Showing posts with label EDISI 1. Show all posts
Showing posts with label EDISI 1. Show all posts

Friday, June 18, 2010

10 Reasons Not to Have Sex Outside Marriage

Seks itu enak. There i say it. Makanya banyak orang gak mau mati kalo belum kawin (maksudnya merasakan seks –red). Tapi kenapa Tuhan melarang kita melakukannya jika bukan dengan istri/suami kita? Apa Tuhan itu jahat dan egois? Udah nyiptain seks tapi lalu membatasinya juga. Bikin kita sengsara aja!

Setelah dicari tahu, ternyata banyak ahli juga setuju tuh dengan konsep bahwa seks diluar nikah itu gak OK. Ini hasil penelitian mereka:

#1. Resiko terkena penyakit yang ditularkan melalui seks jadi tipis.
Sekarang ini PMS (Penyakit Menular Seksual) banyak banget jenisnya. Ada yang gak bisa sembuh lagi, ada juga yang kambuh-kambuhan. Waduh, jangan sampai kena deh. Orang bilang seks yang aman itu ya nggak melakukan seks, terhindar dari segala resiko penyakit kelamin, selain itu? Ya resikolah..

#2. Lebih mudah bercerai.
Survey menunjukkan bahwa orang yang melakukan seks sebelum menikah cenderung meremehkan lembaga pernikahan. Katanya pernikahan itu gak ada poinnya, hanya selembar kertas. Umumnya kalo dia entar menikah, akan lebih mudah untuk mengalami kegagalan, alias cerai. Ketahanan memegang komitmen pernikahannya jadi lebih rendah.

#3. Kita akan lebih menghargai pasangan kita.
Ternyata kebiasaan ML sebelum nikah seringkali membuat masalah kecil tersulut menjadi pertengkaran besar. Karena tanpa sadar, ada rasa kurang menghargai, memandang rendah integritas pribadi satu sama lain. Seringkali pada waktu berantem terlintas dalam benak masing-masing menganggap rendah pasangan, murahan, gampangan, dsb.

#4. Resiko keturunan kita hancur makin tinggi.
Kalau semua hal di atas digabung jadi satu, kira-kira keluarga yang terbangun bakal seperti apa ya? Anak-anak yang tumbuh di keluarga seperti itu bakal seperti apa ya? Bill Cosby bilang dalam acara Oprah, itulah penyebab begitu banyak kasus kriminal yang terjadi, karena keluarga yang kurang sehat.

#5. Lebih sehat secara pikiran dan emosional juga
Ahli psikologi menemukan ternyata orang yang sudah pernah ML sebelum menikah, biasanya sedikit banyak menyimpan rasa bersalah di dalam hatinya. Ada perasaan kecewa terhadap dirinya sendiri, cenderung merasa dirinya kurang berharga, dsb. Dan itu akan terbawa terus dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan selanjutnya.

#6. Kemungkinan Perselingkuhan lebih tinggi
Hah, banyak berita tentang perselingkuhan. Saling tuntut di pengadilan, saling menjelekkan, padahal dulu katanya saling cinta. Ternyata penelitian menunjukan bahwa ML sebelum nikah akan membuat orang cenderung tidak menghargai pernikahan, dan lebih mudah untuk berselingkuh. Masuk akal juga ya?

#7. Waiting is a Test of True Love
Cinta itu sabar. Sesederhana itu. Kita bisa tahu setulus apa cinta pasangan kita dari seberapa ingin (atau tidak ingin) menunggu. Atau tujuannya cuma seks, seks, dan seks doang.

#8. Gak ada konsekuensi negatif!
Konsekuensi negatif membayangi. Beberapa di antaranya dapat sangat menghancurkan. Kehamilan yang tidak diinginkan, terpaksa aborsi, rusak hubungan dengan kerabat dan teman-teman - ini hanya beberapa dari banyak akibat yang harus kita hadapi kalau kita memilih untuk melakukan seks di luar nikah. Selain itu, bagaimana kalau hubungan dengan si dia ternyata tidak bertahan? Dalam jangka panjang, jauh lebih mudah untuk menghindari semuanya itu di awal.

#9. We Will Be Spiritually Healthier
Udah dosa, dibebani perasaan bersalah pula. Akhirnya gak sehat buat jiwa dan spiritual kita juga. Terus menerus kayak gini mengundang seseorang terperosok lebih dalam, lebih dalam, lalu jadi terbiasa dengan dosa... dan akhirnya mati secara rohani.

#10. We Will Show Consideration for Our Partner's Well-Being
Kalau kita mendahulukan kepentingan pasangan kita dan mau berkat Tuhan turun dalam hidup kita dengan maksimal, kita akan menunggu sebelum melakukan seks. Tentunya kita ingin yang terbaik bagi yang kita kasihi, dan juga demi masa depan kita bersama, ya nggak?

Tuesday, June 15, 2010

Pacarku Nggak Perawan Lagi

Question:
Saya baru tau kalo pacar saya ternyata udah gak perawan lagi, katanya dia pernah ML sama pacarnya yang terdahulu. Gimana dong? Putusin jangan? (Cowok Bingung)

Answer:
Emang kamu juga masih perjaka? Wakakaka. Budaya kita memang masih mengagungkan keperawanan (seorang wanita), jika gak perawan maka dia menanggung aib seumur hidup. Gitu pula dengan cowok, dia malu dan menganggap rendah jika mengetahui ceweknya gak perawan apapun alasannya! Aneh.

Masalah sebenarnya bukanlah soal perawan atau tidak perawan, tapi apa sikap cewekmu saat ini tentang keperawanan tersebut. Kalo hilangnya keperawanan tersebut bukan karena sebuah dosa (misalnya karena terjatuh atau kecelakaan atau –maaf- diperkosa, dsb) itu gak usah dipikirin, terima dia apa adanya.

Tapi jika penyebabnya adalah karena perbuatan dosa kayak yang dia bilang kepadamu (ML sama pacarnya yang dulu) maka tanyakan sikapnya atas perbuatan itu, apakah dia menyesalinya dan bertobat? Jika memang dia bertobat, Tuhan aja mengampuninya dan menerimanya, why don’t you?

Satu hal lagi, sekarang kamu tau kalo cewekmu pernah melakukan dosa di masa lalu, jangan kamu manfaatkan untuk tidak menghargainya sebagai cewek. Perlakukan dia dan sayangi dia layaknya ibumu atau adik perempuanmu. Jadi cowok sejati, dan jangan jadi cowok kayak pacarnya yang dahulu! (***)

Dorongan Seks

Question:
Saya ingin bertanya, bagaimana Yesus waktu hidup sebagai manusia jaman dulu bisa menahan tiap nafsu seksnya? Padahal Ia pernah remaja bukan? Pasti iblis sering menggodai Dia. Waktu itu ia juga merasakan menjadi manusia. Bagaimana Ia bisa melewatinya tanpa adanya pelepasan? (someone)

Answer:
Saya percaya bahwa Yesus 2000 tahun lalu menjelma menjadi 100% manusia, sekalipun Dia juga adalah 100% Tuhan. Dan sebagai manusia tulen, Ia harus menerima resiko merasakan semua yang manusia bisa rasakan: lapar, terluka, rasa menderita, senang, jatuh cinta bahkan dorongan seksual. Bedanya adalah: Yesus punya pengendalian diri, punya keteguhan untuk menyelesaikan misi dan tujuan hidupNya, dan tidak jatuh dalam dosa.

Meskipun tidak diceritakan di Alkitab dan masih prokontra, tapi ada tafsiran bilang bahwa kemungkinan  Yesus pernah jatuh cinta, tapi Yesus tau tujuan hidupNya sehingga Ia tidak dikuasai oleh perasaan itu dan bisa memenuhi panggilanNya. Begitu pula jika memang Dia saat itu punya dorongan seksual, saya percaya Dia bisa mengesampingkannya demi sesuatu yang lebih tinggi: panggilan Bapa. Dan sekarang, kita sebagai manusia, tidak lagi bisa beralasan kalo Tuhan tidak mengerti manusia, karena Tuhan pernah menjadi manusia 100% dan mengalami semua yang manusia bisa alami. Dari sini kita punya harapan untuk bisa mengatasi semua dorongan yang bisa berbuah dosa: jika kita punya tujuan hidup yang lebih tinggi.

Got Question? Klik  HERE

Sex & Love According to Movies



Sebuah film dapat membuat perubahan, tetapi kebanyakan film populer adalah murni hiburan yang didesain untuk menghasilkan banyak uang, bukan mengubah pikiran seseorang. - Seth Godin

1. and they live happily ever after
Kamu sudah membuat banyak pilihan buruk, tapi karena cinta mengalahkan segalanya, semuanya menjadi baik-baik saja di akhir cerita. Carrie Bradshaw menikahi prospek sejatinya di Sex & The City. Everybody loves a happy ending!

2. ... or not?
Walau cinta Jack & Rose tulus dan sejati, tetap tidak kuasa menghalangi tenggelamnya Titanic.. Jack pun mati kedinginan di laut. Yang senang cuma si pembuat film, James Cameron.

3. then again, life was like a box of chocolate
Kamu ngga akan tahu seperti apa isi yang akan kamu dapat di dalamnya, kata-kata bijak dari ibu Forrest Gump.

4. and it could be over before you know it
Joe Black baru menemukan gadis pujaannya, masa depan tampak indah, dan tidak sampai semenit kemudian Joe tertabrak mobil dua arah bolak-balik.

6. sex is funny
Berapa banyak film yang memuat lelucon seks? Dari yang bisa dibilang “masih sopan” sampai super jorok pun ada.

7. yet sex is a shortcut to next chapter of life
Kalau ngga hati-hati, one night stand bisa jadi tiket terusan untuk jadi orang tua instan, suka atau tidak. Kalau salah orang? Berharap saja semuanya bakal baik-baik saja seperti dalam film Knocked Up.

8. just remember, wild sex usually leads to death
Fans film horor pasti cukup kenal dengan hukum yang satu ini. Biasanya yang bandel-bandel urusan seks mati duluan alias ngga pernah selamat di akhir cerita. Hukuman datangnya cepat ya?

Sex & Love According to Videogames



Game pada dasarnya mengambil ide-ide kompleks untuk kemudian digodok menjadi sesuatu yang sederhana. Dalam prosesnya, ada banyak hal yang lost in translation. Tapi inti hidup ini: mission hidup kita harus jelas, meski 2nd choice selalu ada.

About life
Hidup bisa jadi sangat sederhana, tergantung dari misi yang diberikan. Cuman perlu ngurusin posisi balok-balok supaya matching satu sama lain - gampang kan? Atau membabat pesawat alien atau pergi menjelajah untuk menyelamatkan dunia. Yang jelas, misinya selalu gamblang, ngga ada pertanyaan “apa sih tujuan hidupku?”

About love
Cinta juga perkara mudah di sini. Selesaikan saja misinya - sering kali si misi memang menyelamatkan si pujaan hati. Kalau misinya lebih megah, seperti menyelamatkan dunia dari raja iblis, pasangan hidupmu bakal muncul. Kalau memang bisa terjadi sesuai skenario itu dalam hidup nyata, asyik ya?

it’s not always romantic
Dalam game Final Fantasy VI, Terra yang setengah manusia setengah esper berusaha mencari tahu apa itu cinta. Kalau skenarionya begini biasanya muncul semacam karakter “knight in shining armor” sebagai love interest, tapi ternyata Terra juga mengerti what love is saat ia melindungi sekumpulan anak-anak yatim piatu dari serangan monster.

about sex
Pada mulanya, dunia videogames ini murni. Lalu yang namanya produser berpikir untuk menaikkan penjualan. Maka hadirlah seks di dunia ini. Tapi para orang tua yang peduli merasa tergangggu, maka dimulailah perang panjang untuk menghalau seks dari video game. Ternyata demo para orang tua berdampak buruk bagi penjualan, maka si produser kini lebih berhati-hati.

not getting the girl = bad ending
Misalkan si game punya multiple ending berdasarkan jumlah calon pasangan yang bisa dipilih, ending di mana kamu berakhir tanpa pasangan selalu dianggap sebagai bad ending.

there’s always 2nd chance
Hidup jadi berantakan? Ngga usah kuatir. Tinggal tekan restart. Salah pilih pasangan? Tinggal nge-load. Ulang ulanglah hidupmu sesukamu!

Menikah dengan Game?



Seorang bernama Sal9000 menikahi pujaan hatinya. Sang kekasih bernama Nene, dan ia tinggal di dalam game Nintendo Ds berjudul Love Plus. Pernikahan dilangsungkan saat event pertemuan MAKE: Japan di Tokyo Institute of Technology. Hadir dlam acara tersebut adalah para tamu, MC, sang pacar virtual, dan ... pendeta manusia asli.

Setelah menikah, pasutri ini langsung cabut untuk bulan madu di Guam. Tentu ini artinya ia tinggal membawa Nintendonya ke sana. Selagi berbulan madu, ia mendokumentasikannya dengan aneka foto, livecast di situs video sharing nico-Nico Douga dengan bantuan software augmented reality di iPhone.

Lisa Katayama, blogger situs Tokyo Mango kebetulan sempat mengontak Sal9000 dan mendapat email balasan. Berikut adalah terjemahannya.

Dear Ms. Katayama,
Terima kasih sudah menyaksikan pernikahan kami secara online. Karena blog post Anda, kami menerima banyak komentar dari yang penonton di luar Jepang, dan kami sangat senang karenanya.

Orang bilang pengantin pria biasa nya sangat sibuk dalam acara pernikahan, tapi ini jauh lebih sibuk dari perkiraan saya! Baik yang hadir secara langsung maupu n yang menyaksikan secara online, dua-duanya penuh. Saya bahagia begitu banyak orang yang menyaksikannya. Terhitung ada 3000 koneksi secara online, 7000 komentar, dan banyak pula yang mengucapkan selamat secara langsu ng.

Kini setelah acaranya selesai, saya merasa seperti sudah berhasil mencapai tahap baru dalam hidup ini. Beberapa orang mungkin ragu atas keputusan saya, tapi ujung-ujungnya, ini adalah soal hidup sepasang suami istri. Selama kami berdua dapat menciptakan rumah tangga yang bahagia, kesalahan apapun pasti bisa diselesaikan. K ami masih belum berkunjung ke orang tua saya. Jadi rencana nya tahun baru nanti kami akan ke sana untuk menyampaikan pernikahan kami secara resmi pada mereka. K ami berdua berharap untuk bisa terus mengasihi satu sama lain, dan tumbuh seiring waktu.

Sincerely, SAL9000 & Nene Anegasaki

LOVE IN THE TIME OF HOOKING UP

Baru-baru ini situs berita The Week mencoba mengangkat fenomena sex & dating yang trennya sudah bergeser. Untuk kamu muda, aturan mainnya sekarang sex dulu, kencan kemudian. Itu pun kalau perlu ada kencan. Apa ini sesuatu yang sehat? Berikut adalah saduran artikelnya.

LOVE IN THE TIME OF HOOKING UP

what is hooking up?
Hooking up artinya kondisi di mana dua orang - bisa kenal baik atau Cuma asal tahu - kencan dengan tujuan cuma main-main. Menu acaranya bisa bervariasi dari sekedar ciuman, petting, atau sampai ngeseks. Yang pasti hooking up ini ngeduluin kepuasan fisik ketimbang kebutuhan emosional – itu pun kalau ada. Jaman dulu pacaran dulu baru seks, sekarang seks dulu baru (kalau perlu) pacaran.

how common is it?
Untuk muda-mudi di US, sudah jadi menu seharihari. Daripada buang waktu penjajakan buat pacaran, lebih baik langsung hook up aja biar praktis. Kencan tradisional itu sudah ketinggalan jaman, katanya.

is it something new?
Kasual seks sebetulnya bukan barang baru. Buat yang kenal dengan periode tahun 60an atau 70an mungkin bakal merasa dejavu. Tapi peneliti bilang ada banyak kondisi baru yang bikin proses hook up jaman sekarang jadi beda. Jumlah mahasiswi yang semakin bertamabah, semakin banyaknya pasangan yang menunda pernikahan, semuanya ini membuat wanita, khususnya, untuk tidak lagi buru-buru mencari pasangan dan settle down. SMS & social networking juga membuat acara mencari partner baru semakin mudah. ca ndle light din n er is sooooo old

is hooking up harmful?
Banyak mahasiswa menganggap ini sebagai pertanyaan yang tidak perlu. Selama dua-duanya having fun, ya artinya win-win solution. Tetapi sebenarnya terjadi tidak pernah benar-benar win-win solution, beberapa pakar kesehatan kuatir dengan meningkatnya resiko penularan Penyakit Menular Seksual. Belum lagi masalah emosional, dan hal-hal lainnya, karena seks tidak pernah hanya urusan fisik belaka. Seseorang bisa saja jadi terbiasa dan terlatih dalam urusan fisik, tetapi nol besar untuk urusan emosional. Dan ini bisa jadi masalah besar dalam menjalani kehidupan selanjutnya, apalagi bagi para wanita.

why would that be so harmful?
Karena biarpun sekarang sudah ada emansipasi untuk urusan seks, pada dasarnya kebutuhan wanita tidak seperti pria yang sifatnya lebih fisik. Diam-diam wanita melihat hook up justru sebagai langkah awal untuk mendapatkan pasangan hidup, tapi sialnya umumnya laki-laki tidak berpikir begitu. Seks ya seks. Akibatnya banyak wanita yang menyesal setelah one night stand, sementara si prianya santai-santai saja.

what happens after college?
Tidak ada data pasti, tapi kebiasaan hooking up tidak lagi sebatas kampus. Situs personal advertising Craiglist kini punya kolom populer “casual encounter” khusus untuk mereka yang mencari partner seks tanpa ikatan. Traffic untuk situs-situs casual dating juga lebih tinggi daripada situs dating serius.

Pernahkah terpikir bahwa orang-orang yang membangun kehidupannya di atas fondasi yang benar akan mendapatkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan. Kebiasaan hooking up ini cenderung berakhir dengan perasaan kesepian, karena kita akhirnya akan mencari sesuatu yang bisa bertahan.

Miley oh Miley



Miley Cyrus (17 tahun), yang pernah bilang kalo tugasnyalah untuk menjadi role model (panutan/teladan/ contoh), harus mengecewakan ketika ia memutuskan untuk mengijinkan pacarnya (Liam Hemswort, 19 tahun) tinggal bersama di rumahnya. Itupun setelah ia diberitakan mengancam keluarganya bahwa ia akan minggat jika keinginannya tidak dipenuhi.

“Akhirnya Billy Ray Cyrus dan ibunya Miley, Tish, memutuskan untuk mengijinkan Liam tinggal bersama mereka daripada mereka tidak tau kemana perginya Miley setiap malam” ujar kerabat keluarga Miley kepada majalah The Enquirer Januari 2010 lalu.

Terlahir dengan nama Destiny Hope Cyrus di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, 23 November 1992 yang lalu, Miley adalah selebriti remaja sensasional gara-gara perannya dalam sitkom TV Hannah Montana. Majalah Forbes melaporkan hasil kekayaannya sebanyak US$3,5 juta. Dia adalah idola no 1 remaja Amerika Serikat.

Hidupnya banyak disorot massa, remaja dan orangtua yang berharap dia menjadi role model. Awalnya Miley menjadi idola remaja yang baik dan manis, bahkan ia sering memperlihatkan kereligiusannya (pergi ke gereja, membawa alkitab, berterimakasih pada Yesus dalam acara award, bahkan pernah mempersembahkan video untuk Yesus di youtube).

Kontroversi paling heboh adalah ketika ia bersedia berfoto hampir telanjang untuk majalah Vanity Fair 2008 lalu, sampai-sampai Disney Channel berujar “Image Miley sebagai gadis baik-baik adalah sebuah bisnis. Orangtuanya sudah menanamkan ‘karakter Tuhan’ dalam hidup Miley. Kalo dia menyianyiakannya, dia takkan mendapatkanya lagi!”

Lalu 2009 lalu dalam penampilannya di Teen Choice Awards, Miley kembali menuai kontroversi ketika ia menari seksi menggunakan tiang pole (yang biasa digunakan untuk tarian erotis). (**)

SEX: My Experience

Siapa bilang waktu gue pacaran gak pernah mikirin soal seks. Namanya juga anak muda, pikiran kayak gitu banyak muncul juga. Kepengen gini-gitu, ini-ono. Wah... pokoknya macem-mecem. Untungnya waktu itu kita punya banyak kegiatan, masa pacaran seringnya dilewatkan bareng teman-teman yang lain. Ngerjain ini-itu, jalan bareng, pelayanan bareng, maen bareng, dsb.

Tapi sesering apapun kumpul sama teman-teman lain, tetap saja banyak waktu yang dilewati hanya berdua saja. ‘Just you and me’, kata film-film sih. Dan gawatnya juga, waktu lagi berdua itu, rumah sering lagi kosong, alias gak ada siapa-siapa. Nah, yang lebih gawat lagi, pas itu terjadi, pas gue juga lagi gak ada kerjaan apa-apa. Wah.. udah deh, kalau gitu mulai pikiran ini tiba-tiba jadi mikir yang biru-biru. Pokoknya tiba-tiba jadi super kreatif, bisa muncul banyak ide yang seharusnya gak boleh dilakuin. Kelabakanlah jadinya. Seringnya kalau sudah seperti itu, dibuatlah kegiatan dadakan. Pergi ke mall, nongkrong disana sambil gak tahu mau ngapain.

Jujur ya, pernah jugalah kita kebablasan kissing, wah... berhentinya susah banget tuh. Tiba-tiba kami kayak dua magnet yang besar, yang gak bisa lepas. Trus, endingnya gimana? ML gak? Tenang-tenang, nanti diceritain. Sabar dong. Hehe.

Dari situ, saya sadar bahwa kita-kita ini selain diciptain sebagai mahluk sosial, juga sebagai mahluk seksual, baca deh Kejadian 1:27 dan 2:24-25. Jadi wajar banget kalau kita punya keinginan-keinginan seksual, wajar juga kalau pikiran kita sering berpikir ke arah sana.

Seks itu sesuatu yang baik, bahkan seks itu sesuatu yang kudus, karena Tuhanlah yang memberikan seks itu kepada manusia. Karena itulah seks jangan dipakai untuk menyakiti atau mempermainkan perasaan orang lain. Seks jangan dipakai untuk coba-coba pasangan.

Sebuah majalah ternama pernah memuat suatu hasil survey yang mengatakan bahwa orang-orang yang ML before marriage ternyata punya persentase yang lebih tinggi untuk mengalami perceraian. Salah satu penyebabnya: perasaan tidak berharga, lemah dalam komitmen, perasaan saling menyalahkan, dan sadar tidak sadar ternyata ada penyesalan di dalam alam bawah sadar mereka yang terbawa-bawa terus.

Perhatiin gak, film-film holliwood sekarang malah sering banget yang endingnya adalah pernikahan. Sering juga yang menceritakan bahwa orang yang suka gonta-ganti pasangan, hidupnya gak happy dan akhirnya dia berusaha untuk dapat pasangan dan menikah. Itu semua adalah film-film populer, yang dibuat sesuai keadaan dan selera pasar. Dengan kata lain, di dunia yang katanya sudah bebas sebebas-bebasnya itu, ternyata kebebasan seks tidak membuat hidup bisa menjadi seperti yang diharapkan. Dan ternyata harapan tentang pernikahan yang bahagia tetap menjadi harapan yang kuat di tengah-tengah jaman yang sempat disebut ‘anti pernikahan’.

Hhhmmm... we can’t run away from God, can we? Dia Tuhan yang baik, dan sebenarnya semua rencana Dia itu tujuannya baik untuk kita. Kita memang suka merasa Tuhan otoriter, jahat, gak mau mengerti kita, dsb. Trust me, He is not like that. Kita memang sexual being, tapi hidup kan gak hanya tentang itu doang, tul? Dan gak ada orang yang mati karena gak having sex. Kalau kita ngelamun terus, ya piktor datang terus-lah, jadinya hidup ini isinya seakan-akan gak ada keinginan yang lain selain seks. Tapi kalau kita tahu apa yang kita mau raih dalam hidup ini, seks akan tetap menarik, tapi bukan jadi yang paling penting.

Kembali ke cerita gue. Keinginan buat menghargai pasangan, keinginan untuk tidak menyesali masa lalu, keinginan untuk bisa memasuki pernikahan yang kudus, keinginan untuk tidak perlu menyembunyikan apa-apa terhadap orang lain, keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, itu semua yang akhirnya bisa membuat kami mengatakan tidak untuk ML before marriage, dan tidak melakukan lebih jauh (gak pernah gampang friends, percayalah “puihh”)

Sekarang gue sudah nikah. Bersyukur, karena apa yang kami jaga dulu, kalau pun kami berantem, gak pernah ada yang bisa merendahkan satu sama lain, menuduh yang satu sebagai ‘murahan’, dsb. Kami akan selalu menghargai pasangan sebagai orang yang memiliki integritas. Gak pernah menyesal untuk menempatkan seks di tempat yang seharusnya. It’s very good. Nah, kalau sudah terlanjur bagaimana? Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai yang baru, dan Tuhan tidak pernah menolak kita. So, be carefull jek! Set your vision high, do the best you can do, and maximized your self. (**)

Johnny Depp Meninggal?



Johnny Depp meninggal? Berita yang katanya dari CNN itu saya terima beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berada di Surabaya dengan beberapa teman dari Gereja Mawar Sharon. Tak ayal lagi kami semua langsung membahasnya, mengamati foto laporan kecelakaan yang meneybabkan kematiannya dan menyayangkan kejadian tersebut.

Tapi, tak lama kemudian, salah seorang dari kami menemukan bahwa berita itu hanyalah hoax alias palsu. Huh, kecele! Akhirnya kami semua menikmati yoghurt kembali dan tidak jadi kehilangan Jhonny Depp. Hehe.

Lalu saya berpikir, hari-hari ini semuanya berkembang dengan cepat sekali, informasi tentang apapun juga bisa kita dapat lewat internet, dari yang aktual sampe yang hoax, dari bener sampe yang ngaco, sampai-sampai kita tidak tahu lagi mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak.

Hmmm, mungkin kalo hanya sebatas berita gosip atau hiburan sih masih oke-oke aja kali ya, tapi yang jadi masalah adalah kalau informasinya adalah tentang kesehatan, prinsip hidup, atau hal-hal penting lainnya. Kalau ternyata infonya ngaco gimana? Misalnya, ada info yang bilang menurut kedokteran kita harus begini-begitu supaya sehat, ada lagi yang bilang (menurut kedokteran juga!!!) ternyata hal itu punya efek samping yang berbahaya. Huuaaa!! Gimana dong? Mana yang sebaiknya kita ikuti?

Pemikiran itu yang membuat kami mengembangkan majalah GFRESH! menjadi sesuatu yang baru. Menjadi majalah yang bisa jadi sahabat buat siapa pun juga, membahas apa pun juga, mencari informasi apa pun juga bersama-sama, dan berusaha mencari kesimpulan terbaik bersama-sama. Supaya kita tidak lagi terombangi-ambing oleh rupa-rupa angin informasi, tetapi bisa tetap menemukan kebenaran di tengah globalisasi dunia yang semakin menjadi-jadi ini. Setuju? Sepulu! (begitu teman saya selalu menjawab, hehe).

Edisi perdana ini kita bakalan bahas abis soal sex and youth, topik paling yang udah gak tabu lagi di anak muda jaman sekarang. So, hopefully we can enjoy and sieze our youth together.

Salam,
Andy Setiawan
Pemimpin Redaksi

Nggak Butuh Orang Lain (Komik)

[gallery orderby="title"]