Showing posts with label kecewa. Show all posts
Showing posts with label kecewa. Show all posts

Monday, April 26, 2010

MENGATASI PATAH HATI

Memang sebagai anak Tuhan kita nggak boleh gonta-ganti pacar sembarangan. Tapi biar kita nggak ada maksud buat putus, kita tetep manusia yang bisa aja salah denger jawaban doa, salah sikap selama jalan bareng, atau karena sebab yang laen, sehingga mungkin ada di antara kita yang harus broke-up and jadi patah hati. Patah hati juga bisa karena orang yang kita taksir malah naksir orang laen (the most tragical story ever told banget), atau jadian sama orang laen (smik-smik-hik).

Gimana dong cara ngatasin perasaan yang bikin males hidup ini?

  1. 1. Evaluasi diri.


Dari pada buru-buru gantung diri, lebih baik kita evaluasi diri. Toh, patah hati nggak berarti hidup kita jadi hancur total and nggak punya masa depan. Inget ini: “orang tidak pernah hancur karena dia gagal, tapi karena dia gak mau bangun dari kegagalannya”, jadi ayo bangun!! Perbaiki diri kita kalau emang ada yang salah, misalnya egois, suka marah, atau kebiasaan buruk lainnya. Atau mungkin kamu udah lama jauh dari Tuhan, di luar Tuhan emang nggak ada sukacita yang sejati. Ayo dong deketin diri sama Tuhan lebih lagi, supaya kamu bisa dapet penghiburan dan malah bisa jadi deket sama Tuhan.

Kalau kamu udah evaluasi dan ternyata nggak ada hal yang bener-bener salah dari kamu, anggep aja doi itu nggak beruntung dapetin kamu, OK? Positive thinking dong, jangan negative aja. Be happy! Sebab kamu tetap punya masa depan yang cerah bersama Tuhan.

“... tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”. Amsal 23:18.

  1. 2. Buang dendam.


Kamu tahu apa yang terjadi kalau ada orang yang nggak mau buang air besar? Dia akan keracunan, soalnya apa yang harusnya dibuang nggak mau dia buang. Gitu juga dalam manusia rohani kita, ada hal yang harus segera kita buang.

“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.”, Kolose 3:8.

Kalau kamu nggak mau buang itu, maka lama-lama kita yang akan “mati keracunan”. Bisa aja sih emang si doi yang salah, tapi kalau kita dendam terus maka kita yang bakal susah -

“karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Sorga akan mengampuni kamu juga.” (Matius 6:14).

Kalau kita nggak mengampuni, dosa kita juga nggak diampuni. Karena itu buang dendam deh, jangan disimpen terus. Emang nggak gampang sih, tapi harus, OK?

  1. 3. Jangan trauma.


Ada cewek yang pernah kecewa, akibatnya dia selalu ngerasa gak siap buat mulai menjalin hubungan yang serius. Dia takut apa yang pernah dia alami terulang lagi, dia takut semua cowok seperti mantan cowok dia dulu. Hati-hati! Jangan trauma sama cowok atau cewek; apalagi trauma sama Tuhan, nggak bisa lagi percaya bahwa Tuhan mau yang terbaik terjadi dalam hidup kita.

Trauma itu bisa timbul karena pengalaman-pengalaman yang bikin kecewa dan sakit hati, sehingga kita nggak bisa melupakannya gitu aja. Trauma itu bisa ditujukan pada banyak hal; bisa trauma sama orang tertentu, bisa sama suatu benda (contohnya takut sama air), juga bisa trauma sama Tuhan (contohnya kecewa sampai nggak lagi bisa percaya penuh sama Firman Tuhan).

Gimana sih ngatasin trauma? Trauma itu luka di jiwa atau di hati seseorang, jadi buat nyembuhinnya perlu mengalami pemulihan hati dan jiwa. Pemulihan dari luka-luka batin, pemulihan kasih Tuhan - bahwa Tuhan masih & selamanyanya sangat mengasihi kita, bahwa Tuhan tidak pernah ninggalin kita waktu hal-hal yang menyakitkan itu terjadi-, pemulihan dari semua hal yang mengintimidasi kita sehingga kita nggak lagi berani memandang kehidupan ini. Hal ini bisa kita alami lewat buku, konseling, pemulihan hubungan dengan Tuhan, dsb. Pokoknya pemulihan ini ada di dalam Tuhan, dan Tuhan lebih rindu buat mulihin kita.

  1. 4. Lari ke atas, jangan lari ke bawah.


Dalam menghadapi masalah, ada orang yang lari ke atas, ada yang ke bawah. Ada yang malah makin ngerusak hidupnya sendiri, tapi ada juga yang jadi makin baik, makin deket sama Tuhan, jadi makin dewasa dan makin kuat hidupnya gara-gara masalah yang dia hadapi. Itu semua tergantung pilihan kita, karena itu pilih yang baik. Ayo, jangan nyerah! Hadapi deh kenyataan bahwa hidup ini memang nggak selalu gampang, kadang ada hal-hal yang berat yang harus kita alami, tapi percayalah kamu bisa menghadapinya dan kamu akan berhasil dalam hidup kamu. Tuhan nggak pernah janjiin ‘jalan yang selalu penuh bunga’, tapi Dia janjiin pertolongan buat kita yang percaya padaNya.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus10:13)

Pokoknya, buat yang belum patah hati, doa bener-bener supaya nggak perlu ngalamin. Buat yang udah patah hati jangan nyerah, jangan pernah putus asa, maju terus! Kamu bisa!

Wow, keren! (???)

GFRESH MAGAZINE

Saturday, April 24, 2010

SIGN: KEKECEWAAN PADA TUHAN

Kota Buck di Pennsylvania tiba-tiba heboh karena kedatangan makhluk luar angkasa. Graham Mess yang dulunya seorang pendeta mengalami kejadian aneh. Peristiwa itu bermula ketika ia menemukan kebun jagung miliknya berantakan. Anehnya, kebunnya yang rusak jadi berbekas sebuah lingkaran berdiameter besar. Apakah UFO telah mendarat di sana?

Kedua anak-anaknya jadi panik. Anehnya lagi anjing peliharaan mereka pun berubah ganas dan hampir bikin si bungsu, Bo, celaka. Untunglah, si kakak, Morgan menolongnya. Tapi keanehan masih terus berlanjut dengan munculnya makhluk yang hanya terlihat sekilas berbentuk aneh, air minum jadi terasa lain dari biasanya, hingga bunyi-bunyian yang berasal dari gelombang radio.

Itulah sepenggal kisah dari film SIGNS yang dibintangi Mel Gibson. Film produksi Touchstone Pictures ini coba menampilkan kisah seorang kepala keluarga yang menjadi kecewa kepada Tuhan. Sejak istrinya meninggal gara-gara kecelakaan lalu lintas, Pendeta Graham mengalami kepahitan. Tuhan dirasanya nggak adil, karena sudah memberinya pencobaan yang terlalu berat. Ia pun terus menerus menyalahkan diri sendiri, karena nggak mampu menyelamatkan nyawa istrinya. Hal inilah yang kemudian membuatnya nggak lagi mau melayani Tuhan, bahkan untuk doa makan saja dia ogah.

Sutradara Night Shyamalan, yang terkenal dengan Sixth Sense-nya, mau ngajak penonton untuk melihat efek dari kejadian misterius kepada kehidupan seseorang. Saat orang sudah terdesak dan hampir mati, biasanya itulah saat orang jadi sangat dekat dengan Tuhan. Itu pula yang dialami keluarga Graham Mess sejak teror UFO tersebut, khususnya waktu mereka akhirnya mengalami mukjizat.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku

GF!ers pasti udah tau cerita tentang Yohanes Pembaptis. Dia seorang hamba Tuhan juga, bahkan secara khusus kitab suci menubuatkan kedatangannya sebagai orang yang berseru-seru untuk mempersiapkan kedatangan Mesias (Yes 40:3). Dia juga yang membaptis Yesus di danau Galilea dan sebelum kelahirannya kedua orangtuanya telah mendapat tanda khusus dari Tuhan (Luk 1:5-25).

Tapi Injil juga mencatat bahwa ia akhirnya dipenjara dan dibunuh. Sebelum itu semua, Yohanes sempat kecewa sama Tuhan Yesus. Ia jadi ragu-ragu apa Yesus benar-benar Mesias yang sudah dijanjikan, padahal tanda-tandaNya sudah jelas. Yesus melakukan banyak mukjizat, dan mengajar kebenaran tentang Allah, namun tetap aja Yohanes kecewa. Waktu Yesus mendengar hal itu, Dia menyampaikan pesan buat Yohanes lewat murid-muridNya dan murid-murid Yohanes (Mat 11:2-19), supaya Yohanes jangan jadi lemah dan tidak percaya.

Kekecewaan adalah hal yang manusiawi. Kita semua pasti pernah kecewa, tapi efek dari kekecewaan ternyata sangat besar. Orang yang terlanjur kecewa akan cenderung jadi apatis (cuek), atau jadi antipati terhadap hal atau seseorang yang sudah membuatnya kecewa. GF!ers juga pernah kecewa, kan? Kecewa sama Tuhan, keluarga, atau sama diri sendiri? Kalo kita lagi kecewa, cepet-cepet deh beresin, jangan nunggu diteror UFO dulu baru percaya lagi sama Tuhan, seperti Pendeta Graham ini. Lagian emangnya UFO atau alien benar-benar ada? Tuhan ingin kita jaga hati, jangan terus nyimpen rasa kecewa, tawar hati, ataupun kepahitan (Ams 4:23). Kalo kita bertengkar sama seseorang, Tuhan ingatkan ini: Marah itu boleh asal jangan berbuat dosa. Tuhan Yesus aja pernah marah kok, waktu ngelihat Bait Allah dijadiin pasar senggol, alias tempat berdagang (Yoh 2:13-25). Jangan sampai kemarahan itu disimpan terus, cepet beresin sama orang yang bersangkutan. Marahlah sama hal yang menyebabkan masalah itu, tapi jangan membenci orang yang melakukannya, dan sesudahnya berdoa supaya dalam marah itu, kita nggak menyimpan dosa (Ef 4:26, Mzm 4:5).

Nantikanlah Tuhan

Ada peristiwa yang kita alami dalam hidup ini yang memang berat, menyedihkan, dan bikin kita pengen mati aja rasanya. Bahkan seorang nabi yang dipakai dengan dahsyat sama Tuhan pun bisa stres. Elia yang baru saja mengalahkan nabi-nabi baal, tiba-tiba jadi depresi dan ketakutan karena mendengar ia akan dibunuh oleh ratu Izebel (I Raj 18 & 19).

Dia melarikan diri dari Tuhan, dan sempat kecewa, hingga akhirnya Tuhan datang untuk menghibur dan menguatkannya lagi. Lewat malaikat yang diutusNya, Tuhan menyuruh Elia untuk makan dan minum supaya kekuatannya pulih lagi. Ini jalan keluarnya! Serahkan segala kekuatiranmu dan nantikan Tuhan, maka Ia yang akan memulihkanmu (Yes 40:29-31, I Ptr 5:7).

Tuhan berjanji bahwa pencobaan yang kita alami nggak akan melebihi batas kemampuan kita (I Kor 10:13). Jadi? Janganlah bersungut-sungut saat kita sedang mengalami kejadian yang nggak enak. Masih ingat dengan Ayub? Dari seorang yang punya banyak anak dan kaya karena diberkati, dalam sekejab ia jatuh miskin dan anak-anaknya mati. Namun dalam menghadapi semua itu, ia tak jadi kecewa dan menyalahkan Tuhan. Sebaliknya Ayub tetap mengucap syukur atas pencobaan itu (Ayb 1:20-22).

Life & Death

Kehilangan orang yang dikasihi memang menyedihkan. Itulah yang dialami sang pendeta dalam film tersebut. Buat orang yang hidup di dalam Tuhan, nggak ada perpisahan. Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti sama mereka yang sudah meninggal lebih dulu di dalam Tuhan. Tapi kita yang masih hidup di dunia harus tetap hidup sampai tiba giliran untuk setiap kita dipanggil menghadap Tuhan.

Sedih dan berkabung atas kematian seseorang adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan berlarut-larut! Kenangan atas mereka yang meninggal seharusnya membuat kita bisa belajar mengenai arti kehidupan yang singkat, dan bukannya terus menyesali kepergian orang itu. Ingatlah bahwa segala sesuatu ada waktunya, ada waktu untuk berkabung, dan ada waktunya juga untuk berhenti berkabung. Ada waktu untuk lahir, dan ada saatnya setiap orang akan menghadap Sang Pencipta. (Pkh 3:1-11)

Family Restoration

Keluarga Graham Mess akhirnya dipulihkan setelah mereka mengalami mukjizat. Mereka jadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Pengen dong keluarga kita dipulihkan sama Tuhan? Kalo kita mau mengalami pemulihan dan juga mukjizat dalam keluarga, mulailah dengan cara-cara berikut:

Saling mengampuni antar anggota keluarga. Kelihatannya emang gampang kalo nulis doang. Kita dibesarin di budaya Timur, yang bikin kita jarang sekali mau mengungkapkan isi hati dengan terbuka (bicara langsung). Tapi mulailah dengan tindakan, mulailah lepaskan pengampunan, terimalah setiap anggota keluarga apa pun kekurangan mereka. Seperti kata pepatah: Action speaks louder than words.

Cari Tuhan! Mungkin saat ini kamu cuma satu-satunya yang pergi ke Gereja sementara yang lain masih entah ke mana, atau meski barengan ke gereja tapi nggak semuanya sungguh-sungguh melayani Tuhan. Mulai dari diri kita sendiri dulu, bangun mezbah pribadi dan doain mereka. Cepat atau lambat, percaya deh, keluargamu akan dipulihkan.

Mezbah keluarga. Ini adalah sarana untuk mempertahankan keutuhan keluarga. Adakan waktu ibadah bareng anggota keluarga, saling mendoakan. Mezbah ini bukan sesuatu yang konkret seperti mezbah di zaman Perjanjian Lama lho, ini lebih kepada kegiatan anggota keluarga yang datang bersehati di hadapan Tuhan untuk saling mengasihi dan bersama melayani Tuhan.

Rencana Tuhan

Apa maksudnya semua kejadian yang nggak enak ini? Inilah rahasia kehidupan yang seringkali nggak bisa kita mengerti, Ari Lasso bilang ini ‘Misteri Illahi’. Yang pasti, Tuhan menghendaki masa depan yang cerah untuk setiap kita yang percaya (Yer 29:11). Jadi? Tetaplah kuat dalam menghadapi hidup ini. Atasi segala kekuatiran dan kesedihanmu bersama Yesus. Bawalah keluargamu supaya mereka semua beribadah kepada Tuhan.

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13). (Yodi Iwan)

Wednesday, March 31, 2010

Sakit Hati (2)

Pernah nggak, kalian ngalamin sesuatu yang sebenarnya nggak gede-gede amat, cuma bikin bete banget?!

Misalnya kamu (cowok) datang ke sekolah turun dari mobil boxer bokap Terus melenggang dengan pe-de banget di depan segerombolan cewek, tapi tiba-tiba mereka 'ngakak' abis sampai nangis-nangis. Padahal kamu tuh udah pe-de banget dan merasa nggak ada yang lucu yang perlu diketawain. Kenapa ya? Eeehhh ... ternyata kamu baru sadar ristleting celana kamu terbuka lebar, lupa ditutup, sampai merk 'meok'-nya terlihat jelas.

Atau misalnya kamu (cewek) suka sama ketua kelasmu yang guantengnya minta ampun, seperti Brad Pitt campur Jacky Chan. Sampai-sampai kalo dia lewat depan kamu, bolpen yang lagi dipegang bisa jatuh tanpa sadar. Pokoknya kamu naksir berat deh! Terus kamu mulai curhat sama sohib dekat yang ada di kelas lain. Dan waktu ditunjukkin orangnya, ternyata tanpa kamu tau dia juga naksir sama tuh cowok. Eeeehhh...tau-taunya sebulan kemudian sohib kamu jadian sama cowok yang kamu taksir itu! Dan kamu jadi sakit hati en musuhan deh sama sohib dekatmu  itu!

Pengalaman-pengalaman kayak gitu, sebetulnya hal yang biasa terjadi, bisa terjadi bahkan sangat mungkin kamu pernah merasakan yang namanya sakit hati. Dan banyak lagi pengalaman-pengalaman menyakitkan atau bikin be-te, yang mungkin nggak bakalan bisa kamu lupain deh, sampai kapanpun juga! Dan kalo inget-inget lagi kejadian itu, ... SAKIT HATIIIIII banget deh!

SAKIT HATI?! Apa betul nggak bakalan mungkin bisa kita lupain?!

Eh tau nggak?! Everything comes to go! Segala sesuatu tuh datang untuk kemudian pergi! Nggak ada sesuatu di kolong langit ini yang datang, tidak untuk pergi.  Kita dilahirkan, hidup untuk kemudian meninggal.  Kecantikan datang untuk kemudian pergi.  Sukacita datang lalu kemudian bisa pergi lagi.

Musim hujan datang kemudian pergi dan diganti musim kemarau.  Itulah sebabnya Pengkhotbah menulis "untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya". Sama halnya dengan "Sakit Hati"!

Sakit hati datang untuk pergi! Setiap orang pasti pernah mengalami sakit hati. Sebagian dari kita mungkin udah nggak lagi, tapi mungkin masih ada juga yang tetap menyimpan sakit hati ini. Tau nggak bahaya dari sakit hati ini? Kita akan menderita "KELUMPUHAN" secara rohani!

Hati melibatkan perasaan. Dan perasaan merupakan bagian dari jiwa (soul). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan dan kehendak yang kemudian menggerakan tubuh. Ketika perasaan kita terluka, berarti jiwa kita terguncang. Orang yang jiwanya terguncang hanya akan memfokuskan pada masalahnya saja. Seluruh daya (kekuatan) akan tersedot ke dalam masalahnya. Dan akibatnya, mungkin orang tersebut akan nangis terus karena masalahnya yang dia terus pikirkan. Atau bahkan bisa putus asa dan merasa sudah tidak mungkin ada jalan keluar. Sangat mungkin berakibat bunuh diri.

Nah, orang yang jiwanya terluka ini sulit sekali untuk bisa Tuhan pakai. Karena fokus mereka hanya pada 'luka' dalam jiwanya. Mereka akan sangat sulit untuk dapat berdoa. Pikirannya akan terus menyeret dia untuk memikirkan 'luka' itu. Rugiii benerrr!

Gimana mungkin dia bisa memikirkan untuk berdoa buat orang lain, melayani orang lain, dll, kalo dia sendiri nggak beres hatinya? Intinya, pasti nggak siap deh untuk dijadikan "GOD’s Youth Army" diakhir jaman. Gimana bisa berperang? Mereka sedang terluka.

So, karena itu hati-hatilah dengan sakit hati. sangat buruk untuk pertumbuhan kerohanian kita. Tapi ingat, sekali lagi, sebetulnya sakit hati datang untuk pergi! Tuhan mengajar kita untuk 'melupakan yang telah lalu dan mengarah pada tujuan yang akan datang'. Jangan fokuskan jiwa kita pada sakit hati di masa lalu. Biarkan yang lama berlalu, karena sesungguhnya yang baru sudah datang! (SL)

Tuesday, March 30, 2010

Sakit Hati!

BUK! BUK! WADAOWW!


Jempol kejepit pintu! Muka kejedot kaca! Duren jatuh di atas kepala! Telinga melepuh, gara-gara lagi asyik nyetrika eh handphone juga bunyi, langsung dihalo-in aja pake sterika! Kesandung batu dan menginjak tanaman kaktus!

Sakitnya bukan sakit lagi! Tapi sakit banget deh! Oke, itu sakit badan/fisik.

Tapi giliran hati disakiti, tertusuk, tercabik-cabik, dan terluka, banyak yang anggap remeh. Padahal ini bukan sekedar masalah rohani, tapi berakibat fatal pada tubuh dan jiwa juga. Bunuh diri termasuk pilihan yang diambil waktu hatinya tidak terobati. Iiih..ngeriii!



JANGAN ANGGAP REMEH!

Otak manusia terdiri dari bilyunan saraf dengan ratusan akson, yang semuanya tersusun jadi satu. Apa saja yang kita lakukan dan pikirkan, itu terjadi dengan cara menghubungkan berbagai saraf dengan ujung-ujung akson dan mengirimkan rangsangan listrik yang sangat ringat. Tapi, hebatnya Tuhan, nggak ada satu ujung akson pun yang saling bersentuhan. Soalnya, semua hubungan ‘kerja’ itu dibuat dengan tetesan mikroskopis dari cairan otak yang elektrolitis, yaitu serotonin dan zat kimia lain.

Wah, penting banget dong, yang namanya cairan serotonin! Tanpa cairan ini, nggak ada hubungan! Artinya nggak ada pikiran atau tindakan. So, banyaknya serotonin yang tersedia bagi otak sangat menentukan tingkat energi, motivasi, kemampuan mengingat, kemampuan berkonsentrasi pada pelajaran sekolah atau apa aja yang sedang kita usahakan untuk konsentrasi. En listen to this: serotonin juga secara langsung mengontrol kebahagiaan yang kita rasakan.



Kalo jumlah serotonin berkurang, kita akan jadi makin malas, mudah marah, depresi, ingin bunuh diri, putus asa, dipenuhi rasa bersalah, kesepian, mengkritik diri sendiri dan orang lain, dan menarik diri dan orang lain. Kita akan semakin rentan sama SAKIT EMOSIONAL, terutama waktu baru bangun tidur di pagi hari.

Singkatnya, tanpa serotonin yang cukup, kita nggak bisa berprestasi dengan baik, bahkan tidak bahagia dan jadi depresi. Jadi, zat kimia bernama serotonin ini benar-benar penting, seperti mobil yang butuh bensin.

CARA MEMPERBANYAK SEROTONIN


Hush, ini bukan pelajaran biologi, guyz! Tapi informasi penting!

Serotonin dibentuk dari zat kimia alami dari makanan yang disebut tryptophan. Ini bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging atau produk susu bersamaan dengan karbohidrat dan Vitamin B6. Oya, makan pisang tiap hari itu bagus banget, soalnya pisang menyediakan nutrisi yang sangat baik untuk pembentukan serotonin. Pisang mengandung tryptophan dan vitamin B6.

Pantes aja, nggak ada monyet yang depresi atau bunuh diri. Monyet selalu happy, bergelantungan, berayun-ayun di pohon. Makannya pisang all the time, sih!

CARA MENGURANGI SEROTONIN


Alkohol, rokok, dan narkoba sangat berpotensi menurunkan tingkat serotonin di otak. Kurang tidur apalagi. Ck..ck..ck.. ortu kita benar-benar dikasih hikmat sama Tuhan. Makanya jangan bete aja, kalo dilarang begadang atau tidur terlalu malam! Kalo dibilangin jangan minum bir, ngerokok, apalagi nge-drugs, itu semua benar-benar punya alasan yang kuat untuk dihindari! Bukan cuma merugikan rohani, tapi fisik juga bisa hancur gara-gara ginian!

Penting banget untuk memperhatikan hal-hal kesehatan, nggak cuma hal rohani aja. Kudu seimbang, amin? Bayangin dong, kita mau melayani Tuhan tapi dengan fisik yang kekurangan gizi, gimana bisa maksimal? So, mulai deh dengan makan yang seimbang dan mengatur jadwal yang baik supaya bisa tidur cukup. Tubuh kita juga bait Allah yang kudu dipelihara, setuju?

SEMUA PERCUMA, KALO…


Boleh-boleh aja makan daging kalkun, roti, dan pisang sebanyak-banyaknya…Bisa aja kita berusaha sekuat tenaga supaya serotonin jadi banyak. But, do you know…selama kita menyimpan dendam, kita akan TETAP KEKURANGAN SEROTONIN!!



DENDAM= sakit hati,  kecewa,  kepahitan,  benci,  rasa bersalah,  keinginan membalas,  kemarahan yang terpendamLebih dari 90% dari ribuan depresi disebabkan karena menyimpan penyakit hati. Hey, nggak ada dendam yang bermanfaat! Nggak ada sakit hati yang bikin sehat! Nggak ada kepahitan yang lucu! Nggak ada kebencian yang menyenangkan! SEMUA MERUGIKAN!!! JANGAN DISIMPAN, GUYZ!

Soalnya, begitu kita simpan dendam sedikiiiit aja, persediaan serotonin kita akan langsung berkurang dan depresi pun muncul kita. Akibatnya, kita terserang sakit kepala –bahkan kadang migran. Serotonin dalam aliran darah melekat pada reseptor tertentu di pembuluh darah. Ini menyebabkan pembuluh darah kita membengkak atau mengerut. Timbul deh sakit kepala! Jadi selama kita masih marah pada diri sendiri, benci sama Tuhan, sakit hati sama teman, otomatis kita tetap akan mengeluarkan serotonin dan menjadi depresi! Mau makan 1000 buah pisang sekalipun, nggak ada efeknya! Serotonin terus berkurang selama dendam masih ada. (anakmuda.net)

Wednesday, March 3, 2010

Mengatasi Rasa Kecewa

Banyak orang pasti pernah mengalami yang namanya kecewa. kecewa itu bisa bikin kita BeTe abis seharian tuh. Tapi... kalo kecewa ini mulai dipendem wah gawat! Jangan sampe deh! Ini bikin hati kita jadi pahit dan malah bisa bikin jadi penyakit. Mesti cepet-cepet diberesin. Berikut ini beberapa point yang bisa kita lakuin

1. Curhat

Curhat deh sama temen-temen yang bisa kamu percayain, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat atau masukkan sama kamu. Memang nggak gampang juga buat cari temen-temen yang bisa dipercaya, tapi kamu bisa selalu curhat sama Tuhan. Bicaralah, Dia pasti mendengar.

2. Belajar Memaafkan, Melupakan dan Tetap Mengasihi

Mengampuni itu obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi nggak cukup itu, lupakanlah apa yang udah terjadi. Biarkan itu jadi masa lalu. Kita nggak bisa mengubah masa lalu bukan? Tetap kasihi dan doakan orang yang sudah membuat kita kecewa. Itu tandanya hati kita udah beres, dan nggak menyimpan kecewa itu.

3. Bereskan

Kalo memang masalah itu perlu dibereskan dengan orang yang bersangkutan, ya bereskanlah. Bicarakan dan jelaskan secara baik-baik permasalahannya. Waktu berbicara, jangan pake emosi.

4. Sadar bahwa Manusia Masih Bisa buat Salah

Sebenarnya kita sedang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia nggak sempurna, tapi sedang menuju ke kesempurnaan itu. Bukankah kita juga masih bisa ngecewain orang?

5. Positif Thinking

Mungkin mereka juga nggak bermaksud untuk mengecewakan kita. Mungkin Tuhan ijinkan untuk memproses kita supaya menjadi bertambah baik lagi. Bukankah besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

6. Terima Apa Adanya

Supaya kita nggak mudah kecewa, terimalah orang itu apa adanya. Memang kita nggak bisa mengubah orang, cuma Tuhan yang sanggup. Apa kekurangan orang itu mestinya diperlengkapi dengan kelebihan kita. Tapi... kalo orang itu salah ya jangan sungkan untuk menegegur. Itu tandanya kita sayang sama dia dan nggak mau orang tersebut jadi tambah ngaco.

7. Fokus pada orang lain

Fokus pada diri sendiri membuat kita mudah kecewa, karena kita akan selalu merasa diperlakukan tidak adil. Coba alihkan pikiran kita pada orang lain dengan cara bagaimana membahagiakan orang lain sekalipun mungkin kita tidak mendapat balasan kebaikan dari orang tersebut. (dari majalah GFresh!)