Friday, June 1, 2012

STEVEN AGUSTINUS: MENGGEMBALAKAN KOTA


STEVEN AGUSTINUS: MENGGEMBALAKAN KOTA
Destiny gereja adalah mengubahkan kota, mempengaruhi masa depan bangsa.
Steven Agustinus

Prinsip itu kayaknya dipegang banget sama Steven Agustinus, hamba Tuhan yang masih muda, cakep, powerful (ehm...ehm...ehm) sekaligus gembala senior dari Gereja Mitra Pembaruan di Serpong, Tangerang.

Karena destiny gereja buat mengubahkan kota itu, makanya Steven gak puas cuma jadi gembala sidang tok. Dia juga bikin LSM, training center pengembangan potensi diri.

Terbukti dari LSM sama training center ini udah banyak orang, perusahaan, yang merasa diberkati. ‘Apa yang saya lakukan dengan LSM dan training center ini adalah bentuk nyata dari gereja yang menggembalakan kota.’ Kata Steven waktu ditanya kenapa dia mau lakuin sesuatu yang keliatannya gak ada hubungannya sama gereja ini.    

Kegerakan Tuhan mesti bisa berpindah dari sebuah gereja atau komunitas Kristen kepada dunia sekuler. Itu sebabnya kenapa saya sekarang coba bagiin prinsip-prinsip menjadi pengusaha . Tujuannya supaya apa yang kita miliki, apa yang kita alami, secara roh, mulai dari urapan Roh Kudus sampai karunia Roh Kudus juga bisa dialami di dunia sekuler. Dengan melakukan hal itu kita sebenarnya sedang menaburkan benih revival, kalau kita sudah melakukannya baru kita bisa berkata sudah waktunya Indonesia penuh kemuliaan Tuhan.

Sebelum jadi seorang gembala, trainer seperti sekarang, Steven terkenal sebagai pengkotbah keliling en ‘sekolah kenabian’-nya, ISOP (Indonesian School of the Prophets). Setelah bikin ISOP selama 6 tahun (1998-2004) akhirnya Steven mutusin buat bikin gereja lokal sendiri. Bukan karena trend, ikutan orang-orang bikin gereja. Tapi karena emang ada dorongan dari Tuhan.

Gereja Mitra Pembaruan lahir karena ada banyak gembala yang ikutan training ISOP mengeluhkan materinya terlalu berat, susah diaplikasikan. Jadi saya pikir kenapa saya nggak bikin gereja model aja. Sebuah gereja dengan prinsip-prinsip yang saya ajarkan di ISOP. Jadi gereja ini adalah gereja model bahwa semua yang saya ajarkan sudah saya hidupi bahkan kita bisa melihat buahnya. Sebenarnya dorongan buat bikin gereja ini udah ada sejak taun 2002. Tapi karena banyak pertimbangan, akhirnya saya baru berani bikin gereja taun 2004.’

Jalan panjang menuju kesuksesan
Bagaimana awalnya seorang Steven Agustinus bisa seperti ini?

Sejak kecil saya sering diajak nenek ke gereja. Nenek sering ngomong sama saya supaya kalau udah gede saya jadi pendeta. Sampe akhirnya waktu SMP saya berniat abis lulus saya pengen masuk sekolah Alkitab. Tapi saya lupa sama niat itu. Akhirnya saya cuma tahan 3 bulan di SMA. Bukan karena badung. Tapi karena merasa dikejar-kejar Tuhan. Setelah itu selama 9 bulan saya masuk sekolah penginjil. Lulus sekolah penginjil saya abisin 9 bulan lagi buat cari Tuhan, doa, nyembah. Waktu itu bisa 6-8 jam sehari saya doa.

Dari pengalaman panggilannya ini, Steven belajar kalau apa yang ditaburin sama kita waktu kecil bakal kita tuai waktu kita udah gede. Benih rohani yang ditaburin dalam hidup kita waktu kecil otomatis bakal bawa kita ke jalan Tuhan.

Makanya penting banget buat kita yang masih muda berada dalam keluarga yang hidup dalam kebenaran.

Tapi itu ‘kan ngomong idealnya. Kalau ternyata keluarga kita gak hidup dalam kebenaran gimana dong?

Punyai hati yang terbuka untuk Tuhan bicara. Dia bisa bicara pakai 1001 cara. Yang penting gimana kita meresponi panggilan Tuhan itu.’

Man of his word
Salah satu karakter Steven yang patut kita teladani adalah dia orang yang selalu omongin atau ajarin apa yang udah dia hidupin duluan. Atau bahasa kerennya dia itu man of his word. Jadi jangan kuatir kalau kita deket sama hamba Tuhan yang satu ini kita bakal dapet segudang teori, teori, en teori melulu. Semua yang dikotbahin sama dia, itu semua udah dia hidupin duluan.

Pesan-pesan
Sebagai orang yang udah banyak ‘makan asam garam’ dunia rohani, Steven punya pesan khusus buat kita-kita yang masih muda:

Anak muda, kenali destinyilahimu. Masuk dalam rencana Tuhan dalam hidupmu.  Pergunakan setiap potensi yang udah Tuhan taruh dalam hidupmu. Punyai komunitas yang bisa membangun kita.Temukan bapa rohani yang bisa mengarahkan kita dalam jalan Tuhan.’ (dp)

Nama Lengkap: Steven Agustinus
Nama Istri: Elly Agustinus
Nama Anak: Alexander
Pelayanan: Gembala Gereja Mitra Pembaruan



Copyright majalah GFRESH! www.anakmudanet.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment