Thursday, January 5, 2012

MELAYANI HARUS SUCI?


MELAYANI HARUS SUCI?

Dear Min2. Gereja tempatku berjemaat sekarang, aku merasa ada yang beda dengan yang dulu. Sekarang aku merasa ada pembedaan antara pendoa syafaat dengan para jemaat dan pelayan TUHAN yang lain. Para pendoa syafaat baru terbentuk ½ tahun yang lalu tapi aku lihat sekarang kegiatan gereja seperti diambil semua oleh para pendoa syafaat, apa-apa harus lewat doa syafaat seperti waktu gereja ULTAH, masa susunan acaranya harus ditentukan oleh pendoa syafaat (katanya lewat suara TUHAN) dan lagi ada beberapa yang dikeluarkan dari pelayanan. Bukankah semua yang rindu bisa ikut pelayanan? Ada yang dikeluarkan karena gak masuk dalam tim doa syafaat atau ketauan konseling dengan pendeta gereja lain. Padahal dulu mereka dipanggil diurapi lewat nubuat seorang pendoa syafaat tapi juga dikeluarkan oleh pendoa syafaat itu juga. Emang kalo mau ikut pelayanan harus ada tuntutan dari TUHAN harus suci murni selain rindu mau melayani? Bukankah dalam Roma 7:19 manusia itu akan pasti melakukan salah? (Yuli)

A: Ketika Yesus mati di kayu salib, tabir bait suci terbelah dua. Kebanyakan dari kita tahu certa ini dan tahu apa artinya, tidak ada lagi penghalang antara kita dengan Allah. Kita bisa berhubungan langsung dengan Allah melalui Yesus dan hanya Yesus saja. Kita tidak memerlukan perantara yang lain supaya kita bisa berhubungan dengan Yesus. Lewat Roh Kudus dalam diri kita, kita bisa langsung berdoa pada Tuhan dan seiring waktu, kita juga belajar mendengarkan jawaban Tuhan. Di hadapan Tuhan, kita semua berdiri sama tinggi dan mempunyai hak yang sama untuk berhubungan dengan Tuhan. Tidak ada orang yang yang berdiri lebih tinggi dari yang lain dan mempunyai akses yang lebih dekat ke Tuhan dan orang lain harus melewati dia untuk bisa berhubungan dengan Tuhan.

Setiap orang bisa dan punya hak yang sama untuk bicara dengan Tuhan. Saya gak menyangkal kalau ada orang–orang tertentu yang mendapat karunia kepekaan yang lebih untuk mendengarkan suara Tuhan. Orang–orang yang mendapat karunia ini punya kelebihan mendengar suara Tuhan dengan lebih detil dan jelas. Tapi Tuhan berbicara kepada semua orang, bukan hanya lewat mereka.

Saya setuju pendoa syafaat sangat diperlukan. Dan saya setuju kalau segala sesuatu ditentukan setelah kita berdoa ke Tuhan. Saya juga gakkeberatan bila gereja melarang seorang jemaat untuk tidak melayani, itu otoritas gereja yang harus kita hormati. Hanya karena seseorang rindu melayani bukan berarti dia layak untuk melayani. Ketika para rasul memilih para Diaken, mereka tidak memilih berdasarkan kerinduan melayani tapi berdasarkan kualitas rohani mereka. Hanya karena seorang anak kecil rindu untuk naik motor bukan berarti dia bisa mengendarai motor itu dengan baik, kemungkinan besar justru bisa mencelakai dirinya sendiri dan orang lain. Bukan masalah apakah pelayan itu harus suci tanpa dosa atau nggak, karena gak mungkin ada pelayan yang sempurna. Masalahnya adalah apakah pelayan itu sudah cukup dewasa secara rohani untuk menyadari tanggung jawabnya atau tidak. Apakah dia sudah cukup kuat secara rohani atau ketika ada masalah pelayan ini justru kabur? Memilih seseorang untuk melayani adalah otoritas gereja dan kita harus menghormati hal itu, suka gak suka, setuju gaksetuju. Tentu saja bukan berarti jemaat gak bisa protes dan menolak, 7 Diaken pertama pun dipilih dan disetujui oleh jemaat dan diurapi oleh para Rasul.

Bagaimanapun, hubungan kita dengan Tuhan adalah tanggung jawab kita sendiri. Gereja tidak bisa mengatur kehidupan kita karena itu urusan pribadi kita dengan Tuhan. Tugas seorang pembimbing bukanlah menentukan bagaimana kita harus menjalani hidup kita tetapi mengantar dan membimbing kita lebih dekat kepada Tuhan supaya pada waktunya kita, bersama dengan Tuhan, membuat keputusan bagaimana kita menjalani hidup kita. Seorang pembimbing, karena lebih dewasa secara rohani dan karenanya mungkin lebih peka pada sura Tuhan, bisa memberi nasehat kepada kita tentang apa yang diinginkan Tuhan dalam kehidupan kita. Tapi, seperti yang saya jelaskan di atas, kita juga punya hak untuk berhubungan langsung dengan Tuhan.

Nasehat pembimbing bisa membantu kita memperjelas suara Tuhan tapi bukan berarti semua yang dikatakan pembimbing adalah suara Tuhan. Mereka juga tidak sempurna dan mungkin saja salah mendengar suara Tuhan. Jadi, kita sendiri harus menguji nasehat pembimbing itu dan mendoakannya langsung kepada Tuhan. Apakah yang dikatakan pembimbing itu benar suara Tuhan atau bukan, pada akhirnya kita sendiri lah yang harus menentukan apa yang harus kita lakukan.

Soal masalah pelayanan di gereja kamu, adalah otoritas gereja untuk menentukan siapa yang boleh melayani dan siapa yang gakboleh. Kita harus menghormati otoritas itu, kita boleh gaksetuju dan protes, tapi keputusan tetap di tangan pemimpin. Tapi mengenai masalah pasangan hidup yang ditentukan gereja, kita bisa menolak karena itu adalah hidup kita sendiri dan kita sendiri yang harus menentukan jalan hidup kita sendiri. Pembimbing boleh memberi nasehat mengenai siapa teman hidup kita tapi kita pun punya hak untuk menanyakannya secara langsung pada Tuhan dan kita punya hak untuk menolak atau menerima nasehat pembimbing kita.

Bicara udah panjang lebar, singkatnya sih saya cuma ingin bilang: ujilah segala sesuatu, baca I Yohanes 4:1, kita harus menguji apakah roh yang berbicara itu berasal dari Tuhan atau bukan. Hanya karena seseorang berkata kalo yang mereka katakan berasal dari Allah bukan berarti itu benar. Doakan dan uji apakah memang benar perkataan mereka berasal dari Allah atau bukan. Jangan takut untuk menguji dan mendoakan perkataan mereka. Kalau memang benar perkataan mereka dari Tuhan, mereka juga gak akan keberatan perkataan mereka diuji karena mereka tahu itu pasti benar. Kalau saya mengatakan 2+2=4, saya gak akan keberatan perkataan saya tadi diuji karena saya tahu itu pasti benar. Sebaliknya, kalo mereka justru marah dan gak mau perkataan mereka diuji dan menuduh kita meragukan Tuhan, itu justru pertanda kalo perkataan mereka bukan dari Tuhan. Emas murni gak aan takut api. (min2)

Wednesday, January 4, 2012

HYPER STATIC UNION


HYPER STATIC UNION
emang band yang ‘hyper’

Sesuai dengan namanya, Hyper Static Union buktiin kalo mereka emang band yang yang hyper (luar biasa). Band yang beraliran rock ini emang bukan band rock biasa. Melodi yang keras, irama funk ala Stevie Wonder en Lenny Kravitz yang kental, kocokan gitar yang mantap, lirik yang inspirasional ditambah vokal Shawn Lewisbikin semua lagu dalam album mereka kaya ‘keluar’ dari CD ato kaset yang lagi kita dengerin.

Satu lagi yang hyper dari mereka adalah bergabungnya Mac Powell, salah satu personel Third Day band sebagai produser dalam album baru mereka, Lifegiver, yang baru rilis taun 2006 kemaren. Yup, band yang satu ini emang baru keluarin satu album, di jalur major label, tapi bukan artinya mereka orang baru di dunia CCM. Sebelum gabung sama RKT records mereka udah lebih dulu eksis di jalur indie malah sampe keluarin dua album Old School Tracks (2003) en Entropy Automatic (2004). Makanya gak heran begitu masuk jalur major label, sambutan penggemar CCM antusias banget. Mereka juga sering ikutan tour sama ‘senior’ mereka di dunia CCM kaya Switchfoot, Relient K, Kutless, Toby Mac, Jeremy Camp, Third Day, The Pillar.

Waktu disinggung soal nama bandnya, Shawn Lewis bilang kalo nama bandnya diambil dari kata hypostatic union, sebuah istilah dalam bahasa Inggris buat ngegambarin gimana Yesus itu 100% manusia tapi juga 100% Tuhan. Lewat nama ini, mereka pengen nunjukkin totalitas mereka dalam bermain musik. Bukan cuman sekedar bisa maen musik yang bagus doang, mereka pengen mengeksplorasi semua aspek aspek rohani en aspek jasmani dalam hidup mereka buat dimasukin dalam lagu mereka. Makanya gak heran kalo Mike Jackson (bassis) bilang mereka bisa menyatakan keindahan en sukacita Tuhan lewat cabikan gitar yang cadas. Satu lagi yang bikin band ini jadi ‘hyper’.

Satu hal yang bikin band ini emang pantas disebut ‘hyper’ adalah lirik lagu mereka yang gak ‘klise’ lagu rohani. Contohnya aja,

“I’m … praying for sunny days to return to me, seeking the warmth of the solar rays, I’m not just seeing the gray skies in front of me, praying for sunny days”. (Praying for Sunny Days)

‘Aku berdoa supaya hari yang cerah datang kepadaku, aku mencari kehangatan sinar matahari, aku tidak hanya melihat langit kelabu di hadapanku, berdoa bagi hari yang cerah.’

En masih banyak lagi lagu-lagu yang ‘hyper’ di album terbaru mereka, kaya Lifegiver, Praying for Sunny Days, Free Me, Child of Grace, Good Fight, Chariot. So kalo GF!ers mo ikutan ‘hyper’ kaya mereka buruan aja beli CD or kasetnya en dengerin en jadilah ‘hyper’ buat Yesus. (dp)

Discography
Old School Tracks (indie, 2003)
Entropy Automatic (indie, 2004)
Lifegiver (RKT/Sony Records, 2006)


Tuesday, January 3, 2012

Single Forever


Single Forever

Waktu baca judul diatas kita semua pasti terkaget-kaget. Masa sih mau jadi jomblo seumur hidup? Atau kita mulai berpikir, wah wah wah amit-amit deh gw jadi single selamanya. Eit… tenang dulu, jangan takut! Karena saya juga nggak pernah mikir buat jadi jomblo seumur hidup hehehe… kita lihat dulu apa yang akan dibahas. Saya nggak ngajarin kita buat jadi biarawan yang seumur hidup melayani Tuhan tanpa menikah. singledisini maksudnya adalah keutuhan dalam diri kita, komplit, terpisah, keseluruhan.

Pernah coba bandingin kehidupan Adam waktu dia dikasih pasangan ama Allah? Apakah waktu dikasih pasangan Hawa ama Tuhan, Adam lagi nyari-nyari pasangan hidup? Bukan kan! Adam itu lagi ngerjain tugas yang dikasih Allah buat memelihara bumi. Jadi Adam adalah pribadi yang utuh, singledan sempurna. Adam begitu sibuk sampe-sampe dia nggak merasa kalo dia butuh teman.

GF!ers, kapan kita tahu kalo kita siap buat menerima pasangan? Pastor Jeffry Rahmat bilang kalo kita bakal siap menerima pasangan kalo kita ngerasa nggak butuh pasangan, karena disitulah kita merasa kompilt, utuh! Adam membuktikannya! Hawa datang bukan pada saat dia lagi sibuk cari pasangannya. Tuhan memberikan pasangan justru pada saat Adam dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Cuman orang yang single yang bisa masuk dalam tahap pernikahan. Sebab pernikahan harus terjadi antara 2 orang yang utuh. Tapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara 2 orang yang nggak saling utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya. Waktu kita menikah, kita harus siap buat mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain.

Bahkan lebih lanjut lagi Pastor Jeffry bilang kalo orang yang nggak utuh, nggak dapat kasih apa-apa buat pasangannya karena emang tujuan awal dia mencari pasangannya adalah sifat selfish, cuman buat mengisi kekosongan dirinya sendiri. Orang kayak gini cuman banyak menuntut, banyak minta diperhatiin. Dia bakal mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis.

Setelah baca penjelasan diatas, semoga kita bisa belajar untuk menjadi single dulu sebelum kita mencari pasangan hidup. Saya juga mengalami proses singleini. Dulu saya punya seorang kekasih yang udah pacaran selama 4 taon (2003-2007). Awalnya saya cuman menikmati pacaran seperti layaknya orang biasa, seminggu sekali jalan bareng, datang ke rumahnya, dsb. Tapi kami berdua belum jadi single. Kekasih saya itu butuh banyak perhatian. Sehingga penulis merasa kewalahan buat kasih “perhatian ekstra besar” dan akhirnya saya ngerasa kalo pacaran itu bikin cape dan menguras banyak waktu, tenaga, dsb. Waktu itu sih saya rela. Sampai akhirnya kami memutuskan buat putus hubungan karena ada saling ketidakpercayaan satu sama lain.

Waktu putus sih saya sangat sedih. Dan hal ini, sekali lagi ngebuktiin kalo penulis belum jadi seorang yang single. Saya nge-jomblo selama 6 bulan dan belajar buat jadi single. Setelah merenungkan mengenai arti pacaran dengan mendalam, akhirnya pada suatu waktu saya seolah mendapat ilham dari Tuhan (hehehe…), saya sadar makna inti dari pacaran kalo kita harus jadi utuh secara pribadi dan menggunakan waktu dalam hidup yang terbatas ini dengan baik. Saya berdoa pada Tuhan buat pasangan hidup, dan minta hikmat supaya kelak kalau pacaran lagi, bisa menjalani dengan baik dan jadi pribadi yang sama-sama utuh.

Sekarang bagaimana? Sekarang saya udah pacaran lagi ama cewe yang sama tapi dengan pribadi yang sama-sama utuh. Saya juga berusaha menerapkan konsep ini padanya biar bisa jadi pribadi yang saling menghargai, saling menghormati, saling percaya. Dan apa hasilnya? Hubungan kami jadi jauh lebih baik dibanding dengan dulu. Kami tahu prioritas hidup dan bisa bagi waktu buat Tuhan, pekerjaan, pendidikan dan bahkan waktu pacaran.

Apakah kita masih mau mencari pasangan hidup tanpa menjadi single terlebih dahulu? Kalau begitu sama saja kita sedang membuang-buang waktu tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Karena itu bagi GF!ers yang mau pacaran, cari dahulu kehendak Allah dalam diri kita dan jadilah single terlebih dahulu, ok!


Monday, January 2, 2012

Santo Andrew Kim Tae-Gon Tunjukkan Nyalimu Selagi Muda!



Santo Andrew Kim Tae-Gon
Tunjukkan Nyalimu Selagi Muda!
 Orang muda nggak bisa berbuat apa-apa? Itu yang kamu denger dari orang-orang tentang kamu?Jangan mau percaya itu. Cerita Santo Andrew Kim Tae-Gon berikut ini ngebuktiin kalo justru selagi muda, kita bisa berbuat banyak hal bagi Tuhan. (cs)

Kim dilahirkan pada taon 1821, di sebuah keluarga bangsawan di pusat kota Solmoe, Korea. Dari mulai kakek buyut sampe ayah Kim semuanya mati karena mereka memegang teguh agamanya, yaitu Katolik. Garis keturunan yang melahirkan Kim Tae-Gon adalah sebuah garis keturunan yang sejarahnya sarat ama kisah martir; nggak cuman mereka bertiga yang mati martir, tapi juga paman buyutnya. Nggak heran, Kim yang masih muda pun waktu itu sangat kuat keimanannya dan ia sangat berani menyatakan apa yang ia percayai sebagai kebenaran dalam hidupnya.

Waktu ia berumur 15, ia berkenalan ama seorang romo Katolik, bernama Pastor Maubant, yang sedang melayani di daerah tersebut. Orang Korea sejak abad ke-16 ternyata udah mengenal Kekristenan, akibat penyebaran yang dilakukan ama orang-orang awam yang merantau ke negeri tersebut, salah satunya adalah kelompok pedagang. Keluarga Kim, misalnya, sejak masa hidup kakek buyutnya, taon 1700-an, udah menganut agama Katolik. Maka waktu para misionaris datang ke Korea, termasuk Pastor Maubant, mereka ngerasa keduluan ama orang-orang awam itu. Tapi ini tentunya bukanlah hal yang buruk.

Karena terkesan dengan semangat Kim dalam keagamaan, Pastor Maubant mengirimkan Kim bersama kedua orang temannya, Choi Yang-Up dan Choi Bang-Je ke Makau, buat belajar kehidupan masyarakat Barat dan mendalami agama Katolik. Di Paris Foreign Mission Society di kota yang sekarang dikenal sebagai kota judi itu, mereka bertiga belajar teologi, bahasa Latin, geografi, bahasa Prancis, dan masih banyak lagi. Sayangnya, studi mereka sempat terganggu, mereka harus lari menyelamatkan diri ke Manila dua kali, gara-gara pecahnya Perang Opium di daratan Cina waktu itu.

Taon 1842, waktu Perang Opium masih berlangsung, Kim Tae-Gon berhasil menyelesaikan sekolahnya dan ia bisa menguasai empat bahasa sekaligus selain Korea: Prancis, Spanyol, Mandarin, dan juga Inggris. Dengan kemampuan berbahasanya yang canggih itu, ia berhasil menyusup ke sana-sini dalam teritori Cina daratan. Niatnya sebenarnya cuman satu: ia pengen kembali ke Korea, tapi hal itu sangat sulit dilakukan, terlepas dari segala kerja kerasnya, termasuk sampai berkelana ke Mongolia.

Frustrasi karena nggak kunjung bisa pulang juga, Kim tetap melaksanakan tugasnya sebagai orang yang terpanggil buat memberitakan ajaran Tuhan. Ia tetap mengabdi pada gereja, dan akhirnya di Cina pada taon 1844 Kim dilantik sebagai seorang diakon. Posisinya ini ternyata berhasil memperlicin jalannya kembali ke Korea. Seorang diri Kim berjalan menuju Uiju, dan dari sana ia akhirnya mencapai Seoul taon 1845.

Situasi di Asia Timur saat itu, termasuk di Korea, sedang kacau balau karena perang yang nggak juga usai. Selain itu, pembantaian oleh pasukan kerajaan terhadap umat Kristen dan Katolik, dan juga terhadap sekte-sekte agama lainnya, sedang menggila. Banyak pastor yang dibunuh secara keji, banyak umat yang disiksa dan dipenjarakan karena iman mereka. Kondisi yang nggak aman ini bikin Kim nggak berani memunculkan dirinya di mata publik. Bahkan waktu di Korea pun ia nggak sempat bertemu ama ibunya, yang konon waktu itu nggak punya rumah dan berkelana dari rumah ke rumah buat minta makan. Ia juga mendenger kabar kalo ayahnya, yang aktif di gerejanya, pun udah dibunuh.

Kim Tae-Gon kembali ke Cina bareng ama 11 penganut Katolik dari Korea naik sebuah perahu kecil. Ternyata ia mengalami peristiwa yang sama seperti yang dialami Yunus: badai besar di tengah laut selama berhari-hari. Kondisi genting ini bikin awak kapal terpaksa membuang persediaan makanan supaya kapal jadi lebih ringan dan mudah dikemudikan. Dilanda rasa takut karena dahsyatnya ombak dan angin serta dilemahkan ama rasa lapar yang menggigiti fisik, orang-orang dalam kapal tersebut malah mendapati diri mereka disejukkan oleh Kim yang nggak sedikitpun kelihatan takut.

17 Agustus 1845, beberapa lama setelah perahu itu tiba di Shanghai, seorang pastor dari Prancis menahbiskan Kim Tae-Gon sebagai imam. Pada usia ke-24 itu, Kim Tae-Gon, yang punya nama baptis Andrew, resmi menjadi imam pertama berkebangsaan Korea. Pada waktu itu Kim udah cukup dikenal lewat khotbahnya yang berapi-api dan nyalinya yang sungguh berani.

Tapi sayangnya, karir Kim harus berakhir dengan cepat. Cuman satu taon setelahnya, waktu sedang mengatur salah satu perjalanan misi mereka, Kim ditangkap di Pulau Sunwi-do, lalu dikirim sebagai tahanan ke Seoul. Raja dari dinasti Choson waktu itu, yang sangat membenci umat Kristen,  memerintahkan pasukannya buat menghukum mati Pastor Kim dengan cara memenggal kepalanya di depan publik pada tanggal 15 September 1846. Ia mati dengan cara yang amat mengenaskan; penuh penyiksaan. Kim Tae-Gon bergabung dengan ribuan orang Korea lainnya dalam sejarah dinasti Choson yang terbunuh karena alasan yang sama: iman mereka.

Kehidupan Pastor Kim yang sekejap namun sarat makna ini menunjukkan arti hidup yang sesungguhnya. Selama usianya yang pendek itu ia udah mengubahkan banyak orang, udah menunjukkan apa yang diyakininya sebagai jalan keselamatan, bahkan sampai napas terakhirnya. (Kim Tae-Gon menyampaikan sebuah pidato yang menggetarkan sesaat sebelum pemenggalannya dilaksanakan.) Usia muda bukanlah penghalang buat kita ngelakuin perbuatan-perbuatan besar bagi Tuhan. Berani nyatakan iman kamu? [**]

TUJUH KEAJAIBAN DUNIA


TUJUH KEAJAIBAN DUNIA
(AUTHOR UNKNOWN)

Sekelompok murid lagi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia". Pada akhir pelajaran, para murid pun diminta buat bikin daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :

1) Piramida Besar di Mesir
2) Taj Mahal
3) Grand Canyon
4) Panama Canal
5) Empire State Building
6) St. Peter's Basilica
7) Tembok China

Waktu ngumpulin daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang murid, seorang gadis yang pendiam, yang belum ngumpulin kertas kerjanya. Jadi, beliau pun bertanya padanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."

Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah:

1) Bisa menyentuh
2) Bisa mencicip
3) Bisa melihat
4) Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan :

5) Bisa merasakan
6) Bisa tertawa
7) Dan bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sesaat sunyi seketika!

Alangkah gampangnya buat kita melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban", sementara saat kita melihat dan menikmati semua yang udah Allah lakukan buat kita, dan kita menyebutnya sebagai "biasa-biasa saja"?

GARAM DUNIA
Author : Unknown

Seorang koki lagi nyiapin perjamuan istimewa buat pesta pernikahan Raja. Bahan makanan dan bumbu-bumbu udah tersedia buat diramu berdasarkan resep khusus. Wah, ternyata ada bumbu penting yang ketinggalan, GARAM !  Sang koki pun kebingungan, sebab tanpa garam nggak akan pernah ada perjamuan istimewa yang bakal menyenangkan hati Raja. Koki segera mencari ke seluruh dapur, wah garam nggak ditemukan. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu, Ya !! Di rumahnya masih ada satu botol garam spesial. Segera saja koki berlari pulang. Akhirnya sebotol garam diperoleh.

Waktu memasak pun tiba. Botol garam dibuka, dan garam mau dikeluarin dari botolnya. Tiba-tiba garam dalam botol berteriak, "Jangan !!" Koki heran dan bertanya, "Kenapa ?? Jangan takut, aku akan menjadikan engkau hidangan yang menyenangkan hati Raja pada hari pernikahannya."  Garam-garam itu pun berteriak dan menjawab dengan berbagai jawaban.
"Jangan, nanti kami tidak dapat berkumpul lagi bersama teman-teman garam dalam botol yang sangat indah ini"
"Jangan, nanti kami larut dalam masakan, dan kami kehilangan bentuk dan warna kami, lalu orang-orang tidak dapat mengagumi kami lagi sebagai garam yang putih bersih"
"Jangan, nanti kami menderita kepanasan ketika sedang diproses untuk menjadi masakan"
"Jangan,..."
Begitu banyaknya alasan yang diteriakkin butir garam. Akhirnya cuman sedikit garam yang bersedia diramu menjadi masakan istimewa sang koki.

Pesta pernikahan Raja tiba. Perjamuan istimewa diadakan bagi Sang Raja pada hari pernikahannya. Wah, perjamuan yang sangat luar biasa, hidangan yang disajikan sungguh nikmat. Raja sangat senang dan pesta menjadi sangat meriah.

Gimana nasib para garam? Garam-garam yang menyediakan dirinya buat dipakai ama koki, masuk ke dalam tubuh Sang Raja dan tinggal bersatu disana selamanya. Garam-garam lainnya yang menolak dan tinggal dalam botol, kemudian dibuang karena udah nggak berguna lagi. 
Kita adalah garam dunia. Kita diminta, didorong, ditolong dan diproses oleh Roh Kudus untuk menggarami dunia ini. Kenapa ? Supaya dunia yang penuh dengan kekecewaan, kepedihan, kepahitan ini disembuhkan dan siap buat menerima kembali kedatangan Yesus sebagai Tuhan, Raja Penyelamat.

Kita adalah garam dunia, tapi siapa yang bersedia berfungsi sebagai garam ?

Berfungsi sebagai garam itu berarti :
- kita harus keluar dari tradisi dan daerah kenyamanan kita
- kita harus pergi ke tengah-tengah orang-orang berdosa dan berfungsi disana
- kita harus mati terhadap keinginan daging
- kita harus memikul salib dan menyangkal diri setiap hari
- kita harus bersedia dibentuk dan diproses
- kita harus bersedia menderita bersama Kristus
- kita harus makin kecil dan Kristus makin besar

Kalo kita bersedia, maka kasih karunia dan kekuatan Tuhan akan menolong dan memampukan kita buat menggarami dunia. Dan pada akhirnya kelak kita akan bersatu bersama dengan Kristus dalam kemuliaan Bapa selamanya.

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13)