Monday, April 21, 2008

PERTANYAAN POPULER

Pertanyaan yang populer dalam pelayanan remaja adalah… “Bolehkah berpenampilan ‘beda’ saat melayani di gereja?”. Maksudnya ‘beda’ disini tau kan, misalnya rambut dicat, pake baju trendi, bertato dst, dkk, dll, dsb. Ini karena banyak remaja seumur kita memang senang berpenampilan heboh atau ngikutin trend, sementara para pemimpin pelayanan yang kita libatin kebanyakan menganggap hal itu gak sopan (kalo gak mau dibilang sesat!). Jawaban pertanyaan itu biasanya berkutat dari 2 jawaban, yakni: ‘ya, boleh’ (alasan: don’t judge book by its cover) atau ‘no way!’ (alasan: jangan jadi batu sandungan!).

Ini dia, aku punya jawaban selain dua yang tadi. Ya, sebenernya gabungan dari dua tadi. Segala sesuatu kembali pada tujuan kita hidup di dunia: (1) menyembah Tuhan (2) melayani manusia (baca GF! Edisi Desember 2007). Kalo kita mau melakukan sesuatu, liat dulu dua tujuan kita itu. Kalo dinyanyiin sama Duo Maia mungkin lagunya jadi kayak gini: “Aku mau makan, kuingat Tuhan. Aku mau ngecat rambut kuingat Tuhan dan orang lain”… hehe, lagunya jadi gak enak gini ya? Jadi jawabannya ‘no way’ dong? Eitss, belum tentu. Pertama tanya dulu apakah Tuhan berkenan, lalu yang kedua liat apakah orang lain jadi tersandung atau nggak. Paulus wanti-wanti banget jangan sampe kita jadi batu sandungan lho.

Nggak jadi batu sandungan bukan berarti harus konvensional lho. Jadi konvesional justru kadang malah jadi batu sandungan. Saya punya cerita temen saya seorang worship leader di sebuah persekutuan pemuda yang jemaatnya banyak anak rocker, lalu dia malah berpenampilan kayak bapak-bapak taun 70-an, kelimis, berjas berdasi sepatu mengkilat. Tentu saja ini malah jadi batu sandungan, jemaatnya pada ngetawain en kabur. Beda lagi sama satu anak muda yang ngotot pengen pake jeans waktu melayani, padahal yang dilayani para bapak-bapak profesional yang udah tua-tua. Yaaa… hasilnya dianggap menghina en gak sopan. Itu juga jadi batu sandungan. So, intinya setelah tanya Tuhan, liat sikon. Liat orang lain. Jangan sampe Tuhan gak nyampe kepada mereka gara-gara kita melayani jadi batu sandungan.


Ada jawaban lain yang lebih hebat. Kalo pengen berpenampilan seenak kita tapi orang lain gak tersandung adalah dengan menonjolkan hati dan perbuatan kita. Inget Romo Mangun? Penampilannya mungkin bagi sebagian orang dianggap gak sopan, gondrong, berjanggut gak rapi, berpakaian gak formal. Tapi kok orang lain malah segan sama dia, bahkan ‘memuja’nya. Itu karena Romo Mangun terkenal hatinya yang baik, dan perbuatannya yang berdampak bagi masyarakat yang dilayaninya. Penampilan? So what gitu lho! Masalahnya, kita suka bilang ‘jangan liat penampilanku’ tapi justru penampilan yang kita tonjol-tonjolkan, sedangkan perbuatan dan hati kita? Biasa-biasa aja (atau bahkan malah buruk, omyGod!).

“Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang, apa yang ia boleh makan atau minum, tidak lagi penting. Yang penting ialah bahwa orang itu menuruti kemauan Allah, mengalami ketenangan hati dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Allah. Orang yang melayani Kristus secara demikian, orang itu menyenangkan hati Allah, dan dihargai oleh orang-orang lain.” Roma 14:17-18 BIS.

HOME

Wednesday, March 19, 2008

KRIIING! (ABORSI)

KRIIING!

KRIIING! ..KRIIIING!! ..KRIIING!!
KRIING! ..KRIIING!!!!

...
Halo?
Halo, apakabar anakKu.
Tuhan? ..emh.. aku lagi gak mo ngomong ama Kamu!
Kenapa anakKu? Aku rindu padamu. Seminggu ini kau tidak mau berbicara padaKu.
Sudahlah! Aku pengen sendiri! Aku benci diriku sendiri! Aku ingin mati!!
Aduh!
Aku benci Doni! Aku benci! Aku benci!
Tenang anakKu
Aku benci Kau!, pergi!
BRAKK! TUT. TUT. TUT. TUT
...
KRIING....
KRING...

Halo, hik-hik..
AnakKu.. jangan kau tutup teleponmu
Biarkan aku sendiri, Tuhan!
Ayolah..
Aku benci Engkau!!
Aku mengasihimu.
Pergi! Jangan hubungi aku lagi!
Bicaralah padaku..
Ini masalah cewek, Tuhan! Ini masalah yang nyata dan berat!
Aku tau itu.
Kau tidak tahu! Kau gak bakalan bisa ngerti! Kau gak pernah jadi cewek! Kau tidak pernah pacaran ama Doni! Kau gak pernah ngalamin apa yang aku alamin!
Aku yang menciptakanmu, ingat?. Bukan cuman Aku tau apa yang kau rasakan dan alami, tapi juga Aku mengerti.
Huh, mana mungkin Kau mengerti!

Aku mengerti!
Tidak mungkin! Aku hamil, tau! Tuh.. aku ngaku! Aku HAMIL! Aku melakukan sesuatu yang Kau larang: aku berhubungan seks sebelum menikah dengan Doni! Aku mempercayai Doni ketika ia bilang ia mencintaiku. Aku berpikir gak bakalan apa-apa, gak bakalan hamil, lagipula akupun mencintainya dan aku berpikir kami akan selamanya berdua.. tapi kini dia meninggalkanku setelah tau aku hamil! Aku benci dia! Aku benci bayi ini!
Aku tau kau hamil.
Aku benci Kau, Tuhan! Kau yang membuat ini terjadi!
Aku?
Ya! Kau! Kau yang katanya berkuasa.. kenapa Kau membiarkan semua ini terjadi? Aku belum pernah tidur dengan siapapun.. baru satu kali aku tidur dengan Doni, aku langsung hamil! Kau seharusnya bisa mencegahnya!
... kau ingat waktu latihan cheerleaders kemaren?
Tuhan jangan maen-maen.. aku lagi pusing! Jangan alihkan pembicaraan!
Kau ingat waktu kalian membentuk segitiga piramid dan kau naik paling atas lalu melompat turun ke bawah?
Jangan ngeles, Tuhan! Apa maksudMu?!
Aku bisa saja menghentikan gaya gravitasi dan membuatmu tidak jatuh ke bawah tetapi melayang-layang di udara. Tapi Aku tidak melakukannya.
Oke-oke... apa maksudMu.. jangan buat aku bingung dong, Tuhan.
Ya.. aku memilih untuk tidak membuat kamu melayang-layang di udara. Aku memilih untuk tidak mencampuri hukum alam yang berlaku bahwa benda akan jatuh ke bawah karena gaya gravitasi. Api panas dan membakar. Air itu basah. Danau akan menguap karena panas matahari, menjadi awan, lalu turun ke bumi sebagai hujan. Itulah hukum alam. Kau tau semua itu. Aku bisa membuat api tidak panas... tapi Aku memilih untuk tidak mencampuri hukum alam.
Jadi kalo gitu buat apa aku dan orang-orang berdoa!?
Ada kalanya Aku berbuat apa yang disebut mukjizat. Coba kamu buka di kitab Daniel, Aku membuat api tidak terasa panas sehingga hamba-hambaKu Sadrakh-Mesakh-Abednego selamat dari api..
Jadi Tuhan bisa merubah hukum alam? Tapi Tuhan biasanya memilih untuk tidak merubahnya? Begitu?
AnakKu, kadang itu diluar jangkauan pemikiranmu. Suatu saat kamu akan mengerti mengapa Aku melakukan ini, mengapa Aku melakukan itu. Mengapa Aku kadang melakukan mukjizat, tapi kadang juga tidak. Kau akan aku buat mengerti.., suatu saat.
Aah! Aku gak peduli.. aku hamil sekarang. Aku harus gimana?
Ada akibat dari semua yang kau dan manusia lakukan. Dan Aku memberi kebebasan buat kamu untuk memilih apa yang akan kamu perbuat. Kau memilih untuk berhubungan seks dengan Doni, dan hukum alam ikut ambil bagian, kau jadi hamil. Kau sudah tau hal itu, kan? Ada resiko dan konsekuensi dari semua tindakan.
Oke-oke! Aku memang udah tau, tapi.. aku melakukannya juga! Kini aku hamil! Aku benci! Aku benci! Aku benciiii!
Aku mencintaimu.
Apa?!!
Aku mencintaimu, anakKu.
Aku orang berdosa. Aku melanggar titahMu. Kau pasti benci aku, aku udah ngecewain Tuhan!
Aku memang sedih dan terluka. Tapi Aku tetap mencintaimu. Aku mati untukmu, kau ingat?
Sekarang aku harus gimana? Aku ingin mengaborsinya. Lagipula baru beberapa minggu aku hamil. Gak apa-apa kan Tuhan?
Ketika sperma menyatu dengan telur dalam rahimmu, ada kehidupan di sana.
Oh, ya? Tapi kan belum jadi orang!
Anakku.., hari pertama sperma membuahi telur, sudah terbentuk pertumbuhan manusia, mulai dari organ seks, rambut, warna mata..
Becanda!
Kau tau apa yang terjadi pada empat minggu kemudian?
Empat minggu? Wah ..sudah waktunya untuk cepat-cepat kalo mau diaborsi!
Hati bayimu mulai berdetak!
Ooh.. tapi kenapa aku gak merasakannya?
Tentu.., dia sangat kecil. Tapi ..tangannya sudah lengkap, kaki, ..dan mata yang sudah bisa melihat!
...
Dalam minggu ke sembilan, bayimu sudah mempunyai tubuh yang komplit!
Sudah! Sudah! Aku mengerti. Aku tau ada manusia hidup dalam tubuhku, tapi aku tidak menginginkannya, aku ingin mengaborsinya!
Dan membiarkan bayimu kesakitan, sekarat dan mati?
Tapi.. tapi.. cuman beberapa menit dan semuanya selesai.. aku akan jalani hidupku yang baru.
Ya... dengan segala perasaan bersalah. Setiap kau melihat bayi, kau akan teringat bayimu yang kau bunuh. Perasaan itu akan menghantuimu, dan Aku bilang itu bukanlah yang dimaksud hidup yang baru!
Tapi.. Kau akan mengampuniku kan?
Tentu saja anakKu. Aku akan selalu mengampuni jika kamu bertobat. Tapi kamu tidak punya hati yang bertobat, kau cuman ingin lari dari masalah. Itu bukanlah pertobatan yang sejati.
Huk..huk..huk... aku bingung Tuhan.. aku gak tau musti ngapain, huk..huk, aku harus aborsi! Huk.
Tidak, anakKu. Aborsi bukanlah jawaban.
Huk..huk.. aku harus gimana? Huk..
Ada beberapa pilihan. Kalo kamu gak bisa memeliharanya kamu bisa meminta tolong orang lain untuk memelihara anakmu. Atau kamu bisa minta bantuan ortumu untuk menolongmu membesarkannya.
Tuh, kan... Kau gak ngerti.. aku gak menginginkannya! Aku ingin membuangnya!
Aku mengerti. Tapi itu bukan putusan yang benar. Kau telah mengambil keputusan yang salah untuk berhubungan seks dengan pacarmu, kini ada kesempatan untuk kemu memperbaikinya dengan menfgambil keputusan yang benar!
Aku gak mau harus muntah-muntah, perut buncit, cape bawa bayi kemana-mana, ..aku gak mau harus sakit bersalin! Aku ingin hidupku yang dulu. Aku ingin main lagi cheerleaders. Aku ingin lagi hiking, shooping, maen sepeda, semuanya!
Kau ingin kenyamanan, kan? Kau ingin kesenangan? Bukankah itu yang kau lakukan ketika berduaan dengan Doni dan akhirnya melakukannya? Kau tau resikonya, hamil. Sekarang biarkan Aku menolongmu. Mari kita buat sesuatu yang baru dan baik dari semua penderitaan ini.
Huh.. gak bakalan ada lagi hal yang baik yang bakal terjadi kalo udah gini!
Tidak..tidak.. Aku Raja Segala Raja, Aku Maha Kuasa. Aku bisa membuat sesuatu yang baik keluar dari yang buruk sekalipun.
Bahkan dari hal buruk yang aku lakukan ini?
Ya.
Tapi aku gak mau. Aku gak peduli pada bayi ini!
Tapi Aku peduli. Bahkan Aku sudah membayangkan dan merencanakan sesuatu yang besar buat anakmu ini.., kau akan tercengang dengan apa yang Aku lakukan padanya!
Kau sungguh-sungguh punya rencana pada bayi ini? Dan aku harus mengambil keputusan yang benar karena Kau punya rencana besar atas bayi ini?
Ya. Tapi ada satu hal lagi. Aku ingin memulihkanmu.
Bisakah aku pulih? Aku sangat ingin kembali pulih... Kau bisa memulihkanku Tuhan? Bisakah aku kembali tidak membenci diri sendiri lagi? Bisakah aku kembali tersenyum? Menari? Enak bicara lagi denganMu? Mengampuni Doni? ...bahkan bisa mencintai bayi ini?
Selalu ada konsekuensi yang harus kamu tanggung, tapi aku bisa mengampunimu, asal kamu punya hati yang mau bertobat dan mau kembali menjalin hubungan kita yang indah.
Bisa? Oh... ampuni saya Tuhan.
Aku percaya padamu dan mengampunimu.. tapi satu hal lagi..
Apa Tuhan?
Ada hal lain yang kamu rasakan dalam dirimu. Yang menyebabkan kamu melanggar firmanKu dan melakukan seks itu.
Ya... itu karena Doni sangat tampan dan gagah.
No-no.. bukan itu yang menyebabkan kau mau menyerahkan diri padanya.
Betul, kok. Ia sangat tampan.
Bukan. Aku tau hatimu yang paling dalam.
Apa itu?
Kamu butuh dicintai. Diterima. Diperlakukan spesial. Kamu butuh diperhatikan. Ya kan?
...
Tidak apa. Itu normal. Setiap manusia punya kebutuhan seperti itu dan itu tidak salah. Tapi –tolong perhatikan karena ini sangat penting- itu harus dibangun dari hubunganmu dengan AKU.
Kau bisa memberikan semua kebutuhan itu, Tuhan?
Bahkan aku akan memberikan cintaKu tanpa syarat. AGAPE!
Aga..apa?
Agape. Aku mencintaimu, titik. Tanpa syarat. Tanpa pamrih. Just the way you are. Apapun keadaanmu, bagaimanapun rupamu, bahkan sekalipun kamu tidak setia padaKu!
Kau tau Tuhan..?
Apa?
Aku percaya padaMu.
Bagus.. bagus.. suaramu serak, coba minum dulu.
....
Sudah?
Ya.. mulai sekarang aku ingin Kau ajar aku untuk selalu bergantung padaMu daripada pada manusia.
Bagus..
Tapi gimana dengan hubunganku dengan Doni? Trus apa aku akan percaya lagi sama cowok?
Trust Me, sekarang pulihkan dulu diriMu dan hubunganmu denganKu.
Gimana dengan bayiku?
Carilah kehendakKu, hikmatKu, arahanKu. Beberapa minggu lagi Aku akan memberi tau apakah kau harus membesarkan anakmu sendiri atau memberikannya pada orang yang kamu percayai atau menginginkan bayi tetapi tidak bisa.
Janji?
Janji!
Terimakasih Tuhan. Sekarang aku mau istirahat, lagipula kita sudah bicara lama sekali.. sayang pulsa, betul enggak?
Tidak anakKu. Saluran kepadaKu bebas pulsa. Kau boleh hubungi Aku kapan saja dimana saja. Okey?
Okey.

(disaduroleh F! dari God said, I said, Brio Jan 01, http://www.kacamata3d.blogspot.com/)


HOME

Monday, February 18, 2008

NAMA KAMU DI ALKITAB

Suatu hari Filipus, salah seorang murid di gereja mula-mula, disuruh sama Tuhan buat pergi ke jalan mo ke Gaza dari Yerusalem. Tiba disana ia ketemu sama seorang penguasa dari Etiopia, waduh itu sama dengan kalo kamu naek sepedamu lalu ngikutin mobil mewahnya Menteri Keuangan lalu pas di lampu merah kamu ngelihat dia lagi baca Alkitab. Itu yang terjadi sama Filipus.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”
“Mana mungkin, kecuali kalau ada yang mau menjelaskannya kepada saya.”

Oh itu dia maksud Tuhan. Filipus lalu menjelaskan kepadanya dan ia mengerti, bertobat dan bahkan mau dibaptis saat itu juga. Trus mereka berpisah dan Injil sampai dan menyebar ke negeri Afrika.

Menurut kamu ada berapa tokoh dalam cerita diatas? Dua?

No-no-no.


Ada tiga tokoh pelaku dalam cerita tadi. Filipus, penguasa dari Etiopia dan satu lagi siapa?
“Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" (Kis 8:26-29).

Ya! Tokoh ketiga adalah Tuhan. Tuhan menyuruh malaikat, Roh Kudus menyuruh Filipus. Tuhan melihat seseorang lagi kebingungan di jalan dan IA pengen menolongnya. Lalu Tuhan mencari seseorang di Yerusalem yang bisa ia utus... dan IA menemukan Filipus. Tuhan mengatur seluruh kejadian itu!

Kamu mungkin berpikir Filipus adalah orang yang spesial, mungkin dia dikasih ama Tuhan fasilitas pager atau ponsel abad pertama yang gak lagi dikeluarin ama Tuhan jaman sekarang. Mungkin kamu berpikir Filipus orang “ajaib” yang bisa ngedenger suara Tuhan jelas di telinganya... Eit, wait a second, jangan nuduh dulu, inget gak apa yang Paulus tulis buat kita-kita..

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14).

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:25).

Wow.. semua yang ngaku anak Allah, kita-kita ini, yang masih muda sekalipun, yang masih suka dengerin musik yang rada-rada cepet, yang mungkin masih ingusan, yang kadang masih suka mikirin cewek or cowok melulu, yang kerjaannya jalan-jalan terus, semua.. semua dipimpin alias dibimbing sama Roh Allah. Gak cuman Filipus.

Roh Kudus adalah kehadiaran Allah dalam hidup kita-kita, DIA ngelanjutin kerjanya Yesus 2000 taon lalu. DIA ngebimbing en ngebantu kita, agar kita bisa punya buah Roh (Gal 5:22-24), membantu kita berdoa (Roma 8:26), Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh16:7), menghibur dan mengajar (Yohanes 14:26).

Roh Kudus adalah peran utama disini, termasuk dalam penginjilan. IA adalah center stage. Ketika kita mengajar itu lantaran Roh Kudus yang mengajari kita lebih dulu (Lukas 12:12), kalo orang yang kita ajar itu lalu jadi yakin pastinya lantaran Roh Kudus yang telah menembus hatinya (Yoh 16:10). Nah kalo sampe orang itu bertobat dan percaya itu artinya Roh Kudus udah bekerja di dalam hatinya (Roma 8:11), sampe akhirnya dia jadi dewasa dalam imannya itu lantaran Roh Kudus juga yang membuat dia sanggup (2Kor3:6).

Sekali lagi: gak cuman Filipus. Kamu juga bisa. Kita bisa. Roh yang sama ada dalam kita. Roh Kudus itu.

Gak percaya juga? Oh.. mungkin kamu pikir, Filipus kan bisa denger suara Tuhan. Tuhan tereak di telinganya. Malaikat bersinar dan mengepakkan sayapnya depan Filipus dan menyuruhnya berangkat. Filipus gak ada pilihan lain selain harus berangkat, lha wong ngeliat en ngedenger sendiri. Hehe, darimana kamu tau? Gimana kalo kamu salah? Apa betul suara malaikat atau suara Roh Kudus itu harus asli spesial pake telor kayak gitu?



Hah..? Apa..?

Kamu mungkin udah pernah denger suara itu mendesak kamu buat berbuat sesuatu. Kayak kalo temen kamu nyodok pake sikutnya ngedesek kamu buat bicara, .. ayo ngomong.. ayo!

Kamu ngajak temen kamu masuk kamar kos kamu. Pas dia masuk… kamu rasain suatu kebingungan di matanya, kesedihan di raut mukanya. Lesu. Kamu tau ada yang gak beres nih. Tapi biasanya kamu gak nanya. Tapi juga… ada dorongan Roh Kudus di hati kamu buat peduli dan lalu akhirnya bertanya.. apa yang terjadi sama kamu?

Kamu pulang kuliah. Kamu liat temen kamu abis dimarahin dosen gara-gara tugasnya ketinggalan. Temen-temen yang lain bilang.. untung bukan gua… untung tugas gua gak ketinggalan.. untung gua gak dimarahin dosen! .. tapi Roh Kudus membimbing kamu untuk berpikir.. Kasian ya… pasti sakit sekali dimarahin dosen! Lalu kamu deketin dia dan menghiburnya.

Hari minggu di gereja kamu liat ada orang negro celingak-celinguk sendirian. Minggu berikutnya dia ada lagi. Kata orang dia datang dari Afrika buat keperluan bisnis. Minggu berikutnya dia ada lagi en kamu ngenalin diri, dia bilang dia bukan orang Kristen tapi sangat terkesan pada ajaran Kristen dan ia ingin belajar lebih banyak lagi. Emhh… saat itu mungkin kamu cuman nyaranin dia buat baca Alkitab aja.

Tapi.. beberapa hari kemudian kamu berpikir… dan menyesal lantaran kamu kurang tegas sama dia. Kamu lalu cari kartu nama yang dia berikan, menelpon kantornya. Ternyata dia sudah berangkat ke bandara mo plang ke Afrika. Kamu langsung lari, ambil motor dan ngeeng!
Tiba di bandara kamu liat dia sedang duduk menunggu pesawat berangkat sambil membaca Alkitab yang ia pegang.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”.

“Bagaimana mungkin, kecuali ada orang yang menjelaskannya kepada saya.”.

Trus kamu menjelaskannya, seperti yang dilakukan Filipus. Orang negro itu mengerti, dan terus percaya… bahkan minta dibaptis. Ia menunda keberangkatannya.

Apa perlu kamu melihat sinar terang? Kamulah sinar terang itu.

Apa harus ada suara kedengaran? Kamulah suara itu.

Apa harus ada mukjizat? Kamu baru saja melakukannya. Seorang jiwa diselamatkan. Tepuk tangan riuh satu sorga. Kalo saja Alkitab ditulis jaman sekarang, kamu ada di pasal ke delapan Kisah Para Rasul ini!
(F! Disadur dari “Sebenarnya Namamu Bisa Juga Muncul di Alkitab”, Max Lucado)




Friday, February 1, 2008

MANA BISA MENANG?

Lawanku lagi ngedribble bola di depanku, emang susah sekali ngerebut bola dari dia waktu itu. Beberapa kali dia coba nyikut aku, alis matanya menajam… mulutnya komat-kamit ngata-ngatain aku, “AWAS, LU!” katanya nakut-nakutin, tapi aku bales, “Emang gue pikirin!” sambil aku halangi dia pas dia mo nge-shoot ke keranjang, AH… dapet! Bola ku dribble ke arah pertahanan lawan, ku over ke temenku, kini giliran dia berusaha keras.. sampai akhirnya bola di over dan shoot! MASUUUK!

Hidup anak-anak Tuhan di dunia gak jauh beda ama pertandingan. Kita harus berlatih dan berusaha sebaik mungkin untuk menang. Ulangi: Untuk Menang!
Huh! Emangnya gampang! Lawan kita itu raksasa-raksasa, tau! Atau kalo di pertandingan basket itu tiang-tiang listrik semua! Mana bisa menang?!

SUDAH MENANG
Cool-cool! Jangan sewot duluan. Ada yang kelewat: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN KEMENANGAN ITU BUAT KITA. Lalu ngapain kita susah-susah,man? Hei! Tuhan kita Yesus Kristus adalah Pelatih yang baik dan terbaik, IA selalu menyertai kita, memberi kita semangat.. so, setiap bangun tidur kita ada di zona latihan en berlatih tiap hari dengan sparing partner kita si iblis yang kita jadiin sasaran latihan agar kita pintar berperang en menang!

“..maksudnya hanyalah supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah dilatih berperang olah Tuhan.” (Hakim-hakim 3:2).

“..Sebab Tuhan Allahmu, DIAlah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu” (Ulangan 20:4).

So kenapa kita banyak yang gak menang?
“..berapa lama lagi kamu bermalas-malas sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan?” (Yosua 18:3)

Males. Itu dia masalahnya. Pergi! Raih kemenangan itu, berlatih, baca Firman, doa, beritakan Firman, tengking iblis, melayani Tuhan, kerja-kerja-kerja buat Tuhan dan buat jiwa-jiwa, dan kemenangan itu ada di tanganmu!

BUAT APA MENANG?
Menang. Menang…? Menang apaan maksud lo? Ya… menang melawan iblis dan yang terpenting: menang melawan diri sendiri, kedagingan, ego, ke’aku’an kita.

Buat apa kita menang… emang kalo menang kenapa gicu? Lo mo ngasih apa ma gua, istilahnya. Ada tiga tujuan kenapa kita harus menang lawan iblis dan diri sendiri.

Pertama ialah agar tubuh-jiwa-roh kita terhindar dari masalah yang tidak seharusnya kita alami sebagai akibat kekalahan kita, misalkan kekeringan rohani atau masalah-masalah lain gara-gara kita jatuh dalam kekalahan.

Kedua ialah berperang untuk menang adalah kesempatan kita untuk bertumbuh, kalo gak masuk dalam zona latihan or zona perang tiap hari, maka roh kita bakalan sulit bertumbuh, gak ada exciting-nya, rasanya adem ayem.., tenang, akhirnya kering dan lesu.

Ketiga kalo kita menang maka kita akan mengangkat tim kita (gerejaNya) dan tentunya memuliakan Pelatih kita, Yesus Kristus. Liat aja kalo tim basket menang pasti pelatihnya ikutan naek daun, ner-gak!?

“Barangsiapa menang ia akan Kududukan bersama-sama dengan AKU di atas takhtaKU, sebagaimana AKUpun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKU di atas takhtaNya.” (Wahyu 3:21).

Monday, January 21, 2008

PUTRA PETIR

Duar!
Gak tanggung-tanggung api Tuhan nyamber korban persembahannya.
Blas! Blas! Blas!
Dia potong semua leher keempatratuslimapuluh orang nabi-nabinya baal.
Wuzz! Wuzz! Wuzz!
Dia lari secepat kilat ngeduluin kereta kuda.
Siapa gerangan orang luar biasa ini? Superman? The Flash? Atau Gundala Putra Petir?

Namanya Elia, satu-satunya nabi Tuhan di jamannya. Tuhan menyertainya dan memberinya kuasa. Tapi simak man apa yang terjadi abis semuanya itu dia lakukan…, Elia kena stress berat! Cuman gara-gara si Izebel (baca Iiiih Sebel, hehe) si ketuanya nabi-nabi baal ngancem bakalan ngebunuh dia.

“Aduuuh, aku mati, is det, gim oper aja deh Tuhan!” tereak Elia sembari duduk di bawah pohon setelah seharian lari kabur lewatin padang gurun tandus.

AAHHH PUSYIIING! STRESSS!
Ujian gak lulus, bikin peer gak becus, pacar putus, temen-temen pada ketus, komputer kena virus, sendal digerogotin tikus, badan gak keurus, nonton pilem gak ada yang bagus, bikin telor dadar angus, .. eh tadi siang naek motor nabrak becak jadi kasus! Udahan aja deh!
Stress!! Stress!! Stress!!, semua orang pasti pernah ngalamin, membuat orang jadi mengasihani dirinya sendiri dan akhirnya berpikir kalo mati ialah cuman satu-satunya jalan, kayak Si Elia ini. Tapi jangan kuatir… kita bisa belajar dari Elia gimana dia ngatasin stressnya.

LANGKAH-LANGKAH
Coba kita liat pengalaman Elia di 1 Raja-Raja 19
1. Istirahat (ayat 5-8), Elia super sibuk jadi seksi sibuk ngurusin ampe kurus keadaan rohani bangsanya, tapi ia gak merhatiin keadaan dirinya sendiri. Coba berhenti sejenak dari segala kegiatan yang bikin kita stress, rasakan segarnya abis istirahat.



2. Makan (ayat 8), buat ngembaliin kekuatan fisik, kita perlu makan bergizi. Dan buat rohani kita perlu makanan rohani yang bergizi juga, yakni ngerenungin firman Tuhan.

3. Curhat (ayat 9), Tuhan nanya sama Elia, “ngapain kamu disini? Coba ceritakan apa yang bikin kamu resah…” gitu kira-kira.. lha lalu Elia curhat abis-abisan ama Tuhan. Tuhan peduli ama kita, DIA mau dengerin semua keluhan kita dan memahami permasalahan kita dan yang paling asyik DIA mau en mampu mengatasinnya. Selain itu kita juga bisa curhat sama orang yang kita percayain, kayak sahabat atau saudara seiman, pembina atau kakak rohani kita. Ini bakalan buat jiwa kita jadi lega.

4. Cari Kesegaran Pribadi bersama Tuhan (ayat 11-12), Elia mencari hadirat Tuhan dan di dalam angin sepoi dia menemukannya. Sejenak kita masuk dalam hadiratNya, rasakan ketenangan dalam berdiam diri di hadiratNya dan kita akan menemukan kesegaran pribadi yang akan menguatkan roh kita.

5. Back to Work! (ayat 13-16), abis curhat en masuk dalam hadiratNya, Elia dibilangin ama Tuhan: “Keluarlah dari mengasihani diri sendiri, tunaikan tugasmu (sebagai nabi)… engkau tidak sendiri dalam pelayananmu, AKU akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel..”. Abis itu Elia keluar dari gua stress itu en kembali melayani dan bekerja dan tau pasti kalo ia tidak sendirian.

So ngapain lama-lama stress? Kembali bekerja! Kembali melayani Tuhan! Layani jiwa-jiwa dan ikut ambil bagian dalam pekerjaanNya! (F!)


HOME

Saturday, January 12, 2008

DI SEBUAH PUB

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub.

“Hehe, hik!” si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, “..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!”

“Idih, gampang aja deng..” jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, “..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!”
“Caranya?”
si Iblis Bloon penasaran.
“ Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo’ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!”

“Hehe… zaman sekarang manusia emang gampang dibo’ongin..” Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, “..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepahitan, benci sama temannya, ortunya atau saudaranya, itu dosanya sama dengan membunuh! Coba aja baca di 1 Yohanes 3:15”.
“Ah elo, kayak yang suka baca alkitab aja! ..Glek-glek-glek” timpal si Iblis Teler sembari terus nenggak alkohol 100%.
“Euh.. ketinggalan lu! Kita harus hapal itu isi alkitab, nyong! Kita kan bisa puter balikin ayat-ayat alkitab itu buat nipu manusia.. biar mereka ragu kalo alkitab itu firman TUHAN atau bahwa YESUS itu TUHAN..”
“HEI! JANGAN SEBUT-SEBUT NAMA ITU!, saya jadi gemeter, nih!
“Ups… sori!”.

Sementara itu si anak ingusan tadi kelihatan sedang didekati oleh seorang wanita yang menawarinya sebuah pil. Apa daya, anak itu pun memakannya. Gedek deh!


“Hehehe.. betul juga cara elo, kalo manusia udah kena kekecewaan, udah gampang deh kita tunggangin, dia bisa marah, dia bisa males doa, males baca alkitab, dia bisa gampang kita arahin.. kayak anak ingusan yang tadi kita bawa ke sini” Ujar si Iblis Bawel yang dari tadi belum kelihatan bawelnya, “Tapi kalo gua lebih suka cara mutakhir..”
“Gimana tuh?” si Iblis Bloon penasaran lagi.
“Ya gua buat manusia nggak percaya adanya iblis.., mereka bilang iblis itu cuman dongeng buat nakut-nakutin anak kecil, dan pada akhirnya mereka juga bakalan bilang kalo TUHAN itu nggak ada. HAHAHA!”

Si Iblis Bencong mengernyitkan dahinya yang penuh bisul, lalu katanya sambil menepuk kening si Iblis Bawel “Hei, tapi caraku lebih jitu… aku buat manusia percaya kalo iblis itu ada yang baik, kayak aku deng!, hehe.. caraku berhasil kan, makanya keluar tuh Si Manis Jembatan Ancol, Jin dan Jun, Tuyul dan Mbak Yul, Jinny Oh Jinny, Casper, Aladin dan Jin Lampu, penyihir-penyihir bahenol di pilem Charmed, Spawn, The Crow, dll-dsb hehehe, padahal mana ada iblis itu baik, kita-kita kan jahat-jahat, bo!”

Si Iblis Bawel berusaha kembali berdiri gara-gara tadi jatuh ditepuk oleh si Iblis Bencong, katanya: “Oke deh.. gak ada cara yang paling jitu… semua bisa kita pake buat jerat manusia. Apa sih manusia.. TUHAN ciptain mereka itu kemampuannya lebih rendah dari kita-kita ini, mereka punya banyak kelemahan… kita bisa lihat mereka tapi mereka gak bisa lihat kita, dan kita bisa 24 jam mengintai mereka. Kalau mereka lagi lengah atawa buka celah, abis dah mereka. Tapi kadang gua suka pengen ketawa, banyak manusia merasa bisa mengalahkan kita, HUA HA HA HA ..MANA MUNGKIN!!!”

“KECUALI…”
teriak si Iblis Bloon berbisik.
“KECUALI APA?” bentak si Iblis Bawel sambil melotot, towew.. matanya keluar, plung. Si Iblis Teler yang sedang ketiduran gara-gara mabuk sampai kaget dan terlempar ke langit-langit.
“…kecuali mereka mengandalkan TUHAN buat melawan kita. Kalian tau kalo mereka sudah tunduk kepada TUHAN dan lalu mereka melawan kita, kita bisa K.O.! itu ada ayatnya di Yakobus 4:7”
“Betul.. aku paling benci-benci-benci deh kalo itu terjadi, roh mereka yang kecil itu tiba-tiba jadi gede kalo udah sama TUHAN, aku jadi gak ku-ku deket-deket sama mereka!”
, timpal si Iblis Bencong memoleskan lipstik di hidungnya.

Si Iblis Gembrot rada-rada ngerenung.., “itulah masalah saya, saya lagi ngintai satu anak, tapi ia selalu ada dalam hadirat TUHAN, saya gak bisa masuk.. bahkan deket aja susah. Ada si malaikat-malaikat ngelilingin dia, terus dia selalu jaga hidupnya dan pergaulannya, yang parah ialah dia ada kontak terus ama TUHAN, 24 jam.. nek! Saya jadi stress berat!”
“Wah-wah-wah… kalo gitu kamu harus kerja ekstra keras tuh, intai terus sampe dia lengah, kalo buka celah.. kita bawa temen-temen kita buat nyerbu!”
seru si Iblis Bencong.
“Susah! Dia udah jadi menara doa, kemanapun dia pergi hadirat Tuhan menyertainya. Udah gitu punya buanyak backing, dia bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mendukung dan mendoakan, saling menasehati dan menolong. Kelabakan deh kita!”

“Hei.. kita udah cerita cara-cara kita ngejerat manusia, bahkan kalo aku mau cerita cara-cara lainnya bisa-bisa blog ini gak muat bo! Nah sekarang kamu gimana.. dari tadi belum cerita caranya kamu!” Tanya si Iblis Teler yang masih nempel di langit-langit kepada si Iblis Bloon.
“Aku mah sederhana saja, aku biarin manusia tiap minggu ke gereja bahkan aku biarin mereka ikutan melayani pekerjaan Tuhan..”
“LHO KOK?” si Iblis Bencong, Iblis Bawel dan Iblis Gembrot kaget sampai-ampai ikutan menempel di langit-langit bertemu si Iblis Teler, “Halo.. apa kabar?” kata si Iblis Teler basa-basi.

Si Iblis Bloon dengan tenang mengambil minumannya dan meminumnya sampai habis, tapi lewat telinga, ..maklum bloon. “Ya, aku buat mereka cukup puas dengan cuman datang ke gereja tanpa rindu melayani TUHAN, mereka akan mudah berkompromi sama dosa, tidak mengikuti pesan-pesan TUHAN yang disampaikan hamba-hambaNYA bahkan mencemoohkannya. Boleh dia masuk hadirat Tuhan sewaktu-waktu, tapi jangan sampe terus dia ada di ”tempat tinggi”.
“BRAK!”
langit-langit pub itu rupanya gak kuat menahan para iblis, terutama si Iblis Gembrot. “Lalu bagaimana dengan orang yang kau biarkan melayani TUHAN? … ngek!” tanya si Iblis Teler yang kegencet sama si Iblis Gembrot.
“Aku biarkan dia melayani karena rutinitas, biar dia cukup puas sudah melayani, bahkan aku buat sibuk tanpa tuntunan dari TUHAN, aku buat saat teduhnya ancur, roh doanya melempem, aku buat dia selalu berbuat dosa dengan mengatakan gak bakalan apa-apa karena dia bisa terus minta ampun sama TUHAN, dan aku buat dia cuman sibuk dengan program organisasi tanpa ada belas kasihan sama jiwa-jiwa yang sudah kita “menangkan” hehehehe…!

“OKE BANGET!” teriak semua iblis disitu, “ternyata lo emang pinter, On!” (F!gF!)

home

Monday, January 7, 2008

TANPA GAGANG

Saya perhatiin gambar Yesus yang sedang mengetuk pintu, gambar ini sudah terkenal. Lho kok kenapa gak ada gagang atawa gerendel pintunya, ya?

Rupanya inilah gambaran bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sangat baik, sopan, lembut dan tidak memaksa. Pintu itu gak bisa dibuka dari luar tetapi harus dari dalam. Ketika Tuhan Yesus mengetuk pintu hati kita, DIA akan menunggu kita untuk membukakan pintu itu, DIA tidak mau mendobraknya. Pilihan kita sendiri, keputusan kita sendiri, untuk mengundang DIA masuk dan mengajakNYA tinggal hidup dalam kita, membina hubungan yang intim denganNYA.

Ketika manusia diciptakan, ia diciptakan dengan hubungan yang intim dan baik dengan Tuhan. Tetapi ketika ia jatuh dalam dosa, hubungan itu terputus. Manusia tidak dapat menghampiri Tuhan dan tidak dapat masuk dalam kerajaanNYA.

Untung Tuhan adalah Tuhan yang berinisiatif, IA turun ke dunia menjadi serupa dengan manusia agar bisa kembali menebus manusia dari dosa untuk memulihkan hubungan itu, karena-tentunya-IA sangat rindu kepada kita, manusia.

Kini tinggal bagian kita untuk meresponi inisiatif dan kasihNYA. Maukah kita membuka pintu bagiNYA, atau membiatkanNYA di luar dan akhirnya pergi?

Yesus, aku mengakui bahwa aku orang berdosa, upah dosa adalah maut, dan dosa membuat aku tidak dapat berhubungan denganMU. Aku mengakui ENGKAU Yesus telah mati bagiku untuk menebus segala dosa-dosaKU sehingga ENGKAU dapat tinggal dalamku dan aku dalamMU. Masuklah dalam hatiku dan jadialah tuan rumah dalam hidupku, selamanya.
Dalam nama Yesus, Amin.