Monday, July 19, 2010
Mati
A: Hai Blue. Wah, kebalik dong sama saya. Saya justru lebih takut hidup daripada mati. Kenapa? Soalnya kalo mati saya bisa langsung ketemu Tuhan en jalan–jalan di surga dengan Tuhan, sementara kalo hidup kan justru banyak susahnya, tul nggak? Kalo tugas saya dari Tuhan di dunia ini selesai, begitu semua tanggung jawab dan pelayanan yang harus saya lakukan di bumi udah beres, saya berharap Tuhan cepet panggil saya pulang.
Bagi saya, hari kematian sama kayak harinya gajian, hari pembagian hadiah, hari kelulusan, hari dimana saya akhirnya bisa pulang ke rumah. Kematian harusnya bukan sesuatu yang menakutkan bagi orang Kristen, justru seharusnya itu hari yang bahagia. Kalo ada yang menyedihkan, itu karena kita harus berpisah dengan orang–orang yang kita sayangi untuk sementara. Kalo ada yang saya takutkan, itu bukan kematiannya sendiri tapi cara matinya. Kalo bisa sih saya matinya dengan tenang dan cepat, bukan menderita karena sakit parah yang berkepanjangan. Tapi apapun caranya, puji Tuhan aja deh.
Maaf, bukan berarti saya meremehkan ketakutan kamu akan kematian. Sejak dulu manusia selalu takut akan kematian karena tidak ada satu orang pun yang tahu persis apa yang terjadi sesudah seseorang mati. Setiap budaya dan agama punya versinya masing–masing mengenai apa yang terjadi sesudah kematian. Kita cenderung takut pada sesuatu yang tidak kita ketahui dan kita kontrol, dan kematian adalah sesuatu yang tidak kita ketahui dan tidak dapat kita kontrol.
Yang paling penting sebenarnya apakah kita akan masuk surga atau nggak kalo mati? Maaf kalo pertanyaan saya berikut ini sepertinya meragukan kamu, tapi saya harus menanyakan ini: Apakah kamu percaya Tuhan Yesus sudah menebus kamu? Bahwa kamu udah diselamatkan dan Tuhan sudah menyiapkan rumah untuk kamu saat kamu pulang nanti? Kalo kamu percaya, jangan takut deh… kamu udah punya kavling di surga dengan nama kamu tercatat di sana. Jangan takut untuk pulang ketika waktunya tiba.
Kalaupun kamu takut meninggalkan orang–orang yang kamu sayangi, jangan takut, itu cuma buat sementara. Lagipula, ketika Tuhan memanggil seorang anaknya pulang, itu berarti semua pekerjaannya sudah selesai dan gak ada beban lagi untuk pulang dan kamu gak perlu khawatir meninggalkan orang – orang yang kamu sayang.
Saya punya teman seorang dokter yang bekerja di rumah sakit dan sering melihat orang – orang yang meninggal. Katanya, ada perbedaan yang nyata antara orang – orang yang mengenal Yesus dan yang tidak ketika mereka meninggal. Orang – orang yang tidak mengenal Yesus yang masih sadar dan tahu kematian mereka sudah dekat menghadapi kematian dengan ketakutan dan terkadang bisa sampe histeris. Ketika mereka meninggal keluarganya cenderung menangis habis–habisan. Sementara orang – orang yang mengenal Yesus menghadapi kematian dengan tenang dan tanpa rasa takut. Ketika mereka meninggal, keluarga mereka walaupun sedih tapi tidak sampai menangis meraung–raung karena mereka percaya suatu hari nanti akan bertemu lagi.
Kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti karena Yesus sudah mengalahkan kematian dan ketika kita pulang, Yesus akan menanti di sana. Masalahnya, apakah kita percaya itu? Apakah kita percaya Yesus menanti kita ketika kita pulang nanti?
By the way…walaupun saya ngga keberatan mati muda tapi saya lebih ingin lagi ketika saya pulang nanti saya bisa pulang dan menghadap Yesus dengan bangga karena semua pekerjaan saya di sini sudah selesai. Jadi, berapa tahun pun yang saya butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan saya, saya akan terus bertahan di sini seperti kata Paulus di Filipi 1:21: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (min2)
Tuesday, May 25, 2010
MITOS-MITOS TENTANG KEMATIAN DAN NERAKA
Kita udah banyak tau soal ini, hampir semua film horror mengambil cerita pembalasan orang yang mati dibunuh, atau hantu yang gentayangan gara-gara cintanya nggak terbalas. Nggak cuman di film, ternyata manusia banyak yang percaya akan hal ini. Mereka mengaku diganggu arwah nenek moyangnya, atau memanggil arwah untuk dimintai tolong. Firman Tuhan bilang roh orang yang sudah mati sudah tidak dapat lagi berhubungan dengan manusia yang masih hidup (Lukas 16:20-31), so artinya yang namanya hantu atau arwah gentayangan adalah jelmaan iblis yang mengaku-ngaku arwah orang mati.
2. MASUK SURGA ATAU NERAKA TERSERAH TUHAN
Ada anggapan kita hidup apa adanya aja, dan kalo mati... ooooh.. biarlah kasih karunia Tuhan yang mengaruniakan surga kepada kita. Enak aja! Hehe. Memang Tuhan memberikan keselamatan gratis kepada kita ketika kita percaya pada Yesus, tapi ada harga yang harus dibayar untuk ikut Yesus dan kita harus menjaga keselamatan yang sudah Tuhan kasih gratis itu, jangan kita sia-siakan dengan hidup nggak bener. Masuk surga atau neraka, is up to us.
3. NERAKA IS FUN
Buat sebagian orang, masalah neraka jarang disebut. Hanya sekedar jadi kata yang dipakai untuk menyumpahi orang. Di Amrik, sehari-hari orang sudah terbiasa pakai kata “hell” alias neraka, contoh: what the hell are you doin’? Go to hell! Lama-lama orang menganggap kalo go to hell is fun! Bahkan beberapa orang berpendapat SURGA tidak menyenangkan, ngebosenin, dll. Tapi neraka mah enak, ketemu orang-orang top (sudah pasti mereka yang hidupnya jauh dari Firman Tuhan). Neraka lebih nikmat, bebas, pokoknya hawa nafsu terlampiaskan.
PADAHAL, Tuhan Yesus memakai kata-kata setajam mungkin untuk melukiskan keadaan mengerikan dalam neraka. Yesus mengatakan bahwa neraka adalah tempat yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi --- Matius 8:12.
4. IBLIS JADI RAJA DI NERAKA
Bohong besar kalo iblis jadi raja neraka, karena neraka itu sendiri adalah tempat untuk menghukum iblis. Iblis sendiri pada akhirnya ikut dibinasakan (Wahyu 20:10). Para pengikut iblis/ pemuja setan punya satu statemen lebih baik jadi raja di neraka daripada jadi babu di surga, mereka pikir jika ikut iblis dia akan ikut “memerintah” di neraka bersama-sama pujaannya: si iblis, padahal boro-boro jadi raja.. sama-sama disiksa yang pastinya.
5. NERAKA TIDAK ADA
Ada sekelompok orang telah disesatkan dengan menganggap neraka tidak ada. Rober Ingersoll, seorang ahli hukum dan atheis yang terkenal pada akhir abad 19, pernah menyampaikan ceramah tentang tidak adanya neraka. Ia menyebut neraka sebagai sesuatu yang dipakai untuk menakut-nakuti. PADAHAL, neraka is real. Tuhan Yesus memberi peringatan, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka --- Matius 10:28b
6. ORANG BAIK PASTI MASUK SURGA
Orang pikir, orang baik adalah mereka yang bukan pembunuh, pemerkosa, penganiaya anak-anak, dll. Mereka memberi persembahan di gereja, aktif dalam kegiatan sosial, dll. Orang humanisme atau beragama yang tidak mau mengakui gambaran mengerikan tentang neraka, berkata: ”Pasti Tuhan yang penuh belas kasihan tidak akan menghukum orang yang baik!”. Memang dari satu segi benar, Allah Bapa penuh kasih sayang tidak mau seorangpun binasa (2 Petrus 3:9). Tapi perhatikan juga, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. --- Titus 3:5-7
7. AJARAN SESAT
Beberapa ajaran sesat percaya bahwa kematian adalah peralihan ke dalam dunia roh yang menyenangkan dan cerah, tempat orang-orang yang telah ‘menyeberang’ ke dalam ‘kosmos’ yang abadi. Aliran pemujaan roh-roh, ajaran mistik, reinkarnasi dan banyak sekali ajaran ilmu gaib sesat lainnya, yang menawarkan gambaran menarik yang menghilangkan rasa takut akan kematian, tapi sebenarnya bertentangan dengan kebenaran Firman Allah.
Dr. Sheldon B. Zablow, seorang ahli ilmu jiwa asal San Diego, yang merawat para mantan pengikut aliran sesat, menyatakan bahwa di Amerika ada lebih dari 2.500 aliran sesat.
sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan--- 2 Timotius 3:13
Diperkirakan sekitar 50 persen penduduk dunia percaya reinkarnasi. Dalam surat kabar West Coast, pernah diberitakan tentang aliran sesat yang memiliki beribu-ribu pengikut yang percaya reinkarnasi. Pendirinya percaya bahwa ia adalah Maria Magdalena, sebelumnya ia menganggap dirinya telah hidup sebagai Batsyeba, Monalisa, Maria Theresa. Wah, kalo orang-orang mulai percaya bahwa mereka bisa hidup kembali sebagai orang lain, maka mereka nggak akan punya tanggung jawab dalam hidup. Mereka merasa selalu ada kesempatan, padahal manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,…--- Ibrani 9:27
SO, APA ITU NERAKA?
Dalam bahasa Yunani, neraka disebut gehena, terjemahan langsung dari kata ‘lembah Hinnom”, yang merupakan ekspresi Perjanjian Lama yang merupakan jurang bagian selatan Yerusalem. Tempat ini dipakai sebagai pusat penyembahan berhala, tempat pembantaian anak-anak yang dibakar untuk dewa Molokh (2 Taw.28:3, 33:6, Yer 32:35).
Alkitab perjanjian baru bilang, neraka sebagai suatu keadaan penderitaan yang dialami secara SADAR, sebanding dengan siksaan dalam perapian yang menyala-nyala, dimana orang-orang yang dihukum menyadari:
- betapa najis dan berdosanya kehidupan mereka selama di dunia, menurut pandangan Tuhan
- betapa tepatnya hukuman yang diberikan Tuhan sehingga mereka terpisah dari sukacita dan hadiratNya
- betapa keadaan mereka nggak bisa berubah lagi
Hukuman Allah dengan membuang orang ke neraka itu adil, soalnya:
- hukuman tersebut pasti sepadan dengan apa yang seharusnya mereka (orang yang masuk neraka) terima.
- Neraka – keberadaan terpisah dari Allah – sebenarnya adalah apa yang mereka lakukan waktu hidup, sehingga hukuman Allah ini hanya suatu pengesahan atas pilihan mereka sendiri: tidak kurang, tidak lebih.
SUASANA NERAKA
- Kitab Wahyu menjelaskan, neraka seperti lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (ayatnya 19:20, 14:10, 20:10, 21:8)
Bentuk belerang yang menyala seperti letusan gunung berapi. Ingat waktu Tuhan hukum Sodom dan Gomora dengan hujan belerang dan api?
- dalam kisah Lazarus dan orang kaya, alkitab terjemahan NIV menerangkan neraka adalah hades, menggambarkan tempat penyiksaan bagi orang jahat (Lukas16:23)
- kata tartaros dalam bahasa Yunani, berarti gua-gua gelap (2 Petrus 2:4), dan abussos yang berarti jurang maut atau lubang jurang yang nggak punya dasar (Roma 10:7, Wahyu 11:7, 17:8, 20:3) dipakai untuk melukiskan tempat tinggal sementara orang mati, malaikat-malaikat dan setan-setan
1. Neraka adalah tempat yang dikhususkan menjadi tempat penghukuman. Alkitab mengajarkan bahwa penghukuman ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan! Gimana nggak kalo Allah sendiri yang menghukum. Ini dia daftar ayat-ayat yang menyatakan betapa seriusnya penghukuman yang akan datang itu.
Ibrani 12:29 bilang Tuhan Yesus adalah api yang menghanguskan, sehingga sangatlah mengerikan kalo kita jatuh dalam tangan Allah yang hidup (Ibrani 10:31).
Pengharapan yang sangat mengerikan tentang penghukuman dan api yang dahsyat yang menghanguskan semua orang yang durhakan pada Tuhan – Ibrani 10:27
Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu dimana murka dan hukuman Allah yang adil dinyatakan – Roma 2:5
Murka Allah akan menimpa mereka yang nggak taat – Efesus 5:6, Kolose 3:6
2. Ratapan dan kertak gigi (Matius 13:42, 22:13, 8:12)
3. Suatu tempat penyesalan, seperti dalam kisah Lazarus dan orang kaya (Luk. 16:23-28), ingat penyesalan yang sudah terlambat.
4. Penghakiman kekal: maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya (Wahyu 14:11), mereka disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya (Wahyu 20:10)
Masih banyak sekali tafsiran tentang neraka yang diambil dari alkitab. Kayaknya udah jelas yah, intinya neraka itu menyeramkan, menakutkan, mengerikan, menyakitkan, dll. POKOKNYA JANGAN MAU MASUK NERAKA!
Monday, May 24, 2010
KENAPA ADA KEMATIAN?
Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya dibawah kakiNya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut --- 1 Korintus 15:25-26
Seakan-akan Tuhan mau bilang: kematian bukan rencanaKu. Maut atau kematian itu musuh Allah yang pada akhirnya akan dibinasakan alias nggak berkuasa lagi atas kita. Mati lawan katanya hidup. Kematian meniadakan kehidupan. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan rencana Tuhan Yesus yang adalah sumber kehidupan. Alkitab bilang, dosa, penderitaan, penyakit atau kematian bukan bagian dari rencana Allah bagi manusia.
Kematian adalah hukuman atas dosa.
Pada mulanya Adam dan Hawa nggak bisa mati, tetapi mereka memilih untuk berbuat dosa atas kehendak sendiri. Mereka nggak taat, malah percaya sama iblis si penipu. Yang membuat mereka harus menanggung hukuman adalah mereka nggak pernah ngaku dan bertobat untuk semua dosa yang udah mereka buat. Tuhan pun berfirman:
Sebab upah dosa ialah maut; tapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita --- Roma 6:23
So, nggak heran kematian jadi bagian dari tiap orang, bahkan hewan dan tanaman. Alam semesta ikut menderita akibat dosa manusia. Tuhan Yesus diutus ke dunia untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal, supaya begitu mati kita beroleh hidup yang kekal. Maut pasti dimusnahkan, setelah Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya.
Sebab dengan sangat rindu seluruh mahluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh mahluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan bukan oleh kehendaknya sendiri, tapi oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya, tetap dalam pengharapan karena mahluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah – Roma 8:19-21
APA REAKSIMU?
Edisi kali ini, gF! ngadain survei tentang kematian. Koresponden sebagian besar berasal dari beberapa gereja di Surabaya dan Denpasar. Jarak usia 14-30 tahun. Mau tau, 40% merasa takut mati, 40% nggak siap kalau harus mati. Artinya, orang Kristen nggak kebal sama rasa takut mati. Wah, gimana dong, sedangkan kita nggak tau waktunya. Bisa 5 menit lagi, bisa setahun kemudian, bisa 40 tahun lagi. Anytime! Pasti ada penyebabnya.
Masih ingat kerusuhan Mei 1998 lalu? Wah, airport Soekarno-Hatta jadi penuh. Banyak orang Indo pindah ke luar negeri, mencari tempat yang paling aman. Amrik salah satu tempat yang dinilai strategis untuk ditinggali. Tapi siapa kira goncangan di New York September lalu bikin orang berbalik takut untuk tinggal di Amrik. Hei, mau lari kemana pun, kalo udah waktunya untuk mati ya pasti nggak bisa menghindar.
MENGAPA TAKUT?
Necrophobi adalah rasa takut yang berlebihan akan kematian, adalah ketakutan yang mematahkan semangat. Seorang suami/istri yang punya necrophobi akan berlebihan pula sikapnya dalam melindungi istri/suami dan anak-anaknya.
Oh kematian, buailah aku sampai kuterlelap!
Biarlah aku mengakhiri kehidupan yang melelahkan dan tidak bersalah ini
Berderinglah lonceng kematian, berderinglah;
Kumandangkan kematianku
Kematian mendekatlah padaku,
Mendekatlah; tak ada harapan bagiku
Tulisan di atas diterjemahkan bebas dari Anne Boleyn, istri kedua Raja Henry VIII, yang menyerahkan dirinya pada maut. Banyak orang menanggapi kematian dengan reaksi yang berbeda. Ada yang menentang kematian. Ada yang menertawakan kematian seperti Will Rogers, sampai suatu hari pesawat yang ditumpanginya jatuh.
Ingat juga kapal Titanic, dimana kesombongan manusia yang meremehkan kematian. Georbe Burns bilang: kematian itu nggak ada! Malah ada yang mengundang kematian waktu hidupnya nggak teratasi, contoh Marilyn Monroe.
Beberapa orang bilang nggak usah pusing sama kematian, toh nggak ada kehidupan setelah kematian, katanya. Seorang pakar filsafat Yunani, Epicurus, yang hidup 3 abad sebelum Masehi menulis: kematian yang paling ditakuti itu sebetulnya bukan apa-apa. Selama kita hidup, kematian belum datang; dan bila kematian itu datang, ya kita mati.
Terserahlah reaksi dunia, sebab mereka menolak kebenaran sehingga nggak kenal adanya jaminan kasih karunia Allah dan janjiNya bagi mereka yang mati didalam Kristus. Ini tugas kita untuk menjangkau mereka dari gelap dunia pada terang Kristus.
Tapi... kok masih ada orang Kristen yang takut mati dan nggak yakin ke surga? Coba cek, jangan-jangan...
- menyimpan dosa
- banyak waktu yang terbuang sia-sia
- hubungan pribadi sama Tuhan yang rapuh atau kering
- diintimidasi iblis
- nggak mengerti kebenaran FirmanTuhan
- nggak punya tujuan hidup
- nggak mengerti rencana Allah dalam hidupnya
Sayang banget deh, kalo kita melakukan salah satu yang di atas. Masih ada kesempatan untuk bertobat sebelum terlambat (baca: mati). Allah Bapa menyediakan jalan untuk mengatasi hal dan perasaan negatif, yaitu JALAN KRISTUS. Melalui jalan ini kita tau setelah kematian ada kehidupan kekal. Karena dengan mati di kayu salib, Kristus telah mematahkan kuasa iblis, untuk: membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut --- Ibrani 2:15
Baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita --- Roma 8:38-39
Pdt. Erastus Sabdono:
SEHARUSNYA KEMATIAN ITU MENYENANGKAN
Banyak orang takut mati. Itu menunjukkan kalau dia perlu mengenal kebenaran dan pengharapan yag tergantung dalam keselamatan dalam Yesus Kristus. Orang Kristen dewasa itu seharusnya memahami kematian sebagai jembatan emas menuju kemuliaan. Seharusnya kematian itu menyenangkan. Paulus dalam Filipi 1:21 berkata, “mati adalah keuntungan”.
Kematian bisa dialami siapapun, kapanpun, lewat apapun. Bukan hanya daun kering yang bisa jatuh, daun hijau pun bisa. Kenyataan yang kita lihat, banyak anak muda yang mati lewat kecelakaan. Yang penting di sini, bukan soal kapan kita mati, tapi kesempatan yang ada harus digunakan untuk mengenal Allah. Sebab kalau masa muda seseorang tidak dipakai untuk mengenal Allah, maka makin tua makin sukar dibentuk. Dan itu kerugian yang luar biasa besarnya. Setiap hari selalu ada kesempatan. Kesempatan hari ini harus dibayar hari ini, bukan besok. Kalau kita mengabaikan kesempatan hari ini, mungkin besok sudah tidak ada lagi.