A BRIGHT FUTURE FOR A BRIGHT GENERATION
By Sidney Mohede
Hey everyone, how is your vacation?? Ehm, udah libur ato belum sich? Well, udah sebulan lewat setelah GFresh edisi yang lalu dimana kita berbicara tentang masa depan! Okay, seperti yang kubilang waktu itu, ‘lakukanlah yang terbaik hari ini dan itu akan membawa dampak yang luarbiasa bagi masa depan kita!’ Jadi, apa yang sudah kalian lakukan hari ini? Banyak? Belum terlalu banyak? Hmm.. okay then... –smile-
Aku menemukan banyak anak-anak muda yang ‘takut’ untuk menghadapi masa depan mereka. Dengan berbagai macam alasan mereka ragu-ragu untuk melangkah menuju masa depan mereka. Memang sich, waktu aku masih muda, the ‘future’ seems so scary at times. Wah, yang namanya berjalan menuju sesuatu yang masih agak kabur itu memang bisa menakutkan. It’s called the fear of the unknown. Tetapi, selama kita berjalan menuju masa depan kita bergandengan tangan dengan Tuhan, aku yakin bahwa Ia sanggup melakukan hal-hal yang lebih dahsyat dari apa yang kita bayangkan atau pikirkan! (Just look at my life!! –smile-)
Ada beberapa hal yang kupelajari tentang berjalan menuju masa depan kita. Yang pertama adalah HOPE (Pengharapan). Pengharapan adalah visi kita untuk masa depan dan ekspektasi kita untuk segala sesuatu yang baik dalam kehidupan kita. Impian dan visi-visi kita adalah ‘blueprints’ atau peta/landasan dalam perjalanan kita menggapai masa depan. Yang kumaksud adalah ini, pada waktu aku masih muda aku mempunyai impian untuk memberikan talenta musikku untuk Tuhan. Bahkan ada ‘mimpi-mimpi’ dan visions yang membuat aku terbakar untuk lebih lagi memberikan yang terbaik bagi Dia, terutama dalam bidang musik.
Suatu hari ada seorang hamba Tuhan dari Washington yang memberitahukan kepadaku tentang ‘penglihatan’ yang dia lihat pada saat dia sedang mendoakan aku. Hamba Tuhan ini ‘melihat’ aku sedang berdiri with a guitar in my hands di atas sebuah panggung di tengah-tengah lapangan stadion dan ada ribuan anak-anak muda sedang menyembah Tuhan bersama-sama denganku. Now listen to this, ini terjadi lebih dari 11 tahun yang lalu!! Pada saat itu aku masih ada di Amerika dan baru saja bertobat! Namun ‘visi’ itu tertanam dan telah menjadi ‘peta’ dalam kehidupanku untuk berjalan menuju masa depanku. Now, mungkin banyak dari kalian yang akan berkata, “Yach, itu kan kamu Sid, Tuhan nggak memperlihatkan apa-apa tuch ama aku!”. Ehm, gini deh... Coba kita lihat Alkitab kita. Kalau kita teliti baik-baik, Tuhan sangat senang untuk memberitahukan kepada kita ‘masa depan’ kita (atau tujuan kita). Dari Abraham (“Engkau akan menjadi Bapa bangsa-bangsa), Musa (“Engkau akan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir”), murid-murid Yesus (“Engkau akan menjadi penjala-penjala jiwa”), Yusuf , Daud, Esther, Rasul Paulus dan masih banyak yang lain! Tuhan sangat ingin memberitahukan rencanaNya dalam kehidupan kita. The problem is, kebanyakan dari kita nggak mendekat kepadaNya untuk bertanya tentang masa depan kita. He is a God who loves to reveal His purposes in our lives! So, sudah waktunya untuk kita mendekat kepadaNya dan berharap kepadaNya. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari dikatakan begini dalam Mazmur 37:4, “Carilah kebahagiaanmu didalam Tuhan, dan Ia akan memuaskan keinginan hatimu.” Wowwww...
Hal berikutnya yang kupelajari tentang berjalan menuju masa depan kita adalah tentang FAITH (Iman). Banyak dari kita yang tidak beranjak dari hope menuju kepada faith (iman). Iman adalah hal yang dapat mengubah pengharapan dan impian kita menjadi kenyataan! Tida cukup kita hanya sekedar berharap untuk menjadi sukses, atau menaruhkan pengharapan kita untuk masa depan, namun pada saat kita ‘melatih’ iman kita itulah impian dan visi kita menjadi kenyataan. And how do we do that? Dengan membuat Tuhan kita menjadi BESAR dalam kehidupan kita! Kita harus membesarkan iman kita dengan ‘membesarkan’ Tuhan di mata kita! Berhentilah menceritakan kepada Tuhan betapa besarnya gunungmu, tetapi mulailah bercerita kepada gunungmu tentang betapa besarnya Tuhanmu!! Apa yang kita hadapi dalam perjalanan kita menuju ke masa depan kita, segala kesusahan, masalah, pergumulan, dsb, tidak ada bandingnya dengan KEBESARAN Tuhan kita! Pada saat kita memfokuskan mata kita kepada kedahsyatan Tuhan kita, pergumulan-pergumulan kita akan menjadi sangaaat kecil, bukan? “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31). Kita yang harus berubah, bukan Tuhan kan? Kita harus melihat diriNya dan apa yang Dia sanggup lakukan dalam kehidupan kita! Pada saat kita melihat betapa besarnya Tuhan kita, saat itulah iman kita bertumbuh, dan dalam sekejap, keragu-raguan kita akan masa depan kita hilang. Segala hal yang telah direncanakan Tuhan dalam diriku hanya bisa terjadi pada saat aku mempunyai iman bahwa hal-hal itu akan digenapi. It’s our choice then, isn’t it?
Dan hal terakhir yang kupelajari adalah tentang OBEDIENCE (Ketaatan). Pada saat kita mendengarkan firmanNya, berharap akan masa depan kita dan melangkah dengan iman, kita harus belajar untuk taat kepada perintah-perintahNya. Hmmmm... tahap inilah yang banyak generasi muda mundur! Kita kan jago dalam berharap, bahkan bersedia untuk memperbesar iman kita! Namun pada saat kita diminta untuk ‘taat’ dan tunduk akan firmanNya, kita langsur menciut dan mundur! (Don’t worry, aku juga kayak begitu juga koq kadang-kadang.. hehehe) But think about it, bukankah Dia yang ‘mendesain’ dan merancang kita? Bukankah Tuhan lebih mengetahui langkah-langkah yang terbaik untuk kita? Pada saat Yesus menyuruh Simon Petrus untuk melemparkan jalanya ke tempat yang lebih dalam (baca di Lukas 5), Petrus bisa saja berpikir, “Hey, kan gue yang nelayan, semestinya GUE yang tau lebih banyak tentang dimana gue harus menangkap ikan!! Memangnya dia ini siapa???” But you see, pada saat Petrus TAAT, saat itulah mukjizat terjadi. Tujuh tahun yang lalu, aku mentaati Tuhan untuk pulang ke Indonesia setelah lebih dari satu dekade tinggal di Amerika. It was a scary step, because I did not know what to expect. Sure, aku mempunyai pengharapan, dan imanku saat itu sedang bertumbuh, namun jika tujuh tahun yang lalu aku tidak taat terhadap suaraNya, aku tidak akan berada di posisiku saat ini dan aku akan kehilangan kesempatan untuk mewujudkan rencanaNya dalam hidupku. Right? Apa yang kita lakukan hari ini dan apa yang kita putuskan hari ini, itulah yang akan menentukan hari-hari di depan kita. Hey, masa depan kita sangat cerah!! So let’s keep putting our HOPE in Him, and grow in our FAITH, as we OBEY Him in reaching our future! Aku rindu melihat generasi ini berkilau dan menjadi terang dan contoh bagi orang-orang di sekeliling mereka! Let us make history in Indonesia and the world! Sampai jumpa bulan depan!!
In Him,
Sidney Mohede
Showing posts with label gaya hidup. Show all posts
Showing posts with label gaya hidup. Show all posts
Saturday, May 22, 2010
Wednesday, March 31, 2010
Sakit Hati (2)
Pernah nggak, kalian ngalamin sesuatu yang sebenarnya nggak gede-gede amat, cuma bikin bete banget?!
Misalnya kamu (cowok) datang ke sekolah turun dari mobil boxer bokap Terus melenggang dengan pe-de banget di depan segerombolan cewek, tapi tiba-tiba mereka 'ngakak' abis sampai nangis-nangis. Padahal kamu tuh udah pe-de banget dan merasa nggak ada yang lucu yang perlu diketawain. Kenapa ya? Eeehhh ... ternyata kamu baru sadar ristleting celana kamu terbuka lebar, lupa ditutup, sampai merk 'meok'-nya terlihat jelas.
Atau misalnya kamu (cewek) suka sama ketua kelasmu yang guantengnya minta ampun, seperti Brad Pitt campur Jacky Chan. Sampai-sampai kalo dia lewat depan kamu, bolpen yang lagi dipegang bisa jatuh tanpa sadar. Pokoknya kamu naksir berat deh! Terus kamu mulai curhat sama sohib dekat yang ada di kelas lain. Dan waktu ditunjukkin orangnya, ternyata tanpa kamu tau dia juga naksir sama tuh cowok. Eeeehhh...tau-taunya sebulan kemudian sohib kamu jadian sama cowok yang kamu taksir itu! Dan kamu jadi sakit hati en musuhan deh sama sohib dekatmu itu!
Pengalaman-pengalaman kayak gitu, sebetulnya hal yang biasa terjadi, bisa terjadi bahkan sangat mungkin kamu pernah merasakan yang namanya sakit hati. Dan banyak lagi pengalaman-pengalaman menyakitkan atau bikin be-te, yang mungkin nggak bakalan bisa kamu lupain deh, sampai kapanpun juga! Dan kalo inget-inget lagi kejadian itu, ... SAKIT HATIIIIII banget deh!
SAKIT HATI?! Apa betul nggak bakalan mungkin bisa kita lupain?!
Eh tau nggak?! Everything comes to go! Segala sesuatu tuh datang untuk kemudian pergi! Nggak ada sesuatu di kolong langit ini yang datang, tidak untuk pergi. Kita dilahirkan, hidup untuk kemudian meninggal. Kecantikan datang untuk kemudian pergi. Sukacita datang lalu kemudian bisa pergi lagi.
Musim hujan datang kemudian pergi dan diganti musim kemarau. Itulah sebabnya Pengkhotbah menulis "untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya". Sama halnya dengan "Sakit Hati"!
Sakit hati datang untuk pergi! Setiap orang pasti pernah mengalami sakit hati. Sebagian dari kita mungkin udah nggak lagi, tapi mungkin masih ada juga yang tetap menyimpan sakit hati ini. Tau nggak bahaya dari sakit hati ini? Kita akan menderita "KELUMPUHAN" secara rohani!
Hati melibatkan perasaan. Dan perasaan merupakan bagian dari jiwa (soul). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan dan kehendak yang kemudian menggerakan tubuh. Ketika perasaan kita terluka, berarti jiwa kita terguncang. Orang yang jiwanya terguncang hanya akan memfokuskan pada masalahnya saja. Seluruh daya (kekuatan) akan tersedot ke dalam masalahnya. Dan akibatnya, mungkin orang tersebut akan nangis terus karena masalahnya yang dia terus pikirkan. Atau bahkan bisa putus asa dan merasa sudah tidak mungkin ada jalan keluar. Sangat mungkin berakibat bunuh diri.
Nah, orang yang jiwanya terluka ini sulit sekali untuk bisa Tuhan pakai. Karena fokus mereka hanya pada 'luka' dalam jiwanya. Mereka akan sangat sulit untuk dapat berdoa. Pikirannya akan terus menyeret dia untuk memikirkan 'luka' itu. Rugiii benerrr!
Gimana mungkin dia bisa memikirkan untuk berdoa buat orang lain, melayani orang lain, dll, kalo dia sendiri nggak beres hatinya? Intinya, pasti nggak siap deh untuk dijadikan "GOD’s Youth Army" diakhir jaman. Gimana bisa berperang? Mereka sedang terluka.
So, karena itu hati-hatilah dengan sakit hati. sangat buruk untuk pertumbuhan kerohanian kita. Tapi ingat, sekali lagi, sebetulnya sakit hati datang untuk pergi! Tuhan mengajar kita untuk 'melupakan yang telah lalu dan mengarah pada tujuan yang akan datang'. Jangan fokuskan jiwa kita pada sakit hati di masa lalu. Biarkan yang lama berlalu, karena sesungguhnya yang baru sudah datang! (SL)
Misalnya kamu (cowok) datang ke sekolah turun dari mobil boxer bokap Terus melenggang dengan pe-de banget di depan segerombolan cewek, tapi tiba-tiba mereka 'ngakak' abis sampai nangis-nangis. Padahal kamu tuh udah pe-de banget dan merasa nggak ada yang lucu yang perlu diketawain. Kenapa ya? Eeehhh ... ternyata kamu baru sadar ristleting celana kamu terbuka lebar, lupa ditutup, sampai merk 'meok'-nya terlihat jelas.
Atau misalnya kamu (cewek) suka sama ketua kelasmu yang guantengnya minta ampun, seperti Brad Pitt campur Jacky Chan. Sampai-sampai kalo dia lewat depan kamu, bolpen yang lagi dipegang bisa jatuh tanpa sadar. Pokoknya kamu naksir berat deh! Terus kamu mulai curhat sama sohib dekat yang ada di kelas lain. Dan waktu ditunjukkin orangnya, ternyata tanpa kamu tau dia juga naksir sama tuh cowok. Eeeehhh...tau-taunya sebulan kemudian sohib kamu jadian sama cowok yang kamu taksir itu! Dan kamu jadi sakit hati en musuhan deh sama sohib dekatmu itu!
Pengalaman-pengalaman kayak gitu, sebetulnya hal yang biasa terjadi, bisa terjadi bahkan sangat mungkin kamu pernah merasakan yang namanya sakit hati. Dan banyak lagi pengalaman-pengalaman menyakitkan atau bikin be-te, yang mungkin nggak bakalan bisa kamu lupain deh, sampai kapanpun juga! Dan kalo inget-inget lagi kejadian itu, ... SAKIT HATIIIIII banget deh!
SAKIT HATI?! Apa betul nggak bakalan mungkin bisa kita lupain?!
Eh tau nggak?! Everything comes to go! Segala sesuatu tuh datang untuk kemudian pergi! Nggak ada sesuatu di kolong langit ini yang datang, tidak untuk pergi. Kita dilahirkan, hidup untuk kemudian meninggal. Kecantikan datang untuk kemudian pergi. Sukacita datang lalu kemudian bisa pergi lagi.
Musim hujan datang kemudian pergi dan diganti musim kemarau. Itulah sebabnya Pengkhotbah menulis "untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya". Sama halnya dengan "Sakit Hati"!
Sakit hati datang untuk pergi! Setiap orang pasti pernah mengalami sakit hati. Sebagian dari kita mungkin udah nggak lagi, tapi mungkin masih ada juga yang tetap menyimpan sakit hati ini. Tau nggak bahaya dari sakit hati ini? Kita akan menderita "KELUMPUHAN" secara rohani!
Hati melibatkan perasaan. Dan perasaan merupakan bagian dari jiwa (soul). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan dan kehendak yang kemudian menggerakan tubuh. Ketika perasaan kita terluka, berarti jiwa kita terguncang. Orang yang jiwanya terguncang hanya akan memfokuskan pada masalahnya saja. Seluruh daya (kekuatan) akan tersedot ke dalam masalahnya. Dan akibatnya, mungkin orang tersebut akan nangis terus karena masalahnya yang dia terus pikirkan. Atau bahkan bisa putus asa dan merasa sudah tidak mungkin ada jalan keluar. Sangat mungkin berakibat bunuh diri.
Nah, orang yang jiwanya terluka ini sulit sekali untuk bisa Tuhan pakai. Karena fokus mereka hanya pada 'luka' dalam jiwanya. Mereka akan sangat sulit untuk dapat berdoa. Pikirannya akan terus menyeret dia untuk memikirkan 'luka' itu. Rugiii benerrr!
Gimana mungkin dia bisa memikirkan untuk berdoa buat orang lain, melayani orang lain, dll, kalo dia sendiri nggak beres hatinya? Intinya, pasti nggak siap deh untuk dijadikan "GOD’s Youth Army" diakhir jaman. Gimana bisa berperang? Mereka sedang terluka.
So, karena itu hati-hatilah dengan sakit hati. sangat buruk untuk pertumbuhan kerohanian kita. Tapi ingat, sekali lagi, sebetulnya sakit hati datang untuk pergi! Tuhan mengajar kita untuk 'melupakan yang telah lalu dan mengarah pada tujuan yang akan datang'. Jangan fokuskan jiwa kita pada sakit hati di masa lalu. Biarkan yang lama berlalu, karena sesungguhnya yang baru sudah datang! (SL)
Tuesday, March 30, 2010
Sakit Hati!
BUK! BUK! WADAOWW!
Jempol kejepit pintu! Muka kejedot kaca! Duren jatuh di atas kepala! Telinga melepuh, gara-gara lagi asyik nyetrika eh handphone juga bunyi, langsung dihalo-in aja pake sterika! Kesandung batu dan menginjak tanaman kaktus!
Sakitnya bukan sakit lagi! Tapi sakit banget deh! Oke, itu sakit badan/fisik.
Tapi giliran hati disakiti, tertusuk, tercabik-cabik, dan terluka, banyak yang anggap remeh. Padahal ini bukan sekedar masalah rohani, tapi berakibat fatal pada tubuh dan jiwa juga. Bunuh diri termasuk pilihan yang diambil waktu hatinya tidak terobati. Iiih..ngeriii!
JANGAN ANGGAP REMEH!
Otak manusia terdiri dari bilyunan saraf dengan ratusan akson, yang semuanya tersusun jadi satu. Apa saja yang kita lakukan dan pikirkan, itu terjadi dengan cara menghubungkan berbagai saraf dengan ujung-ujung akson dan mengirimkan rangsangan listrik yang sangat ringat. Tapi, hebatnya Tuhan, nggak ada satu ujung akson pun yang saling bersentuhan. Soalnya, semua hubungan ‘kerja’ itu dibuat dengan tetesan mikroskopis dari cairan otak yang elektrolitis, yaitu serotonin dan zat kimia lain.
Wah, penting banget dong, yang namanya cairan serotonin! Tanpa cairan ini, nggak ada hubungan! Artinya nggak ada pikiran atau tindakan. So, banyaknya serotonin yang tersedia bagi otak sangat menentukan tingkat energi, motivasi, kemampuan mengingat, kemampuan berkonsentrasi pada pelajaran sekolah atau apa aja yang sedang kita usahakan untuk konsentrasi. En listen to this: serotonin juga secara langsung mengontrol kebahagiaan yang kita rasakan.
Kalo jumlah serotonin berkurang, kita akan jadi makin malas, mudah marah, depresi, ingin bunuh diri, putus asa, dipenuhi rasa bersalah, kesepian, mengkritik diri sendiri dan orang lain, dan menarik diri dan orang lain. Kita akan semakin rentan sama SAKIT EMOSIONAL, terutama waktu baru bangun tidur di pagi hari.
Singkatnya, tanpa serotonin yang cukup, kita nggak bisa berprestasi dengan baik, bahkan tidak bahagia dan jadi depresi. Jadi, zat kimia bernama serotonin ini benar-benar penting, seperti mobil yang butuh bensin.
CARA MEMPERBANYAK SEROTONIN
Hush, ini bukan pelajaran biologi, guyz! Tapi informasi penting!
Serotonin dibentuk dari zat kimia alami dari makanan yang disebut tryptophan. Ini bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging atau produk susu bersamaan dengan karbohidrat dan Vitamin B6. Oya, makan pisang tiap hari itu bagus banget, soalnya pisang menyediakan nutrisi yang sangat baik untuk pembentukan serotonin. Pisang mengandung tryptophan dan vitamin B6.
Pantes aja, nggak ada monyet yang depresi atau bunuh diri. Monyet selalu happy, bergelantungan, berayun-ayun di pohon. Makannya pisang all the time, sih!
CARA MENGURANGI SEROTONIN
Alkohol, rokok, dan narkoba sangat berpotensi menurunkan tingkat serotonin di otak. Kurang tidur apalagi. Ck..ck..ck.. ortu kita benar-benar dikasih hikmat sama Tuhan. Makanya jangan bete aja, kalo dilarang begadang atau tidur terlalu malam! Kalo dibilangin jangan minum bir, ngerokok, apalagi nge-drugs, itu semua benar-benar punya alasan yang kuat untuk dihindari! Bukan cuma merugikan rohani, tapi fisik juga bisa hancur gara-gara ginian!
Penting banget untuk memperhatikan hal-hal kesehatan, nggak cuma hal rohani aja. Kudu seimbang, amin? Bayangin dong, kita mau melayani Tuhan tapi dengan fisik yang kekurangan gizi, gimana bisa maksimal? So, mulai deh dengan makan yang seimbang dan mengatur jadwal yang baik supaya bisa tidur cukup. Tubuh kita juga bait Allah yang kudu dipelihara, setuju?
SEMUA PERCUMA, KALO…
Boleh-boleh aja makan daging kalkun, roti, dan pisang sebanyak-banyaknya…Bisa aja kita berusaha sekuat tenaga supaya serotonin jadi banyak. But, do you know…selama kita menyimpan dendam, kita akan TETAP KEKURANGAN SEROTONIN!!
DENDAM= sakit hati, kecewa, kepahitan, benci, rasa bersalah, keinginan membalas, kemarahan yang terpendamLebih dari 90% dari ribuan depresi disebabkan karena menyimpan penyakit hati. Hey, nggak ada dendam yang bermanfaat! Nggak ada sakit hati yang bikin sehat! Nggak ada kepahitan yang lucu! Nggak ada kebencian yang menyenangkan! SEMUA MERUGIKAN!!! JANGAN DISIMPAN, GUYZ!
Soalnya, begitu kita simpan dendam sedikiiiit aja, persediaan serotonin kita akan langsung berkurang dan depresi pun muncul kita. Akibatnya, kita terserang sakit kepala –bahkan kadang migran. Serotonin dalam aliran darah melekat pada reseptor tertentu di pembuluh darah. Ini menyebabkan pembuluh darah kita membengkak atau mengerut. Timbul deh sakit kepala! Jadi selama kita masih marah pada diri sendiri, benci sama Tuhan, sakit hati sama teman, otomatis kita tetap akan mengeluarkan serotonin dan menjadi depresi! Mau makan 1000 buah pisang sekalipun, nggak ada efeknya! Serotonin terus berkurang selama dendam masih ada. (anakmuda.net)
Monday, March 8, 2010
5 Tanda Konsep Diri Negatif
AKIBAT GAMBAR DIRI RUSAK
Menurut William D. Brooks dan Philip Emmert (1976:42-43) ada lima tanda konsep diri negatif.
- Pertama, ia peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan terhadap kritik yang ditrimanya, dan mudah naik darah. Bagi orang ini, koreksi sering kali dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. Dalam komunikasi, orang yang memiliki konsep diri negatif cenderung menghindari dialog terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai justifikasi atau logika yang keliru.
- Kedua, responsif sekali terhadap pujian. Walaupun ia mungkin berpura-pura menghindari pujian, ia tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya pada waktu menerima pujian. Buat orang-orang yang seperti ini, segala macam embel-embel yang menunjang harga dirinya menjadi pusat perhatiannya.
- Ketiga, bersamaan dengan kesenangannya terhadap pujian, mereka pun bersikap hiperkritis terhadap orang lain. Ia selalu mengeluh, mencela, atau meremehkan apapun atau siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain.
- Kelima, bersikap pesimis terhadap kompetisi seperti seperti terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. Ia menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya.
Rumus yang dipakai selama ini, yang merupakan tipu daya iblis, adalah: Harga diri = Prestasi + Pendapat orang lain. (anakmuda.net)
Menurut William D. Brooks dan Philip Emmert (1976:42-43) ada lima tanda konsep diri negatif.
- Pertama, ia peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan terhadap kritik yang ditrimanya, dan mudah naik darah. Bagi orang ini, koreksi sering kali dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. Dalam komunikasi, orang yang memiliki konsep diri negatif cenderung menghindari dialog terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai justifikasi atau logika yang keliru.
- Kedua, responsif sekali terhadap pujian. Walaupun ia mungkin berpura-pura menghindari pujian, ia tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya pada waktu menerima pujian. Buat orang-orang yang seperti ini, segala macam embel-embel yang menunjang harga dirinya menjadi pusat perhatiannya.
- Ketiga, bersamaan dengan kesenangannya terhadap pujian, mereka pun bersikap hiperkritis terhadap orang lain. Ia selalu mengeluh, mencela, atau meremehkan apapun atau siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain.
- Keempat, cenderung merasa tidak disenangi orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan. Karena itulah ia bereaksi kepada orang lain sebagai musuh, sehingga tidak bisa melahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan. Ian tidak akan pernah mempersalahkan dirinya, tetapi akan mengangap dirinya sebagai korban dari sistem sosial yang tidak beres.
- Kelima, bersikap pesimis terhadap kompetisi seperti seperti terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. Ia menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya.
Rumus yang dipakai selama ini, yang merupakan tipu daya iblis, adalah: Harga diri = Prestasi + Pendapat orang lain. (anakmuda.net)
Saturday, March 6, 2010
Harga Diri (Gambar Diri)
Harga Diri Menurut Ukuran Manusia
A. Penampilan
“Eh, gue nggak punya duit nih buat makan. Gue bisa pinjem duit loe ye…, soalnya gue kemaren habis beli baju. Keren abis, bo! Gue nggak tega ngeliat tuh baju mejeng sendirian. Gue kan baik! Hehehe!#*$??”
Pernah nggak denger komentar diatas? Masalah beginian nih paling kerasa dikalangan anak yang nge-kost. Tidak semuanya sih. Ada juga kok yang mampu bertanggung jawab atas uang bulanan yang dikirimin orangtuanya, tapi ada juga sebagian yang tidak bisa ngatur keuangannya. Sebenarnya mereka gak butuh-butuh amat dengan barang atau pakaian atau aksesoris lainnya. Tapi itu harus dibeli karena menurut mereka semuanya itu akan menaikkan harga diri mereka. Kata mereka sih “Demi gengsi, man!”
Ada istilah BKAK (Biar Kecekek (tercekik -red) Asal Keren), biarpun ukuran bajunya nggak enak dipake, tapi demi gaya tetep dipake juga. Di antara suku Minahasa di Sulawesi Utara, ada pepatah yang lumrah yang bunyinya: “Biar kalah nasi asal jangan kalah aksi.” Artinya, biar kelaparan yang penting gaya tetep OK. Pepatah tersebut memberikan gambaran bahwa kebutuhan pribadi bisa jadi bersumber dari penampilannya. Orang-orang yang sangat mementingkan penampilannya biasanya selalu menjadi korban iklan. Pengennya semua dicoba. Mereka akan puas setelah berhasil membeli atau mendapatkan apa yang menjadi keinginan hatinya. Barang yang semula sangat diinginkan biasanya tak lama kemudian menjadi barang usang, karena udah nggak model lagi. Biasanya sih orang-orang yang seperti ini sangat boros dan tak segan-segan ngeluarin uang banyak untuk merubah penampilannya.
B. Pandangan masyarakat
“…., nanti apa kata orang? Kan malu kalau semua orang tau!”
Setiap kita tidak akan pernah lepas dari penilaian orang lain. Setiap gerakan, aktivitas, bahkan penampilan kita selalu ditanggapi oleh orang-orang disekitar lingkungan kita. Mereka itu bisa keluarga sendiri, teman-teman, atau tetangga kita. Penilaian masyarakat akan menentukan apakah kita pantas diterima/dihormati atau tidak. Bila nilai kita buruk dimata masyarakat, biasanya diberi cap ’sampah masyarakat’. Tentunya tidak ada yang mau membawa cap ini dalam hidupnya. Setiap orang ingin dihormati. Dan untuk mendapatkan kehormatan ini, orang akan melakukan apa saja, bahkan bertindak secara berlebihan untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat. Mereka cenderung berbohong untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.
Dalam adat suku batak ada yang dikenal dengan upacara mangokkal holi. Itu loh, upacara penggalian kuburan nenek moyang, lalu tulangnya dibersihkan dan ditempatkan di suatu ruangan lain yang berbentuk tugu atau bangunan kecil seperti rumah. Dalam bangunan itulah dikumpulkan tulang-tulang nenek moyang mereka dari beberapa generasi. Untuk upacara ini dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Bisa jutaan bahkan puluhan juta. Biasanya keluarga/keturunan yang bisa ngadain upacara mangokkal holi, dianggap terpandang oleh masyarakat. Semakin besar dan mahal pestanya semakin terhormatlah mereka dan ini membuat harga diri keluarga yang menyelenggarakan naik.
Contoh lain seperti hukum adat di Suku Bugis Makasar, Sulawesi Selatan, yang disebut hukum Siri. Kata Siri dalam bahasa Indonesia berarti malu. Salah satu contoh penerapan hukum Siri ini adalah bilamana seorang pria menolak atau tidak bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap sang gadis. Keluarga pihak wanita dapat melakukan tindakan untuk mengambil nyawa si pria itu karena perbuatannya membuat keluarga wanita malu. Bagi suku ini, secara umum, harga diri terletak pada pandangan masyarakat yang baik terhadap mereka.
C. Pendidikan
“Rajin-rajinlah belajar biar jadi orang yang berhasil. Kalau kamu udah jadi sarjana atau insinyur, kan orang tuamu bisa bangga punya anak seperti kamu!”
Nasihat orang tua model beginian sudah sering kita dengar. Orang tua sangat mengharapkan keberhasilan dari anak-anaknya karena mereka adalah kebanggan dari orang tuanya. Khususnya bagi kaum intelektual, harga diri didasarkan atas tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin terhormatlah mereka. Apalagi bila bisa meraih beberapa gelar. Karena itu sebagian orang akan berusaha memperoleh pendidikan setinggi-tingginya untuk mendapatkan gelar dibelakang atau di depan nama mereka. Bahkan kadangkala mereka mengorbankan iman dan tata nilai yang baik demi memperoleh sehelai kertas ijazah.
Anak-anak, oleh orang tuanya, sedini mungkin harus mengikuti kursus ini itu. Ikut les bahasa atau musik. Alasannya agar anaknya nanti punya nilai lebih di mata masyarakat dan teman-temannya. Tuntutan untuk memperoleh pendidikan setingg-tingginya sering terjadi di negara-negara maju. Misalnya di negara Jepang, sejak kecil anak-anak sudah disibukkan dengan berbagai macam kursus atau les. . Persaingan yang ketat membuat anak-anak menjadi stres. Tidak heran semakin banyak kasus bunuh diri yang dilakukan oleh para remaja sekolahan, karena tidak sanggup menanggung beban moril dan mental yang di taruh di atas mereka.
Contoh lain adalah di antara masyarakat desa di Philipina, pendidikan sangat dihargai sehingga mereka cenderung untuk menggantung ijazah SMU atau bahkan sampai perguruan tinggi di rumah mereka. Tak usah jauh-jauh, di negara kita sendiri pun biasanya orang-orang yang pendidikannya tinggi cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada yang berpendidikan lebih rendah atau yang tidak pernah mengecap pendidikan sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa bagi beberapa orang harga diri atau nama baik seseorang terletak pada tingkat pendidikannya.
D. Kedudukan atau jabatan
“Aku pengen jadi presiden biar banyak uang terus dihormati ama semua orang!” demikian komentar seorang anak ketika ditanya mengenai cita-citanya. Kebutuhan untuk dihormati sudah timbul sejak masa kanak-kanak. Seorang anak yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, perlahan-lahan akan mengakui adanya suatu pengakuan terhadap status sosial dalam masyarakat. Gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat akan merubah cara pandangnya. Salah satunya adalah bahwa orang yang memiliki jabatan atau kedudukan akan lebih dihormati daripada yang tidak sama sekali. Semakin tinggi jabatannya, maka akan disegani dan dihormati.
Contoh kecil yang mungkin masih kita ingat adalah permainan-permainan dimasa anak-anak. Dalam permainan berkelompok dibutuhkan seorang pemain atau hero. Misalnya pemainan follow the leader. Pemimpin berada ditengah-tengah lingkaran kemudian dia melakukan gerakan-gerakan yang harus diikuti oleh teman-temannya. Yang tidak mengikuti gerakannya akan dihukum.
Contoh lain dalam permainan lompat tali atau tali jalin. Talinya terbuat dari jalinan banyak karet. Ada dua orang yang memegang kedua ujung tali tali dan menggerakannya dengan gerakan berputar dari atas ke bawah. Pemain dari kelompok lain akan akan melompat-lompat diatas tali tersebut. Kalau yang mainnya jago dan tidak pernah salah, dia akan membela dan membantu teman-temannya yang gagal. Saat itu dia jadi hero bagi kelompoknya. Posisi yang bagus yang dimilikinya ketika bermain akan membuatnya exciting karena pada saat itu dia dihormati dan dihargai oleh teman-temannya.
Pengertian ini akan semakin bertambah ketika seorang anak beranjak dewasa. Bukan lagi sekedar dalam permainan, tapi juga dilingkungan sekolah bahkan sampai dilingkungan pekerjaan. Dalam lingkungan sekolah, biasanya ketua OSIS mempunyai banyak “fans” ketimbang yang lainnya. Ini disebabkan jabatannya memberikan nilai lebih. Begitu juga di lingkungan pekerjaan. Seorang pegawai biasa akan berusaha untuk meraih jabatan/posisi yang lebih tinggi. Dari pegawai biasa naik menjadi staff pegawai, lalu meningkat menjadi supervisor atau manajer, dan seterusnya. Kedudukan yang tinggi akan meningkatkan harga dirinya.
Ada suatu ungkapan yaitu, “kekuasaan itu dapat merusak seseorang, dan semakin besar kekuasaan seseorang semakin besar kerusakan yang dapat ditimbulkannya.” Memang benar bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar harga dirinya. Tetapi pencobaan yang dihadapi akan semakin lebih banyak dan berat pula. Untuk meraih kedudukan lebih tinggi, sudah bukan hal yang baru lagi bila didengar ada yang bermain politik untuk naik pangkat atau untuk mempertahankan kedudukannya. Cara-cara licik dan curang sudah jadi “barang halal” untuk mandapatkan jabatan yang tinggi. Istilah yang dipakai dalam Alkitab adalah “gila hormat”.
E. Uang
Walaupun uang hanya benda yang bentuknya kecil tapi mampu membuat manusia kalang kabut. Uang atau duit sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Dengan uang, semaunya akan beres dan lancar. Untuk memenuhi kebutuhan jasmani perlu uang. Untuk perkembangan pekerjaan Tuhan dan untuk penginjilan sedunia pun butuh uang. Bahkan untuk mati pun harus keluar uang. Orang mati, dikubur, kan butuh uang untuk beli tanah dan petinya. Dari kelahiran sampai kematian, uang memiliki peranan besar. Tidak heran, manusia sangat suka dengan uang. Uang sudah dijadikan ilah oleh kebanyakan orang dan mereka mendambakannya lebih dari Tuhan. Setiap hari kerja banting tulang untuk cari uang dan memupuk harta kekayaan. Semua pekerjaan dilakukan dengan alasan “money oriented”.
Musuh terbesar manusia jaman ini adalah cinta akan kekayaan dan harta benda. Manusia membiarkan dirinya diperhamba oleh materialisme. Mengapa? Karena pikirannya yang keliru tentang dasar harga dirinya. Makin banyak harta benda, makin merasa dihargai oleh teman-teman dam masyarakat. Karena hal inilah kejahatan semakin bertambah. Cara apapun akan dilakukan untuk mendapatkan uang. Menjual tubuhnya untuk mendapat segepok uang bukan hal yang asing lagi. Bandar judi semakin banyak. Mafia-mafia obat bius/narkoba terus merajalela tanpa memikirkan nasib generasi bangsa yang akan hancur karena perbuatannya. Manusia sudah jadi hamba uang. Uang adalah segala-galanya dan uang adalah tujuan hidup. “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” tetapi juga “kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan”. Bila manusia mampu mendudukan uang pada porsi yang benar, yaitu hanya sebagai alat, maka manusia telah nenundukkan uang dengan segala kekuasaannya.
Kelima hal diatas jelas menunjukan bahwa manusia sangat membutuhkan pengakuan akan harga dirinya. Seakan-akan harga diri adalah kebutuhan dasar yang melebihi kebutuhan lainnya. Adalah wajar dan seharusnya setiap orang memiliki harga diri yang sehat. Tetapi persoalanya terletak pada objek atau sumber harga diri itu. Usaha manusia untuk menjadi berarti atau berharga justru membuatnya jadi lupa diri bahkan kehilangan identitas diri yang sebenarnya.
Guys! Tuhan tahu kalo kamu butuh semuanya itu. Masakan dia yang telah menciptakan kita tidak mengerti. Harga diri kita hanya dapat dipenuhi oleh Tuhan. Dengan mencari pujian dari orang lain dan sikap yang selalu mementingkan ego, berarti kita menipu diri sendiri. Pujian yang sejati berasal dari Allah. Dia tidak berbohong dan menipu kita atau sekedar membesar-besarkan hati kita. Tuhan yang juga adalah Bapa kita, memandang kita dengan terpesona karena kita adalah karyaNya yan paling indah.
Setiap kita ingin tampil sempurna dan tak bercacat cela dihadapan semua orang. Tapi saat kita mengetahui bahwa kita mempunyai beberapa kekurangan dan kelemahan, rasa kecewa dan takut pun mulai timbul. Kita menganggap bahwa kekurangan dan kelemahan kita adalah musuh. Hingga kita mulai memfokuskan perhatian pada kekurangan dan kelemahan yang kita miliki seakan-akan bila tidak diperhatikan ‘sang musuh’ akan merusak segalanya. Padahal karena kita terlalu memfokuskan perhatian pada kekurangan dan kelemahan kita, semuanya jadi hancur. Seperti pepatah yang mengatakan “karena nila setitik hancur susu sebelanga.” Jangan terlalu cepat mencap diri sebagai orang yang gagal hanya karena sedikit kesalahan yang kita lakukan. Rasa bersalah dan tertuduh itu merupakan tipuan si iblis. Iblus membuat kita percaya bahwa kesuksesan akan membaca kepuasan dan kebagahiaan. Dia memimpin dan membutakan kita dan menjadikan kita tawanan karena ketidakmampuan kita memenuhi standard-standard dunia.
Siapakah yang sempurna di dunia ini? Mengalami kegagalan adalah hal yang biasa, tetapi orang yang melihat kegagalan sebagai suatu kesempatan untuk meraih sukses, itu baru luar biasa. Kegagalan bukan berarti kita bodoh, tetapi kita telah mengalami cobaan iman. Kegagalan bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa melainkan berarti kita telah belajar sesuatu. Kegagalan bukan berarti Tuhan telah meninggalkan kita, tetapi Tuhan telah merencanakan sesuatu yang mulia bagi kita. (dari majalah GFresh, anakmuda.net)
A. Penampilan
“Eh, gue nggak punya duit nih buat makan. Gue bisa pinjem duit loe ye…, soalnya gue kemaren habis beli baju. Keren abis, bo! Gue nggak tega ngeliat tuh baju mejeng sendirian. Gue kan baik! Hehehe!#*$??”
Pernah nggak denger komentar diatas? Masalah beginian nih paling kerasa dikalangan anak yang nge-kost. Tidak semuanya sih. Ada juga kok yang mampu bertanggung jawab atas uang bulanan yang dikirimin orangtuanya, tapi ada juga sebagian yang tidak bisa ngatur keuangannya. Sebenarnya mereka gak butuh-butuh amat dengan barang atau pakaian atau aksesoris lainnya. Tapi itu harus dibeli karena menurut mereka semuanya itu akan menaikkan harga diri mereka. Kata mereka sih “Demi gengsi, man!”
Ada istilah BKAK (Biar Kecekek (tercekik -red) Asal Keren), biarpun ukuran bajunya nggak enak dipake, tapi demi gaya tetep dipake juga. Di antara suku Minahasa di Sulawesi Utara, ada pepatah yang lumrah yang bunyinya: “Biar kalah nasi asal jangan kalah aksi.” Artinya, biar kelaparan yang penting gaya tetep OK. Pepatah tersebut memberikan gambaran bahwa kebutuhan pribadi bisa jadi bersumber dari penampilannya. Orang-orang yang sangat mementingkan penampilannya biasanya selalu menjadi korban iklan. Pengennya semua dicoba. Mereka akan puas setelah berhasil membeli atau mendapatkan apa yang menjadi keinginan hatinya. Barang yang semula sangat diinginkan biasanya tak lama kemudian menjadi barang usang, karena udah nggak model lagi. Biasanya sih orang-orang yang seperti ini sangat boros dan tak segan-segan ngeluarin uang banyak untuk merubah penampilannya.
B. Pandangan masyarakat
“…., nanti apa kata orang? Kan malu kalau semua orang tau!”
Setiap kita tidak akan pernah lepas dari penilaian orang lain. Setiap gerakan, aktivitas, bahkan penampilan kita selalu ditanggapi oleh orang-orang disekitar lingkungan kita. Mereka itu bisa keluarga sendiri, teman-teman, atau tetangga kita. Penilaian masyarakat akan menentukan apakah kita pantas diterima/dihormati atau tidak. Bila nilai kita buruk dimata masyarakat, biasanya diberi cap ’sampah masyarakat’. Tentunya tidak ada yang mau membawa cap ini dalam hidupnya. Setiap orang ingin dihormati. Dan untuk mendapatkan kehormatan ini, orang akan melakukan apa saja, bahkan bertindak secara berlebihan untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat. Mereka cenderung berbohong untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.
Dalam adat suku batak ada yang dikenal dengan upacara mangokkal holi. Itu loh, upacara penggalian kuburan nenek moyang, lalu tulangnya dibersihkan dan ditempatkan di suatu ruangan lain yang berbentuk tugu atau bangunan kecil seperti rumah. Dalam bangunan itulah dikumpulkan tulang-tulang nenek moyang mereka dari beberapa generasi. Untuk upacara ini dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Bisa jutaan bahkan puluhan juta. Biasanya keluarga/keturunan yang bisa ngadain upacara mangokkal holi, dianggap terpandang oleh masyarakat. Semakin besar dan mahal pestanya semakin terhormatlah mereka dan ini membuat harga diri keluarga yang menyelenggarakan naik.
Contoh lain seperti hukum adat di Suku Bugis Makasar, Sulawesi Selatan, yang disebut hukum Siri. Kata Siri dalam bahasa Indonesia berarti malu. Salah satu contoh penerapan hukum Siri ini adalah bilamana seorang pria menolak atau tidak bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap sang gadis. Keluarga pihak wanita dapat melakukan tindakan untuk mengambil nyawa si pria itu karena perbuatannya membuat keluarga wanita malu. Bagi suku ini, secara umum, harga diri terletak pada pandangan masyarakat yang baik terhadap mereka.
C. Pendidikan
“Rajin-rajinlah belajar biar jadi orang yang berhasil. Kalau kamu udah jadi sarjana atau insinyur, kan orang tuamu bisa bangga punya anak seperti kamu!”
Nasihat orang tua model beginian sudah sering kita dengar. Orang tua sangat mengharapkan keberhasilan dari anak-anaknya karena mereka adalah kebanggan dari orang tuanya. Khususnya bagi kaum intelektual, harga diri didasarkan atas tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin terhormatlah mereka. Apalagi bila bisa meraih beberapa gelar. Karena itu sebagian orang akan berusaha memperoleh pendidikan setinggi-tingginya untuk mendapatkan gelar dibelakang atau di depan nama mereka. Bahkan kadangkala mereka mengorbankan iman dan tata nilai yang baik demi memperoleh sehelai kertas ijazah.
Anak-anak, oleh orang tuanya, sedini mungkin harus mengikuti kursus ini itu. Ikut les bahasa atau musik. Alasannya agar anaknya nanti punya nilai lebih di mata masyarakat dan teman-temannya. Tuntutan untuk memperoleh pendidikan setingg-tingginya sering terjadi di negara-negara maju. Misalnya di negara Jepang, sejak kecil anak-anak sudah disibukkan dengan berbagai macam kursus atau les. . Persaingan yang ketat membuat anak-anak menjadi stres. Tidak heran semakin banyak kasus bunuh diri yang dilakukan oleh para remaja sekolahan, karena tidak sanggup menanggung beban moril dan mental yang di taruh di atas mereka.
Contoh lain adalah di antara masyarakat desa di Philipina, pendidikan sangat dihargai sehingga mereka cenderung untuk menggantung ijazah SMU atau bahkan sampai perguruan tinggi di rumah mereka. Tak usah jauh-jauh, di negara kita sendiri pun biasanya orang-orang yang pendidikannya tinggi cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada yang berpendidikan lebih rendah atau yang tidak pernah mengecap pendidikan sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa bagi beberapa orang harga diri atau nama baik seseorang terletak pada tingkat pendidikannya.
D. Kedudukan atau jabatan
“Aku pengen jadi presiden biar banyak uang terus dihormati ama semua orang!” demikian komentar seorang anak ketika ditanya mengenai cita-citanya. Kebutuhan untuk dihormati sudah timbul sejak masa kanak-kanak. Seorang anak yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, perlahan-lahan akan mengakui adanya suatu pengakuan terhadap status sosial dalam masyarakat. Gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat akan merubah cara pandangnya. Salah satunya adalah bahwa orang yang memiliki jabatan atau kedudukan akan lebih dihormati daripada yang tidak sama sekali. Semakin tinggi jabatannya, maka akan disegani dan dihormati.
Contoh kecil yang mungkin masih kita ingat adalah permainan-permainan dimasa anak-anak. Dalam permainan berkelompok dibutuhkan seorang pemain atau hero. Misalnya pemainan follow the leader. Pemimpin berada ditengah-tengah lingkaran kemudian dia melakukan gerakan-gerakan yang harus diikuti oleh teman-temannya. Yang tidak mengikuti gerakannya akan dihukum.
Contoh lain dalam permainan lompat tali atau tali jalin. Talinya terbuat dari jalinan banyak karet. Ada dua orang yang memegang kedua ujung tali tali dan menggerakannya dengan gerakan berputar dari atas ke bawah. Pemain dari kelompok lain akan akan melompat-lompat diatas tali tersebut. Kalau yang mainnya jago dan tidak pernah salah, dia akan membela dan membantu teman-temannya yang gagal. Saat itu dia jadi hero bagi kelompoknya. Posisi yang bagus yang dimilikinya ketika bermain akan membuatnya exciting karena pada saat itu dia dihormati dan dihargai oleh teman-temannya.
Pengertian ini akan semakin bertambah ketika seorang anak beranjak dewasa. Bukan lagi sekedar dalam permainan, tapi juga dilingkungan sekolah bahkan sampai dilingkungan pekerjaan. Dalam lingkungan sekolah, biasanya ketua OSIS mempunyai banyak “fans” ketimbang yang lainnya. Ini disebabkan jabatannya memberikan nilai lebih. Begitu juga di lingkungan pekerjaan. Seorang pegawai biasa akan berusaha untuk meraih jabatan/posisi yang lebih tinggi. Dari pegawai biasa naik menjadi staff pegawai, lalu meningkat menjadi supervisor atau manajer, dan seterusnya. Kedudukan yang tinggi akan meningkatkan harga dirinya.
Ada suatu ungkapan yaitu, “kekuasaan itu dapat merusak seseorang, dan semakin besar kekuasaan seseorang semakin besar kerusakan yang dapat ditimbulkannya.” Memang benar bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar harga dirinya. Tetapi pencobaan yang dihadapi akan semakin lebih banyak dan berat pula. Untuk meraih kedudukan lebih tinggi, sudah bukan hal yang baru lagi bila didengar ada yang bermain politik untuk naik pangkat atau untuk mempertahankan kedudukannya. Cara-cara licik dan curang sudah jadi “barang halal” untuk mandapatkan jabatan yang tinggi. Istilah yang dipakai dalam Alkitab adalah “gila hormat”.
E. Uang
Walaupun uang hanya benda yang bentuknya kecil tapi mampu membuat manusia kalang kabut. Uang atau duit sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Dengan uang, semaunya akan beres dan lancar. Untuk memenuhi kebutuhan jasmani perlu uang. Untuk perkembangan pekerjaan Tuhan dan untuk penginjilan sedunia pun butuh uang. Bahkan untuk mati pun harus keluar uang. Orang mati, dikubur, kan butuh uang untuk beli tanah dan petinya. Dari kelahiran sampai kematian, uang memiliki peranan besar. Tidak heran, manusia sangat suka dengan uang. Uang sudah dijadikan ilah oleh kebanyakan orang dan mereka mendambakannya lebih dari Tuhan. Setiap hari kerja banting tulang untuk cari uang dan memupuk harta kekayaan. Semua pekerjaan dilakukan dengan alasan “money oriented”.
Musuh terbesar manusia jaman ini adalah cinta akan kekayaan dan harta benda. Manusia membiarkan dirinya diperhamba oleh materialisme. Mengapa? Karena pikirannya yang keliru tentang dasar harga dirinya. Makin banyak harta benda, makin merasa dihargai oleh teman-teman dam masyarakat. Karena hal inilah kejahatan semakin bertambah. Cara apapun akan dilakukan untuk mendapatkan uang. Menjual tubuhnya untuk mendapat segepok uang bukan hal yang asing lagi. Bandar judi semakin banyak. Mafia-mafia obat bius/narkoba terus merajalela tanpa memikirkan nasib generasi bangsa yang akan hancur karena perbuatannya. Manusia sudah jadi hamba uang. Uang adalah segala-galanya dan uang adalah tujuan hidup. “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” tetapi juga “kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan”. Bila manusia mampu mendudukan uang pada porsi yang benar, yaitu hanya sebagai alat, maka manusia telah nenundukkan uang dengan segala kekuasaannya.
Kelima hal diatas jelas menunjukan bahwa manusia sangat membutuhkan pengakuan akan harga dirinya. Seakan-akan harga diri adalah kebutuhan dasar yang melebihi kebutuhan lainnya. Adalah wajar dan seharusnya setiap orang memiliki harga diri yang sehat. Tetapi persoalanya terletak pada objek atau sumber harga diri itu. Usaha manusia untuk menjadi berarti atau berharga justru membuatnya jadi lupa diri bahkan kehilangan identitas diri yang sebenarnya.
Guys! Tuhan tahu kalo kamu butuh semuanya itu. Masakan dia yang telah menciptakan kita tidak mengerti. Harga diri kita hanya dapat dipenuhi oleh Tuhan. Dengan mencari pujian dari orang lain dan sikap yang selalu mementingkan ego, berarti kita menipu diri sendiri. Pujian yang sejati berasal dari Allah. Dia tidak berbohong dan menipu kita atau sekedar membesar-besarkan hati kita. Tuhan yang juga adalah Bapa kita, memandang kita dengan terpesona karena kita adalah karyaNya yan paling indah.
Setiap kita ingin tampil sempurna dan tak bercacat cela dihadapan semua orang. Tapi saat kita mengetahui bahwa kita mempunyai beberapa kekurangan dan kelemahan, rasa kecewa dan takut pun mulai timbul. Kita menganggap bahwa kekurangan dan kelemahan kita adalah musuh. Hingga kita mulai memfokuskan perhatian pada kekurangan dan kelemahan yang kita miliki seakan-akan bila tidak diperhatikan ‘sang musuh’ akan merusak segalanya. Padahal karena kita terlalu memfokuskan perhatian pada kekurangan dan kelemahan kita, semuanya jadi hancur. Seperti pepatah yang mengatakan “karena nila setitik hancur susu sebelanga.” Jangan terlalu cepat mencap diri sebagai orang yang gagal hanya karena sedikit kesalahan yang kita lakukan. Rasa bersalah dan tertuduh itu merupakan tipuan si iblis. Iblus membuat kita percaya bahwa kesuksesan akan membaca kepuasan dan kebagahiaan. Dia memimpin dan membutakan kita dan menjadikan kita tawanan karena ketidakmampuan kita memenuhi standard-standard dunia.
Siapakah yang sempurna di dunia ini? Mengalami kegagalan adalah hal yang biasa, tetapi orang yang melihat kegagalan sebagai suatu kesempatan untuk meraih sukses, itu baru luar biasa. Kegagalan bukan berarti kita bodoh, tetapi kita telah mengalami cobaan iman. Kegagalan bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa melainkan berarti kita telah belajar sesuatu. Kegagalan bukan berarti Tuhan telah meninggalkan kita, tetapi Tuhan telah merencanakan sesuatu yang mulia bagi kita. (dari majalah GFresh, anakmuda.net)
Labels:
ARTIKEL,
gambar diri,
gaya hidup,
gengsi,
pacar,
penampilan,
uang
3 Pengalaman Steve Jobs
Ini adalah pidato kehormatan Steve Jobs (pendiri AppleMac dan Pixar) di Stanford University 2005. Dia bercerita 3 pengalaman hidupnya. Drop out dari kuliah bisa menciptakan Macintosh, dipecat dari Mac malah bikin Pixar, dan terakhir divonis mati oleh dokter. Inspiring story.
Labels:
apple,
gaya hidup,
INSPIRASI,
pixar,
steve jobs,
TIPS,
VIDEO
Tuesday, March 2, 2010
Tips Bertelepon
1. Bertelepon yang sopan adalah masalah kebiasaan, so biasakanlah kita bertelepon dengan baik. Bagusnya kalo mau nelpon itu pagi hari, karena di pagi hari biasanya orang belum terlalu banyak beraktifitas, masih segar en fresh!
2. Ucapin salam, misalnya saja: “Selamat pagi”, dll.
3. Smile! Sewaktu kita bicara sama lawan bicara kita dengan tersenyum, suara kita bakalan kedengernya lebih menyenangkan.
4. Jangan lupa untuk memperkenalkan namamu sewaktu teleponmu dibalas, soalnya meskipun udah kenal..., siapa tau lawan bicara kita nggak kenal suara kita, apalagi jika yang menjawab telepon adalah orang yang belum tau siapa kita.
5. Kalau ada telepon lain yang masuk, jangan langsung maen hold aja, mintalah ijin dahulu sama lawan bicara kita. Inget, kita juga nggak suka kalo disuruh nunggu terlalu lama.
6. Bilang makasih sama lawan bicara kita, atau kalau itu sahabatmu yang sudah akrab, jangan lupa sampaikan salam perpisahan saat mengakhiri pembicaraan di telepon. Jangan langsung di tutup aja ya telponnya.
7. Kalo orang yang bersangkutan nggak ada di tempat dan kamu ingin menitip pesan, tanya dulu apakah lawan bicara kita keberatan untuk dititipin pesan, jangan sampai berkesan seperti menyuruh.
8. Kalo mo titip pesan, titiplah pesan yang singkat tapi jelas, supaya orang yang dititipi pesan itu tidak mudah lupa en juga nggak repot.
9. Supaya kita nggak ditelepon berulang-ulang dengan orang yang sama, buatlah janji kapan sebaiknya mereka menelepon.
10. Sebaiknya jangan nelpon kalo kita lagi mengemudi, sekalipun kita pake hands free. Itu bikin konsentrasi di jalan dan di telpon rada buyar.
2. Ucapin salam, misalnya saja: “Selamat pagi”, dll.
3. Smile! Sewaktu kita bicara sama lawan bicara kita dengan tersenyum, suara kita bakalan kedengernya lebih menyenangkan.
4. Jangan lupa untuk memperkenalkan namamu sewaktu teleponmu dibalas, soalnya meskipun udah kenal..., siapa tau lawan bicara kita nggak kenal suara kita, apalagi jika yang menjawab telepon adalah orang yang belum tau siapa kita.
5. Kalau ada telepon lain yang masuk, jangan langsung maen hold aja, mintalah ijin dahulu sama lawan bicara kita. Inget, kita juga nggak suka kalo disuruh nunggu terlalu lama.
6. Bilang makasih sama lawan bicara kita, atau kalau itu sahabatmu yang sudah akrab, jangan lupa sampaikan salam perpisahan saat mengakhiri pembicaraan di telepon. Jangan langsung di tutup aja ya telponnya.
7. Kalo orang yang bersangkutan nggak ada di tempat dan kamu ingin menitip pesan, tanya dulu apakah lawan bicara kita keberatan untuk dititipin pesan, jangan sampai berkesan seperti menyuruh.
8. Kalo mo titip pesan, titiplah pesan yang singkat tapi jelas, supaya orang yang dititipi pesan itu tidak mudah lupa en juga nggak repot.
9. Supaya kita nggak ditelepon berulang-ulang dengan orang yang sama, buatlah janji kapan sebaiknya mereka menelepon.
10. Sebaiknya jangan nelpon kalo kita lagi mengemudi, sekalipun kita pake hands free. Itu bikin konsentrasi di jalan dan di telpon rada buyar.
Gaya Hidup Anak Muda
AWASSS! BARANG PALSU!
Dih, ternyata uang palsu nggak cuma beredar di Indo aja, man! Di negara manapun, kejahatan pemalsuan uang masih jadi masalah nasional. Saya waktu belanja di Guangzhou, dimana-mana orang bawaannya curiga aja kalo terima uang yang nilainya gede. Uang asli sama uang palsu emang sulit dibedakan. Yang palsu mirrrripppp buangettt sama yang asli. Mirip tapi nggak sama. Yang asli ada ciri-ciri tertentu. Tujuan pemalsu uang cuma satu: menipu untuk mendapat untung. Nggak heran, dari encim-encim pemilik warung sederhana sampai tukang taksi di Guang Zhou, rata-rata udah punya money detector, alat untuk mendeteksi lembaran uang. Soalnya, mau segede apapun nilai selembar uang, kalo namanya uang palsu tetap aja nggak ada nilainya.
Ehm, udah tau belon, kalo iblis juga salah satu pemalsu lihai. Mau happy? Iblis bisa buat yang palsu kok, tapi of course tetap beda kualitasnya dengan yang asli. Yang asli itu made by GOD, creator of all, Tuhan Yesus, pencipta semesta alam.
Well, dugem itu baru satu di antara puluhan godaan en tipu daya yang iblis tawarkan demi mencari kebahagiaan. Tapi perhatiin deh, semua yang iblis tawarin berkualitas semu. Do you understand apa itu SEMU? Artinya tuh palsu, hanya kepura-puraan, nggak bertahan lama.
Saya heran, banyak orang pengen masalahnya kelar dengan cara palsu, padahal udah tau akibatnya. GF! pikir itu karena ada banyak orang belum pernah ngalamin sukacita en kebahagiaan yang sejati. Atau bisa juga, mereka emang suka barang palsu karena buat dapet yang asli ada harga yang harus dibayar. Sama halnya, banyak orang yang pake jam Rolex palsu, tapi suka ngaku asli. Yang penting keren dulu, tapi sebetulnya sedang menipu diri sendiri dan orang lain. Yang ngebedain adalah kualitasnya, tapi banyak orang cukup puas dan bangga dengan barang palsu. Yang penting murah dan keren, tapi belakangan baru tau: cepet rusak!
So, dari mana kita tau yang asli atau yang palsu? Yap! Betul, dari kualitas dan efek yang dihasilkan. Bahayanya, nggak semua efek langsung terlihat dalam waktu dekat. Iblis ternyata suka niru cara makan tikus, yaitu menggerototi sedikit demi sedikit. Misalnya lewat trend bikini, siapa sangka trend yang umurnya sudah puluhan tahun ini bakal memicu dimulainya suatu gaya hidup seks bebas di seluruh dunia. Berapa banyak orang dibangkitkan hawa nafsunya dengan trend pakaian yang ‘miskin’ bahan ini? Berawal dari sitkom lucu di teve, siapa yang nyangka yang tadinya hanya lucu-lucuan itu akhirnya malah memacu gerakan lesbianisme dan homoseksualitas di Amrik sono (makanya ati-ati dengan sinetron Indonesia yang mulai pake tokoh banci atau homo meski cuman buat lucu-lucuan). Perhatiin deh, semua yang iblis kasih membawa efek panjang, yang bikin kualitas dan standar moral manusia makin rendah.
Iblis itu ‘pinter’, dia tau kalo anak muda sekarang disodorin yang langsung kelihatan efek negatifnya, pasti pada nolak. Apalagi kalo sasarannya anak Tuhan yang sungguh-sungguh, iblis menawarkan dosa sedikit demi sedikit, entar kalo kita udah deeper in sin alias makin terhisap dalam lumpur dosa, efeknya baru keluar. Apa mau dikata, terkadang sudah terlambat untuk dicegah. Iblis tau apa yang kita suka, apa yang jadi kelemahan en apa yang merangsang nafsu anak muda. Iblis nggak akan ragu menghalalkan segala cara, yang penting kita makin dekat dengan dosa en makin jauh dengan Allah. Ehm, itulah beda iblis sama Tuhan kita. Bikinan iblis nggak bakalan punya kualitas yang bagus. Julukannya aja 4P: penipu, pembunuh, pencuri en pembinasa. Kalo ngasih sesuatupun pasti ada tumbal yang diminta. Entah itu penyakit, utang piutang, bahkan nyawa! Sengsara benerrrr!
RACUN NERAKA
Pernah lihat bubuk racun yang warna putih? Kalo di taruh di atas meja, anak-anak kecil nggak bakalan tertarik dengan benda putih yang mirip bedak itu. Tapi kalo bubuk racun itu ditabur dan dikocok dengan permen warna warni, wah anak-anak kecil langsung mencomot tanpa ragu-ragu. Tapi racun is racun!
Gitu juga kerja iblis, sesuatu yang berbahaya kadang di’samar’kan dengan hal yang keren dan bagus, tapi tetap aja mematikan, namanya juga RACUN.
Nggak ada yang salah dengan trend, tapi jerat dibalik TREND itu yang harus diwaspadai. Bukan trend namanya, kalo nggak menarik. Semua perusahaan iklan tau apa yang remaja sukai, film apa yang sedang digandrungi, musik apa yang sedang didengerin, dll. Mereka bayar mahal untuk meneliti kesukaan kita, en lalu dibuatlah produk-produk yang menjawab hobi en kegemaran kita. Mereka nggak tanggung-tanggung ngeluarin biaya untuk iklan yang tepat pada sasaran. Tanpa sadar gaya hidup remaja diracuni oleh film-film romantis, trend-trend yang menyebut kamu jadi kampungan kalo nggak ikutan di dalamnya, dll.
Di Guangzhou, saya ketemu satu anak muda yang dengan jujur mengakui telah berhubungan seks dengan pacarnya setelah menonton film seri remaja buatan lokal yang sedang ngetrend di China. Film yang romantis, merangsang nafsu, membuat segala sesuatu kelihatan indah dari sisi luar, tapi ternyata telah membubuhkan racun dalam nafsu anak-anak muda.
Suatu pagi, saya jalan-jalan melewati asrama pelajar bertingkat lima, dan rumput di seliling asrama tersebut penuh dengan puntung rokok dan botol minuman keras. Iklan-iklan menampilkan kemachoan en keindahan hidup yang eksklusif dengan menghisap rokok, minum bir, dll. Apa semua orang nggak tau efek dari ‘racun-racun’ manis itu? Oooiii...somebody tells them, please!
Hahaha, mereka nggak sebodoh itu kok. So pasti mereka tau efek dari ‘racun-racun’ manis tersebut. Tapi kenapa tetap itu yang dipilih sebagai gaya hidup?
ORANG BAIK VS ORANG BENAR
“Ah kamu kampungan banget sih? Ngerokok, nge-bir, nge-seks, dan nge-nge yang lain, itu nggak berarti kita orang jahat! Kita nggak sampai ngerampok atau memperkosa kok. Ini gaya hidup anak muda jaman sekarang, yang penting kita nggak nyusahin orang lain.”
Oups, ada yang protes rupanya. Saya ngerti jalan pikiran kebanyakan anak muda. Waktu kamu bilang kamu nggak sedang nyusahin orang lain, kelihatannya nggak ada yang salah dengan itu. Wong ini hidupnya kamu sendiri. Mungkin keluargamu nggak peduli. Tap kalo punya keluarga yang normal, pasti mereka ikut terseret sengsara waktu racun-racun manis itu mulai bereaksi.
Hei, saya tau maksudmu, kamu memang bukan orang jahat. Dengan gaya hidup nge-drugs, nge-rokok, nge-seks, nge-judi, dll, kamu bisa tetap berbuat amal di hari natal, nyumbang duit untuk korban banjir, menolong seekor kucing yang terlantar di pingir jalan, melemparkan uang logam 100 perak buat pengemis di jembatan penyebrangan, ngasih contekan buat teman yang langganan bebek (baca: angka 2) di setiap ulangan, dll.
Gini-gini gua nggak pernah korupsi kayak pejabat si anu tuh! Gini-gini gua nggak pernah ngempesin ban mobil orang kecuali kalo dia jahatin gua, gini-gini gua nggak pernah bo’ong kecuali kepepet, gini-gini...gitu-gitu...gini-gitu…
Tapi sayangnya, kamu perlu tau, kalo Tuhan nggak sedang cari orang baik-baik, tapi Tuhan cari orang BENAR. Orang baik belon tentu benar, orang benar sudah pasti baik. You know what I mean? Tuhan minta kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. I am happy to be in the truth. What about you?
JANGAN DIBACA! (KAMU NGGAK BAKALAN SUKA!)
Well, kamu yang mutusin baca. Jadi jangan melempar majalah GF! ini ke bawah kolong ranjang. Tahan sebentar. Sebenarnya saya sedih dan gemes, karena banyak anak muda yang mengaku dirinya Kristen, tapi gaya hidupnya nggak mencerminkan kalo Yesus ada di dalam hidupnya.
Okelah, mungkin kamu nggak nge-dugem, nge-seks, nge-drugs, nge-rampok, atau nge-nge yang lain. Tapi lihat cara hidup kita di depan cermin. What for? I am a Christian, man!
Eh, Bapak gua pendeta, apa lagi yang harus diragukan? Eh, nenek moyang gua orang kristen sejak jaman purba, tau! Do you think so, huh? Coba ngaca bentar aja....
10. Hahaha...ramalan? Gua nggak percaya sama gituan lagi! Ini kan cuma ramalan bintang! Iseng doang! Well, dengan membaca saja kamu sedang membuka pintu untuk iblis bekerja dalam hidupmu. That’s your choice!
11. Hobi nonton film horor? Atau yang sadis en hot? Ya Tuhan..., cuma nonton doang, man! Hey, itu hakmu, tapi jangan lupa, media sangat mempengaruhi gaya hidup dan cara pikir kita. Bukannya firman Tuhan yang berakar, tapi konsep-konsep dunia. Ingat sistem iblis yang paling ampuh: menggerogoti dikiiiit...demi sedikiiiit...
12. Gua orangnya emang udah kayak gini dari sononya. Kalo marah emang banting pintu, gelas, piring, pokoknya kasar deh. Tapi cuma luarnya doang, dalemnya gua orang baek. (dari majalah GFresh!)
Dih, ternyata uang palsu nggak cuma beredar di Indo aja, man! Di negara manapun, kejahatan pemalsuan uang masih jadi masalah nasional. Saya waktu belanja di Guangzhou, dimana-mana orang bawaannya curiga aja kalo terima uang yang nilainya gede. Uang asli sama uang palsu emang sulit dibedakan. Yang palsu mirrrripppp buangettt sama yang asli. Mirip tapi nggak sama. Yang asli ada ciri-ciri tertentu. Tujuan pemalsu uang cuma satu: menipu untuk mendapat untung. Nggak heran, dari encim-encim pemilik warung sederhana sampai tukang taksi di Guang Zhou, rata-rata udah punya money detector, alat untuk mendeteksi lembaran uang. Soalnya, mau segede apapun nilai selembar uang, kalo namanya uang palsu tetap aja nggak ada nilainya.
Ehm, udah tau belon, kalo iblis juga salah satu pemalsu lihai. Mau happy? Iblis bisa buat yang palsu kok, tapi of course tetap beda kualitasnya dengan yang asli. Yang asli itu made by GOD, creator of all, Tuhan Yesus, pencipta semesta alam.
Well, dugem itu baru satu di antara puluhan godaan en tipu daya yang iblis tawarkan demi mencari kebahagiaan. Tapi perhatiin deh, semua yang iblis tawarin berkualitas semu. Do you understand apa itu SEMU? Artinya tuh palsu, hanya kepura-puraan, nggak bertahan lama.
Saya heran, banyak orang pengen masalahnya kelar dengan cara palsu, padahal udah tau akibatnya. GF! pikir itu karena ada banyak orang belum pernah ngalamin sukacita en kebahagiaan yang sejati. Atau bisa juga, mereka emang suka barang palsu karena buat dapet yang asli ada harga yang harus dibayar. Sama halnya, banyak orang yang pake jam Rolex palsu, tapi suka ngaku asli. Yang penting keren dulu, tapi sebetulnya sedang menipu diri sendiri dan orang lain. Yang ngebedain adalah kualitasnya, tapi banyak orang cukup puas dan bangga dengan barang palsu. Yang penting murah dan keren, tapi belakangan baru tau: cepet rusak!
So, dari mana kita tau yang asli atau yang palsu? Yap! Betul, dari kualitas dan efek yang dihasilkan. Bahayanya, nggak semua efek langsung terlihat dalam waktu dekat. Iblis ternyata suka niru cara makan tikus, yaitu menggerototi sedikit demi sedikit. Misalnya lewat trend bikini, siapa sangka trend yang umurnya sudah puluhan tahun ini bakal memicu dimulainya suatu gaya hidup seks bebas di seluruh dunia. Berapa banyak orang dibangkitkan hawa nafsunya dengan trend pakaian yang ‘miskin’ bahan ini? Berawal dari sitkom lucu di teve, siapa yang nyangka yang tadinya hanya lucu-lucuan itu akhirnya malah memacu gerakan lesbianisme dan homoseksualitas di Amrik sono (makanya ati-ati dengan sinetron Indonesia yang mulai pake tokoh banci atau homo meski cuman buat lucu-lucuan). Perhatiin deh, semua yang iblis kasih membawa efek panjang, yang bikin kualitas dan standar moral manusia makin rendah.
Iblis itu ‘pinter’, dia tau kalo anak muda sekarang disodorin yang langsung kelihatan efek negatifnya, pasti pada nolak. Apalagi kalo sasarannya anak Tuhan yang sungguh-sungguh, iblis menawarkan dosa sedikit demi sedikit, entar kalo kita udah deeper in sin alias makin terhisap dalam lumpur dosa, efeknya baru keluar. Apa mau dikata, terkadang sudah terlambat untuk dicegah. Iblis tau apa yang kita suka, apa yang jadi kelemahan en apa yang merangsang nafsu anak muda. Iblis nggak akan ragu menghalalkan segala cara, yang penting kita makin dekat dengan dosa en makin jauh dengan Allah. Ehm, itulah beda iblis sama Tuhan kita. Bikinan iblis nggak bakalan punya kualitas yang bagus. Julukannya aja 4P: penipu, pembunuh, pencuri en pembinasa. Kalo ngasih sesuatupun pasti ada tumbal yang diminta. Entah itu penyakit, utang piutang, bahkan nyawa! Sengsara benerrrr!
RACUN NERAKA
Pernah lihat bubuk racun yang warna putih? Kalo di taruh di atas meja, anak-anak kecil nggak bakalan tertarik dengan benda putih yang mirip bedak itu. Tapi kalo bubuk racun itu ditabur dan dikocok dengan permen warna warni, wah anak-anak kecil langsung mencomot tanpa ragu-ragu. Tapi racun is racun!
Gitu juga kerja iblis, sesuatu yang berbahaya kadang di’samar’kan dengan hal yang keren dan bagus, tapi tetap aja mematikan, namanya juga RACUN.
Nggak ada yang salah dengan trend, tapi jerat dibalik TREND itu yang harus diwaspadai. Bukan trend namanya, kalo nggak menarik. Semua perusahaan iklan tau apa yang remaja sukai, film apa yang sedang digandrungi, musik apa yang sedang didengerin, dll. Mereka bayar mahal untuk meneliti kesukaan kita, en lalu dibuatlah produk-produk yang menjawab hobi en kegemaran kita. Mereka nggak tanggung-tanggung ngeluarin biaya untuk iklan yang tepat pada sasaran. Tanpa sadar gaya hidup remaja diracuni oleh film-film romantis, trend-trend yang menyebut kamu jadi kampungan kalo nggak ikutan di dalamnya, dll.
Di Guangzhou, saya ketemu satu anak muda yang dengan jujur mengakui telah berhubungan seks dengan pacarnya setelah menonton film seri remaja buatan lokal yang sedang ngetrend di China. Film yang romantis, merangsang nafsu, membuat segala sesuatu kelihatan indah dari sisi luar, tapi ternyata telah membubuhkan racun dalam nafsu anak-anak muda.
Suatu pagi, saya jalan-jalan melewati asrama pelajar bertingkat lima, dan rumput di seliling asrama tersebut penuh dengan puntung rokok dan botol minuman keras. Iklan-iklan menampilkan kemachoan en keindahan hidup yang eksklusif dengan menghisap rokok, minum bir, dll. Apa semua orang nggak tau efek dari ‘racun-racun’ manis itu? Oooiii...somebody tells them, please!
Hahaha, mereka nggak sebodoh itu kok. So pasti mereka tau efek dari ‘racun-racun’ manis tersebut. Tapi kenapa tetap itu yang dipilih sebagai gaya hidup?
ORANG BAIK VS ORANG BENAR
“Ah kamu kampungan banget sih? Ngerokok, nge-bir, nge-seks, dan nge-nge yang lain, itu nggak berarti kita orang jahat! Kita nggak sampai ngerampok atau memperkosa kok. Ini gaya hidup anak muda jaman sekarang, yang penting kita nggak nyusahin orang lain.”
Oups, ada yang protes rupanya. Saya ngerti jalan pikiran kebanyakan anak muda. Waktu kamu bilang kamu nggak sedang nyusahin orang lain, kelihatannya nggak ada yang salah dengan itu. Wong ini hidupnya kamu sendiri. Mungkin keluargamu nggak peduli. Tap kalo punya keluarga yang normal, pasti mereka ikut terseret sengsara waktu racun-racun manis itu mulai bereaksi.
Hei, saya tau maksudmu, kamu memang bukan orang jahat. Dengan gaya hidup nge-drugs, nge-rokok, nge-seks, nge-judi, dll, kamu bisa tetap berbuat amal di hari natal, nyumbang duit untuk korban banjir, menolong seekor kucing yang terlantar di pingir jalan, melemparkan uang logam 100 perak buat pengemis di jembatan penyebrangan, ngasih contekan buat teman yang langganan bebek (baca: angka 2) di setiap ulangan, dll.
Gini-gini gua nggak pernah korupsi kayak pejabat si anu tuh! Gini-gini gua nggak pernah ngempesin ban mobil orang kecuali kalo dia jahatin gua, gini-gini gua nggak pernah bo’ong kecuali kepepet, gini-gini...gitu-gitu...gini-gitu…
Tapi sayangnya, kamu perlu tau, kalo Tuhan nggak sedang cari orang baik-baik, tapi Tuhan cari orang BENAR. Orang baik belon tentu benar, orang benar sudah pasti baik. You know what I mean? Tuhan minta kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. I am happy to be in the truth. What about you?
JANGAN DIBACA! (KAMU NGGAK BAKALAN SUKA!)
Well, kamu yang mutusin baca. Jadi jangan melempar majalah GF! ini ke bawah kolong ranjang. Tahan sebentar. Sebenarnya saya sedih dan gemes, karena banyak anak muda yang mengaku dirinya Kristen, tapi gaya hidupnya nggak mencerminkan kalo Yesus ada di dalam hidupnya.
Okelah, mungkin kamu nggak nge-dugem, nge-seks, nge-drugs, nge-rampok, atau nge-nge yang lain. Tapi lihat cara hidup kita di depan cermin. What for? I am a Christian, man!
Eh, Bapak gua pendeta, apa lagi yang harus diragukan? Eh, nenek moyang gua orang kristen sejak jaman purba, tau! Do you think so, huh? Coba ngaca bentar aja....
- Nyontek kecil-kecilan? Try to be creative, huh? ‘Jurus apalagi yang dikeluarkan untuk menipu guru-guru bodoh itu?’ Eittss...siapa yang bodoh sebetulnya?
- Ngasih contekan besar-besaran? Jadi orang baek, ya? Sedang mendidik orang jadi malas, atau cari muka biar dapet banyak teman?
- Bohong putih? Bohong item? Nggak peduli bohong merah, kuning, hijau, bahkan di langit yang biru sekalipun, yang namanya bohong tetap bohong, man!
- Ngomongin orang di belakang? Bangga juga kalo tergabung dalam klub yang selalu berkata: gosip... gosip... gosip... Memang lidah nggak bertulang, tapi apa yang kamu tabur pasti akan kamu tuai. Pasti? So pastiii dong!
- Kalo udah emosi, keluar deh koleksi kata-kata yang tidak berperikemanusiaan, tapi ber-perikebinatangan, untuk menyerang orang lain? Dari hewan berkaki empat, melata, sampai hewan yang adalah nenek moyang manusia, kata teori Darwin itu. Jangan lupa 2 jam di hari minggu kemaren, mulutmu nyanyi lagu-lagu rohani. Tapi dengan bibir yang sama kamu sedang nyakitin orang dan nyakitin hati Tuhan.
- Gua nggak sampai nge-seks kok, cuma main-main cinta sedikit. Tenang ajaaa... sekalipun kita serumah, sekamar, seranjang, kita nggak sampai making love kok, cuma saling menikmati aja keindahan ciptaan Tuhan. Eleh-eleh..!
- Ngerokok? Ah cuma buat penghilang stress en sssstttt....katanya berat badan bisa turun kalo ngerokok. Keren lho, lihat cewek ngerokok. Well, rokok tetap rokok, racun nikotin dan tembakau sedang berenang-renang dalam darahmu. Jangan kaget kalo suatu saat kamu harus terima kenyataan dari dokter yang menyatakan paru-parumu banyak flek hitam. TBC, man!
- Ya ampun, gua nggak ke kasino lagi! Cuma taruhan bola doang! Siapa tau menang, kan duitnya buat orang miskin. Wow, betapa mulianya hatimu. Tapi maaf, Tuhan nggak pernah ngasih berkat lewat cara-cara yang tidak memuliakan namaNya
- Hei, ini cuma 5 gelas bir, dikit doang...! Nggak bakalan mabok, lagi! Oya? Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi penyakit. Masih ingat pepatah nasional ini?
10. Hahaha...ramalan? Gua nggak percaya sama gituan lagi! Ini kan cuma ramalan bintang! Iseng doang! Well, dengan membaca saja kamu sedang membuka pintu untuk iblis bekerja dalam hidupmu. That’s your choice!
11. Hobi nonton film horor? Atau yang sadis en hot? Ya Tuhan..., cuma nonton doang, man! Hey, itu hakmu, tapi jangan lupa, media sangat mempengaruhi gaya hidup dan cara pikir kita. Bukannya firman Tuhan yang berakar, tapi konsep-konsep dunia. Ingat sistem iblis yang paling ampuh: menggerogoti dikiiiit...demi sedikiiiit...
12. Gua orangnya emang udah kayak gini dari sononya. Kalo marah emang banting pintu, gelas, piring, pokoknya kasar deh. Tapi cuma luarnya doang, dalemnya gua orang baek. (dari majalah GFresh!)
Subscribe to:
Posts (Atom)