Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

Foto Pacar


Foto Pacar
Kemaren dulu heboh berat di forum en milis GFresh!, pasalnya ada satu postingan topik yang bikin gerah cuma gara-gara judul yang salah: Kristen vs Katholik. Isinya sih cuma nanya, apa bedanya. Tapi banyak orang tersinggung lantaran ngerasa judul itu menimbulkan salah paham. Hasilnya, milis jadi rame, bejibun orang yang ikut nimbrung komen, ngalor-ngidul sampe ngebahas doktrin. Tapi, dari sini GFresh! jadi punya ide buat bikin judul diatas sebagai topik utama!

Kru GFresh! terdiri dari anak-anak Tuhan dari berbagai denominasi. Protestan ada, katholik ada, yang lain juga ada. Suatu saat satu orang teman kami yang protestan bertanya pada yang katholik, “Kenapa sih kamu banyak menggantung salib di rumahmu? Lagipula kenapa salibnya ada Yesusnya? Kan Yesus sudah bangkit dan naik ke Surga? Kenapa kamu kayak yang masih ‘menyalibkan’-Nya?”. Tentu saja pertanyaan ini dilontarkan karena kami sudah lama bersahabat tanpa ada maksud buat melecehkan. Teman kami yang katholik hanya menjawab dengan senyuman.

Beberapa saat kemudian, waktu istirahat makan siang, ia melihat isi dompet teman kami yang protestan, disitu ada foto cewek cantik. “Wah, cantik juga pacarmu!” ujarnya.
“Husss, ini bukan pacarku, tapi foto ibuku waktu masih muda.” jawabnya.
“Hah? Foto ibu kamu? Cantik bener! Dimana dia sekarang?”
“Di Amrik, lagi liburan”
“Lalu kenapa kamu masih menyimpannya di dompetmu?”
“Emang kenapa? Gak boleh?”
“Lho, itukan pertanyaan kamu beberapa waktu lalu!”
“Maksud lo?”
“Iya. Kan kamu tanya, kenapa saya menyimpan patung Yesus di pajangan salib saya, padahal Yesus kan udah naik ke Surga. Nah, jawabannya mirip dengan kenapa kamu masih menyimpan foto jadul ibu kamu padahal ibu kamu gak ada disini en sudah nggak muda lagi kan?”
Hehe. Teman kami itu cuma ketawa-ketawa sambil menyantap makan siang di kantin. Tapi kami jadi mengerti, bahwa kadang perdebatan lantaran perbedaan yang gak penting bikin kita lupa ngejalanin persamaan yang penting, yakni menjadi kristen sejati.

Fery!
Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Monday, May 28, 2012

BROKEN HEART? SELAMAT YA!


BROKEN HEART? SELAMAT YA!
Oleh : Angelina Kusuma

"Kak, aku abis diputusin sama cowokku" Gotchaa...pagi-pagi saya sudah mendengar kabar yang begitu 'menggembirakan' ini tadi, hahaha.
"Selamat ya..."
"Lho, kakak! ...malah ngucapin selamat...” (Hahaha, pasti saya adalah figur kakak yang paling menyebalkan bin payah bagi adik-adiknya :D. Tahu orang lagi patah hati kok ngucapin selamat bukannya bersimpati sedih gitu?) Hahaha, is it? :D.

Banyak obat manjur bertebaran di toko-toko obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit di dunia ini, kecuali penyakit akibat patah hati. Tapi benarkah patah hati itu tidak ada obatnya sama sekali? Penyakit yang satu ini memang tidak mempan jika hanya diobati dengan obat biasa. Tapi masih tersisa satu obat super mujarab untuk menyembuhkannya kok. Obatnya hanya satu, yaitu hati yang gembira!

Ams. 17:22, Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Saya tidak pernah 'memanjakan' diri saat berada di situasi yang tidak nyaman. Manusia memang diciptakan dengan disertai perasaan yang bisa bersedih. Tapi bagi saya, saya diciptakan bukan untuk berlama-lama tinggal dalam kesedihan itu. Rugi, jika kita melewati hari-hari yang telah disediakan oleh Tuhan ini dengan kemurungan dan tangisan terus-menerus. Say goodbye for the broken heart! Say welcome for joy every time!

Saya bukannya tidak pernah merasakan patah hati. Riwayat relationshipsaya juga lebih banyak gagalnya daripada suksesnya, hihihi. Pria yang pernah mengisi hari-hari saya dulu, malah ada yang sudah menikah saat ini. Yang lucu ketika seorang sahabat yang tahu bahwa dulunya saya pernah menyukai pria berinisial x dan ia memberitahukan bahwa pria tersebut akan menikah dalam waktu dekat.

"Oh ya? Puji Tuhan, akhirnya si x mutusin merit juga...kapan resepsinya bo'? Gue mau dateng."
"Serius Njie, loe mau dateng ke resepsinya si x? Nggak patah hati loe? Kan loe suka buanget sama tuh cowo?"
"Hahaha, lha emang kalo gue patah hati trus bisa mbatalin acara meritnya dia apa?"


Yeah, itulah yang saya pilih untuk hidup saya, selalu bersukacita senantiasa apapun yang terjadi. Saya tidak ingin bersedih atas keadaan yang tidak bisa saya ubah. Saya sudah menemukan tujuan hidup saya yang utama, yaitu hidup hanya untuk Tuhan Yesus yang saya sembah. Selebihnya, saya menikmati setiap jejak kehidupan saya di dunia ini dengan sepuas-puasnya. Entah itu saat saya kekurangan ataupun kelebihan, semua selalu indah di mata saya karena saya percaya Tuhan Yesus memberikan semuanya bukan untuk membuat saya menderita tapi agar saya berkecukupan dengan bergantung penuh kepada-Nya saja.

Mzm. 147:3, Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.

Saat-saat single atau jomblo bukannya tidak berharga bagi Tuhan. Justru saat kita hanya memiliki-Nya sebagai satu-satunya fokus hidup kita, harusnya itu lebih menantang dan memacu diri untuk melayani Dia dengan lebih 'gila-gilaan' lagi. Ketika kita mempunyai pribadi lain yang kita pikirkan selain Yesus (seperti kekasih atau suami/istri), kita akan sulit melayani-Nya dengan kemampuan dan seluruh jiwa kita 100%. Mau tak mau, fokus kita kepada Yesus akan sedikit bergeser dengan adanya sosok lain yang kita kasihi tersebut selain daripada Dia. So, ucapkan selamat datang kepada status jomblo (again) jika Tuhan memang menghendakinya terjadi demikian. Artinya, Dia masih menginginkan kita memikirkan-Nya saja tanpa diganggu oleh sosok lain di hidup kita.

Dalam relationship, semua orang pasti merindukan bertemu dengan soul mate yang tepat, bukan sekedar sole mate. Moment break bisa dijadikan ajang pembelajaran agar kita menemukan soul mate yang tepat, bukan ditangisi dan dimurungi berlama-lama. Kegagalan adalah batu loncatan untuk meraih yang lebih baik di depan. Jangan pernah mau dikuasai oleh kesedihan yang berlarut-larut.

Kita pasti lebih tertarik kepada orang lain yang penuh dengan senyum dan selalu bersemangat. Jika kita saja memilih hal yang demikian, terlebih lagi dengan calon pasangan hidup kita nantinya. Salah satu alasan seseorang menikah adalah untuk membangun keluarga kecil di dalam Tuhan agar bisa saling berbagi kebahagiaan bukan kesedihan. Jika kita terus meratapi patah hati dan tidak bangkit menata hidup dengan cepat, bagaimana mungkin kita akan dilirik oleh calon pasangan hidup kita selanjutnya yang mungkin masih ada di luar sana?

Come on para jombloer (again) yang abis patah hati... Susut air matamu, pasang senyummu, dan lanjutkan hidupmu! Terlalu berharga air matamu dihabiskan hanya demi sebuah hubungan yang sudah berakhir dan tidak bisa kamu ubah. Lebih baik, gunakan air matamu untuk menangisi jiwa-jiwa yang masih belum mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya secara pribadi. Rite? Always shine on guys...(nj@coe).

Ul. 31:8, Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Monday, May 21, 2012

SIBUK MERENCANAKAN HIDUP

SIBUK MERENCANAKAN HIDUP
Mempersiapkan diri, mengejar mimpi, berusaha dan terencana adalah suatu hal yang wajib kita pelajari dan terus kita kembangkan. Tapi kita juga harus sadar bahwa Tuhanlah yang menentukan keberhasilan kita. Karena itu jangan terus memaksa dirimu, ada kalanya kita perlu belajar untuk slow down sedikit dan ngeflow. Tentu saja karena kita tau, Tuhan ada di belakang layar kehidupan kita.

Mungkin kehidupan kita saat ini gak bikin kita bahagia. Rencana-rencana kok kayaknya gagal mulu. Jalan rasanya kok seperti ditutup. Mimpi rasanya jauuuuuh dari kenyataan. Jangan stres en depresi. Inget kalo Tuhan pegang kendali. Memang kita harus melakukann apa yang menjadi bagian kita, but beyond that Tuhan lebih tau apa yang terbaik buat kita. Kadang jalan Tuhan tutup lantaran Tuhan ingin melindungi kita dari bahaya. Dan yakinlah kalo Dia pasti bukakan pintu lain yang lebih baik di waktu yang paling baik. Percaya?

Kalo pengen jadi anak muda yang selalu lebih baik dari hari ke hari, penting banget buat kita ngerti kalo Tuhan memegang kendali atas kehidupan kita. Kadang kita terlalu kuatir dalam hidup. Kita harus belajar untuk menyerahkannya pada Tuhan. “Yesus aku mempercayaiMu. Aku percaya Engkau memegang kendali. Aku percaya Engkau sedang bekerja dalam hidupku dan berjalan di depanku. Membuat jalan-jalanku jadi lurus dan membuatku berada di tempat yang tepat di waktu yang tepat!”

EGOIS DIKIT LAH!
Sebagai orang Kristen kita diajar supaya jadi berkat, jadi jawaban buat orang lain, jadi garam en terang dunia. Tapi kadang saking semangatnya kita sama semua itu, kita sampe suka lupa sama diri sendiri.

Maksudnya gini, karena saking semangatnya jadi garam en terang dunia kita berusaha bikin semua orang bahagia. Kita lakuin semua yang kita bisa buat orang lain. Ada orang kesusahan kita tolong. Ada orang kurang uang, kita kasih uang. Ada orang gak punya baju, kita kasih baju kita.

Kita boleh nolongin orang. Kita boleh jadi berkat buat orang. Tapi jangan sampe apa yang kita lakuin itu malah membuat kita menderita. Ya emang kita mesti harus jadi seperti Yesus. Yesus emang menderita demi kita. Tapi penderitaan Yesus itu gak sia-sia, karena Dia tau pasti apa yang Dia lakuin en apa yang Dia bakal dapat dari pengorbananNya itu.

Kita? Kadang kita berkorban buat orang lain, tapi ujung-ujungnya malah kita yang menderita. Bukannya jadi berkat, malah kita yang perlu diberkati. So supaya kita gak gitu, kita mesti egois dikit. Dikit aja. Jangan banyak-banyak. Prioritas utama dalam hidup kita mestinya adalah menjaga diri kita sendiri baru mikirin orang lain.

Kita harus nyadar kalau gak semua orang bakal puas sama apa yang kita lakuin sama mereka. Gak peduli seberapa bagusnya, sempurnanya, baiknya, rohaninya kita, tetap aja ada orang yang gak puas sama apa yang kita lakuin. Kita gak bisa bikin semua orang senang sama kita.

So pesannya cuma satu, sebelum memberkati orang lain, pastikan kita juga udah diberkati lebih dulu.  Karena kita gak bisa ngasih sesuatu sama orang apa yang gak kita punya.

Mental anak kecil
Hal kedua yang mesti kita perhatiin kalau kita mau berkati orang adalah perhatiin mental orang yang bakal kita berkati. Ada orang-orang tertentu yang punya mental anak kecil. Maksudnya ada orang (dewasa) tapi sifatnya kayak anak kecil. Mereka pengennya dikasih aja, kalau gak dikasih ngamuk.

Kita mesti ati-ati sama orang kayak gini. Orang kayak gini gak akan pernah puas. Kalau berhadapan sama orang kayak gini, kita mesti tegas. Kita bisa berkati mereka, tapi jangan berlebihan. Jangan biarin mereka mengendalikan hidup kita.

Misalnya ada orang yang hobinya minjem duit aja. Gak peduli berapa banyak uang yang kita kasih pinjem sama dia, tetap aja besoknya dia minjem duit lagi sama kita. Orang kayak gini ini perlu kita serahin sama Tuhan. Biar Tuhan yang berurusan sama mereka. Bukannya kita lepas tanggung jawab atau gak mau jadi berkat, tapi emang orang kayak gini bakal bikin kita menderita terus.

Mental Tuhan
Kadang ita juga mesti berenti punya ‘mental Tuhan’. Maksudnya kadang kita merasa kalau kita itu sebagai orang Kristen itu kita harus selalu jadi jawaban buat semua masalah yang kita temui. Padahal siapa sih kita? Kita itu ‘kan cuma manusia. Emang Tuhan nyuruh kita buat jadi jawaban en berkat buat sekeliling kita. Tapi gak semua masalah mesti kita yang tanganin dong. Bisa tepar (tewas terkapar) nantinya...

Berentilah selalu jadi Tuhan buat orang-orang di sekeliling kita. Mulai sadari kalau kita gak bisa kasih jawaban buat semua orang. Kalau kita maksa buat jadi jawaban buat semua orang yang ada di sekitar kita, kita bakalan cape sendiri. Kita bakal kehilangan sukacita kita. Kita bakal kehilangan tujuan en panggilan hidup kita. Padahal kehendak Tuhan yang utama buat hidup kita adalah supaya kita menikmati hidup yang udah Dia kasih buat kita. Bersukacita dalam panggilanNya. Bukan buat menderita karena berusaha jadi Tuhan buat orang sekeliling kita. 

JANGAN PIKUL SALIB ORANG!
Weits, jangan langsung mikir yang gak gak ya pas baca judul itu. Sebagai orang Kristen emang Tuhan nyuruh kita buat pikul salib kita. En emang kita harus pikul salib yang udah Tuhan taruh dalam hidup kita.

Tapi, ada salib-salib tertentu yang gak usah kita pikul. Kenapa? Soalnya salib ini bukan dari Tuhan, tapi dari manusia, atau yang lebih parah lagi dari si iblis. Loh kok bisa? Ya bisalah. Emang Tuhan aja yang bisa kasih salib sama kita?

Sejak dekat sama Ana, hidup Anton menderita banget. Dia keliatan lebih cape dari sebelumnya. Kenapa bisa? Soalnya Anton sedang misi memenangkan jiwa Ana. Tapi ternyata misi itu gak semudah yang dia bayangin. Dia harus berkorban waktu, tenaga, uang, sementara Ana kayaknya gak ada perubahan. Anton mikir kalau itu yang namanya bayar harga. Gak apa berkorban dikit, asal satu jiwa diselamatkan.

Tapi yang Anton gak tau sebenarnya Ana itu gak pengen kenal Tuhan. Dia merasa udah puas sama hidupnya yang sekarang en gak merasa butuh Tuhan. Itu udah keputusan finalnya en gak ada yang bisa merubahnya (keculai Tuhan sendiri kalee...)

Nah orang kayak Ana ini yang GF! sebut salib yang gak perlu dipikul. Ngapain kita nolongin orang yang emang gak mau ditolongin? Cape-capein diri sendiri aja.

Kalau mau jujur orang kayak Anton ini banyak banget. Ada orang yang belajar mati-matian, karena mereka pikir itulah salib yang mesti mereka pikul, tapi sebenarnya mereka melakukan hal itu karena merasa gak enak sama ortunya.

Ada orang yang sibuk pelayanan di gereja sampe lupa sama keluarganya, karena mereka pikir itu adalah harga yang mesti dibayar buat mengikut Tuhan. Tapi sebenarnya mereka melakukan itu karena mereka gak enak sama orang Kristen lain, kalau gak pelayanan nanti dibilang apa.

Ada orang yang selalu baik sama orang karena merasa itulah salibnya sebagai orang Kristen. Ada orang minta uang, dikasih. Orang minta apa, dikasih. Itu sih bukan memikul salib namanya, tapi diporotin.     

Guys, kita mesti ati-ati dalam memikul salib. Gak semua beban yang ada di depan mata kita adalah salib kita. Kita mesti cek dulu. Ada cara gampang buat ngecek apakah beban yang kita pikul selama ini emang salib kita atau bukan.

Caranya:

1.        Tanya sama diri kita sendiri, kenapa kita melakukan semua ini? Apa karena emang Tuhan atau karena ada hal lain? Salib itu selalu datangnya dari Tuhan. Jadi pastikan kita melakukan semuanya itu karena cinta kita sama Dia.

2.        Salib itu berkaitan sama panggilan kita. Jadi pastiin waktu kita udah tau dulu panggilan kita. Jangan apa-apa langsung bilang ‘Ini salibku!’ terus kita pikul salib yang bukan salib kita. Cari tau dulu apa panggilan kita, masuk di dalamnya, baru pikul salibnya.

Kenapa penting banget buat kita pikul salib yang tepat? Supaya kita gak kehilangan sukacita kita. Ngapain juga kita cape-cape pikul salib yang salah, abisin waktu, energi, tenaga, hasilnya? Nol. Jadi pastikan kita memikul salib yang tepat. (dp)


Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Tuesday, May 15, 2012

HOW DO I KNOW YOU LOVE ME?


HOW DO I KNOW YOU LOVE ME?
Suatu hari ada seseorang yang bermimpi bertemu Tuhan. Di mimpinya Tuhan bertanya, ‘Apa kau mencintai Aku?’ Sebagai orang Kristen yang taat, orang itu dengan segera jawab, ‘Ya Tuhan, aku cinta padaMu.’ Tuhan nanya lagi, ‘Tapi kenapa Aku tidak pernah tau kau cinta padaKu?’

Orang itu kaget setengah mati. Gimana bisa Tuhan gak tau dia cinta sama Tuhan?  ‘Tapi Tuhan, aku ‘kan udah lakuin firmanMu. Aku selalu lakuin semua yang aku bisa hanya untukMu. Bukannya firmanMu sendiri yang bilang, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.(Kolose 3:23)? Aku bekerja, aku pelayanan, semua karena aku cinta padaMu.’

Kata Tuhan lagi, ‘Aku tahu kau melakukan banyak hal buat Aku. Tapi kenapa Aku tidak pernah merasa Kau mencintaiKu?’ Orang itu tambah kaget. Gimana bisa? Selama ini dia selalu sibuk pelayanan ke sana sini. Selama ini dia selalu lakuin banyak hal karena dia pengen menyenangkan hati Tuhan. Tapi kenapa Tuhan kayak gak menghargai semua yang dia lakuin?

‘Nak, kalo kamu mengaku cinta padaKu, kenapa kamu suka gak taat sama Aku?’

‘Maksudnya, Tuhan?’

‘Aku tau kau melakukan banyak hal untuk menyenangkan hatiKu. Tapi masalahnya, bukan itu yang Aku inginkan. Kalo kamu cinta seseorang, kamu pasti melakukan apa yang bakal bikin orang itu senang ‘kan?’

‘Iya Tuhan.’

‘Nah sama. Kalo kamu bilang kamu cinta padaKu, kamu akan lakuin yang bikin Aku senang. En yang bikin Aku senang cumin satu, nak. Kalo kamu taat padaKu.’

‘Tapi Tuhan bukannya aku selalu taat padaMu?’

‘Masa? Masih ingat waktu Aku suruh kamu pergi ke pedalaman en kamu menolak dengan alasan ada pelayanan yang gak bisa ditinggalkan?’

‘Iya, Tuhan.’

‘Waktu itu yang Aku inginkan dari kamu adalah kamu pergi ke pedalaman bukan pelayanan. Memang Aku senang melihat kamu melayani Aku, tapi Aku akan lebih senang kalo kamu mau dengar suaraKu en taat pada apa yang Aku mau. Ketaatan kamu padaKu adalah bukti cintamu padaKu.’

Guys, gimana dengan kita? Apa kita juga kayak orang tadi? Lakuin banyak hal en merasa kita udah melakukannya karena kita mengasihi Tuhan? Apa kita selama ini udah taat sama apa yang Tuhan mau? Ato kita sekedar sibuk en berharap Tuhan senang dengan apa yang kita lakuin? Tuhan gak butuh kesibukan kita. Dia cuman butuh ketaatan kita. So selalu punyai waktu tiap hari buat tanya sama Dia, apa yang mau Dia supaya kita lakuin? Karena itulah bukti cinta kita padaNya. (dp)

Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com