Showing posts with label MY DAY. Show all posts
Showing posts with label MY DAY. Show all posts

Sunday, May 18, 2008

PARAH!!!!

Mia, ponakan saya lagi ikut ujian akhir nasional (uan) di SDnya minggu lalu. Di hari pertama ujian, dia ditawari secarik kertas bocoran dari temannya. Katanya bocoran itu dia dapet dari salah satu guru di situ lantaran takut SDnya dapet malu kalo murid-muridnya gak lulus semua!

Mia sejak kecil dididik ortunya (kakak saya) untuk memegang prinsip. Salah satunya adalah untuk jujur dan belajar sungguh. Dan saya salut sama ponakanku yang satu ini, dengan yakin dia menolak kertas bocoran itu dan berkata, “Kalo saya nyontek, buat apa saya bangun subuh-subuh untuk belajar selama ini?”. Standing Applause! Anak SD udah punya integritas tinggi! Sayapun memberi tambahan semangat padanya, “Mia, sekalipun nanti nilai Mia mungkin lebih rendah daripada temen-temen Mia yang lain, justru Mia harus bangga!” Dan dia membuktikan nilainya bagus-bagus tanpa harus ikut korupsi!

Hati ini sedih. Pantes aja negara ini penuh dengan koruptor, karena sewaktu kecil mereka sudah dididik untuk menjadi seorang koruptor. Tanpa sadar. Dan ini dilakukan oleh orang-orang tua dan guru-guru kita. Kok bisa?


Saya mampir di pameran perpisahan anak TK di sebuah sekolah ternama. Disitu dipajang ‘hasta karya’ anak-anak TK. Ada telur dihias pita, ada lukisan krayon, dsb. Saya mengernyitkan dahi. Ada beberapa karya yang memang terlihat seperti karya anak TK, tapi banyak diantaranya tidak mungkin dibuat oleh anak TK! Masa ada karya model rumah dari kayu dengan furniture detil! Satu lagi… ada lukisan monalisa mirip banget sekalipun dari krayon! Siapa lagi yang bikin kalo bukan ortunya (or sodaranya). Sejak kecil kita terbiasa untuk mementingkan nilai raport dan apa kata orang dibanding ‘belajar’. Gapapa hasta karya dibikinin ortu yang penting bagus. Gapapa pe-er dikerjain kakak yang penting lulus. Dan kita belajar untuk curang sejak kecil.

Monday, May 5, 2008

TAKUT SINGA

Suatu hari minggu, si Koko (Jeremy, keponakanku, 5 tahun) menghampiriku dan bertanya, “Pepeh (nama panggilanku di rumah), Pepeh takut nggak sama singa?”.
“Kalo singa kartun sih nggak!”
jawabku bercanda.
“Bukan, singa beneran!”
“Kalo di kebon binatang sih nggak”
“Nggak…, singa di hutan!!”
“Oh, ..ya… takut lah!”
Lalu dia mengambil permen KISS dan memberikannya padaku, di balik bungkus permen itu ada tulisan “Jangan Takut”.

“Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" (Ratapan 3:57)

Tuesday, December 4, 2007

SUSAH BUANG POOP

Sori kalo cerita berikut rada-rada jorok, tapi saya pengen kita belajar dari seorang anak kecil.

Beberapa hari yang lalu, keponakanku yang namanya Jeremy, umur 5 tahun, sakit dan susah buang air besar. Suatu pagi, sambil jongkok di kloset, dia harus berteriak-teriak karena poopnya keras en gak bisa keluar. Seluruh keluarga rada panik. Sambil menenangkan dia, ibunya (kakakku) menasehati Jeremy untuk tenang dan berdoa minta Tuhan Yesus tolong dia. Akhirnya Jeremy sambil jongkok menundukkan kepalanya dan melipatkan tangannya, dia berdoa. Entah apa yang dia doakan, beberapa detik kemudian... 'brusssskkk', keluarlah yang ditunggu-tunggu dengan lancar. Dan semua keluarga besar bertepuk tangan!

Siangnya, si Jeremy ditanya sama ibunya, "Koko (begitu dia dipanggil di rumahnya), mengalami keajaiban Tuhan ya tadi pagi?". Sambil tersenyum dia mengangguk.