Showing posts with label seks. Show all posts
Showing posts with label seks. Show all posts

Monday, April 16, 2012

MASTURBASI GAK DOSA?


MASTURBASI GAK DOSA?
Dari segi kesehatan masturbasi memberikan lebih banyak manfaat positif dibanding pengaruh negatifnya.
Medical Review Board

Sebenarnya masturbasi itu wajar dan sehat.
Dr Boyke.

P: Sebenarnya masturbasi itu boleh gak sih?

GF!: Kenapa emangnya?

P: Abisnya banyak yang bilang kalau masturbasi itu gak apa-apa. Malah sehat. Apa kata Alkitab tentang masturbasi?

GF!: Sebenarnya gak ada ayatnya yang bilang kita gak boleh masturbasi...

P: Artinya boleh dong?

GF!: Eh, bentar. Belum selesai. Main potong aja. Emang gak ada ayat yang larang kita masturbasi. Tapi ada ayatnya yang bilang gini, ‘Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.’ (Mat 5:28)

P: Maksudnya?

GF!: Maksudnya ayat itu bilang kalau kita ngebayangin ML sama seseorang aja itu udah dianggap dosa sama Tuhan.

P: Terus apa hubungannya sama masturbasi?

GF!: Sorry ya, agak vulgar. Tapi waktu masturbasi ‘kan kita ngebayangin ML sama orang. Sedang itu dosa. Jadi sama aja masturbasi itu dosa.

P: Tapi kenapa orang bilang masturbasi itu sehat?

GF!: Ya gak tau mereka. Tapi yang pasti itu masturbasi itu lebih banyak ruginya dari pada sehatnya. Alkitab ngajarin sama kita kalau sex itu harus dilakuin sama dua orang, bukan sendirian.  Masturbasi ‘kan sama aja dengan lakuin kegiatan sex sendirian. Dimana sehatnya?

GF!: Plus, masturbasi itu bikin orang terikat. Sedang Alkitab bilang kita gak boleh terikat sama apapun. Karena kalau kita terikat sama sesuatu selain Tuhan, gimana kita bisa maju ikut Dia (Matius 19:29). Sehat gitu?

GF!: Belum lagi, masturbasi itu bakal bikin kita terlibat dosa seks lain yang lebih parah. Sehat?

P: Iya ya. Bener juga. Tapi faktanya ‘kan banyak anak muda terjebak masturbasi. Gimana dong?

GF!: Bertobat! Kalau udah bertobat, kita mesti jaga mata kita. Jangan buka celah, iseng-iseng liat gambar yang gak-gak. Plus juga jangan lupa minta bantuan Tuhan.

P: Iya. Thanks ya.

GF!: Sama-sama. (dp)      




Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

Wednesday, January 25, 2012

SEX, IT’S NOT A GAME

SEX, IT’S NOT A GAME

‘Sex is not a game. It’s a serious battle (Sex bukan permainan. Sex adalah pertempuran yang serius)’ -- Dr Andik Widjaja M.Rep M.ed

Tanggal  27 Juli 2007 kemaren di Bandung Trade Center ada satu acara yang namanya Conference 2007: Sex, It’s Not A Game. Acara hasil kerjasama Yohana Care Ministry sama Yada Institute ini dibagi dua. Ada yang khusus buat ortu kita, pas paginya en buat yang masih muda, sorenya. Sore itu, Dr. Andik banyak ngomongin tentang seks en bahayanya melakukan SBM (Sex Before Married = Seks sebelum nikah).

Ternyata dari hasil survey, 90% pasangan yang melakukan SBM putus di tengah jalan. Soalnya secara psikologis, si cowok bakal anggap pasangannya itu cewek gampangan, en tanpa sadar dia bakal cari cara buat putusin pasangannya. Kalo udah gini, yang rugi dua-duanya. Si cewek bisa jadi trauma, bisa hamil, si cowok bisa jadi trauma, kena penyakit kelamin. En yang pasti jiwa mereka bakal rusak. Mereka pasti dua-duanya bakal ketagihan, pengen lagi en lagi. En mereka bakal lakuin lagi ama orang lain en bikin kesalahan yang sama terus.  En seandainya, mereka juga maksain buat menikah, kehidupan pernikahannya nggak bakalan bahagia, soalnya selalu dihantui ama kenangan masa lalu waktu bikin dosa semasa pacaran.

Makanya buat mencegah kita-kita jatuh dalam dosa seks ini, Dr. Andik kasih tau caranya… cara buat menang atas dosa seks ini ada di Roma 12:1-2. 

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Dari dua ayat ini, ada satu rahasia buat menang melawan dosa seks, yaitu dengan mengalami transformasi. Transformasi itu artinya berubah. Tapi apa yang harus diubah? Banyak. Yang paling pertama harus kita ubah itu cara pikir kita. Cara pikir kita mesti disesuaikan ama Firman Tuhan. Gimana caranya? Mulai dengan baca Alkitab en renungkan itu, sampe Firman itu masuk dalam diri kita.

Hal kedua yang mesti kita lakuin adalah mempersembahkan tubuh kita secara sukarela buat kemuliaan Tuhan. Cara praktisnya, kita bisa mulai dengan melakukan sesuatu yang kita tau emang itu bakal menyenangkan hati Tuhan, walopun itu artinya kita mesti bayar harga.

Acara malam itu juga dimeriahkan sama penampilan Dicky en Icha AFI yang bawain dua lagu pujian. En diakhiri dengan altar call buat mereka-mereka yang belum lahir baru. (dp)   
   

Wednesday, July 21, 2010

ABORSI (BAGIAN 4)

Pembantaian Itu Terulang Kembali

Mungkin hingga Tuhan Yesus datang ke dua kali, paradigma tentang masalah aborsi takkan bisa berhenti. Saat ini pembunuhan terhadap bayi-bayi yang “tak berdosa” benar-benar berlangsung secara massal, dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, dibawah ini adalah catatan pembantaian yang memilukan.



Pembantaian Bayi-bayi oleh Firaun

Raja Firaun yang gelisah melihat perkembangan umat Israel makin bertambah banyak. Firaun memutuskan untuk menindas umat Israel serta membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir pada masa itu.

“ Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani,….katanya” Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir : jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan bolehlah ia tetap hidup.”(Keluaran 1 : 15 – 16)



Pembantaian Bayi-bayi oleh Raja Herodes.

Sejak semula Herodes sudah berniat untuk membunuh Bayi Yesus. Herodes menjadi murka ketika niatnya tersebut diketahui oleh Yusuf lewat perantaraan malaikat. Akibatnya dia memerintahkan pembantaian massal terhadap bayi-bayi di seluruh wilayahnya.

“ ….Lalu  ia menyuruh membunuh semua anak di betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah ,….”(Mat 2 : 16)



Naga Yang Menginginkan Kematian Bayi Seorang Perempuan

Kitab Wahyu banyak berisi gambaran dan perlambang di akhir jaman yang makin lama kebenarannya semakin dibukakan. Dalam Wahyu 12 : 1-6, dikisahkan tentang seorang perempuan yang mengandung. Ia kelihatan cukup menderita hingga berteriak kesakitan ketika hendak melahirkan. Kemudian muncul juga Naga Merah yang hendak menelan anak dari perempuan yang sedang mengandung.

Kitab Wahyu yang ditulis sekitar 20 abad yang lalu ditafsirkan sebagai kitab yang menggambarkan kondisi dunia di akhir jaman. Naga merah yang digambarkan sebagai iblis hendak menelan anak dari perempuan tadi.

“…, Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk melahirkan itu, untuk menelanNya.”(Why 12 : 4)

Beberapa pihak menafsirkan perempuan tersebut sebagai gereja Tuhan di akhir jaman. Dalam pasal 4, kata ganti “Nya” dari anak perempuan tadi ditulis dengan huruf besar. Jika anak tersebut menggambarkan anak-anak Allah yang berperang bagi kerajaan Allah, hal ini bisa dilihat sebagai pengulangan peristiwa pembantaian bayi yang dilakukan oleh Firaun dan Herodes.

Jerman Nazi membuat Undang- Undang yang mengijinkan pemusnahan anggota masyarakat( holocaust) yang “tidak berguna”. Manusia yang tidak dicintai dan tidak diinginkan untuk lahir, dibantai dengan kejam. Mungkin jika paham ini berkembang, dimasa mendatang orang-orang cacat, orang-orang idiot, orang buta dan orang tua akan dimusnahkan juga. Pembantaian terhadap Umat Yahudi pernah juga dilakukan oleh Nazi dibawah pimpinan Hittler. Bagi Hitler orang Yahudi adalah parasit. Bukan pula manusia, melainkan sesuatu yang menjijikkan menurut Dr. August Hirt. Orang Polandia juga dianggap sebagai sampah. Pada tahun 1936, pihak pengadilan Tinggi Jerman menolak untuk mengakui orang-orang Yahudi di Jerman sebagai’manusia’ secara resmi. Tindakan apapun dimungkinkan untuk diperlakukan terhadap orang-orang ini. Menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan tubuh manusia dipergunakan sebagai bahan untuk membuat kosmetik.

Hal serupa sedang digenapi di akhir jaman ini. Pelegalan hukum aborsi mengijinkan pembunuhan terhadap bayi-bayi yang bukan hanya dilahirkan oleh keturunan bangsa Yahudi ataupun Ibrani, tapi seluruh ras dan suku mempunyai resiko perlakuan yang sama. Bayi-bayi yang tidak dikehendaki dianggap sebagai parasit oleh kelompok feminis di boston pada tahun 1973. Bahkan menurut Dr. Amital Etzioni, bayi-bayi ini dianggap bukan manusia, melainkan hanyalah suatu jaringan tubuh. Kata ‘orang’ yang tertulis  pada amandemen ke-14 dalam undang-undang di Amerika tidak termasuk bayi yang belum lahir. Sehingga tidak heran jika juru bicara sebuah dewan aborsi menyebutnya sebagai ‘sampah’.

Jika semua negara melegalkan aborsi, tidakkah ini suatu jalan yang sedang dipersiapkan oleh iblis, si Naga Merah untuk melenyapkan keturunan-keturunan Allah secara sistematis?



Pengorbanan Bayi dan Murka Allah yang mengerikan.

Angka aborsi yang mencapai 2,3 juta jiwa pertahun di Indonesia, atau rata-rata 6300 kasus perhari sangatlah memprihatinkan. Hal ini belum  termasuk yang tidak terdata. Kita akan melihat mencoba melihat ilah-ilah dibelakang pembunuhan bayi-bayi ini.

Dalam Kejadian 19 : 33-38, dikisahkan bahwa Lot memiliki dua orang putri. Kedua putirnya ini bersetubuh dengan ayahnya setelah membuatnya mabuk terlebih dahulu, kemudian yang tua melahirkan Moab yang menjadi bapa Moab, sedangkan yang lebih muda melahirkan anak laki-laki yang dinamai Ben-Ami yang kemudian menjadi bani Amon. Jalan pikiran anak-anak Lot sangat dangkal. Dia tidak merundingkan segala sesuatunya dengan Allah. Mungkin merekapun tidak menyangka bahwa keturunannya akan menjadi suatu bangsa besar yang mendatangkan jerat. Bangsa Moab dan bangsa Amon dikisahkan menjadi batu sandungan bagi bangsa Israel.



“ Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan orang Amon.”(1 Raja-raja 11 : 5).

Bangsa Amon melakukan pengorbanan anak-anak. Hal ini dipandang Allah sebagai suatu kejahatan khusus.



“Karena tiga perbuatan bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusanku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead, dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri.”(Amos 1 : 13)

Bani Amon bermaksud meluaskan daerah mereka sendiri dengan cara membelah perut perempuan hamil. Undang-undang pelegalan aborsipun ternyata mempunyai tujuan yang sama, yaitu meluaskan daerahnya sendiri. Daerah hawa nafsu manusia. Keinginan daging manusia semakin tak terbatas. Hubungan seks pranikah bukan masalah, toh kalau hamil bisa diaborsi. Seandainya anak-anak Lot tidak bertindak menurut keinginannya, mungkin upacara penyembahan kepada dewa Milkom, serta penyembelihan perut perempuan hamil oleh bangsa Amon tidak akan pernah ada.

Dewa sembahan bani Amon lainnya, yang meminta persembahan nyawa anak-anak, adalah Molokh.

“ Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baal di Lembah Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api,…”

(Yer 32 : 35)

Hal ini jelas-jelas dipandang keji di mata Allah.

“ Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh,….,Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah akan mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh.”

(Imamat 20 : 3 – 5)

Para pelaku okultisme dan para penyembah berhala berkeyakinan, bahwa pengorbanan darah akan membuat ilah yang disembah itu menjadi semakin muda dan kuat kembali. Jika pandangan ini benar, tentunya Molokh-molokh modern di jaman ini akan semakin berkuasa, sementara pengorbanan bayi secara sistematis dan legal terus berlangsung dijaman ini. Namun Allah sendiri akan menentang dan melenyapkan para penyembah Molokh ini.

Cartage adalah sebuah contoh kota dengan tingkat pengorbanan bayi sangat tinggi pada jaman kerajaan Venesia. Kota ini memiliki peradaban yang sangat maju. Namun para arkeolog menemukan banyak sekali bukti-bukti peristiwa pengorbanan anak di kota ini. Di kota ini ditemukan altar pengorbanan anak, serta gambar-gambar di dinding yang menunjukkan pengorbanan anak kepada Dewa Tanit, nama ritual untuk Asytoret, dewi sembahan bangsa Amon. Ilmu pengetahuan di kota ini bertambah maju, namun peristiwa pengorbanan anak tetap saja bertambah. Ketika Allah menjadi murka terhadap kota ini, apa yang kemudian terjadi? Tentara romawi menghancurkan seluruh peradaban kota ini. Kota yang mungkin terbesar dalam jaman kerajaan Venesia ini kini tinggal puing-puing belaka. Akankah kita menunggu Roma-roma yang lain sehingga bangsa-bangsa yang gemar melkukan aborsi ini dihancurleburkan?(Presentasi video Massacre of Inossence)

Sejak krisis ekonomi melanda beberapa negara termasuk Indonesia tahun 1997 yang lalu, bangsa kita belum sanggup keluar dari krisis ini. Sementara lambat laun negara yang lain mulai bangkit untuk membenahi diri, kelihatannya bangsa kita masih terjebak dalam situasi krisis ekonomi dan politik. Melihat jumlah aborsi rata-rata mencapai 6300 kasus perhari di Indonesia, mungkinkah Allah sedang murka terhadap bangsa ini? Sementara umat Tuhan semakin lamban bergerak untuk bersuara menentang praktek ‘Molokhisme’ modern.

Tuesday, July 20, 2010

ABORSI (BAGIAN 3)

Merekapun Pribadi-Pribadi Yang Harus Dihargai

Firman Tuhan mengatakan bahwa dari permulaan usia janin itu (mulai hari pertama), janin tersebut sudah hidup dan memiliki tubuh, jiwa, dan roh yang sempurna. Ia adalah seorang manusia yang utuh dan lengkap di mata Tuhan.


1.Komunikasi dari dua bayi dalam kandungan


Pada waktu Maria bertemu dengan Elisabeth, mereka bersekutu begitu manis. Kandungan keduanya bersekutu satu sama lain secara ajaib melalui Roh Kudus.

“Dan ketika Elisabeth mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus".( Lukas 1: 41)

Dengan adanya komunikasi di antara kedua bayi tersebut, maka kita percaya bahwa Firman Allah telah mengakui bahwa kedua bayi tersebut adalah manusia penuh dan telah ada persekutuan yang manis di antara mereka dengan Roh Kudus. 

Menurut Alkitab usia kehamilan Elisabeth saat itu (bayi Yohanes Pembabtis) adalah 6 bulan (Lukas 1: 36). Berapakah usia kehamilan Maria (bayi Yesus)  saat itu? Kapan Maria mulai hamil?

"Sesungguhnya engkau akan mengandung (jadi saat itu belum hamil-red ) dan akan memperanakkan seorang laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus".

(Lukas 1: 31)

Firman Allah mempunyai kuasa untuk menciptakan, dan segera setelah Malaikat Tuhan selesai berbicara, maka saat itu juga Maria hamil.

Dalam Lukas 1 ; 39 dikatakan beberapa waktu kemudian (dalam terjemahan versi King James  in those days, artinya lebih jelas yaitu  beberapa hari kemudian), Maria yang sedang bersukacita ini berkunjung kerumah  Elisabeth. Maria saat itu tinggal di kota Nazaret di daerah Galilea, sedangkan Elisabeth tinggal di daerah pegunungan Yehuda  yang jaraknya beberapa hari perjalanan kaki. Saat itu,  usia kandungan Elisabeth 6 bulan. Maria menginap di rumah Elisabeth selama 3 bulan (Lukas 1: 56a), kemudian ia pulang ke rumahnya (ayat 56 b).

Berdasarkan ilmu kedokteran, usia kehamilan yang paling baik dan mature untuk melahirkan seorang bayi adalah 9 bulan  (bisa lebih atau kurang satu minggu). Dalam Lukas 1: 57, dijelaskan bahwa beberapa saat setelah Maria kembali ke rumahnya, maka Elisabeth Melahirkan. Kita percaya bahwa bayi Yohanes Pembabtis adalah bayi yang sangat khusus dan luar biasa di mata Tuhan. Bayi ini dipersiapkan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat. Jadi, kita dapat memperkirakan bahwa masa kehamilannya juga tidak mungkin terlalu cepat atau terlalu lambat.

Jika kita hitung secara matematis, maka usia kehamilan Maria (bayi Yesus) saat itu ialah:

Lukas 1: 36 :Saat itu usia kehamilan Elisabeth 6 bulan

Lukas 1:39  : Maria bertemu Elisabeth, dan kandungan mereka berkomunikasi.

Lukas 1: 56 a           : Maria tinggal bersama Elisabeth selama 3 bulan.

Lukas 1 :56 b           : Maria Pulang ke rumahnya.

Lukas 1 :57             : Diperkirakan  7 hari atau satu minggu setelah itu

Catatan : angka 7 di dalam Alkitab memiliki arti Penggenapan,

contoh:  7 Gereja, 7 sangkakala, 7 cawan murka Allah , hari ke7 / Sabat dll )

Periode I + II + III + IV  = 9 Bulan 7 hari,

Jika periode I + III = 9 bulan, maka  lama periode II + IV = 7 hari,

Dapat kita simpulkan bahwa usia kandungan Maria saat bertemu dengan Elisabeth adalah  7 dibagi 2, kira-kira 3,5 hari ! Dan mereka sudah melakukan dialog, fantastis bukan?



2.Sebuah pribadi sebelum sperma bertemu dengan sel telur.

Abraham mengalahkan Raja Kedorlaomer beserta raja-raja lain yang mendukungnya dan membebaskan Lot beserta segala miliknya.(Kej 14 : 15 – 20). Kemudian muncul Melkisedek seorang Raja Salem. Ia juga seorang imam Allah yang Mahatinggi. Setelah Melkisedek memberkati Abraham, Abraham memberikan sepersepuluh dari miliknya kepada Melkisedek.

Taurat tentang perpuluhan baru muncul sesudah Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Suku Lewi yang dikhususkan untuk melayani Tuhan, berhak menerima sepersepuluh dari semua penghasilan umat Israel yang lain. Kitab Ibrani mengungkapkan bahwa yang memberikan persepuluhan kepada Melkisedek bukan hanya Abraham yang saat itu secara fisik sudah dalam bentuk manusia. Suku Lewi dianggap telah juga memberikan persepuluhan.

“ Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham, dipungut juga persepuluhan dari Lewi yang berhak menerima persepuluhan, sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.” Ibrani 7 : 10

Suku Lewi di lahirkan bersama suku yang lain dari satu bapa, yaitu Yakub. Yakub dilahirkan oleh Ishak, dan Ishak diliahirkan oleh Abraham. Seperti kita ketahui bahwa makhluk hidup terbentuk dari pertemuan sperma dengan sel telur. Secara teori biologis, saat Abraham mempersembahkan persepuluhan kepada Melkisedek, Ishak masih berada dalam bentuk sperma di dalam tubuh Abraham. Sperma dari Abraham ini yang kemudian menjadi Ishak, kelak akan menghasilkan Yakub, sesudah itu baru Lewi, yaitu keturunan ke-4 dari Abraham. Penulis kitab Ibrani menganggap bahwa Lewi yang saat itu secara fisik wujud organismenya jauh lebih sederhana dari sperma, telah turut ambil bagian dalam memberikan persembahan. Dari kasus ini, jelas sekali bahwa dalam bentuk bakal sperma pun pribadi seseorang sudah dihargai oleh penulis kitab Ibrani, terlebih lagi jika sudah dalam bentuk janin.

Melalui ulasan ini, Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa dalam usia kira-kira 3 hari bahkan kurang, seorang bayi yang ada di dalam kandungan seorang ibu sudah diakui oleh Allah sebagai manusia yang utuh, yang dapat berkomunikasi secara vertikal  (dengan Allah) dan horisontal (sesama manusia). Oleh karena itu,   sangat jelas bagi kita bahwa tindakan aborsi yang dilakukan kepada janin, berapa pun usianya, adalah suatu PEMBUNUHAN.

"Sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu, AKU telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, AKU telah menguduskan engkau, AKU telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa".(Yeremia 1: 5)

Jadi, sebelum Yeremia keluar dari rahim ibunya, ia sudah diurapi dan sudah diangkat menjadi Nabi oleh Allah sendiri.

Monday, July 19, 2010

ABORSI (BAGIAN 2)

Asal Mula Kehidupan.

Almarhum dr. Jerome Lejeune, Professor genetik internasional dari Universitas Rene Descartes, Paris. Berikut ini adalah pendapat dokter yang menerima penghargaan dari Presiden Kennedy. Ilmu biologi modern mengajarkan bahwa persatuan antara para leluhur dengan keturunannya terjadi karena mata rantai yang berkesinambungan dari pembuahan sel wanita (indung telur) oleh sel pria (sperma). Dalam setiap sel reproduksi yang bentuknya seperti pita sepanjang kira-kira satu meter, terdapat bagian-bagian (23 bagian pada manusia).  Setiap bagian digulung dan dibungkus dengan hati-hati (seperti pita magnetik dalam sebuah kaset mini).  Jika dilihat melalui mikroskop, bentuknya mirip sebuah batang dan dinamakan kromosom. Tak lama setelah 23 kromosom seorang pria bertemu dengan 23 kromosom seorang wanita dalam sebuah pembuahan, semua informasi genetik dari seseorang yang belum dilahirkan telah diperoleh.  Seperti sebuah pita magnetik (bila diputar di tape recorder akan mengeluarkan bunyi simfoni yang indah), kehidupan baru mulai menyatakan siapa dirinya tak lama setelah pembuahan terjadi. Kromosom-kromosom adalah tabulasi hukum kehidupan, saat mereka bersatu membentuk mahluk baru (maksudnya pembuahan), kromosom-kromosom itu telah menoktahkan keadaan seseorang.

Berdasarkan keterangan di atas, secara genetis, konsep kehidupan manusia sudah dimulai pada hari pertama saat terjadinya pertemuan antara Spermatozoa (sel ayah) dan sel Ovum (sel ibu), yang dikenal sebagai peristiwa Pembuahan. Mahluk hidup yang baru berusia satu hari ini disebut dengan Zygote. Ukurannya sangat kecil, tidak  terlihat oleh mata biasa, tetapi  sudah ada dan merupakan buah pribadi hidup yang lengkap, yang telah memiliki 3 elemen dasar kehidupan yaitu tubuh, jiwa, dan roh.

Secara biologis, zygote memiliki ciri-ciri sebagai berikut (walaupun usianya baru beberapa menit):

1.Ia hidup. ia sudah bernafas secara seluler, bergerak, dan setiap waktu mengadakan proses mitosis secara terus-menerus (pembelahan sel).

2.Ia sudah memiliki kepribadian sendiri (kepribadian tertentu), misalnya, laki-laki atau perempuan,  tidak dapat berubah lagi. Ciri khas/bawaan sudah ada di dalam dia, misalnya: rambut lurus atau keriting, hitam atau pirang, warna kulit kuning atau coklat atau putih dan sebagainya, bentuk bibir, bentuk hidung, model telinga, raut wajah, dan sebagainya. Ia juga memiliki sifat-sifat dasar, golongan darah, buta warna atau tidak, dan banyak lagi sifat-sifat lain (yang telah ditentukan di dalam susunan genetiknya).

3.Dari ke 2 poin tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ‘manusia kecil ini’ adalah manusia yang penuh, lengkap, yang  memiliki tubuh, jiwa, dan roh                     (I  Timotius 5: 23).

4.Pada usia kehamilan dua bulan, ukuran seorang manusia dari kepala hingga bokong adalah lebih pendek dari ibu jari.  Dia dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kulit kacang tanah, tetapi semuanya ada di sana: tangan, kaki, kepala, organ-organ tubuh, otak, semuanya lengkap pada tempatnya.  Jantung sudah berdetak sejak sebulan yang lalu.  Kalau dilihat dengan seksama, kita dapat melihat garis-garis tangan di telapak tangannya.  Dengan pembesaran yang memadai, cap jari janin dapat terlihat.  Dokumen-dokumen untuk identitas pribadinya bias dibuat.  Dengan kecanggihan yang luar biasa, kita dapat mengusik privasinya.  Hydrophone khusus dapat memperdengarkan musik primitif: suara ketukan yang dalam, berirama 60-70 kali per menit (itulah detak jantung si calon ibu) dan suara ketukan yang cepat, berirama 150-170 kali per menit (itulah detak jantung si janin).

Secara biologis, urutan stadium kehidupan mausia dapat didiskripsikan sebagai  berikut:

1.Bersatunya Spermatozoa dan sel telur (masa pembuahan). Pada stadium ini manusia  bernama ZYGOTE.

2.Zygote bertumbuh, sel-selnya  bermultiplikasi (Mitosis akan membentuk MORULA), kemudian morula akan berkembang dengan sangat cepat  dan mulai membentuk bagian bagian tubuh menjadi BLASTULA (usia kehamilan kurang lebih 2 bulan).

3.Usia kehamilan 3-4 bulan, semua alat-alat organ tubuh telah lengkap sempurna, walaupun dalam ukuran mini. Pada stadium ini, manusia mini tersebut   dikenal dengan nama EMBRIO.

4.Embrio akan tumbuh terus di dalam rahim. setelah usia kehamilan mencapai  36-40 minggu, manusia tersebut siap untuk dikeluarkan dari kantong rahim ibunya untuk menjadi seorang  BAYI/ OROK / NEONATUS (0 bulan sampai 1 bulan).

-Mulai usia 1 bulan sampai 5 tahun disebut BALITA.

-Mulai usia 5-12 tahun disebut KANAK-KANAK.

-Mulai usia 12-18 tahun disebut REMAJA

-Mulai usia 18-24 tahun disebut PEMUDA / DEWASA MUDA

-Lebih dari 25 tahun disebut DEWASA

Kini, kita tahu apa yang dirasakan janin, kita mendengar apa yang didengar janin, mencium apa yang dicium janin, dan kita melihat si janin menari dengan lemah gemulai dan penuh semangat. Untuk menerima kenyataan bahwa setelah pembuahan berlangsung, seorang manusia baru telah terbentuk, bukanlah persoalan rasa atau pendapat.  Sifat alam manusia dari saat pembuahan hingga hari tuanya bukanlah sebuah anggapan metafisik.  Semuanya telah terbukti lewat riset ilmu pengetahuan. Jadi, masihkah tindakan aborsi dianggap bukan pembunuhan?

Sunday, July 18, 2010

ABORSI (BAGIAN 1)

ABORSI (bag 1)


Ketika Etika Moral dan suara hati Nurani sudah tidak mampu membendung keinginan manusia, segala carapun dilegalkan untuk mencapai keinginan tersebut. Terlebih lagi jika perangkat hukum yang ada memberikan dukungan terhadap tindakan-tindakan tadi. Banyak pihak yang mulai menyadari bahwa tindakan aborsi membahayakan kesehatan ibu yang melakukannya, namun kenyataannya praktek aborsi tetap dilakukan di sana-sini.

Kasus Aborsi pernah diulas gF, di edisi 4 tahun I. Di sana diulas cukup lengkap tentang kasus aborsi dan paradigmanya. Dalam artikel ini, kami mencoba menampilkan permasalahan aborsi dikaitkan dengan praktek penyembahan berhala di masa lampau. Menurut kesaksian sejumlah pelaku dan pendukung aborsi, hati nurani mereka masih sering menuduh bahwa yang dilakukannya adalah pembunuhan, namun di sisi lain kubu yang pro terhadap aborsi menganggap bahwa janin dalam kandungan tidak lebih dari sekedar onggokan daging yang memilili potensi untuk hidup.

Janin Itu Dianggap Parasit dan Sampah

Amerika, sebagai negara yang dikenal sangat menghormati hak-hak asasi makhluk hidup, pada tanggal 21 Januari 1973 membuat peraturan yang menetapkan bahwa wanita memiliki hak untuk melakukan aborsi. Sejak saat itu setidaknya lebih dari 1,5 juta anak menjadi korban aborsi di negara tersebut. Jumlahnya lebih dari 10 kali jumlah korban perang yang pernah ada di Amerika. Hingga tahun 1996, jumlah tindakan aborsi di Amerika mencapai 2 juta kasus pertahun.

“Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung.
Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu. “(www.kompas.com)


Di negara yang dikenal mayoritas penduduknya beragama Kristen ini, ada 2 kubu utama yang saling berseberangan, yaitu “Pro Choice” dan Pro Life”. Pandangan kubu Pro Choice, atau Pro Pilihan, intinya adalah bahwa tubuh wanita adalah miliknya sendiri.  Jadi ia punya hak untuk mengaborsi anak yang dikandungnya. Kubu ini beranggapan bahwa tindakan aborsi bukanlah suatu tindakan pembunuhan, karena pada hakekatnya janin yang berada dalam kandungan si ibu hanyalah onggokan daging yang tumbuh. Ia tidak lebih dari sekedar produk penipuan, sekedar sel palopi dalam kandungan, sekumpulan sel akibat dari sel telur yang dibuahi dan ataupun kesatuan janin dengan plasenta.

Sebuah buku pelopor gerakan feminis di Amerika menyatakan bahwa bayi dalam kandungan yang berusia 8 minggu merupakan sekumpulan jaringan sebesar 1 inchi yang mudah hancur serta merupakan parasit di dalam tubuh ibunya.

Bahkan Harry A. Blackmun, seorang hakim dari Amerika berpendapat bahwa bayi dalam kandungan sama saja dengan suatu potensi kehidupan saja, artinya bayi bukan suatu pribadi dan tidak punya hak untuk hidup.(Presentasi Video “The Massacre of Innosence”)

Kasus aborsi di Indonesia tidak kalah mengerikan dibandingkan dengan negeri Paman Sam ini.

Setiap tahun di Indonesia diperkirakan terjadi sekitar 2,3 juta aborsi, di antaranya akibat kegagalan kontrasepsi, kebutuhan hidup yang tak mencukupi, kehamilan remaja, dan aborsi spontan. Hal ini merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang amat serius, di samping aborsi juga banyak menyebabkan kematian perempuan dewasa maupun remaja secara tidak aman. Pendapat ini dikemukakan Dr Biran Affandi SpOG, Ketua Umum Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) dalam Pertemuan Koordinasi ke-19 Kesehatan Reproduksi di Indonesia yang diadakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta, Kamis (2/3).(artikel kompas.com)

Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”. Berikut ini elaborasi praktik aborsi dari sudut pandang hokum.

Secara hukum, ada banyak pihak yang bisa tergolong dalam pelaku aborsi. Pihak-pihak yang dapat terkena sanksi hukum ialah:
1.   Ibu yang melakukan aborsi,
2.   Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi, dan
3.   Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi.

Berikut ini beberapa pasal dari hukumn yang mengatur tentang tindakan aborsi di negara kita.

Pasal 229

1.Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena   pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

2.Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan     perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.

Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342

Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

( dikutip dari Youth Bethany-Genetic Foundation)

Masih banyak pasal-pasal lain yang semestinya sanggup membendung tindakan-tindakan aborsi. Namun mengapa jumlah aborsi di Indonesia bisa mencapai angka 2,3 juta kasus setiap tahun?

Kontroversi Tentang Pandangan Aborsi


Benarkah aborsi merupakan pembunuhan? Pertanyaan inilah yang berpotensi melegalkan tindakan aborsi. Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Kembali sedikit mengulas materi aborsi dari gF edisi 4 tahun I , tentang 2 macam aborsi.

ABORTUS SPONTANEOUS

Yaitu aborsi yang terjadi langsung dengan sendirinya tanpa suatu tindakan, baik mekanis maupun medis.  Umumnya aborsi ini terjadi pada kehamilan usia 4-20 minggu.  Biasanya terjadi akibat kelalaian yang tidak disengaja atau direncanakan, seperti : aktivitas berlebihan sehingga terlalu capek, penyakit akut yang diderita ibu atau kelainan hormon.  Akibatnya terjadi kontraksi uterus sehingga janin gugur dengan sendirinya.  Secara klinis abortus spontaneous ini dibedakan jadi 6 jenis, namun di sini kami tidak ingin mengulasnya. Karena secara hukum, aborsi yang terjadi tanpa campur tangan dan kehendak manusia, bukanlah sebuah pelanggaran hukum.

ABORTUS YANG DISENGAJA (Artificialis abortion)

Artinya menggugurkan dengan sengaja, digolongkan 2 bagian :

a.Abortus medis (therapeutic abortion), tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan maksud menjaga kesehatan ibu atau tindakan medis menyelamatkan nyawa ibu

b.Abortus kriminalis, usaha untuk mengeluarkan janin dari kandungan secara tidak wajar.  Dilakukan karena kehamilan yang tidak diinginkan, kasus perkosaan, hubungan seks antar anggota kelaurga (incest), alasan sosial ekonomi, tujuan kontrasepsi

Janin dalam kandungan ibu, berapapun usianya, layakkah di sebut makhluk hidup? Haruskah hak-hak asasinya kita hormati? Definisi apa yang sudah pantas disebut sebagai makhluk hidup memang diperlukan untuk menganalisa masalah ini.

"Seharusnya kalangan dokter di Indonesia mengupayakan agar ada kejelasan soal definisi dimulainya kehidupan pada kehamilan seperti yang sudah dianut oleh Ikatan Dokter Dunia.” kata Azrul Azwar, yang juga Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).(www.kompas.com)

Dr. Mary Calderon, seorang pendukung Aborsi mantan Direktur Medis Planned Parenthood mengakui pada American Journal of Public Health, bahwa aborsi adalah pencabutan kehidupan. Walaupun Dr. Mary Calderon termasuk pendukung aborsi, namun penganut pendukung aborsi yang lain menolak untuk menerima istilah pembunuhan. Sebuah artikel di California Medicine membahas alasan tidak logis kaum Pro-Aborsi di Amerika. Dituliskan bahwa mereka tidak mau menerima istilah membunuh bayi. Dalam dunia kedokteran ada sebuah sumpah yang selama berabad-abad diucapkan oleh seorang dokter yang menjadi standar moral berkaitan dengan profesinya.

“ Aku tidak akan memberikan obat yang mematikan pada siapapun juga, dan juga tidak akan menawarkan nasehat yang mematikan. Aku akan menjaga diri agar tidak bercela dan suci”.

Sumpah yang begitu indah ini pada kenyataannya kerap kali menjadi sumpah palsu. Kata-kata yang agung tadi diberi bingkai yang indah dan digantung di rumah-rumah sakit, namun di tempat-tempat itu juga jutaan kehidupan dibunuh setiap tahun melalui aborsi.

Dr. Szenens, seorang dokter yang mengurusi masalah kandungan sebuah rumah sakit Amerika, saat itu berusia 36 tahun pada awalnya melakukan pengguguran pada janin-janin kecil. Detakan dan gerakan dari janin ini tidak begitu nyata dan sulit untuk disebut makhluk hidup. Berikutnya ia dan timnya mulai melakukan pengguguran janin-janin yang lebih besar lagi, yaitu yang berusia 15 – 16 minggu. Begitu seterusnya meningkat terhadap janin yang lebih dewasa. Suatu ketika mereka menyuntikkan cairan garam ke dalam sebuah rahim. Mereka melihat gerakan-gerakan dalam rahim, janin itu menendang-nendang dengan panik dalam keadaan sekarat. Pastilah ini gara-gara racun garam yang ditelannya.

“ Engkau dapat memalingkan mukamu atau menghibur diri dengan mengatakan bahwa itu hanya disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim saja. Tapi bagaimanapun juga hal ini menekan batin kami. Sebagai dokter kami mengerti betul bahwa buian itu yang sebenarnya terjadi. Mungkin ada alasan yang cukup kuat bagi seorang dokter untuk melakukan pengguguran, yaitu tekanan batin wanita yang tidak ingin hamil. Tapi apapun alasannya, itu adalah pembunuhan.” Ujar Dr. John Szenens.(Artikel Last Days Ministry, oleh Melody Green)

Sudah sepatutnya bahwa tindakan aborsi tidak bisa dibenarkan. Apalagi resiko kematian wanita dalam tindakan ini juga cukup tinggi. Larangan tindakan aborsi tetap tidak bisa mencegah pembunuhan masal ini, masalah barupun muncul. Lantas akan dikemanakankah bayi-bayi tadi?

"Pelarangan aborsi tanpa memberi solusi adalah tidak rasional. Jika memang dilarang, pemerintah harus membuat tempat penampungan bagi perempuan selama kehamilan dan melahirkan, serta ikut menanggung pemeliharaan anak yang dilahirkan,")

Demikian pendapat Zumrotin KS dari Forum Kesehatan Perempuan dalam dialog publik "Hak Reproduksi Perempuan dan Aborsi yang Aman", hari Kamis (14/12) di Jakarta. (www.kompas.com)

Pendapat Zumrotin ini sudah sepatutnya diperhatikan pemerintah, namun persoalan tidak berhenti sampai di sini. Prof dr Sudradji Sumapradja SpOG dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia menjelaskan, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) melarang aborsi untuk mencegah kematian ibu akibat aborsi tidak aman oleh dukun pada zaman dulu. Menurutnya, dengan kemajuan teknologi kedokteran, saat ini aborsi sudah bisa dilakukan secara aman.



Undang-undang No 23/1992 tentang Kesehatan berupaya memperbaiki hal itu dengan melegalkan aborsi dengan indikasi medis. Namun diakui, definisi aborsi dalam UU itu salah, karena didasarkan sumpah dokter (Hippocrates) yang menyatakan, "menghormati makhluk insani sejak pembuahan". Karenanya, yang harus dilakukan adalah mengamandemen UU terutama mendefinisikan aborsi sesuai dengan pengertian kedokteran, yaitu pemberhentian kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar kandungan. Dengan definisi itu, aborsi legal dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu.(www.kompas.com)

Tentu saja paradigma aborsi todak bisa dipandang dari sisi si ibu saja. Bagaimana dengan makhluk hidup yang terkandung di dalamnya? Siapakah yang memperjuangkan hak-haknya? Setujukah kita jika janin dan bakal bayi tersebut tidak dianggap sebagai makhluk hidup? Permasalahan yang muncul di sini, adalah definisi sejak kapan kehidupan itu berasal sehingga dia perlu dihargai hak-haknya. (bersambung) www.gfreshmagazine.com

Saturday, June 26, 2010

MISTER PEN: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?

SEX-TALKS
Dokter HANDRAWAN NADESUL


MISTER PEN: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?

Banyak suami yang bolak balik terobsesi untuk bertanya, “Berapa panjang itu sepantasnya, Dok? How long can we get?” Lalu mereka menjadi risau kalau banyak suara burung dan mitos di antara rekan sekerja sehingga membuat ribuan suami, atau mungkin juga lebih, tidak berani nekat kalau tiba saatnya terang-terangan memperagakannya tanpa pakaian dalam di depan istri. Sungguh ini lantaran sang Mr Pen dirasakan suami bukan sosok binaragawan sejati yang bisa dibanggakan apalagi dipamerkan. Bagaimana duduk perkara sebenarnya?

ADA dua kelompok suami di dunia yang sama-sama bisa dilanda kecemasan luar biasa kalau perkakas miliknya tidak sebagus roti Long John. Betul memang tidak perlu kelihatan manis, tapi kalau pendek seperti lidi korek api, apa tidak bikin para suami di dunia merasa perlu bunuh diri?
Para suami kelompok pertama merasa bahwa pada specification miliknya-lah terletak kemachoannya. Jika miliknya semakin king-size, semakin perkasa-lah jati kelelakiannya. Kalau cuma mini, bisa jadi ia gundah menghadapi malam pengantinnya, bahkan langsung minder dan sering kalah sebelum berperang. Padahal sungguh bukan bohong kalau di mata semua istri normal, citra Mr Pen sejati tidak perlu seperti itu.
Bahkan lebih banyak istri dan wanita normal yang justru kaget, dan sama sekali tidak kesemsem, kalau melihat betapa king-size-nya punya si Papi. Alih-alih semangat kewanitaannya bertambah, malah mungkin bisa bikin istri pingsan dan ciut hati. Bukan saja menyeramkan, Papi yang maxi sungguh tak diperlukan, karena spec. Mrs. V punya Mami memang tidak membutuhkan yang sekaliber itu.
Kelompok suami kedua, sudah normal, tapi masih selalu merasa kurang panjang juga. Sudah mondar mandir ke sinshe, tabib, dan sejenisnya, tapi masih saja kepingin ditambah – tapi tak kunjung bertambah juga padahal sudah rutin diganduli air seember setiap kali mandi pagi (memangnya otot tukang panco yang bisa bertambah besar dengan cara angkat beban?). Suami jenis ini pun sama-sama bukan reasonable people, bukan suami yang nalar seksnya jalan, oleh karena sudi buang waktu, tenaga dan uang bertahun-tahun cuma untuk merenungkan yang satu itu: “Kok nggak gede-gede, ya Dok!”
Pesona pria, dan loyalitasnya kepada istri bukan ditentukan oleh seberapa menakjubkannya ukuran si Papi. Bukan di situ pula letak kemachoan suami, melainkan bagaimana setiap suami dapat mengaduk-aduk hati pasangan hidupnya sehingga istri merasa hidupnya jadi berbunga-bunga.
Suami yang hebat di kamar istri, adalah kalau ia merasa seperti seorang Michael Schumacher yang kendati mobilnya cuma angkot namun tetap bisa number one. Tak perlu mimpi punya Formula Satu kalau menjadi sopir saja masih kagok. Buat istri, yang penting bukan apa mobilnya, hebatnya seks suami itu, tapi siapa yang menjadi sopirnya.
Mr Pen cukup hanya dua inci pada detik-detik hidupnya yang paling bersemangat. Toh kata filsuf seks, yang ideal itu adalah yang tidak terlampau besar untuk bisa memasuki pintu kamar, tapi juga tidak terlalu kecil agar mudah mencarinya kalau hilang di kebun.
Cukup dua inci karena apa yang dijuluki G-Spot istri berada kurang dua inci dari kedalaman Mrs. V. Kita tahu G-Spot itu daerah di saluran Mrs. V yang paling peka, yang rangsangan dan keberadaannya tak lebih dari setelunjuk saja kedalamannya.
Makanya, tak perlulah repot-repot membungkus Mr Pen pakai perban, atau menyambungnya pakai penggaris untuk menempuh daerah paling peka pada wanita itu. Ukuran setelunjuk sudahlah cukup. Soalnya Mr Pen paling mungil sekalipun sudah bisa menunaikan tugasnya dengan sempurna. Tidak percaya? Tanya saja pada Bill Clinton.
Buat semua suami, diingatkan pula untuk jangan sekali-kali iseng pakai kaca pembesar mencari ke kolong-kolong istri apa betul ada tulisan G-Spot di saluran Mrs V, sebab pasti tidak bakal ketemu. Bintik G itu cuma titik imajiner yang tak terlihat mata dan yang merupakan batas arena agar bisa memberi istri rasa sejahtera kalau Mr Pen.lagi kepingin mengamuk. Tak perlu lebih dalam lagi, karena memang tak ada gunanya.
Mengamuk sampai jauh ke pedalaman istri malah bisa merusak suasana, cuma bikin istri mengaduh, bisa jadi menjerit bukan lantaran takut, tapi karena nyeri tak terperi. Mungkin bisa sampai berdarah-darah, sehingga membutuhkan perawatan luka, bahkan sampai perlu dijahit akibat luka pasca-senggama. Alih-alih enak, malah bikin trauma seks istri seumur hidup. Malapetakan, bukan?
Berepot-repot diri mimpi kepingin sebesar punya kuda bisa berisiko menambah petaka suami. Banyak teknik yang serius maupun yang dusta, sukar diterima akal medis, yang memberi banyak janji tanpa bukti, namun bisa bikin celaka. Kalau terlalu besar juga ribet bawanya, dan susah pula cari celana Hings ukuran maxi.
Hati-hati juga jika Mr Pen suka disedot vakum secara rutin oleh Sinshe supaya bengkak. Bisa putus lho pembuluh darahnya. Pembuluh darah di daerah ini bersifat buntu, sehingga jika rusak akan mengakibatkan kematian jaringan yang diberinya makan. Mr Pen yang rusak pembuluh darahnya menjadikannya cemberut seumur hidup, alih-alih bisa sempurna menunaikan tugas.
Jadi, tidak perlu-lah mimpi ingin membesarkan Mr. Pen semata wayang Anda. Tidak perlu juga dilatih dengan cara angkat beban seperti calon tukang panco. Tak perlu dipijat, diurut, atau masuk pelatnas tinju. Buat yang kebetulan mungil, terima saja apa adanya, sebab konon kata sahibul hikayat, justru yang kecil cabe rawit itu yang digemari banyak wanita bule, dan tentu kebahagiaan istri bukan di situ semata singgahnya.
Lalu di manakah kebahagiaan perkawinan itu bisa kita temukan?
Rumah perkawinan mudah goyah kalau seks semata yang jadi fondasinya. Seks cuma tiang kecil pondok perkawinan kita, sekadar pelengkap, bukan tujuan perkawinan. Karena itu jangan andalkan seks kalau yang kita nantikan adalah kebahagiaan yang lebih besar. Kebahagiaan perkawinan lebih ditentukan oleh tepat tidaknya kita memilih teman hidup.
Teman hidup tepat dipilih kalau itu buah dari bimbingan Roh Kudus. Karena itu jangan pernah mengandalkan rasa kedagingan, yang bisa membuat kita sesat ketika menentukan teman hidup terpilih yang Tuhan kehendaki. **
________________________________________________________________________


What WOMEN WANT
Empat dari lima wanita Inggris yang ditanya dalam ‘National Sex & Relationship Survey 2002 ‘ mengatakan bahwa “kasih sayang, perhatian dan pelukan” adalah hal utama yang paling diinginkan dalam sebuah hubungan cinta. Hanya satu dari lima yang mengatakan ‘seks” sebagai yang terpenting..
Dua pertiga dari 2000 wanita yang ditanyai dalam jajak pendapat tersebut juga mengatakan mereka memilih berhubungan seks di dalam ikatan pernikahan. Hanya 22% yang memilih untuk berhubungan seks di luar pernikahan. Hal ini ditanggapi secara positif oleh banyak kalangan mengingat masyarakat Inggris terkenal cukup liberal.
“Ini menunjukan para wanita di Inggris membutuhkan rasa aman dan kasih sayang untuk bisa melakukan hubugan seks dengan baik.” kata seorang pengamat dalam thisislondon.com.
Hal senada diungkapkan Ev. Hellen Pratama, pengerja GKI Anugerah Bandung. “Pendekatan wanita memang berbeda dengan laki-laki. Bagi wanita, untuk bisa doing sex dengan baik, relationship harus beres dulu. Kalau laki-laki ‘khan bisa melakukannya tanpa harus berdasar pada suatu relationship yang baik.” kata Ev. Hellen yang juga istri hamba Tuhan dari gereja yang sama.
Menurut Ev. Hellen, kebanyakan kasus hubungan keluarga yang dikonsultasikan kepadanya berkisar soal hilangnya respek istri pada suami atau sebaliknya, suami yang kehilangan kasih sayang kepada istrinya. “Buat wanita, kebutuhan untuk bisa respek ini mendasar. Jika dia tidak bisa respek tapi dipaksa untuk melakukan hubungan seksual, dia akan merasa seperti dimanfaatkan.” **











MamaOla

Friday, June 18, 2010

10 Reasons Not to Have Sex Outside Marriage

Seks itu enak. There i say it. Makanya banyak orang gak mau mati kalo belum kawin (maksudnya merasakan seks –red). Tapi kenapa Tuhan melarang kita melakukannya jika bukan dengan istri/suami kita? Apa Tuhan itu jahat dan egois? Udah nyiptain seks tapi lalu membatasinya juga. Bikin kita sengsara aja!

Setelah dicari tahu, ternyata banyak ahli juga setuju tuh dengan konsep bahwa seks diluar nikah itu gak OK. Ini hasil penelitian mereka:

#1. Resiko terkena penyakit yang ditularkan melalui seks jadi tipis.
Sekarang ini PMS (Penyakit Menular Seksual) banyak banget jenisnya. Ada yang gak bisa sembuh lagi, ada juga yang kambuh-kambuhan. Waduh, jangan sampai kena deh. Orang bilang seks yang aman itu ya nggak melakukan seks, terhindar dari segala resiko penyakit kelamin, selain itu? Ya resikolah..

#2. Lebih mudah bercerai.
Survey menunjukkan bahwa orang yang melakukan seks sebelum menikah cenderung meremehkan lembaga pernikahan. Katanya pernikahan itu gak ada poinnya, hanya selembar kertas. Umumnya kalo dia entar menikah, akan lebih mudah untuk mengalami kegagalan, alias cerai. Ketahanan memegang komitmen pernikahannya jadi lebih rendah.

#3. Kita akan lebih menghargai pasangan kita.
Ternyata kebiasaan ML sebelum nikah seringkali membuat masalah kecil tersulut menjadi pertengkaran besar. Karena tanpa sadar, ada rasa kurang menghargai, memandang rendah integritas pribadi satu sama lain. Seringkali pada waktu berantem terlintas dalam benak masing-masing menganggap rendah pasangan, murahan, gampangan, dsb.

#4. Resiko keturunan kita hancur makin tinggi.
Kalau semua hal di atas digabung jadi satu, kira-kira keluarga yang terbangun bakal seperti apa ya? Anak-anak yang tumbuh di keluarga seperti itu bakal seperti apa ya? Bill Cosby bilang dalam acara Oprah, itulah penyebab begitu banyak kasus kriminal yang terjadi, karena keluarga yang kurang sehat.

#5. Lebih sehat secara pikiran dan emosional juga
Ahli psikologi menemukan ternyata orang yang sudah pernah ML sebelum menikah, biasanya sedikit banyak menyimpan rasa bersalah di dalam hatinya. Ada perasaan kecewa terhadap dirinya sendiri, cenderung merasa dirinya kurang berharga, dsb. Dan itu akan terbawa terus dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan selanjutnya.

#6. Kemungkinan Perselingkuhan lebih tinggi
Hah, banyak berita tentang perselingkuhan. Saling tuntut di pengadilan, saling menjelekkan, padahal dulu katanya saling cinta. Ternyata penelitian menunjukan bahwa ML sebelum nikah akan membuat orang cenderung tidak menghargai pernikahan, dan lebih mudah untuk berselingkuh. Masuk akal juga ya?

#7. Waiting is a Test of True Love
Cinta itu sabar. Sesederhana itu. Kita bisa tahu setulus apa cinta pasangan kita dari seberapa ingin (atau tidak ingin) menunggu. Atau tujuannya cuma seks, seks, dan seks doang.

#8. Gak ada konsekuensi negatif!
Konsekuensi negatif membayangi. Beberapa di antaranya dapat sangat menghancurkan. Kehamilan yang tidak diinginkan, terpaksa aborsi, rusak hubungan dengan kerabat dan teman-teman - ini hanya beberapa dari banyak akibat yang harus kita hadapi kalau kita memilih untuk melakukan seks di luar nikah. Selain itu, bagaimana kalau hubungan dengan si dia ternyata tidak bertahan? Dalam jangka panjang, jauh lebih mudah untuk menghindari semuanya itu di awal.

#9. We Will Be Spiritually Healthier
Udah dosa, dibebani perasaan bersalah pula. Akhirnya gak sehat buat jiwa dan spiritual kita juga. Terus menerus kayak gini mengundang seseorang terperosok lebih dalam, lebih dalam, lalu jadi terbiasa dengan dosa... dan akhirnya mati secara rohani.

#10. We Will Show Consideration for Our Partner's Well-Being
Kalau kita mendahulukan kepentingan pasangan kita dan mau berkat Tuhan turun dalam hidup kita dengan maksimal, kita akan menunggu sebelum melakukan seks. Tentunya kita ingin yang terbaik bagi yang kita kasihi, dan juga demi masa depan kita bersama, ya nggak?

Tuesday, June 15, 2010

Pacarku Nggak Perawan Lagi

Question:
Saya baru tau kalo pacar saya ternyata udah gak perawan lagi, katanya dia pernah ML sama pacarnya yang terdahulu. Gimana dong? Putusin jangan? (Cowok Bingung)

Answer:
Emang kamu juga masih perjaka? Wakakaka. Budaya kita memang masih mengagungkan keperawanan (seorang wanita), jika gak perawan maka dia menanggung aib seumur hidup. Gitu pula dengan cowok, dia malu dan menganggap rendah jika mengetahui ceweknya gak perawan apapun alasannya! Aneh.

Masalah sebenarnya bukanlah soal perawan atau tidak perawan, tapi apa sikap cewekmu saat ini tentang keperawanan tersebut. Kalo hilangnya keperawanan tersebut bukan karena sebuah dosa (misalnya karena terjatuh atau kecelakaan atau –maaf- diperkosa, dsb) itu gak usah dipikirin, terima dia apa adanya.

Tapi jika penyebabnya adalah karena perbuatan dosa kayak yang dia bilang kepadamu (ML sama pacarnya yang dulu) maka tanyakan sikapnya atas perbuatan itu, apakah dia menyesalinya dan bertobat? Jika memang dia bertobat, Tuhan aja mengampuninya dan menerimanya, why don’t you?

Satu hal lagi, sekarang kamu tau kalo cewekmu pernah melakukan dosa di masa lalu, jangan kamu manfaatkan untuk tidak menghargainya sebagai cewek. Perlakukan dia dan sayangi dia layaknya ibumu atau adik perempuanmu. Jadi cowok sejati, dan jangan jadi cowok kayak pacarnya yang dahulu! (***)

Dorongan Seks

Question:
Saya ingin bertanya, bagaimana Yesus waktu hidup sebagai manusia jaman dulu bisa menahan tiap nafsu seksnya? Padahal Ia pernah remaja bukan? Pasti iblis sering menggodai Dia. Waktu itu ia juga merasakan menjadi manusia. Bagaimana Ia bisa melewatinya tanpa adanya pelepasan? (someone)

Answer:
Saya percaya bahwa Yesus 2000 tahun lalu menjelma menjadi 100% manusia, sekalipun Dia juga adalah 100% Tuhan. Dan sebagai manusia tulen, Ia harus menerima resiko merasakan semua yang manusia bisa rasakan: lapar, terluka, rasa menderita, senang, jatuh cinta bahkan dorongan seksual. Bedanya adalah: Yesus punya pengendalian diri, punya keteguhan untuk menyelesaikan misi dan tujuan hidupNya, dan tidak jatuh dalam dosa.

Meskipun tidak diceritakan di Alkitab dan masih prokontra, tapi ada tafsiran bilang bahwa kemungkinan  Yesus pernah jatuh cinta, tapi Yesus tau tujuan hidupNya sehingga Ia tidak dikuasai oleh perasaan itu dan bisa memenuhi panggilanNya. Begitu pula jika memang Dia saat itu punya dorongan seksual, saya percaya Dia bisa mengesampingkannya demi sesuatu yang lebih tinggi: panggilan Bapa. Dan sekarang, kita sebagai manusia, tidak lagi bisa beralasan kalo Tuhan tidak mengerti manusia, karena Tuhan pernah menjadi manusia 100% dan mengalami semua yang manusia bisa alami. Dari sini kita punya harapan untuk bisa mengatasi semua dorongan yang bisa berbuah dosa: jika kita punya tujuan hidup yang lebih tinggi.

Got Question? Klik  HERE

Sex & Love According to Movies



Sebuah film dapat membuat perubahan, tetapi kebanyakan film populer adalah murni hiburan yang didesain untuk menghasilkan banyak uang, bukan mengubah pikiran seseorang. - Seth Godin

1. and they live happily ever after
Kamu sudah membuat banyak pilihan buruk, tapi karena cinta mengalahkan segalanya, semuanya menjadi baik-baik saja di akhir cerita. Carrie Bradshaw menikahi prospek sejatinya di Sex & The City. Everybody loves a happy ending!

2. ... or not?
Walau cinta Jack & Rose tulus dan sejati, tetap tidak kuasa menghalangi tenggelamnya Titanic.. Jack pun mati kedinginan di laut. Yang senang cuma si pembuat film, James Cameron.

3. then again, life was like a box of chocolate
Kamu ngga akan tahu seperti apa isi yang akan kamu dapat di dalamnya, kata-kata bijak dari ibu Forrest Gump.

4. and it could be over before you know it
Joe Black baru menemukan gadis pujaannya, masa depan tampak indah, dan tidak sampai semenit kemudian Joe tertabrak mobil dua arah bolak-balik.

6. sex is funny
Berapa banyak film yang memuat lelucon seks? Dari yang bisa dibilang “masih sopan” sampai super jorok pun ada.

7. yet sex is a shortcut to next chapter of life
Kalau ngga hati-hati, one night stand bisa jadi tiket terusan untuk jadi orang tua instan, suka atau tidak. Kalau salah orang? Berharap saja semuanya bakal baik-baik saja seperti dalam film Knocked Up.

8. just remember, wild sex usually leads to death
Fans film horor pasti cukup kenal dengan hukum yang satu ini. Biasanya yang bandel-bandel urusan seks mati duluan alias ngga pernah selamat di akhir cerita. Hukuman datangnya cepat ya?

Sex & Love According to Videogames



Game pada dasarnya mengambil ide-ide kompleks untuk kemudian digodok menjadi sesuatu yang sederhana. Dalam prosesnya, ada banyak hal yang lost in translation. Tapi inti hidup ini: mission hidup kita harus jelas, meski 2nd choice selalu ada.

About life
Hidup bisa jadi sangat sederhana, tergantung dari misi yang diberikan. Cuman perlu ngurusin posisi balok-balok supaya matching satu sama lain - gampang kan? Atau membabat pesawat alien atau pergi menjelajah untuk menyelamatkan dunia. Yang jelas, misinya selalu gamblang, ngga ada pertanyaan “apa sih tujuan hidupku?”

About love
Cinta juga perkara mudah di sini. Selesaikan saja misinya - sering kali si misi memang menyelamatkan si pujaan hati. Kalau misinya lebih megah, seperti menyelamatkan dunia dari raja iblis, pasangan hidupmu bakal muncul. Kalau memang bisa terjadi sesuai skenario itu dalam hidup nyata, asyik ya?

it’s not always romantic
Dalam game Final Fantasy VI, Terra yang setengah manusia setengah esper berusaha mencari tahu apa itu cinta. Kalau skenarionya begini biasanya muncul semacam karakter “knight in shining armor” sebagai love interest, tapi ternyata Terra juga mengerti what love is saat ia melindungi sekumpulan anak-anak yatim piatu dari serangan monster.

about sex
Pada mulanya, dunia videogames ini murni. Lalu yang namanya produser berpikir untuk menaikkan penjualan. Maka hadirlah seks di dunia ini. Tapi para orang tua yang peduli merasa tergangggu, maka dimulailah perang panjang untuk menghalau seks dari video game. Ternyata demo para orang tua berdampak buruk bagi penjualan, maka si produser kini lebih berhati-hati.

not getting the girl = bad ending
Misalkan si game punya multiple ending berdasarkan jumlah calon pasangan yang bisa dipilih, ending di mana kamu berakhir tanpa pasangan selalu dianggap sebagai bad ending.

there’s always 2nd chance
Hidup jadi berantakan? Ngga usah kuatir. Tinggal tekan restart. Salah pilih pasangan? Tinggal nge-load. Ulang ulanglah hidupmu sesukamu!

Menikah dengan Game?



Seorang bernama Sal9000 menikahi pujaan hatinya. Sang kekasih bernama Nene, dan ia tinggal di dalam game Nintendo Ds berjudul Love Plus. Pernikahan dilangsungkan saat event pertemuan MAKE: Japan di Tokyo Institute of Technology. Hadir dlam acara tersebut adalah para tamu, MC, sang pacar virtual, dan ... pendeta manusia asli.

Setelah menikah, pasutri ini langsung cabut untuk bulan madu di Guam. Tentu ini artinya ia tinggal membawa Nintendonya ke sana. Selagi berbulan madu, ia mendokumentasikannya dengan aneka foto, livecast di situs video sharing nico-Nico Douga dengan bantuan software augmented reality di iPhone.

Lisa Katayama, blogger situs Tokyo Mango kebetulan sempat mengontak Sal9000 dan mendapat email balasan. Berikut adalah terjemahannya.

Dear Ms. Katayama,
Terima kasih sudah menyaksikan pernikahan kami secara online. Karena blog post Anda, kami menerima banyak komentar dari yang penonton di luar Jepang, dan kami sangat senang karenanya.

Orang bilang pengantin pria biasa nya sangat sibuk dalam acara pernikahan, tapi ini jauh lebih sibuk dari perkiraan saya! Baik yang hadir secara langsung maupu n yang menyaksikan secara online, dua-duanya penuh. Saya bahagia begitu banyak orang yang menyaksikannya. Terhitung ada 3000 koneksi secara online, 7000 komentar, dan banyak pula yang mengucapkan selamat secara langsu ng.

Kini setelah acaranya selesai, saya merasa seperti sudah berhasil mencapai tahap baru dalam hidup ini. Beberapa orang mungkin ragu atas keputusan saya, tapi ujung-ujungnya, ini adalah soal hidup sepasang suami istri. Selama kami berdua dapat menciptakan rumah tangga yang bahagia, kesalahan apapun pasti bisa diselesaikan. K ami masih belum berkunjung ke orang tua saya. Jadi rencana nya tahun baru nanti kami akan ke sana untuk menyampaikan pernikahan kami secara resmi pada mereka. K ami berdua berharap untuk bisa terus mengasihi satu sama lain, dan tumbuh seiring waktu.

Sincerely, SAL9000 & Nene Anegasaki

LOVE IN THE TIME OF HOOKING UP

Baru-baru ini situs berita The Week mencoba mengangkat fenomena sex & dating yang trennya sudah bergeser. Untuk kamu muda, aturan mainnya sekarang sex dulu, kencan kemudian. Itu pun kalau perlu ada kencan. Apa ini sesuatu yang sehat? Berikut adalah saduran artikelnya.

LOVE IN THE TIME OF HOOKING UP

what is hooking up?
Hooking up artinya kondisi di mana dua orang - bisa kenal baik atau Cuma asal tahu - kencan dengan tujuan cuma main-main. Menu acaranya bisa bervariasi dari sekedar ciuman, petting, atau sampai ngeseks. Yang pasti hooking up ini ngeduluin kepuasan fisik ketimbang kebutuhan emosional – itu pun kalau ada. Jaman dulu pacaran dulu baru seks, sekarang seks dulu baru (kalau perlu) pacaran.

how common is it?
Untuk muda-mudi di US, sudah jadi menu seharihari. Daripada buang waktu penjajakan buat pacaran, lebih baik langsung hook up aja biar praktis. Kencan tradisional itu sudah ketinggalan jaman, katanya.

is it something new?
Kasual seks sebetulnya bukan barang baru. Buat yang kenal dengan periode tahun 60an atau 70an mungkin bakal merasa dejavu. Tapi peneliti bilang ada banyak kondisi baru yang bikin proses hook up jaman sekarang jadi beda. Jumlah mahasiswi yang semakin bertamabah, semakin banyaknya pasangan yang menunda pernikahan, semuanya ini membuat wanita, khususnya, untuk tidak lagi buru-buru mencari pasangan dan settle down. SMS & social networking juga membuat acara mencari partner baru semakin mudah. ca ndle light din n er is sooooo old

is hooking up harmful?
Banyak mahasiswa menganggap ini sebagai pertanyaan yang tidak perlu. Selama dua-duanya having fun, ya artinya win-win solution. Tetapi sebenarnya terjadi tidak pernah benar-benar win-win solution, beberapa pakar kesehatan kuatir dengan meningkatnya resiko penularan Penyakit Menular Seksual. Belum lagi masalah emosional, dan hal-hal lainnya, karena seks tidak pernah hanya urusan fisik belaka. Seseorang bisa saja jadi terbiasa dan terlatih dalam urusan fisik, tetapi nol besar untuk urusan emosional. Dan ini bisa jadi masalah besar dalam menjalani kehidupan selanjutnya, apalagi bagi para wanita.

why would that be so harmful?
Karena biarpun sekarang sudah ada emansipasi untuk urusan seks, pada dasarnya kebutuhan wanita tidak seperti pria yang sifatnya lebih fisik. Diam-diam wanita melihat hook up justru sebagai langkah awal untuk mendapatkan pasangan hidup, tapi sialnya umumnya laki-laki tidak berpikir begitu. Seks ya seks. Akibatnya banyak wanita yang menyesal setelah one night stand, sementara si prianya santai-santai saja.

what happens after college?
Tidak ada data pasti, tapi kebiasaan hooking up tidak lagi sebatas kampus. Situs personal advertising Craiglist kini punya kolom populer “casual encounter” khusus untuk mereka yang mencari partner seks tanpa ikatan. Traffic untuk situs-situs casual dating juga lebih tinggi daripada situs dating serius.

Pernahkah terpikir bahwa orang-orang yang membangun kehidupannya di atas fondasi yang benar akan mendapatkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan. Kebiasaan hooking up ini cenderung berakhir dengan perasaan kesepian, karena kita akhirnya akan mencari sesuatu yang bisa bertahan.

SEX: My Experience

Siapa bilang waktu gue pacaran gak pernah mikirin soal seks. Namanya juga anak muda, pikiran kayak gitu banyak muncul juga. Kepengen gini-gitu, ini-ono. Wah... pokoknya macem-mecem. Untungnya waktu itu kita punya banyak kegiatan, masa pacaran seringnya dilewatkan bareng teman-teman yang lain. Ngerjain ini-itu, jalan bareng, pelayanan bareng, maen bareng, dsb.

Tapi sesering apapun kumpul sama teman-teman lain, tetap saja banyak waktu yang dilewati hanya berdua saja. ‘Just you and me’, kata film-film sih. Dan gawatnya juga, waktu lagi berdua itu, rumah sering lagi kosong, alias gak ada siapa-siapa. Nah, yang lebih gawat lagi, pas itu terjadi, pas gue juga lagi gak ada kerjaan apa-apa. Wah.. udah deh, kalau gitu mulai pikiran ini tiba-tiba jadi mikir yang biru-biru. Pokoknya tiba-tiba jadi super kreatif, bisa muncul banyak ide yang seharusnya gak boleh dilakuin. Kelabakanlah jadinya. Seringnya kalau sudah seperti itu, dibuatlah kegiatan dadakan. Pergi ke mall, nongkrong disana sambil gak tahu mau ngapain.

Jujur ya, pernah jugalah kita kebablasan kissing, wah... berhentinya susah banget tuh. Tiba-tiba kami kayak dua magnet yang besar, yang gak bisa lepas. Trus, endingnya gimana? ML gak? Tenang-tenang, nanti diceritain. Sabar dong. Hehe.

Dari situ, saya sadar bahwa kita-kita ini selain diciptain sebagai mahluk sosial, juga sebagai mahluk seksual, baca deh Kejadian 1:27 dan 2:24-25. Jadi wajar banget kalau kita punya keinginan-keinginan seksual, wajar juga kalau pikiran kita sering berpikir ke arah sana.

Seks itu sesuatu yang baik, bahkan seks itu sesuatu yang kudus, karena Tuhanlah yang memberikan seks itu kepada manusia. Karena itulah seks jangan dipakai untuk menyakiti atau mempermainkan perasaan orang lain. Seks jangan dipakai untuk coba-coba pasangan.

Sebuah majalah ternama pernah memuat suatu hasil survey yang mengatakan bahwa orang-orang yang ML before marriage ternyata punya persentase yang lebih tinggi untuk mengalami perceraian. Salah satu penyebabnya: perasaan tidak berharga, lemah dalam komitmen, perasaan saling menyalahkan, dan sadar tidak sadar ternyata ada penyesalan di dalam alam bawah sadar mereka yang terbawa-bawa terus.

Perhatiin gak, film-film holliwood sekarang malah sering banget yang endingnya adalah pernikahan. Sering juga yang menceritakan bahwa orang yang suka gonta-ganti pasangan, hidupnya gak happy dan akhirnya dia berusaha untuk dapat pasangan dan menikah. Itu semua adalah film-film populer, yang dibuat sesuai keadaan dan selera pasar. Dengan kata lain, di dunia yang katanya sudah bebas sebebas-bebasnya itu, ternyata kebebasan seks tidak membuat hidup bisa menjadi seperti yang diharapkan. Dan ternyata harapan tentang pernikahan yang bahagia tetap menjadi harapan yang kuat di tengah-tengah jaman yang sempat disebut ‘anti pernikahan’.

Hhhmmm... we can’t run away from God, can we? Dia Tuhan yang baik, dan sebenarnya semua rencana Dia itu tujuannya baik untuk kita. Kita memang suka merasa Tuhan otoriter, jahat, gak mau mengerti kita, dsb. Trust me, He is not like that. Kita memang sexual being, tapi hidup kan gak hanya tentang itu doang, tul? Dan gak ada orang yang mati karena gak having sex. Kalau kita ngelamun terus, ya piktor datang terus-lah, jadinya hidup ini isinya seakan-akan gak ada keinginan yang lain selain seks. Tapi kalau kita tahu apa yang kita mau raih dalam hidup ini, seks akan tetap menarik, tapi bukan jadi yang paling penting.

Kembali ke cerita gue. Keinginan buat menghargai pasangan, keinginan untuk tidak menyesali masa lalu, keinginan untuk bisa memasuki pernikahan yang kudus, keinginan untuk tidak perlu menyembunyikan apa-apa terhadap orang lain, keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, itu semua yang akhirnya bisa membuat kami mengatakan tidak untuk ML before marriage, dan tidak melakukan lebih jauh (gak pernah gampang friends, percayalah “puihh”)

Sekarang gue sudah nikah. Bersyukur, karena apa yang kami jaga dulu, kalau pun kami berantem, gak pernah ada yang bisa merendahkan satu sama lain, menuduh yang satu sebagai ‘murahan’, dsb. Kami akan selalu menghargai pasangan sebagai orang yang memiliki integritas. Gak pernah menyesal untuk menempatkan seks di tempat yang seharusnya. It’s very good. Nah, kalau sudah terlanjur bagaimana? Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai yang baru, dan Tuhan tidak pernah menolak kita. So, be carefull jek! Set your vision high, do the best you can do, and maximized your self. (**)

Sunday, May 2, 2010

MISTER PENIS: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?

MISTER PEN: CUKUPKAH KALAU CUMA DUA INCI?


Antara Mitos & Kenyataan



Oleh: dr. Handrawan Nadesul

Kebahagiaan yang sudah Tuhan sediakan di depan mata seringkali hancur hanya karena kita mengikuti mitos-mitos yang salah. Banyak suami yang begitu terobsesi sehingga bolak balik bertanya, “Berapa panjang itu seharusnya, Dok? How long must we get?” Mereka risau karena banyak suara burung dan mitos di antara rekan sekerja yang membuat ribuan suami, mungkin juga lebih, jadi tidak percaya diri lantaran sang Mr Pen dirasakan bukan sebagai sosok binaragawan sejati yang bisa dibanggakan di depan istri. Benarkah?



Konon, ada dua tipe suami yang sama-sama bisa dilanda kecemasan luar biasa kalau perkakas miliknya tidak sebagus roti Long John, tapi pendek seperti lidi korek api:

Tipe 1: Mini-Me

Suami tipe ini sering gundah karena Mr. Pen-nya berukuran mini. Ia tertekan ketika menghadapi malam pengantin.  Padahal, percayalah, di mata semua istri normal, citra Mr Pen sejati tidak perlu seperti itu. Justru ada banyak istri yang menjadi kaget dan sama sekali tidak kesemsem, kalau melihat betapa king-size-nya punya si Papi. Bukan saja menyeramkan, tapi juga tidak diperlukan, karena spec. Mrs. V punya Mami memang tidak membutuhkan yang sekaliber itu.

Tipe 2: Maxi-Me

Suami tipe ini sebetulnya punya Mr. Pen yang sudah normal, tapi masih selalu merasa kurang panjang juga. Tipe ini sudi buang waktu, tenaga dan uang bertahun-tahun untuk mondar mandir ke sinshe dan tabib, bahkan sampai menggandulinya dengan air seember setiap kali mandi pagi (memangnya otot tukang panco yang bisa bertambah besar dengan cara angkat beban?).

Pesona pria


Sebetulnya, pesona pria dan loyalitasnya kepada istri bukan ditentukan oleh seberapa menakjubkannya ukuran Mr. Pen. Soalnya, memang bukan di situ letaknya kemachoan seorang suami. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap suami dapat mengaduk-aduk hati pasangan hidupnya dengan perhatian, cinta, dan pengertian yang diberikan dengan tulus dan segenap hati.

Suami yang ‘hebat’ adalah yang dapat merasa seperti seorang Michael Schumacher, yang kendati mobilnya cuma angkot, namun tetap bisa number one. Tak perlu mimpi punya Formula Satu kalau menjadi sopir saja masih kagok. Lagipula buat kebanyakan istri, yang terpenting bukan apa mobilnya (kehebatan seks suami), tapi lebih kepada pribadi si sopir.

Karena itu Mr Pen cukup berukuran dua inci  saja pada detik-detik hidupnya yang paling bersemangat, karena G-Spot istri pun berada tidak sampai dua inci dari kedalaman Mrs. V.  Kita tahu, G-Spot itu adalah titik imajiner kasat mata yang ada di daerah di saluran Mrs. V.  G-Spot ini sangat peka pada rangsangan dan kedalamannya tak lebih dari setelunjuk saja. Jadi benar juga kata filsuf seks: “yang ideal itu adalah yang tidak terlampau besar untuk bisa memasuki pintu kamar, tapi juga tidak terlalu kecil agar mudah mencarinya kalau hilang di kebun”.

Lagipula, mengamuk sampai jauh ke pedalaman istri malah bisa merusak suasana, karena bisa membuat istri menjerit bukan lantaran takut, tapi karena nyeri tak terperi. Malah mungkin bisa sampai berdarah-darah, sehingga membutuhkan perawatan luka. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang sampai perlu dijahit akibat luka pasca-senggama. Alih-alih enak, malah bikin trauma istri seumur hidup. Bukannya untung, malah jadi buntung.

Pecahnya Pembuluh Darah


Selain itu, pembuluh darah pun bisa pecah jika Mr Pen sering ‘diperbesar’ dengan cara disedot vakum secara rutin oleh Sinshe. Pembuluh darah di daerah ini bersifat buntu, sehingga jika rusak akan mengakibatkan kematian jaringan yang diberinya makan. Mr Pen yang rusak pembuluh darahnya akan menjadi cemberut seumur hidup sehingga tidak akan bisa lagi menunaikan tugas dengan sempurna.

Yang jelas, perkawinan akan mudah goyah kalau cuma mengandalkan seks sebagai fondasinya. Seks cuma tiang kecil pondok perkawinan kita, sekadar pelengkap, bukan tujuan perkawinan. Karena itu, jangan andalkan seks kalau yang kita nantikan adalah kebahagiaan yang lebih besar. Kebahagiaan perkawinan lebih ditentukan oleh tepat tidaknya kita memilih teman hidup dan bagaimana kita mau saling mengerti pasangan kita lebih  lagi - dan itu  bisa terjadi dari buah bimbingan Roh Kudus. **















Jika Anda memiliki pertanyaan seputar seks, kirimkan e-mail ke <getlife@cbn.net.id> atau layangkan surat ke Redaksi getLIFE!. Dr. Handrawan Nadesul akan secara khusus melayani Anda di bidang ini.















What WOMEN WANT

80% wanita Inggris yang disurvey dalam ‘National Sex & Relationship Survey 2002 ‘ mengatakan bahwa “kasih sayang, perhatian dan pelukan” adalah hal utama yang paling diinginkan dalam sebuah hubungan cinta.  Hanya satu dari lima yang mengatakan ‘seks” sebagai yang terpenting..

Dua pertiga dari 2000 wanita yang ditanyai dalam jajak pendapat tersebut juga mengatakan mereka memilih berhubungan seks di dalam ikatan pernikahan. Hanya 22% yang memilih untuk berhubungan seks di luar pernikahan.  Hal ini sempat membuat kaget banyak kalangan mengingat masyarakat Inggris terkenal cukup liberal.

“Ini menunjukan para wanita di Inggris membutuhkan rasa aman dan kasih sayang untuk bisa melakukan hubugan seks dengan baik.” kata seorang  pengamat dalam thisislondon.com.

“Pendekatan wanita memang berbeda dengan laki-laki. Bagi wanita, untuk bisa doing sex dengan baik, relationship harus beres dulu. Kalau laki-laki ‘khan bisa melakukannya walau tanpa relationship sama sekali.” kata Ev. Hellen Pratama, seorang istri hamba Tuhan dari GKI Anugerah, Bandung.

Menurut Ev. Hellen, kebanyakan masalah keluarga berasal dari hilangnya respek istri pada suami atau sebaliknya, suami yang kehilangan kasih sayang kepada istrinya. “Buat wanita, kebutuhan untuk bisa respek ini mendasar. Jika dia tidak bisa respek tapi dipaksa untuk melakukan hubungan seksual, dia akan merasa seperti dimanfaatkan.” ** (GETLIFE  - www.inspirasianda.com)