Monday, April 22, 2013

La Vita è Bella



La Vita è Bella
~ Jenny Jusuf ~


My life just getting worse. I’m lost. It’s a disaster.

SMS itu masuk ke handphone saya pukul sembilan pagi, tepat setelah saya ‘histeris’ menemukan hasta karya tikus di tong sampah kantor.
Bo, sampah berserakan dalam potongan-potongan kecil, dimana-mana ada bekas gigitan tikus, sampai plastik kresek juga dicincang mungil-mungil. *Okay, informasi nggak penting. Balik ke topik.*
Pengirimnya adalah seorang sahabat lama. Dengan cepat saya mengetik balasan, menanyakan masalahnya.
Sambil menunggu jawaban, saya mengerjakan tugas-tugas kantor, tetapi pikiran saya tak mau tenang.
Masalah, masalah, masalah.
Rasanya akhir-akhir ini hanya itu yang saya dengar; dimana-mana, dalam keluarga saya, kehidupan pribadi saya, sahabat-sahabat saya, bahkan asisten rumah tangga saya.
Ada yang mumet karena benturan berkepanjangan yang terjadi dalam organisasi yang dipimpinnya. Ada yang stress karena suaminya terlibat pelanggaran hukum dan terancam dideportasi dari negara tempatnya tinggal dan bekerja. Ada yang terlibat hutang ratusan juta pada bank dan terpaksa main kucing-kucingan dengan debt collector. Ada yang ayahnya sakit-sakitan sementara ia tak punya uang untuk membiayai pengobatan. Ada yang patah hati dan harus merelakan impian yang sudah dibangun sekian lama. Ada yang orangtuanya meninggal dan ‘mewariskan’ hutang yang sangat besar, plus segudang masalah di perusahaan. Ada yang kakak tersayangnya minggat dari rumah dan membuat satu keluarga panik jaya. Ada yang baru menikah dan merasa telah membuat kesalahan terbesar dalam hidup. Ada yang kehilangan anak, istri dan cucu pada waktu nyaris bersamaan karena sakit. Ada yang frustrasi karena terlalu keras berusaha menggapai impian dan mentok di tengah jalan. Bahkan ada yang sampai didiagnosa terkena mental disorder.
Hidup yang terus berputar ini memang tak pernah luput dari persoalan, dari yang sederhana sampai yang rumit. Tapi, kok kali ini banyak banget ya, yang dirundung *tsah* masalah dalam waktu yang sama? Dan semuanya bukan masalah ringan.
Dari semuanya, mungkin salah satu yang terberat adalah persoalan yang dialami seorang teman, yang sudah lama tidak saya jumpai. Kabar terakhir yang saya dengar, ia terlilit kesulitan ekonomi yang parah sampai tidak sanggup menghidupi keluarganya dan terpaksa ‘mengemis’ belas kasihan orang.
Bertahun-tahun lalu, teman saya terlibat penggelapan di sebuah perusahaan yang mengakibatkannya kehilangan reputasi dan nyaris dipecat. Setelah ia mengundurkan diri, tidak seorang pun yang tahu bagaimana kondisinya, sampai kawan saya bertemu dengannya beberapa bulan lalu.
Menurut cerita, kondisi teman kami itu sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus, tidak terawat dan tampak jauh lebih tua sampai sulit dikenali. Setelah gagal mendapatkan pekerjaan, ia memohon diberi bantuan uang sekadarnya.
“Ah, dia kayak gitu kan karena kelakuannya yang dulu. Dia yang milih jalan hidupnya sendiri, jadi biarin aja. Jalanin konsekuensinya, lah,” komentar seorang teman yang turut mendengarkan cerita itu.
Saya terdiam. Tiba-tiba mie ayam di depan saya tak lagi menggiurkan. Perut saya kenyang mendadak.
Saya tidak menyalahkan komentar itu. Semua orang bebas memiliki pendapat dan perspektif masing-masing. Namun, tak urung saya mencelos. Sepertinya memang jauh lebih mudah mencari maaf dari Tuhan ketimbang sesama manusia. Mungkin Tuhan jauh lebih mudah mengampuni karena Ia mahakuasa. Atau justru manusia yang harus malu, karena dalam kemahakuasaanNya Tuhan bisa saja menurunkan petir dari langit untuk membantai mereka yang berdosa, namun memilih untuk tidak melakukannya karena senista apapun seorang manusia, tak ada yang tak layak diberi kesempatan kedua?
Dan SMS-SMS yang saya terima, berita yang saya dengar dan baca, persoalan yang silih berganti sampai menyesakkan indera pendengaran dan hati...
AADD? Ada Apa dengan Dunia? *Halah*
Apakah dunia memang sudah semakin ‘sakit’? Bumi semakin tua, namun dari hari ke hari yang terlihat bukan dunia yang lebih baik, melainkan dunia yang semakin rusak, penuh kekacauan dan penderitaan, dimana seluruh penghuninya berlomba-lomba memuaskan keinginan sendiri dan memprioritaskan kepentingan pribadi atas nama ego.
Kita berjalan sendiri-sendiri, tak lagi bergandengan tangan - meski saya juga tak tahu kapan terakhir kali orang-orang di dunia ini bergandengan tangan dalam cinta. Atau pada dasarnya kita memang sekumpulan makhluk individualis, dalam arti sebenar-benarnya? Berkumpul, tapi tak bersatu. Bersama, namun tak beriringan. Berkelompok, tapi bergerak sendiri-sendiri.
Ketika seseorang ditimpa bencana, kita hanya menoleh sekilas, menatap dengan iba, menyuarakan sepatah komentar, lalu kembali memandang lurus ke depan, sibuk dengan jalan yang kita titi setiap hari. Karena hidup harus terus berlanjut dan semua orang memiliki persoalan sendiri-sendiri. Dan beban masing-masing. Dan perjalanan yang harus ditempuh.
Dan tulisan ini semakin nggak jelas arahnya. ;-)
Lepas dari apapun, ini yang selalu saya percayai sepenuh hati: entah hidup ini baik-baik saja atau penuh masalah, entah hati ini diliputi kebahagiaan atau kesedihan, entah tertawa atau menangis, setiap hari akan selalu ada matahari. Setiap hari akan selalu ada embun di pucuk pohon, udara segar pagi, kicau burung, angin semilir, derai tawa kanak-kanak, air putih menyegarkan, dan langit senja.
Setiap hari kita membuka mata dan menarik nafas. Entah sadar atau tidak, entah hati sedang gembira atau murung, entah optimis atau galau, entah kita berjalan sendirian atau menggenggam tangan seseorang, hidup memang terus bergulir. Maka, melangkahlah. Tapaki perjalanan yang belum usai ini.
Jika tiba saatnya melepas, lepaskanlah. Jika masih harus menggenggam, kepalkan jemari dan jagalah baik-baik. Jika tiba saatnya berhenti, berhentilah. Jika tiba saatnya beristirahat, duduklah di tepian. Jika tiba saatnya berjalan lagi, menapaklah. Jika tiba saatnya berlari, ambillah ancang-ancang. Jika tiba saatnya terbang, melayanglah tinggi.
Jika beban terasa berat menghimpit sampai tak ada celah untuk melantunkan sebait syukur, setidaknya bersyukurlah karena kita masih diberi pilihan untuk berbahagia (iya, saya percaya bahagia itu pilihan). Kita selalu bisa memilih untuk berselimut lara atau berterima kasih ke hadirat Sang Pencipta atas sebentuk rahmat bernama Kehidupan, yang masih dipercayakanNya kepada kita hingga detik ini.
Ya, berterima kasih, karena apapun yang terjadi, hidup adalah anugerah yang harus diisi dengan rasa syukur. Seperti kalimat cantik yang tersimpan di ponsel saya: La Vita è Bella. Hidup ini sungguh indah.
:-)
Saya cuma punya satu doa: berikan saya hati yang luas.
Untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan; walau uluran itu mungkin hanya berupa usapan di punggung, tepukan di pundak, SMS menghibur, percakapan hangat, atau sekadar mendengarkan.
Untuk memberi tanpa mengharap kembali*. Untuk mencintai tanpa syarat. Untuk menerima perbedaan tanpa tergoda menghakimi. Untuk selalu membuka pintu maaf. Untuk mengesampingkan ego. Untuk terus bangkit, tidak peduli berapa kali pun saya tersandung dan jatuh. Untuk tahu kapan harus melambatkan langkah, kapan harus berhenti, kapan harus berjalan, kapan harus berlari. Untuk menerima hal-hal yang tidak sejalan dengan keinginan sebagai bagian dari hidup yang terus berproses. Untuk terus belajar, berkembang dan tumbuh dewasa...
...untuk senantiasa tersenyum dan tertawa bersama kehidupan, karena apapun yang terjadi, meski ia jauh dari sempurna, hidup ini indah apa adanya.

Ya, hati yang luas.
Hanya itu.

*Ada yang inget ini lagu apa? ;-D


TERJUN KE NIAGARA



TERJUN KE NIAGARA

Ceritanya di air terjun Niagara, lagi banyak orang yang lagi menikmati pemandangan. Gak tau kenapa, tiba-tiba salah satu dari orang yang ada di situ jatuh ke air terjun. Semua orang kaget. Tapi gak ada yang berani nolongin, semuanya diam. Sampe ada seorang yang terjun en nyelamatin orang itu. Singkat cerita abis berhasil naek ke darat, orang itu ditanya apa yang bikin dia berani nyebur menolong orang yang terjatuh tadi ke tengah air terjun yang gede itu. Jawabannya ternyata mengejutkan. Dia bilang, ‘Saya gak mau terjun, tapi ada orang yang dorong saya dari belakang. Jadi terpaksa deh...’

Cerita itu nunjukin kalo susah banget deh buat kita punya inisiatif. Padahal kalo kita baca di Alkitab, Yesus itu orang yang paling berinisiatif sedunia. Masak sih kita anak-anakNya kurang berinisiatif? BTW apa sih inisiatif itu? Kalo menurut kamus sih inisiatif itu artinya, tindakan yang mula-mula dimunculkan oleh seseorang. Artinya gak ada yang nyuruh, bukan tugasnya tapi dia lakuin juga. Itu yang namanya inisiatif.

Ok, sekarang balik lagi, dari mana kita tau Yesus itu orang yang paling berinisiatif? Dari banyaknya ayat yang bilang, ‘Maka tergeraklah hati Yesus...’, ‘Tergeraklah hatiNya...,’ ‘HatiKu tergerak...’. Semua ayat-ayat itu nunjukin inisiatif Yesus.  

Apa sih keuntungannya kalo kita jadi orang yang berinisiatif? Kita pasti disukai banyak orang. Siapa sih orang yang gak suka sama orang yang bantuin orang lain? Kalo udah disukai orang, jadi tambah banyak teman deh. Kalo udah banyak teman, yang untung kita juga. Gimana ya supaya kita bisa punya inisiatif kayak Yesus?

Kita mesti kalahin dulu tiga musuh utama inisiatif yang disebutin di Matius 25:25-26. Apa aja tiga musuh inisiatif itu?

1.        Takut
Kenapa orang gak mau inisiatif? Soalnya takut sama resikonya. Kalo gue berinisiatif nanti gimana, kelanjutannya apa? Nah, mendingan gue gak inisiatif. Ini musuh pertama yang mesti kita kalahin.

2.        Jahat
Maksudnya jahat bukan jahat kayak penjahat. Jahat disini itu lebih ke arah picik. Ato bahasa kerennya cuek, mikirnya sempit, pengennya untung sendiri, gak pengen bayar harga lebih. Orang yang mikirnya ‘kan bukan kerjaan gue, pasti gak akan pernah inisiatif. So lawan jauh-jauh pikiran kayak gitu.

3.        Malas
Kalo yang satu ini emang susah. Gimana cara lawan rasa malas kalo kita sendiri gak mau bangun? Jadi jangan malas, en mulailah berinisiatif.

Oh ya, satu lagi. Kalo kita baca perumpaan tentang talenta di Matius 25:14-30, kita gak akan temuin kalimat yang bilang kalo tuan itu nyuruh hamba-hambanya mengembangkan talenta yang dikasih sama mereka. Tapi itu inisiatif mereka sendiri buat mengembangkannya. En kita semua tau hamba yang gak mengembangkan talentanya malah dihukum. Artinya Tuhan juga gak suka dengan orang yang gak inisiatif. Jadi mulailah jadi orang yang inisiatif dengan sering-sering nanya sama orang lain, ‘Ada yang bisa saya bantu?’ (dp)


TANYA KENAPA??

T A N Y A   K E N A P A ????

Danar, temen satu kost GF! udah 2 hari ini nggak kelihatan batang hidungnya. GF! sebagai tetangga sekaligus temen yang lumayan kompak mulai was-was en curiga, jangan jangan Danar bun…….. (huss… dalam nama Tuhan Yesus jauhlah itu dari Danar!!)

GF! memberanikan diri gedor-gedor kamar Danar, tapi tetep nggak ada jawaban, akhirnya GF! nekat naik tangga untuk ngintip kamar Danar, ternyata si Danar cuma duduk ngelamun, dengan tampang kucel, nggak ngapa-ngapain selama dua hari, nggak makan, nggak minum, nggak mandi apalagi gosok gigi.

GF!:Oh no, harus diambil tindakan preventif nih, jangan sampe si Danar kesurupan en bertindak macem-macem karena kelamaan melamun” pikir GF!

GF!: ”Danar... Danar... please buka pintunya!!!”, pinta GF! yang sudah hampir setengah jam ngetok-ngetok kamar Danar.

(Akhirnya Danar mau buka pintu)

GF!: ”Hei, ada apa, man? Loe lagi ada masalah ya? Kenapa, kenapa, kenapa?”

Danar: ......... (diam seribu satu bahasa)

GF!: ”Nar, nggak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan, semua pasti ada jalan keluarnya”

Danar: ”Percuma!!!”

GF!: ”Percuma? apanya yang percuma?”

Danar: Percuma doa tanya Tuhan nggak ada jawabannya!!

GF!: Emang loe nanya apa?

Danar: Tanya kenapa?

GF!: ”Hah... tanya kenapa??” balas GF! makin bingung

Danar: Iya aku nanya sama Tuhan, kenapa, kenapa, kenapa semua masalah ini nimpa aku, kenapa aku diskors dari pelayanan di gereja, kenapa aku di PHK, kenapa si Dilla mutusin aku, en lebih memilih sama cowo lain, padahal loe tau sendiri gimana perjuangan gue untuk mempertahankan hubungan ini. Gue udah dimusuhin, ditentang sama seluruh keluarga gara-gara gue tetep milih Dilla. Nah sekarang.... semuanya rontok.. karir, hubungan, pelayanan.

GF!: ”Oowww serius juga nih masalahnya” kata GF! dalam hati

GF!:God, aku mesti ngomong apa sama si Danar, tolong aku Roh Kudus!” seru GF! dalam hati

GF!: ”ehem.. eeee...”

GF! mencoba mencari kata-kata yang pas, sambil terus berdoa dalam hati minta pertolongan Roh Kudus memimpin kata-kata GF! supaya perkataan GF! bisa memulihkan Danar.

GF!: Nar, kadang pertanyaan kita salah sama Tuhan, jangan tanya ”KENAPA TUHAN, KENAPA TUHAN?” harusnya kita naik lebih tinggi lagi ”UNTUK APA MASALAH INI ADA, TUHAN?” nah kalo pertanyaan kita udah bener, maka akan datang jawaban yang bener juga.

Danar: Apa maksud loe?

GF!: Loe ganti pertanyaannya dari ”kenapa, Tuhan?”, jadi ”untuk apa masalah ini ada, Tuhan?”

GF!:God, please lembutkan hati Danar, supaya bisa mendengar suara-Mu melalui aku” doa GF! dalam hati.

God: Go ahead son,I’ll be with you.

GF!: Nar, ada 3 alasan kenapa masalah itu Tuhan ijinkan kita alami. Pertama, untuk menyatakan kesalahan. Yang namanya manusia, kalo nggak dikasih hukuman, pasti bakalan chaos, alias nggak karuan, kacau, jadi nggak terkendali. Nah Tuhan kasih hukuman untuk nyadarin manusia akan kesalahannya. Gue jadi keinget sama om gue yang sekarang udah pelayanan di Medan, waktu mudanya jangan ditanya badungnya kayak apa, doyan mabok, doyan  ganja, doyan judi, doyan main cewe, doyan berantem, lebih tepatnya lagi dia itu kepala preman. Semua anggota keluarga udah berbuih kali mulutnya ngotbahin dia. Hamba Tuhan udah ngelayanin. Pokoknya keluarga udah buat berbagai cara supaya om gue ini tobat, tapi bertaun-taun tetep aja profesinya jadi preman, sampe akhirnya suatu kali pas dia mau ke Bandung, bus yang dia tumpangi jatuh ke jurang, busnya hancur. Om gue ngalamin luka parah, rusuk, tangan, kaki en giginya patah, kupingnya robek.

Danar mulai tertarik mendengarkan.

GF!: Baru deh om gue bertobat. Ada orang jenis begini, ”dipukul” Tuhan dulu baru mau tobat, seperti Raja Daud bilang  Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu”. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” (Mazmur 119:67,71)

GF!: Tuhan ijinkan masalah ini menimpa om gue, karena Dia sayang, Dia nggak mau jiwa om gue binasa. Jadi ada orang yang tertindas dulu, ngalamin masalah, dapet hukuman dulu, baru bertobat.

GF!: Yang kedua, masalah ada supaya kita punya iman yang teruji. Tuhan pengen tau kalo kita mengalami masalah apa kita masih bisa bilang, ”aku mengasihi Engkau Tuhan”? Apa kita masih tetep setia  melayani en tetep ngucap syukur sama Tuhan? Loe tau kan apa yang dialami sama Sadrakh, Mesakh en Abednego. Biar kata mereka taat en cinta Tuhan mereka alamin yang namanya masalah juga. Masalah tuh nggak pandang bulu, mau orang yang taat ato nggak taat, masalah tetep ada. Nah, sekarang reaksinya yang beda. Begitu Sadrakh, Mesakh en Abednego dihadapkan pilihan tetep nyembah Tuhan ato masuk perapian yang menyala-nyala, mereka jawab ”Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja, tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 17-18), alias sekalipun mereka ditolong ato gak mereka tetap nyembah Tuhan.

GF!: Nah, Tuhan kepengen iman kita seperti ini, iman yang teruji, ada masalah tetep setia sama Tuhan, orang yang macem begini pertolongan hanya masalah waktu, Iman yang teruji akan menghasilkan berkat.

Danar manggut manggut, sambil ngeliatin wajah GF!.

GF!: Yang ketiga, masalah ada untuk menyatakan kasih Tuhan. Waktu Musa minta ijin pada Raja Firaun supaya bangsa Israel diijinkan pergi mempersembahkan korban kepada Tuhan di padang gurun (Kel 5:2), apa yang diperbuat Firaun? Dia malah memperlakukan bangsa Israel lebih bengis lagi, lebih kejam. Malah Tuhan membuat hati Raja Firaun makin keras hati walopun 10 tulah telah menimpa bangsa Mesir. Apa tujuannya?

GF!: Supaya bangsa Israel liat tangan Tuhan yang kuat memimpin mereka keluar dari tanah perbudakan, menunjukkan mujizat-mujizat yang besar en pertolongan-Nya pada umat-Nya. 

Danar: ”Trus, masalah gue masuk kategori keberapa? Kesatu, dua atau tiga?”

GF!: Itu dia yang kudu loe tanya sama Tuhan. Hmmm... tapi gue rasa loe masuk ketiganya deh.

Danar : ”Masuk akal juga sih yang loe bilang” Danar mulai tersenyum sedikit

GF!: Nar, kadang apa yang kita pikir baik belum tentu baik di mata Tuhan. Apa yang kita pikir buruk belum tentu buruk di mata Tuhan.

Danar: Gimana, gimana? Gue belum ngerti.

GF!: Pernah nggak loe denger kesaksian ada seorang pria yang hari itu ada jadwal meeting penting dengan seorang klien, mereka sepakat jam 1 siang ketemu di Hotel JWM, nggak tahu gimana tiba-tiba ban mobilnya kempes, dicari-cari tukang tambal ban, nggak nemu-nemu. Karena dikejar waktu, dia naik taksi, di tengah jalan tol malah macet total, bayangin di jalan tol macet, ternyata ada mobil mogok di depan jadi macet parah. Si pria ini udah nggak tenang, uring-uringan terus, ngomel-ngomel plus sungut-sungut. Dia masih terjebak macet padahal udah jam 1 siang. Si pria ini pengen marah, gondok, pokoknya campur aduk deh. Tapi satu jam kemudian terdengar berita dari radio di taxi itu kalo tepat jam 1 siang ada ledakan bom hebat di hotel tempat meeting tadi. Pria tadi baru bersyukur, berterima kasih sama Tuhan, nangis minta ampun sama Tuhan, untung aja Tuhan buat banyak rintangan sehingga dia nggak nyampe ke hotel tadi.

GF!: Kita pikir sesuatu yang buruk telah menimpa kita, padahal Tuhan merancangkan yang baik. Kita pikir Tuhan nggak nolong, nggak melindungi kita, kenapa kok Tuhan diem aja.. Justru Tuhan mau melindungi kita, justru Tuhan mau nolong kita.

GF!: Jadi jangan anggap kalo kamu punya masalah berarti Tuhan ninggalin, justru Dia mau menyelamatkan kamu, bersyukur aja, pertolongan Tuhan tinggal masalah waktu,  kamu pasti dapat jawabannya.

Satu bulan kemudian.
Danar: ”Lagi sibuk ya? ”

sapa Danar sambil ngetok kamar GF! yang terbuka

GF!: Ah enggak juga, masuk!

Danar: Eh, GF! bener yang loe bilang, untung gue di PHK, kalo nggak gue udah diciduk polisi kali, masalahnya perusahaan gue itu memanipulasi pajak besar-besaran ke pemerintah, mereka bikin dua laporan keuangan, jadi bagian keuangan semua diinterogasi, Direktur Keuangannya sekarang udah ditahan. Untung untung untung, praise God banget!!

GF!: Oh ya? Selamat deh loe, trus si Dilla gimana?

Danar: Halah... Dia sih udah nggak kepikiran lagi, gue sekarang udah punya kecengan baru di gereja.

GF!: Dasar loe.

Danar: Gue bersyukur banget diselamatkan dari cewek yang salah. Mana kita beda agama, terus dia selingkuh pula. Yang sekarang bikin gue lebih happy, keluarga gue sekarang perhatiaan banget sama gue.

Danar: Besok gue mau interview di perusahaan  XYZ, dukung doa ya, man.

GF!: Pasti! Toast dulu dong. Yang penting kalo loe diterima traktir gue.

Danar: Yoi boss!!
-megi-

10 BIBLE HI-TECH

10 BIBLE HI-TECH


Percaya nggak kalo di Alkitab banyak sekali nubuatan teknologi yang ada jaman sekarang kayak tv, telepon, mobil dsb? ‘Ah, masa sih? Gw gak pernah tuh baca di Alkitab ada kata mobil, helikopter, robot, dsb tuh!’. Ya nggak ada laaaaah, masa nggak ada dong! Soalnya waktu nabi-nabi Tuhan yang nulis kitab-kitab diberi penglihatan oleh Tuhan tentang masa sekarang, mereka nggak tau apa yang mereka liat, so mereka menggambarkannya dengan kata-kata narasi, puisi atau hiperbola. Misalnya waktu nabi Nahum liat mobil ngebut, ia menuliskannya sebagai kereta galak yang kejar-kejaran. (dp | F, dari berbagai sumber)

1. TV “Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya...” (Wahyu 11:9) Coba, gimana caranya biar satu kejadian bisa diliat sama semua orang sedunia di waktu yang bersamaan? Ya pastinya lewat TV. Nah, sekarang kita mesti inget kalo ayat ini ditulis 2000 taun yang lalu. Emang sih Yohanes nggak bilang apa-apa soal TV atau alat yang bisa bikin semua orang sedunia liat mayat dua nabi itu. Tapi kita bisa ambil kesimpulan kalo waktu itu Yohanes lagi liat TV cuma dia nggak tau namanya.

2. Radio “Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya?” (Ayub 38:35) Dimana-mana juga nggak ada kilat yang bisa bilang ‘ya’ sama kita. Tapi gelombang suara (yang mirip kilat kalo kita bisa liat) bisa ‘ngomong ya’ sama kita. Gimana cara kita ‘nangkep’ kilat gelombang suara itu? Pake radio. Jadi itu yang sebenarnya diliat Ayub, gelombang suara yang ditangkap radio. Bukan kilat.

3. Tank “...aku melihat...kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya;...memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.” (Wahyu 9:17) Coba pake imajinasi kita dikit, bayangin kuda yang ada penunggangnya. Warna baju zirahnya merah, biru, kuning. Ok, udah? Sekarang bayangin lagi kepala kudanya kayak kepala singa, en bisa keluarin api. Kebayang nggak? Pasti nggak. Ya iya lah nggak kebayang, soalnya yang diliat Yohanes itu mungkin sebenarnya tank yang menembakkan peluru dan asap. Cuma karena dia gak tau itu tank, jadi dia jelasin kayak gitu.

4. Helikopter “Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung...” (Yoel 2:4-5) Pernah liat kuda balap di film-film jaman dulu? Biasanya mereka suka pake semacam penutup kepala gitu. Sekarang bayangin helikopter. Mirip nggak sama kuda balap jaman dulu? Jadi nggak salah dong kalo Yoel bilang mereka itu kayak kuda balap yang bisa loncat dari gunung ke gunung (bayangin adegan film perang yang ada helikopternya, terus di latar belakangnya ada gunung-gunung). Dalam terjemahan lain disebutkan benda itu bersuara bising seperti kereta, mungkin karena helikopter itu emang ngeluarin suara bising, ‘tul?

5. Mobil “Kereta melaju galak di jalan, kejar-mengejar di lapangan; kelihatannya seperti suluh, berpacu seperti kilat.” (Nahum 2:4) Pernah nonton balap mobil F1? Pasti tau dong gimana cepatnya. Kebayang ‘galak’nya mereka kejar-kejaran di ‘lapangan’ kayak ‘kilat’. So ngerti ‘kan apa yang dimaksud sama ayat ini? Atau mungkin Nahum melihat mobil-mobil itu di malam hari sehingga seperti suluh atau kilat lampunya.

6. Pesawat “...yang melintasi lintang bujur bumi... pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang, terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa.” (Habakuk 1:6-8) Kalo kita baca Habakuk 1:6-8 dengan lengkap, kita bakal liat di sana disebutin satu bangsa yang gede, yang bisa melintasi garis lintang en garis bujur (gimana bisa kalo gak pake pesawat?) en pasukan berkudanya bisa terbang kayak rajawali (apalagi namanya kalo bukan pesawat?)

7. Bom atom “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah...” (Yoel 2:30-31) Menurut kesaksian korban yang selamat dari bencana bom atom di Jepang, waktu bom atom dijatuhin di sana terjadi kebakaran massal: api di mana-mana, orang pada mati, darah di mana-mana, matahari nggak keliatan karena ketutupan asap yang tebel banget. Cocok ‘kan sama ayat barusan kita baca?

8. Senjata kimia “daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka.” (Zakaria 14:12) Ayat ini gambarin dengan jelas banget apa yang terjadi sama orang yang kena serangan senjata biologi. Kurang lebih kayak gitu deh efeknya. Semua yang ada di badan kita akan jadi hancur dalam sekejap padahal masih berdiri.

9. Internet “hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi..” (Mazmur 19:3-5) Gimana cara paling cepat kasih kabar ke seluruh dunia dalam sehari? Lewat internet dong. Di ayat ini Daud gambarin dengan jelas gimana dia liat orang pake internet. Gak ada suara, gak ada kata, tapi efeknya nyampe ke seluruh dunia dengan akses sepanjang hari dan malam 24 jam!

10. Robot “Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa...” (Wahyu 13:15) Apa yang kebayang sama kita kalo baca ayat ini? Patung yang bisa jalan sendiri? Jaman sekarang kita ngerti kalo pasti ada yang gerakin tuh patung biar bisa bergerak, namanya mesin. En kita kenal patung yang bisa jalan sendiri kayak manusia itu sebagai robot. Tapi dulu kan Yohanes ‘kan belum tau.

www.gfreshmagazine.blogspot.com