Showing posts with label AndySetiawan. Show all posts
Showing posts with label AndySetiawan. Show all posts

Wednesday, June 30, 2010

LINGKARAN SETAN



Pernah dengar tentang istilah 'lingkaran setan', 'Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga', atau 'kutuk turunan'?

Ada orang yang sangat membenci ayahnya atau ibunya, dia bersumpah untuk tidak jadi seperti mereka. Tapi beberapa tahun kemudian sifatnya sama persis kayak mereka!  Gubraakkk...

Kali ini GFresh! mau coba sharing bagaimana semua itu bisa terjadi, dan apa jalan keluarnya.

Kita semua tumbuh dewasa sambil meng-copy hal-hal yang banyak terjadi di sekitar kita. Semua itu dimulai dari sejak kecil. Waktu kecil kita coba memakai baju ayah atau ibu kita yang kebesaran. Tetapi yang sering tidak disadari adalah kita bukan hanya meng-copy penampilan tapi juga kebiasaan, cara hidup, perilaku dan prinsip-prinsip kehidupan dari orangtua kita.

Kalau orangtua kita sering bicara kotor, suka merokok, suka memukul, kemungkinan begitulah juga yang akan terjadi dengan diri kita. Proses meng-copy ini terjadi tanpa disadari, bahkan sekalipun waktu kita sebagai sang anak nggak menginginkannya.

Kita tidak dilahirkan dengan 1 manual set tentang bagaimana caranya menghadapi kehidupan. Kita belajar dan meniru bagaimana cara orangtua kita berinteraksi dengan kehidupan. Bagaimana cara orangtua menyatakan kasihnya pada keluarga, bagaimana orangtua menyalurkan kemarahan, bagaimana orangtua menghadapi konflik. Dan seperti shaddow, suka tidak suka, kita bergerak mengikuti gerakan orangtua kita.

Menurut Dr. Maurice Wagner, seorang proffesional counsellor, ada 3 komponen penting untuk membentuk citra diri yang sehat. Rasa dimiliki dan dikasihi, rasa berharga, dan rasa mampu. Ketika salah satu atau semua dari ke tiga komponen ini tidak terpenuhi di masa kecil, efeknya bisa berkembang terus bahkan sesudah kita dewasa dan menikah. Karena tanpa disadari, kita akan terus berusaha mencari dan memenuhi ketiga komponen yang hilang itu, apapun harga yang harus dibayar.

Kita berusaha dengan cara apapun supaya bisa diterima dan menjadi bagian dari 1 kelompok tertentu.

Kita bersedia melakukan apapun supaya kita dikasihi, apapun!

Ketika kita mulai pacaran, kita akan pacaran dengan harapan supaya kebutuhanku dipenuhi. Padahal pacaran adalah kesempatan buat kita saling mengisi, bukan menuntut.

Sebenarnya keinginan untuk dimiliki dan dikasihi adalah hal yang wajar, masalahnya bagi kita-kita yang terluka, hal itu menjadi semacam hutang yang harus dibayar oleh pasangan kita.  Kita akan bertumbuh sebagai orang yang sangat menuntut dan mudah kecewa. Bayangin kalau ternyata pasangan  kita juga punya problem yang sama, akhirnya kita bukan saling mengasihi tapi saling menuntut.

Cuapeede...(bayangin kalo trus masuk pernikahan dengan kondisi seperti itu, apa gak jadi seperti neraka tuh?)

Thats why.. kalau anak dari keluarga bercerai cenderung bercerai juga. Perceraian itu seperti mengatakan kepada anak-anak, “Nak, tidak apa bercerai kalau tidak ada jalan lain”. Dan tentu saja anak-anak dari keluarga cerai akan kekurangan kasih sayang keluarga yang akan membuat mereka menuntut hutang kasih di masa dewasa mereka. Dan ketika hutang ini tidak terbayar? “Tidak ada jalan lain…perceraian satu-satunya jalan”

See.. itu baru 1 problem, masih banyak bentuk problem lain yang bisa terjadi. Begitulah apa yang disebut sebagai Lingkaran setan, Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga, Kutuk turunan, terulang kembali. Untuk jalan keluarnya? Baca deh di halaman ... atau kunjungi terus www.gfreshmagazine.com

See you,

Andy Setiawan

Tuesday, June 29, 2010

Parent in Bible

Setelah kita melihat ‘pedoman’ hubungan ortu anak dari hollywood, homer, videogames dsb, saatnya kita melihat ‘pedoman dari segala pedoman’ yang bisa kita percayai!



Luk 6:37

Ampunilah dan kamu akan diampuni.

Mengampuni itu bukan hanya membebaskan orang yang bersalah dari penjara, tapi sebenarnya saat kita mengampuni, kita sedang membebaskan diri kita sendiri dari penjara tekanan batin.



Mzm 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku.

Semua orang boleh tidak mengerti, bahkan menolak kita tapi satu hal yang perlu kita ketahui adalah TUHAN tidak pernah menolak kita. Dia menerima kita apa adanya, tanpa syarat.



Mat 7:9-11

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.

Bapa di Surga bukan hanya menerima kita, tapi Dia akan memberikan apa yang baik bagi kita.



Yer 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pdaKu mengenai kamu, demikian firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Seringkali kita merasa kita sudah tidak memiliki harapan lagi. Coba alihkan sebentar pandangan kita dari semua keruwetan yang ada, alihkan pandangan kita kepada Tuhan, di dalam Tuhan kita masih bisa meraih hari depan yang penuh harapan.



Efesus 6:1-3

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Mengampuni dan tetap belajar menghormati orang tua yang sudah melakukan banyak kesalahan pada kita adalah hal yang tidak mudah, tapi hal ini akan membawa kita keluar dari pengaruh lingkaran setan yang ada. Karena orang yang mau mengampuni dan menghormati orangtuanya adalah orang yang mau dipulihkan hatinya dan mau terus belajar menjadi lebih baik.

Tuhan membela posisi kita sebagai seorang anak dalam sebuah keluarga lho... Tuhan mengingatkan supaya para ayah juga memperlakukan anaknya dengan benar..

Efesus 6:4 BIS

Janganlah memperlakukan anak-anakmu sedemikian rupa sehingga mereka menjadi marah. Sebaliknya, besarkanlah mereka dengan tata tertib dan pengajaran Tuhan.

Kolose 3:21 BIS

Janganlah menyakiti hati anak-anakmu sehingga mereka menjadi putus asa.

So come on guysss...God still love us, and we still have a good future..dont give up!! Lets do our best. J

Friday, June 18, 2010

10 Reasons Not to Have Sex Outside Marriage

Seks itu enak. There i say it. Makanya banyak orang gak mau mati kalo belum kawin (maksudnya merasakan seks –red). Tapi kenapa Tuhan melarang kita melakukannya jika bukan dengan istri/suami kita? Apa Tuhan itu jahat dan egois? Udah nyiptain seks tapi lalu membatasinya juga. Bikin kita sengsara aja!

Setelah dicari tahu, ternyata banyak ahli juga setuju tuh dengan konsep bahwa seks diluar nikah itu gak OK. Ini hasil penelitian mereka:

#1. Resiko terkena penyakit yang ditularkan melalui seks jadi tipis.
Sekarang ini PMS (Penyakit Menular Seksual) banyak banget jenisnya. Ada yang gak bisa sembuh lagi, ada juga yang kambuh-kambuhan. Waduh, jangan sampai kena deh. Orang bilang seks yang aman itu ya nggak melakukan seks, terhindar dari segala resiko penyakit kelamin, selain itu? Ya resikolah..

#2. Lebih mudah bercerai.
Survey menunjukkan bahwa orang yang melakukan seks sebelum menikah cenderung meremehkan lembaga pernikahan. Katanya pernikahan itu gak ada poinnya, hanya selembar kertas. Umumnya kalo dia entar menikah, akan lebih mudah untuk mengalami kegagalan, alias cerai. Ketahanan memegang komitmen pernikahannya jadi lebih rendah.

#3. Kita akan lebih menghargai pasangan kita.
Ternyata kebiasaan ML sebelum nikah seringkali membuat masalah kecil tersulut menjadi pertengkaran besar. Karena tanpa sadar, ada rasa kurang menghargai, memandang rendah integritas pribadi satu sama lain. Seringkali pada waktu berantem terlintas dalam benak masing-masing menganggap rendah pasangan, murahan, gampangan, dsb.

#4. Resiko keturunan kita hancur makin tinggi.
Kalau semua hal di atas digabung jadi satu, kira-kira keluarga yang terbangun bakal seperti apa ya? Anak-anak yang tumbuh di keluarga seperti itu bakal seperti apa ya? Bill Cosby bilang dalam acara Oprah, itulah penyebab begitu banyak kasus kriminal yang terjadi, karena keluarga yang kurang sehat.

#5. Lebih sehat secara pikiran dan emosional juga
Ahli psikologi menemukan ternyata orang yang sudah pernah ML sebelum menikah, biasanya sedikit banyak menyimpan rasa bersalah di dalam hatinya. Ada perasaan kecewa terhadap dirinya sendiri, cenderung merasa dirinya kurang berharga, dsb. Dan itu akan terbawa terus dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan selanjutnya.

#6. Kemungkinan Perselingkuhan lebih tinggi
Hah, banyak berita tentang perselingkuhan. Saling tuntut di pengadilan, saling menjelekkan, padahal dulu katanya saling cinta. Ternyata penelitian menunjukan bahwa ML sebelum nikah akan membuat orang cenderung tidak menghargai pernikahan, dan lebih mudah untuk berselingkuh. Masuk akal juga ya?

#7. Waiting is a Test of True Love
Cinta itu sabar. Sesederhana itu. Kita bisa tahu setulus apa cinta pasangan kita dari seberapa ingin (atau tidak ingin) menunggu. Atau tujuannya cuma seks, seks, dan seks doang.

#8. Gak ada konsekuensi negatif!
Konsekuensi negatif membayangi. Beberapa di antaranya dapat sangat menghancurkan. Kehamilan yang tidak diinginkan, terpaksa aborsi, rusak hubungan dengan kerabat dan teman-teman - ini hanya beberapa dari banyak akibat yang harus kita hadapi kalau kita memilih untuk melakukan seks di luar nikah. Selain itu, bagaimana kalau hubungan dengan si dia ternyata tidak bertahan? Dalam jangka panjang, jauh lebih mudah untuk menghindari semuanya itu di awal.

#9. We Will Be Spiritually Healthier
Udah dosa, dibebani perasaan bersalah pula. Akhirnya gak sehat buat jiwa dan spiritual kita juga. Terus menerus kayak gini mengundang seseorang terperosok lebih dalam, lebih dalam, lalu jadi terbiasa dengan dosa... dan akhirnya mati secara rohani.

#10. We Will Show Consideration for Our Partner's Well-Being
Kalau kita mendahulukan kepentingan pasangan kita dan mau berkat Tuhan turun dalam hidup kita dengan maksimal, kita akan menunggu sebelum melakukan seks. Tentunya kita ingin yang terbaik bagi yang kita kasihi, dan juga demi masa depan kita bersama, ya nggak?

Tuesday, June 15, 2010

SEX: My Experience

Siapa bilang waktu gue pacaran gak pernah mikirin soal seks. Namanya juga anak muda, pikiran kayak gitu banyak muncul juga. Kepengen gini-gitu, ini-ono. Wah... pokoknya macem-mecem. Untungnya waktu itu kita punya banyak kegiatan, masa pacaran seringnya dilewatkan bareng teman-teman yang lain. Ngerjain ini-itu, jalan bareng, pelayanan bareng, maen bareng, dsb.

Tapi sesering apapun kumpul sama teman-teman lain, tetap saja banyak waktu yang dilewati hanya berdua saja. ‘Just you and me’, kata film-film sih. Dan gawatnya juga, waktu lagi berdua itu, rumah sering lagi kosong, alias gak ada siapa-siapa. Nah, yang lebih gawat lagi, pas itu terjadi, pas gue juga lagi gak ada kerjaan apa-apa. Wah.. udah deh, kalau gitu mulai pikiran ini tiba-tiba jadi mikir yang biru-biru. Pokoknya tiba-tiba jadi super kreatif, bisa muncul banyak ide yang seharusnya gak boleh dilakuin. Kelabakanlah jadinya. Seringnya kalau sudah seperti itu, dibuatlah kegiatan dadakan. Pergi ke mall, nongkrong disana sambil gak tahu mau ngapain.

Jujur ya, pernah jugalah kita kebablasan kissing, wah... berhentinya susah banget tuh. Tiba-tiba kami kayak dua magnet yang besar, yang gak bisa lepas. Trus, endingnya gimana? ML gak? Tenang-tenang, nanti diceritain. Sabar dong. Hehe.

Dari situ, saya sadar bahwa kita-kita ini selain diciptain sebagai mahluk sosial, juga sebagai mahluk seksual, baca deh Kejadian 1:27 dan 2:24-25. Jadi wajar banget kalau kita punya keinginan-keinginan seksual, wajar juga kalau pikiran kita sering berpikir ke arah sana.

Seks itu sesuatu yang baik, bahkan seks itu sesuatu yang kudus, karena Tuhanlah yang memberikan seks itu kepada manusia. Karena itulah seks jangan dipakai untuk menyakiti atau mempermainkan perasaan orang lain. Seks jangan dipakai untuk coba-coba pasangan.

Sebuah majalah ternama pernah memuat suatu hasil survey yang mengatakan bahwa orang-orang yang ML before marriage ternyata punya persentase yang lebih tinggi untuk mengalami perceraian. Salah satu penyebabnya: perasaan tidak berharga, lemah dalam komitmen, perasaan saling menyalahkan, dan sadar tidak sadar ternyata ada penyesalan di dalam alam bawah sadar mereka yang terbawa-bawa terus.

Perhatiin gak, film-film holliwood sekarang malah sering banget yang endingnya adalah pernikahan. Sering juga yang menceritakan bahwa orang yang suka gonta-ganti pasangan, hidupnya gak happy dan akhirnya dia berusaha untuk dapat pasangan dan menikah. Itu semua adalah film-film populer, yang dibuat sesuai keadaan dan selera pasar. Dengan kata lain, di dunia yang katanya sudah bebas sebebas-bebasnya itu, ternyata kebebasan seks tidak membuat hidup bisa menjadi seperti yang diharapkan. Dan ternyata harapan tentang pernikahan yang bahagia tetap menjadi harapan yang kuat di tengah-tengah jaman yang sempat disebut ‘anti pernikahan’.

Hhhmmm... we can’t run away from God, can we? Dia Tuhan yang baik, dan sebenarnya semua rencana Dia itu tujuannya baik untuk kita. Kita memang suka merasa Tuhan otoriter, jahat, gak mau mengerti kita, dsb. Trust me, He is not like that. Kita memang sexual being, tapi hidup kan gak hanya tentang itu doang, tul? Dan gak ada orang yang mati karena gak having sex. Kalau kita ngelamun terus, ya piktor datang terus-lah, jadinya hidup ini isinya seakan-akan gak ada keinginan yang lain selain seks. Tapi kalau kita tahu apa yang kita mau raih dalam hidup ini, seks akan tetap menarik, tapi bukan jadi yang paling penting.

Kembali ke cerita gue. Keinginan buat menghargai pasangan, keinginan untuk tidak menyesali masa lalu, keinginan untuk bisa memasuki pernikahan yang kudus, keinginan untuk tidak perlu menyembunyikan apa-apa terhadap orang lain, keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, itu semua yang akhirnya bisa membuat kami mengatakan tidak untuk ML before marriage, dan tidak melakukan lebih jauh (gak pernah gampang friends, percayalah “puihh”)

Sekarang gue sudah nikah. Bersyukur, karena apa yang kami jaga dulu, kalau pun kami berantem, gak pernah ada yang bisa merendahkan satu sama lain, menuduh yang satu sebagai ‘murahan’, dsb. Kami akan selalu menghargai pasangan sebagai orang yang memiliki integritas. Gak pernah menyesal untuk menempatkan seks di tempat yang seharusnya. It’s very good. Nah, kalau sudah terlanjur bagaimana? Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai yang baru, dan Tuhan tidak pernah menolak kita. So, be carefull jek! Set your vision high, do the best you can do, and maximized your self. (**)