengan usahaku sendiri. Tuhan bersihkan diriku dari dosa. Dalam nama Yesus. Amin. (dp)

SIZE DOES MATTER



Pernah ngebayangin betapa besarnya dunia yang kita tinggalin ini? Tata surya kita? Galaksi Bima Sakti, di mana matahari cuman salah satu anak bawangnya? Semesta raya? Yuk kita sama-sama simak fakta-fakta menarik soal besar dan luasnya alam semesta kita ini. Semakin kita tahu betapa dahsyatnya semesta yang Tuhan ciptakan, akan semakin sadar kita betapa nggak berartinya kita, tapi luar biasa berharganya di mata Tuhan. (cs)

SIZE DOES MATTER
15 Hal [Nyaris] Tak Terbayangkan tentang Besarnya Semesta

1. Kita mulai dari tanah air sendiri. Negara kita, Indonesia, adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tapi seandainya seluruh pulau di Indonesia digabungin jadi satu pun, masih kalah sedikit dibandingin ama Greenland, pulau terbesar di dunia.

2. Penduduk Greenland belum boleh berbangga. Dibandingin Sahara, gurun pasir terbesar di muka bumi (9 juta kilometer persegi), luas Greenland cuma kurang dari seperempatnya. Sementara itu, Antartika, daratan terluas di bumi yang nggak ditinggalin orang, besarnya masih satu setengah kali lebih dari Sahara.

3. Perang gara-gara rebutan tanah? Harusnya sih nggak perlu ya. Pikirin aja, kalo semua lahan di muka bumi dibagi rata (meskipun ini nggak adil soalnya kan ada lahan produktif dan ada yang nggak), tersedia tanah seluas 22,33 meter persegi buat setiap orang yang hidup sekarang. Cukup nggak?

4. Paus biru makhluk hidup terbesar di bumi? Salah. Pemenang kontes organisme terbesar di dunia adalah...  Armilarria ostoyae... suatu spesies jamur! Jamur yang ditemuin di Malheur National Forest di Oregon, AS ini menutupi tanah seluas 8,9 kilometer persegi. Gede banget yah?

5. Yuk kita keluar dari bumi. Bayangin kalo tata surya kita adalah sekeping uang logam maka matahari dan semua planetnya cuman butiran debu di atasnyadan Galaksi Bima Sakti, gedenya sama dengan negeri Cina!!

6. Nah, seandainya kita taruh koin receh itu di pojok sebuah lapangan sepakbola, maka bintang terdekat dari Matahari, Proxima Centauri, itu letaknya di atas sebuah koin lain yang jaraknya dua lapangan sepakbola lagi, bintang berikutnya masih dua lapangan sepakbola lagi, begitu seterusnya, dan...

7. ... di antara itu semua, ada apa? Kecuali debu kosmis dan batu-batu kecil, yang mengisi ruang antarbintang adalah kekosongan. Ya, sebagian besar penyusun alam semesta nggak lain nggak bukan adalah ketiadaan. Kita ini adalah titik-titik kecil di tengah kehampaanmahaluas.

8. Seberapa jauhkah jarak yang pernah ditempuh benda buatan manusia di luar angkasa sana? Belum terlalu jauh sih, baru dua kali jarak ke Pluto. Nama satelit kecil tapi tangguh itu adalah Voyager 1, yang diluncurkan 31 taon yang lalu.

9. Piknik ke bintang kayaknya asyik yah? Ya, itu kalau kita udah punya pesawat supercepat yang hampir mendekati kecepatan cahaya. Kalo kita ikut numpang di Space Sail, pesawat luar angkasa tercepat yang bakal diluncurin NASA taon 2010 nanti, kita bisa sampai ke bintang terdekat pada tahun, ehm, 64200. Yah, lebih baik ‘terlambat’ daripada nggak sama sekalikan?

10. Daripada nunggu lama banget, mendingan kita ngeliat ke langit malam aja yuk! Benda langit paling jauh yang masih dapat kita lihat dengan mata telanjang adalah Andromeda, galaksi yang tetanggaan sama Bima Sakti. Tau nggak kamu, cahaya yang kamu lihat dari bintang itu usianya udah 2 juta taon!

11. Ngomong-ngomong soal bintang, gelar “yang terbesar” dari segi massa dan kecerahannya masih dipegang sama Eta Carinae. Konon, massanya sekitar 130 kali massa matahari kita dan terangnya 4-5 juta kali lipatnya! Eta Carinae, yang termasuk bintang kelas hypergiantini, berada di Keyhole Nebula pada konstelasi Carina, di galaksi yang sama dengan kita, Bima Sakti, dan jaraknya pun nggak jauh-jauh amat, cuma 8 ribu tahun cahaya aja!

12. Tapi kalo bicara soal ukuran, nggak ada yang bisa ngalahin VY Canis Majoris. Buat ngebayangin gedenya bintang ini, kalo matahari kita diganti ama VY, maka permukaannya itu akan sampe ke orbitnya planet Saturnus yang sekarang. Kalo orang bisa jalan 4 kilometer per jam selama 8 jam per hari, ia bisa mengelilingi bumi tepat satu kali selama 3 taonan. Tapi kalo orang itu jalan di VY, ia butuh waktu hampir 700 ribu taon buat bisa mengelilinginya tepat satu kali!

13. Coba bayangin gimana kalo bintang-bintang sebesar itu akhirnya mengalami supernova. Ya, buat sebagian bintang yang berciri tertentu, akhir hidup mereka ditandain dengan suatu ledakan maharaksasa yang dikenal dengan nama supernova. Saking terangnya, kalo biasanya cahayanya nggak terlihat di bumi, supernova bintangnya bahkan bisa nerangin langit malam lho! Nah, Supernova SN2006gy, yang saking dahsyatnya disebut hypernova,  teramati pada September 2006 dan terangnya hampir lima kali lipat supernova yang biasanya diamati. Ledakan bintang terbesar sepanjang sejarah pengetahuan manusia.

14. Memang, melihat ke langit itu kayak melihat masa lalu. Manusia dapat melihat bintang-bintang terbentuk karena cahaya pada saat proses terjadinya itu baru sampai ke bumi di zaman modern ini. Dengan bantuan lensa, tentunya. Menggunakan teleskop Hubble dan Keck, para astronom udah bisa ngeliat sendiri pembentukan galaksi terjauh yang dapat diamati sampai saat ini. Galaksi itu, Abell 1835 IR1916, jaraknya 13,23 miliar tahun cahaya. Konon, saat itu alam semesta kita masih layaknya bayi.

15. Kini, alam semesta telah mengembang, mengembang, dan mengembang, tanpa kita ketahui gimana akhir hayat semesta kita ini nantinya. Apakah ia akan berbalik menyusut dan runtuh, ataukah mengembang terus? Belom ada yang bisa mastiin. Sementara itu, menurut beberapa perkiraan terpercaya, jarak ujung-ke-ujung (diameter) dari alam semesta yang dapat kita amati adalah setidaknya 90 miliar tahun cahaya. Entah itu sebesar apa. Pokoknya, B E S A R. Apalagi Sang Penciptanya.