Banyak orang pasti pernah mengalami yang namanya kecewa. kecewa itu bisa bikin kita BeTe abis seharian tuh. Tapi... kalo kecewa ini mulai dipendem wah gawat! Jangan sampe deh! Ini bikin hati kita jadi pahit dan malah bisa bikin jadi penyakit. Mesti cepet-cepet diberesin. Berikut ini beberapa point yang bisa kita lakuin
1. Curhat
Curhat deh sama temen-temen yang bisa kamu percayain, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat atau masukkan sama kamu. Memang nggak gampang juga buat cari temen-temen yang bisa dipercaya, tapi kamu bisa selalu curhat sama Tuhan. Bicaralah, Dia pasti mendengar.
2. Belajar Memaafkan, Melupakan dan Tetap Mengasihi
Mengampuni itu obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi nggak cukup itu, lupakanlah apa yang udah terjadi. Biarkan itu jadi masa lalu. Kita nggak bisa mengubah masa lalu bukan? Tetap kasihi dan doakan orang yang sudah membuat kita kecewa. Itu tandanya hati kita udah beres, dan nggak menyimpan kecewa itu.
3. Bereskan
Kalo memang masalah itu perlu dibereskan dengan orang yang bersangkutan, ya bereskanlah. Bicarakan dan jelaskan secara baik-baik permasalahannya. Waktu berbicara, jangan pake emosi.
4. Sadar bahwa Manusia Masih Bisa buat Salah
Sebenarnya kita sedang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia nggak sempurna, tapi sedang menuju ke kesempurnaan itu. Bukankah kita juga masih bisa ngecewain orang?
5. Positif Thinking
Mungkin mereka juga nggak bermaksud untuk mengecewakan kita. Mungkin Tuhan ijinkan untuk memproses kita supaya menjadi bertambah baik lagi. Bukankah besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.
6. Terima Apa Adanya
Supaya kita nggak mudah kecewa, terimalah orang itu apa adanya. Memang kita nggak bisa mengubah orang, cuma Tuhan yang sanggup. Apa kekurangan orang itu mestinya diperlengkapi dengan kelebihan kita. Tapi... kalo orang itu salah ya jangan sungkan untuk menegegur. Itu tandanya kita sayang sama dia dan nggak mau orang tersebut jadi tambah ngaco.
7. Fokus pada orang lain
Fokus pada diri sendiri membuat kita mudah kecewa, karena kita akan selalu merasa diperlakukan tidak adil. Coba alihkan pikiran kita pada orang lain dengan cara bagaimana membahagiakan orang lain sekalipun mungkin kita tidak mendapat balasan kebaikan dari orang tersebut. (dari majalah GFresh!)
Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts
Wednesday, March 3, 2010
Tuesday, March 2, 2010
Gaya Hidup Anak Muda
AWASSS! BARANG PALSU!
Dih, ternyata uang palsu nggak cuma beredar di Indo aja, man! Di negara manapun, kejahatan pemalsuan uang masih jadi masalah nasional. Saya waktu belanja di Guangzhou, dimana-mana orang bawaannya curiga aja kalo terima uang yang nilainya gede. Uang asli sama uang palsu emang sulit dibedakan. Yang palsu mirrrripppp buangettt sama yang asli. Mirip tapi nggak sama. Yang asli ada ciri-ciri tertentu. Tujuan pemalsu uang cuma satu: menipu untuk mendapat untung. Nggak heran, dari encim-encim pemilik warung sederhana sampai tukang taksi di Guang Zhou, rata-rata udah punya money detector, alat untuk mendeteksi lembaran uang. Soalnya, mau segede apapun nilai selembar uang, kalo namanya uang palsu tetap aja nggak ada nilainya.
Ehm, udah tau belon, kalo iblis juga salah satu pemalsu lihai. Mau happy? Iblis bisa buat yang palsu kok, tapi of course tetap beda kualitasnya dengan yang asli. Yang asli itu made by GOD, creator of all, Tuhan Yesus, pencipta semesta alam.
Well, dugem itu baru satu di antara puluhan godaan en tipu daya yang iblis tawarkan demi mencari kebahagiaan. Tapi perhatiin deh, semua yang iblis tawarin berkualitas semu. Do you understand apa itu SEMU? Artinya tuh palsu, hanya kepura-puraan, nggak bertahan lama.
Saya heran, banyak orang pengen masalahnya kelar dengan cara palsu, padahal udah tau akibatnya. GF! pikir itu karena ada banyak orang belum pernah ngalamin sukacita en kebahagiaan yang sejati. Atau bisa juga, mereka emang suka barang palsu karena buat dapet yang asli ada harga yang harus dibayar. Sama halnya, banyak orang yang pake jam Rolex palsu, tapi suka ngaku asli. Yang penting keren dulu, tapi sebetulnya sedang menipu diri sendiri dan orang lain. Yang ngebedain adalah kualitasnya, tapi banyak orang cukup puas dan bangga dengan barang palsu. Yang penting murah dan keren, tapi belakangan baru tau: cepet rusak!
So, dari mana kita tau yang asli atau yang palsu? Yap! Betul, dari kualitas dan efek yang dihasilkan. Bahayanya, nggak semua efek langsung terlihat dalam waktu dekat. Iblis ternyata suka niru cara makan tikus, yaitu menggerototi sedikit demi sedikit. Misalnya lewat trend bikini, siapa sangka trend yang umurnya sudah puluhan tahun ini bakal memicu dimulainya suatu gaya hidup seks bebas di seluruh dunia. Berapa banyak orang dibangkitkan hawa nafsunya dengan trend pakaian yang ‘miskin’ bahan ini? Berawal dari sitkom lucu di teve, siapa yang nyangka yang tadinya hanya lucu-lucuan itu akhirnya malah memacu gerakan lesbianisme dan homoseksualitas di Amrik sono (makanya ati-ati dengan sinetron Indonesia yang mulai pake tokoh banci atau homo meski cuman buat lucu-lucuan). Perhatiin deh, semua yang iblis kasih membawa efek panjang, yang bikin kualitas dan standar moral manusia makin rendah.
Iblis itu ‘pinter’, dia tau kalo anak muda sekarang disodorin yang langsung kelihatan efek negatifnya, pasti pada nolak. Apalagi kalo sasarannya anak Tuhan yang sungguh-sungguh, iblis menawarkan dosa sedikit demi sedikit, entar kalo kita udah deeper in sin alias makin terhisap dalam lumpur dosa, efeknya baru keluar. Apa mau dikata, terkadang sudah terlambat untuk dicegah. Iblis tau apa yang kita suka, apa yang jadi kelemahan en apa yang merangsang nafsu anak muda. Iblis nggak akan ragu menghalalkan segala cara, yang penting kita makin dekat dengan dosa en makin jauh dengan Allah. Ehm, itulah beda iblis sama Tuhan kita. Bikinan iblis nggak bakalan punya kualitas yang bagus. Julukannya aja 4P: penipu, pembunuh, pencuri en pembinasa. Kalo ngasih sesuatupun pasti ada tumbal yang diminta. Entah itu penyakit, utang piutang, bahkan nyawa! Sengsara benerrrr!
RACUN NERAKA
Pernah lihat bubuk racun yang warna putih? Kalo di taruh di atas meja, anak-anak kecil nggak bakalan tertarik dengan benda putih yang mirip bedak itu. Tapi kalo bubuk racun itu ditabur dan dikocok dengan permen warna warni, wah anak-anak kecil langsung mencomot tanpa ragu-ragu. Tapi racun is racun!
Gitu juga kerja iblis, sesuatu yang berbahaya kadang di’samar’kan dengan hal yang keren dan bagus, tapi tetap aja mematikan, namanya juga RACUN.
Nggak ada yang salah dengan trend, tapi jerat dibalik TREND itu yang harus diwaspadai. Bukan trend namanya, kalo nggak menarik. Semua perusahaan iklan tau apa yang remaja sukai, film apa yang sedang digandrungi, musik apa yang sedang didengerin, dll. Mereka bayar mahal untuk meneliti kesukaan kita, en lalu dibuatlah produk-produk yang menjawab hobi en kegemaran kita. Mereka nggak tanggung-tanggung ngeluarin biaya untuk iklan yang tepat pada sasaran. Tanpa sadar gaya hidup remaja diracuni oleh film-film romantis, trend-trend yang menyebut kamu jadi kampungan kalo nggak ikutan di dalamnya, dll.
Di Guangzhou, saya ketemu satu anak muda yang dengan jujur mengakui telah berhubungan seks dengan pacarnya setelah menonton film seri remaja buatan lokal yang sedang ngetrend di China. Film yang romantis, merangsang nafsu, membuat segala sesuatu kelihatan indah dari sisi luar, tapi ternyata telah membubuhkan racun dalam nafsu anak-anak muda.
Suatu pagi, saya jalan-jalan melewati asrama pelajar bertingkat lima, dan rumput di seliling asrama tersebut penuh dengan puntung rokok dan botol minuman keras. Iklan-iklan menampilkan kemachoan en keindahan hidup yang eksklusif dengan menghisap rokok, minum bir, dll. Apa semua orang nggak tau efek dari ‘racun-racun’ manis itu? Oooiii...somebody tells them, please!
Hahaha, mereka nggak sebodoh itu kok. So pasti mereka tau efek dari ‘racun-racun’ manis tersebut. Tapi kenapa tetap itu yang dipilih sebagai gaya hidup?
ORANG BAIK VS ORANG BENAR
“Ah kamu kampungan banget sih? Ngerokok, nge-bir, nge-seks, dan nge-nge yang lain, itu nggak berarti kita orang jahat! Kita nggak sampai ngerampok atau memperkosa kok. Ini gaya hidup anak muda jaman sekarang, yang penting kita nggak nyusahin orang lain.”
Oups, ada yang protes rupanya. Saya ngerti jalan pikiran kebanyakan anak muda. Waktu kamu bilang kamu nggak sedang nyusahin orang lain, kelihatannya nggak ada yang salah dengan itu. Wong ini hidupnya kamu sendiri. Mungkin keluargamu nggak peduli. Tap kalo punya keluarga yang normal, pasti mereka ikut terseret sengsara waktu racun-racun manis itu mulai bereaksi.
Hei, saya tau maksudmu, kamu memang bukan orang jahat. Dengan gaya hidup nge-drugs, nge-rokok, nge-seks, nge-judi, dll, kamu bisa tetap berbuat amal di hari natal, nyumbang duit untuk korban banjir, menolong seekor kucing yang terlantar di pingir jalan, melemparkan uang logam 100 perak buat pengemis di jembatan penyebrangan, ngasih contekan buat teman yang langganan bebek (baca: angka 2) di setiap ulangan, dll.
Gini-gini gua nggak pernah korupsi kayak pejabat si anu tuh! Gini-gini gua nggak pernah ngempesin ban mobil orang kecuali kalo dia jahatin gua, gini-gini gua nggak pernah bo’ong kecuali kepepet, gini-gini...gitu-gitu...gini-gitu…
Tapi sayangnya, kamu perlu tau, kalo Tuhan nggak sedang cari orang baik-baik, tapi Tuhan cari orang BENAR. Orang baik belon tentu benar, orang benar sudah pasti baik. You know what I mean? Tuhan minta kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. I am happy to be in the truth. What about you?
JANGAN DIBACA! (KAMU NGGAK BAKALAN SUKA!)
Well, kamu yang mutusin baca. Jadi jangan melempar majalah GF! ini ke bawah kolong ranjang. Tahan sebentar. Sebenarnya saya sedih dan gemes, karena banyak anak muda yang mengaku dirinya Kristen, tapi gaya hidupnya nggak mencerminkan kalo Yesus ada di dalam hidupnya.
Okelah, mungkin kamu nggak nge-dugem, nge-seks, nge-drugs, nge-rampok, atau nge-nge yang lain. Tapi lihat cara hidup kita di depan cermin. What for? I am a Christian, man!
Eh, Bapak gua pendeta, apa lagi yang harus diragukan? Eh, nenek moyang gua orang kristen sejak jaman purba, tau! Do you think so, huh? Coba ngaca bentar aja....
10. Hahaha...ramalan? Gua nggak percaya sama gituan lagi! Ini kan cuma ramalan bintang! Iseng doang! Well, dengan membaca saja kamu sedang membuka pintu untuk iblis bekerja dalam hidupmu. That’s your choice!
11. Hobi nonton film horor? Atau yang sadis en hot? Ya Tuhan..., cuma nonton doang, man! Hey, itu hakmu, tapi jangan lupa, media sangat mempengaruhi gaya hidup dan cara pikir kita. Bukannya firman Tuhan yang berakar, tapi konsep-konsep dunia. Ingat sistem iblis yang paling ampuh: menggerogoti dikiiiit...demi sedikiiiit...
12. Gua orangnya emang udah kayak gini dari sononya. Kalo marah emang banting pintu, gelas, piring, pokoknya kasar deh. Tapi cuma luarnya doang, dalemnya gua orang baek. (dari majalah GFresh!)
Dih, ternyata uang palsu nggak cuma beredar di Indo aja, man! Di negara manapun, kejahatan pemalsuan uang masih jadi masalah nasional. Saya waktu belanja di Guangzhou, dimana-mana orang bawaannya curiga aja kalo terima uang yang nilainya gede. Uang asli sama uang palsu emang sulit dibedakan. Yang palsu mirrrripppp buangettt sama yang asli. Mirip tapi nggak sama. Yang asli ada ciri-ciri tertentu. Tujuan pemalsu uang cuma satu: menipu untuk mendapat untung. Nggak heran, dari encim-encim pemilik warung sederhana sampai tukang taksi di Guang Zhou, rata-rata udah punya money detector, alat untuk mendeteksi lembaran uang. Soalnya, mau segede apapun nilai selembar uang, kalo namanya uang palsu tetap aja nggak ada nilainya.
Ehm, udah tau belon, kalo iblis juga salah satu pemalsu lihai. Mau happy? Iblis bisa buat yang palsu kok, tapi of course tetap beda kualitasnya dengan yang asli. Yang asli itu made by GOD, creator of all, Tuhan Yesus, pencipta semesta alam.
Well, dugem itu baru satu di antara puluhan godaan en tipu daya yang iblis tawarkan demi mencari kebahagiaan. Tapi perhatiin deh, semua yang iblis tawarin berkualitas semu. Do you understand apa itu SEMU? Artinya tuh palsu, hanya kepura-puraan, nggak bertahan lama.
Saya heran, banyak orang pengen masalahnya kelar dengan cara palsu, padahal udah tau akibatnya. GF! pikir itu karena ada banyak orang belum pernah ngalamin sukacita en kebahagiaan yang sejati. Atau bisa juga, mereka emang suka barang palsu karena buat dapet yang asli ada harga yang harus dibayar. Sama halnya, banyak orang yang pake jam Rolex palsu, tapi suka ngaku asli. Yang penting keren dulu, tapi sebetulnya sedang menipu diri sendiri dan orang lain. Yang ngebedain adalah kualitasnya, tapi banyak orang cukup puas dan bangga dengan barang palsu. Yang penting murah dan keren, tapi belakangan baru tau: cepet rusak!
So, dari mana kita tau yang asli atau yang palsu? Yap! Betul, dari kualitas dan efek yang dihasilkan. Bahayanya, nggak semua efek langsung terlihat dalam waktu dekat. Iblis ternyata suka niru cara makan tikus, yaitu menggerototi sedikit demi sedikit. Misalnya lewat trend bikini, siapa sangka trend yang umurnya sudah puluhan tahun ini bakal memicu dimulainya suatu gaya hidup seks bebas di seluruh dunia. Berapa banyak orang dibangkitkan hawa nafsunya dengan trend pakaian yang ‘miskin’ bahan ini? Berawal dari sitkom lucu di teve, siapa yang nyangka yang tadinya hanya lucu-lucuan itu akhirnya malah memacu gerakan lesbianisme dan homoseksualitas di Amrik sono (makanya ati-ati dengan sinetron Indonesia yang mulai pake tokoh banci atau homo meski cuman buat lucu-lucuan). Perhatiin deh, semua yang iblis kasih membawa efek panjang, yang bikin kualitas dan standar moral manusia makin rendah.
Iblis itu ‘pinter’, dia tau kalo anak muda sekarang disodorin yang langsung kelihatan efek negatifnya, pasti pada nolak. Apalagi kalo sasarannya anak Tuhan yang sungguh-sungguh, iblis menawarkan dosa sedikit demi sedikit, entar kalo kita udah deeper in sin alias makin terhisap dalam lumpur dosa, efeknya baru keluar. Apa mau dikata, terkadang sudah terlambat untuk dicegah. Iblis tau apa yang kita suka, apa yang jadi kelemahan en apa yang merangsang nafsu anak muda. Iblis nggak akan ragu menghalalkan segala cara, yang penting kita makin dekat dengan dosa en makin jauh dengan Allah. Ehm, itulah beda iblis sama Tuhan kita. Bikinan iblis nggak bakalan punya kualitas yang bagus. Julukannya aja 4P: penipu, pembunuh, pencuri en pembinasa. Kalo ngasih sesuatupun pasti ada tumbal yang diminta. Entah itu penyakit, utang piutang, bahkan nyawa! Sengsara benerrrr!
RACUN NERAKA
Pernah lihat bubuk racun yang warna putih? Kalo di taruh di atas meja, anak-anak kecil nggak bakalan tertarik dengan benda putih yang mirip bedak itu. Tapi kalo bubuk racun itu ditabur dan dikocok dengan permen warna warni, wah anak-anak kecil langsung mencomot tanpa ragu-ragu. Tapi racun is racun!
Gitu juga kerja iblis, sesuatu yang berbahaya kadang di’samar’kan dengan hal yang keren dan bagus, tapi tetap aja mematikan, namanya juga RACUN.
Nggak ada yang salah dengan trend, tapi jerat dibalik TREND itu yang harus diwaspadai. Bukan trend namanya, kalo nggak menarik. Semua perusahaan iklan tau apa yang remaja sukai, film apa yang sedang digandrungi, musik apa yang sedang didengerin, dll. Mereka bayar mahal untuk meneliti kesukaan kita, en lalu dibuatlah produk-produk yang menjawab hobi en kegemaran kita. Mereka nggak tanggung-tanggung ngeluarin biaya untuk iklan yang tepat pada sasaran. Tanpa sadar gaya hidup remaja diracuni oleh film-film romantis, trend-trend yang menyebut kamu jadi kampungan kalo nggak ikutan di dalamnya, dll.
Di Guangzhou, saya ketemu satu anak muda yang dengan jujur mengakui telah berhubungan seks dengan pacarnya setelah menonton film seri remaja buatan lokal yang sedang ngetrend di China. Film yang romantis, merangsang nafsu, membuat segala sesuatu kelihatan indah dari sisi luar, tapi ternyata telah membubuhkan racun dalam nafsu anak-anak muda.
Suatu pagi, saya jalan-jalan melewati asrama pelajar bertingkat lima, dan rumput di seliling asrama tersebut penuh dengan puntung rokok dan botol minuman keras. Iklan-iklan menampilkan kemachoan en keindahan hidup yang eksklusif dengan menghisap rokok, minum bir, dll. Apa semua orang nggak tau efek dari ‘racun-racun’ manis itu? Oooiii...somebody tells them, please!
Hahaha, mereka nggak sebodoh itu kok. So pasti mereka tau efek dari ‘racun-racun’ manis tersebut. Tapi kenapa tetap itu yang dipilih sebagai gaya hidup?
ORANG BAIK VS ORANG BENAR
“Ah kamu kampungan banget sih? Ngerokok, nge-bir, nge-seks, dan nge-nge yang lain, itu nggak berarti kita orang jahat! Kita nggak sampai ngerampok atau memperkosa kok. Ini gaya hidup anak muda jaman sekarang, yang penting kita nggak nyusahin orang lain.”
Oups, ada yang protes rupanya. Saya ngerti jalan pikiran kebanyakan anak muda. Waktu kamu bilang kamu nggak sedang nyusahin orang lain, kelihatannya nggak ada yang salah dengan itu. Wong ini hidupnya kamu sendiri. Mungkin keluargamu nggak peduli. Tap kalo punya keluarga yang normal, pasti mereka ikut terseret sengsara waktu racun-racun manis itu mulai bereaksi.
Hei, saya tau maksudmu, kamu memang bukan orang jahat. Dengan gaya hidup nge-drugs, nge-rokok, nge-seks, nge-judi, dll, kamu bisa tetap berbuat amal di hari natal, nyumbang duit untuk korban banjir, menolong seekor kucing yang terlantar di pingir jalan, melemparkan uang logam 100 perak buat pengemis di jembatan penyebrangan, ngasih contekan buat teman yang langganan bebek (baca: angka 2) di setiap ulangan, dll.
Gini-gini gua nggak pernah korupsi kayak pejabat si anu tuh! Gini-gini gua nggak pernah ngempesin ban mobil orang kecuali kalo dia jahatin gua, gini-gini gua nggak pernah bo’ong kecuali kepepet, gini-gini...gitu-gitu...gini-gitu…
Tapi sayangnya, kamu perlu tau, kalo Tuhan nggak sedang cari orang baik-baik, tapi Tuhan cari orang BENAR. Orang baik belon tentu benar, orang benar sudah pasti baik. You know what I mean? Tuhan minta kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. I am happy to be in the truth. What about you?
JANGAN DIBACA! (KAMU NGGAK BAKALAN SUKA!)
Well, kamu yang mutusin baca. Jadi jangan melempar majalah GF! ini ke bawah kolong ranjang. Tahan sebentar. Sebenarnya saya sedih dan gemes, karena banyak anak muda yang mengaku dirinya Kristen, tapi gaya hidupnya nggak mencerminkan kalo Yesus ada di dalam hidupnya.
Okelah, mungkin kamu nggak nge-dugem, nge-seks, nge-drugs, nge-rampok, atau nge-nge yang lain. Tapi lihat cara hidup kita di depan cermin. What for? I am a Christian, man!
Eh, Bapak gua pendeta, apa lagi yang harus diragukan? Eh, nenek moyang gua orang kristen sejak jaman purba, tau! Do you think so, huh? Coba ngaca bentar aja....
- Nyontek kecil-kecilan? Try to be creative, huh? ‘Jurus apalagi yang dikeluarkan untuk menipu guru-guru bodoh itu?’ Eittss...siapa yang bodoh sebetulnya?
- Ngasih contekan besar-besaran? Jadi orang baek, ya? Sedang mendidik orang jadi malas, atau cari muka biar dapet banyak teman?
- Bohong putih? Bohong item? Nggak peduli bohong merah, kuning, hijau, bahkan di langit yang biru sekalipun, yang namanya bohong tetap bohong, man!
- Ngomongin orang di belakang? Bangga juga kalo tergabung dalam klub yang selalu berkata: gosip... gosip... gosip... Memang lidah nggak bertulang, tapi apa yang kamu tabur pasti akan kamu tuai. Pasti? So pastiii dong!
- Kalo udah emosi, keluar deh koleksi kata-kata yang tidak berperikemanusiaan, tapi ber-perikebinatangan, untuk menyerang orang lain? Dari hewan berkaki empat, melata, sampai hewan yang adalah nenek moyang manusia, kata teori Darwin itu. Jangan lupa 2 jam di hari minggu kemaren, mulutmu nyanyi lagu-lagu rohani. Tapi dengan bibir yang sama kamu sedang nyakitin orang dan nyakitin hati Tuhan.
- Gua nggak sampai nge-seks kok, cuma main-main cinta sedikit. Tenang ajaaa... sekalipun kita serumah, sekamar, seranjang, kita nggak sampai making love kok, cuma saling menikmati aja keindahan ciptaan Tuhan. Eleh-eleh..!
- Ngerokok? Ah cuma buat penghilang stress en sssstttt....katanya berat badan bisa turun kalo ngerokok. Keren lho, lihat cewek ngerokok. Well, rokok tetap rokok, racun nikotin dan tembakau sedang berenang-renang dalam darahmu. Jangan kaget kalo suatu saat kamu harus terima kenyataan dari dokter yang menyatakan paru-parumu banyak flek hitam. TBC, man!
- Ya ampun, gua nggak ke kasino lagi! Cuma taruhan bola doang! Siapa tau menang, kan duitnya buat orang miskin. Wow, betapa mulianya hatimu. Tapi maaf, Tuhan nggak pernah ngasih berkat lewat cara-cara yang tidak memuliakan namaNya
- Hei, ini cuma 5 gelas bir, dikit doang...! Nggak bakalan mabok, lagi! Oya? Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi penyakit. Masih ingat pepatah nasional ini?
10. Hahaha...ramalan? Gua nggak percaya sama gituan lagi! Ini kan cuma ramalan bintang! Iseng doang! Well, dengan membaca saja kamu sedang membuka pintu untuk iblis bekerja dalam hidupmu. That’s your choice!
11. Hobi nonton film horor? Atau yang sadis en hot? Ya Tuhan..., cuma nonton doang, man! Hey, itu hakmu, tapi jangan lupa, media sangat mempengaruhi gaya hidup dan cara pikir kita. Bukannya firman Tuhan yang berakar, tapi konsep-konsep dunia. Ingat sistem iblis yang paling ampuh: menggerogoti dikiiiit...demi sedikiiiit...
12. Gua orangnya emang udah kayak gini dari sononya. Kalo marah emang banting pintu, gelas, piring, pokoknya kasar deh. Tapi cuma luarnya doang, dalemnya gua orang baek. (dari majalah GFresh!)
Thursday, February 25, 2010
Cinta Rebutan
Pernah nggak kamu and sohib-sohibmu ngalamin jatuh cinta sama orang yang sama, pada saat yang sama, dan di tempat yang sama? Ah... masa sih nggak pernah? Pernah dong!? Ayo ngaku! He...he...he... Pasti banyak deh yang pernah ngalamin kayak gitu, bikin pusing aja... Aduh ribet tuh! Apa dong yang harus kita buat kalo kasusnya kayak gitu? Siapa yang boleh maju terus and siapa yang harus mundur?
1. Hal ini wajar terjadi
Ini wajar selama baru dalam batas berdoa, namanya juga kita lagi nguji perasaan kita di dalam Tuhan. Yang pasti, hal ini akan cukup membuat hati kita nggak enak. Bahkan ada juga yang sampe hubungan sama sohibnya jadi renggang, or yang sampe sakit hati sama kakak rohaninya. Sebenernya kalo kita udah dewasa dan bener-bener cinta sama Tuhan hal itu (hubungan yang rusak, sakit hati, dll) nggak perlu terjadi.
a. Bawa semua pada Tuhan
Kalau hanya sebatas mendoakan orang yang sama sih ngak apa-apa, kan orang yang didoakannya masih dalam posisi netral alias belon jadian sama orang, ya doain aja meskipun orangnya sama. Bilang aja sama Tuhan kalo kamu jatuh cinta sama orang yang juga lagi didoain sama temen kamu.
b. Tetaplah berdoa dalam posisi hati yang netral
Jangan karena ada ‘saingan’, terus kita jadi buru-buru ‘nabrak’ duluan, bisa-bisa masuk UGD hehehe.... atau ditempel terus supaya nggak bisa lepas, atau malah berantem sama saingan kita. Jadi kalo pun akhirnya doi milih sohib kamu, itu bukan berarti kamu gagal. Itu kan artinya doi bukan yang terbaik buat kamu. Jadi serahkanlah semuanya pada Tuhan, jangan pake pikiran sendiri atau semau gue, akui Dia dalam segala tingkah lakumu, pasti nanti Tuhan akan bicara lewat banyak cara.
c. Mesti nggak salah satu mundur, mendukung... atau pura-pura nggak tahu tapi diam-diam terus mendoakan?
Nggak perlu, yang penting hati kita nggak boleh iri, doa ya doa tapi jangan cemburu, jangan dengan terpaksa, tapi sekali lagi, cobalah untuk bersikap netral. Kita perlu ngomong terbuka sama sohib kita, ngomonglah baik-baik sama dia. Kita harus saling ngerti perasaan kita dan juga sohib kita, bukan mentingin perasaan masing-masing, kalau ngerti tahu diri dong! Kita nggak lagi cari-cari siapa yang lebih hebat di sini. Jangan malah jadi menang-menangan, itu keliru! Usahakan untuk tetap menjadi teman yang baik, dan jangan sampai pelayanan kita jadi kacau gara-gara hal ini.
2. Jangan jadi sakit hati atau kehilangan teman baik kalo doi milih sohibmu
Bawa semua perasaan kamu kepada Tuhan. Kalau perasaan ini terus ada dihati kamu, itu bisa mempengaruhi kegiatanmu yang lain. Bawa juga semua kekesalan pada Tuhan, misalnya aja dalem hati kamu ngomong: ‘kok yang dipilihnya orang lain sih’, atau rasa cemburu, rasa bersaing, dll. Minta Tuhan ganti semua perasaan itu dengan kasih, karena ini yang sehat. Hati hancur berkeping-keping deh rasanya waktu kita tahu dia pilih orang lain, tapi ayolah kita bawa rasa sakit hati ini pada Tuhan, minta digantiin dengan hati yang dipenuhi oleh kasih dan netral. Hei, yang memilih kan orang yang lagi kita taksirin, itu hak dia kalau dia pilih orang lain. Percayalah bahwa Tuhan pasti sediakan yang lain, yang terbaik bagi kamu.
1. Hal ini wajar terjadi
Ini wajar selama baru dalam batas berdoa, namanya juga kita lagi nguji perasaan kita di dalam Tuhan. Yang pasti, hal ini akan cukup membuat hati kita nggak enak. Bahkan ada juga yang sampe hubungan sama sohibnya jadi renggang, or yang sampe sakit hati sama kakak rohaninya. Sebenernya kalo kita udah dewasa dan bener-bener cinta sama Tuhan hal itu (hubungan yang rusak, sakit hati, dll) nggak perlu terjadi.
a. Bawa semua pada Tuhan
Kalau hanya sebatas mendoakan orang yang sama sih ngak apa-apa, kan orang yang didoakannya masih dalam posisi netral alias belon jadian sama orang, ya doain aja meskipun orangnya sama. Bilang aja sama Tuhan kalo kamu jatuh cinta sama orang yang juga lagi didoain sama temen kamu.
b. Tetaplah berdoa dalam posisi hati yang netral
Jangan karena ada ‘saingan’, terus kita jadi buru-buru ‘nabrak’ duluan, bisa-bisa masuk UGD hehehe.... atau ditempel terus supaya nggak bisa lepas, atau malah berantem sama saingan kita. Jadi kalo pun akhirnya doi milih sohib kamu, itu bukan berarti kamu gagal. Itu kan artinya doi bukan yang terbaik buat kamu. Jadi serahkanlah semuanya pada Tuhan, jangan pake pikiran sendiri atau semau gue, akui Dia dalam segala tingkah lakumu, pasti nanti Tuhan akan bicara lewat banyak cara.
c. Mesti nggak salah satu mundur, mendukung... atau pura-pura nggak tahu tapi diam-diam terus mendoakan?
Nggak perlu, yang penting hati kita nggak boleh iri, doa ya doa tapi jangan cemburu, jangan dengan terpaksa, tapi sekali lagi, cobalah untuk bersikap netral. Kita perlu ngomong terbuka sama sohib kita, ngomonglah baik-baik sama dia. Kita harus saling ngerti perasaan kita dan juga sohib kita, bukan mentingin perasaan masing-masing, kalau ngerti tahu diri dong! Kita nggak lagi cari-cari siapa yang lebih hebat di sini. Jangan malah jadi menang-menangan, itu keliru! Usahakan untuk tetap menjadi teman yang baik, dan jangan sampai pelayanan kita jadi kacau gara-gara hal ini.
2. Jangan jadi sakit hati atau kehilangan teman baik kalo doi milih sohibmu
Bawa semua perasaan kamu kepada Tuhan. Kalau perasaan ini terus ada dihati kamu, itu bisa mempengaruhi kegiatanmu yang lain. Bawa juga semua kekesalan pada Tuhan, misalnya aja dalem hati kamu ngomong: ‘kok yang dipilihnya orang lain sih’, atau rasa cemburu, rasa bersaing, dll. Minta Tuhan ganti semua perasaan itu dengan kasih, karena ini yang sehat. Hati hancur berkeping-keping deh rasanya waktu kita tahu dia pilih orang lain, tapi ayolah kita bawa rasa sakit hati ini pada Tuhan, minta digantiin dengan hati yang dipenuhi oleh kasih dan netral. Hei, yang memilih kan orang yang lagi kita taksirin, itu hak dia kalau dia pilih orang lain. Percayalah bahwa Tuhan pasti sediakan yang lain, yang terbaik bagi kamu.
Subscribe to:
Posts (Atom)